Articles

Found 28 Documents
Search

Implementation of Geometry Multimedia Based on Van Hiele's Thinking Theory for Enhancing Critical Thinking Ability for Grade V Students

International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : IIES Independent

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a advances study of the development of geometry multimedia based on Van Hiele's thinking theory with the aim of for enhancing critical thinking ability using the ADDIE development model. In this study, a difference test was conducted to determine the effect of using geometry multimedia on students' critical thinking abilities. This experiment was conducted at SDN Mojoroto 1 and SDN Mojoroto 6 Kota Kediri. The results of the t-test analysis show that there are significant differences between the critical thinking abilities of students who use geometry multimedia based on Van Hiele's thinking theory and those who do not use geometry multimedia based on Van Hiele's Thinking Theory.

KONFLIK BATIN TOKOH-TOKOH DALAM KUMPULAN CERITA MADRE KARYA DEWI LESTARI

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.691 KB)

Abstract

  Abstract: The aims of this research are to describe the character of the figures on Madre and Menunggu Layang-layang story; to describe the figure internal conflicts of Madre and Menunggu Layang-layang story by psychoanalysis theory of Sigmund Freud; to describe the perception of readers to Madre and Menunggu Layang story. The method of this research which is used is the descriptive-qualitative method by literary psychology approach. The sample of this research taken by purposive sampling technique and the data taken from content analysis and interview. Interactive analysis is used to analysis on this research. As result of this reseach are: first, Tansen as a good boy and hard worker, Pak Hadi as a man who has strong principle, Mei as a hardworker although she has a mistake when she was a child, Bu Cory and Bu Sum as subordinate have a big loyality to their leader, Christian as a hardworker who has a regimentation, Starla as a hardworker, but she has a bad personality, and Rako as a man who afraid with the commitment. Second, the historical of Tansen’s family is not clear and suddenly he gets the legacy from anonymous person; Pak Hadi afraid of lost his life identity; Mei has a mistake when she was a child and until now she feels it; Christian afraid of alteration and indeterminancy; Starla afraid of commitment; Rako’s desirability to have a relationship with Starla isn’t attained. Keywords: internal conflict,figure, Madre story, psychology approach Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakter tokoh pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang, menggambarkan konflik batin pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menggambarkan persepsi pembaca terhadap cerita Madre dan Menunggu Layang-layang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan data yang diambil dari analisis isi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Tansen sebagai anak yang baik dan pekerja keras, Pak Hadi sebagai orang yang memiliki prinsip yang kuat, Mei sebagai hardworker, walau dia memiliki kesalahan ketika dia masih kecil, Bu Cory dan Bu Sum memiliki loyalitas yang besar kepada pemimpin mereka, Kristen memiliki sebuah resimentasi, Starla, memiliki kepribadian yang buruk, dan Rako sebagai orang yang takut dengan komitmen. Kedua, sejarah keluarga Tansen tidak jelas dan tiba-tiba ia mendapat warisan dari orang tidak dikenal, Pak Hadi takut kehilangan identitas hidupnya, Mei memiliki kesalahan ketika dia masih kecil dan sampai sekarang dia merasa itu; Kristen takut perubahan, Starla takut komitmen, dan keinginan Rako untuk memiliki hubungan dengan Starla tidak tercapai.   Kata kunci: konflik batin, tokoh,  kumpulan cerpen Madre, psikologi sastra

REKAYASA NILAI PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Value engineering of multipurpose building project Semarang State University conducted for optimization of cost and functionality. Value engineering is used to evaluate the project plan in order to save the budget costs, optimize performance and efficiency of time but still consider the quality of the work. Application of value engineering aims to obtain high-cost work items, bring alternative design ideas to replace the original design on selected work items and calculate the cost savings from the application of value engineering. Stages of this value engineering plans that include; stages of information, creative stage, analysis stage and the stage of recommendations. Identification of high-cost items of work with cost breakdown model and Pareto charts. Potential work item function analysis is performed to classify the basic functions and secondary functions in order to obtain the ratio of cost / worth, then performed a zero-one matrix analysis to determine the best alternative of testing against several criteria functions presented. Value engineering analysis results indicate that cost savings, for items slab occurred saving the value / cost of Rp. 3.274.245.393, 35 or 51.20 % of the initial cost of Rp. 6,394,649,122.60 and 8.57 % of the total project cost. For items foundations occurred saving the value / cost of Rp. 318,946,000 or 41.27 % of the initial cost of Rp. 772,790,000.00 and 1.19 % of the total project cost. For the cost of the item walls Eco Lite Panel larger Rp. 140,847,906.93 of the cost of masonry, but in terms of execution time Eco Lite Panels faster than bricks with the result of the acceleration time fee of Rp. 224.734.555,16 or 21,82 % of the cost of the wall work and 0.59 % of the total project cost. Physical Eco Lite Panel calsiboard coated on both sides to make more smooth and flat surface so that the surface can be directly painted. So the total cost savings after the engineering value is equal Rp. 3.817.926.101,65 or by 9.99 % of the total cost of the overall work of Rp. 38,199,420,000.00.

METODE FUZZY TSUKAMOTO DALAM APLIKASI SISTEM ESTIMASI STOK BARANG

Jurnal Sains dan Informatika Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Sains dan Informatika
Publisher : Teknik Informatika, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.014 KB)

Abstract

Abstrak  –  Penelitian yang dilatar belakangi oleh penyimpanan data yang masih menggunakan cara manual dinilai kurang efektif dan efisien, dan pemilik toko yang sering mengalami kesalahan dalam menentukan berapa jumlah suatu jenis barang yang harus ditambah stoknya pada gudang, sehingga dibuatlah suatu Metode Fuzzy Tsukamoto dalam Aplikasi Sistem Estimasi Stok dengan bertujuan mengurangi terjadinya kesalahan saat pendataan barang dalam memperkirakan berapa jumlah suatu barang harus di tambah stoknya. Bagaimana membangun suatu Aplikasi yang dilengkapi dengan estimasi stok barang serta mengimplementasikan desain aplikasi tersebut yang dulunya masih menggunakan cara manual sehingga menjadi terkomputerisasi. Perancangan aplikasi ini menggunakan metode fuzzy  tsukamoto adalah suatu cara perhitungan untuk mendapatkan nilai estimasi dari sebuah variable. Tahapan dalam pembuatan aplikasi ini meliputi pengumpulan referensi tentang pembuatan aplikasi, pembuatan desain aplikasi, implementasi, uji coba dan evaluasi. Hasil penelitian dari program ini adalah membangun suatu aplikasi mengenai pencatatan jumlah barang yang masuk dan keluar dari gudang. Aplikasi ini dilengkapi dengan estimasi stok barang sehingga mempermudah dalam perkiraan jumlah barang yang akan dibeli untuk menambah  jumlah stok pada suatu jenis barang yang ada di gudang. Dengan aplikasi ini diharapkan barang yang ada digudang akan lebih stabil.

EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIRSHARE DENGAN MODUL(TPS-M) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR

JIPM Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah diantara Model PembelajaranTPS-M atau Think-Pair-Share” (TPS) yang menghasilkan prestasi yang lebih baik, (2) Manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang atau rendah, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, di antara Model Pembelajaran TPS-M dan Think-Pair-Share (TPS) pada siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang danrendah.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi experimental), dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMK kelompok Teknik di Kabupaten Nganjuk Tahun Akademik 2012/2013. Sampel terbagidalam 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Model pembelajaran TPS-M menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran. (2) Siswa dengan minat belajartinggi, sedang dan rendah memiliki hasilbelajar matematika yang sama.(3) Pada masing-masing minat belajar siswa baik tinggi, sedang ataupun rendah prestasi belajar matematika pada model pembelajaran TPS-M lebih baik dari pada model pembelajaran TPS. Kata Kunci :Think-Pair-Share, Modul, Minat Belajar, Prestasi Belajar Matematika

DESAIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN SUMBER ENERGI TENAGA SURYA DAN ENERGI LISTRIK PLN

Emitor Vol.15 No.02 September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.298 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia. Hal ini mengingat energi listrik merupakan salah satu faktor utama bagi terjadinya pertumbuhan ekonomi  suatu negara. Permasalahan energi listrik  menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan yang meningkat akan energi dari seluruh negara di dunia untuk menopang pertumbuhan ekonominya justru membuat persediaan cadangan energi konvensional menjadi semakin sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat desain pemipil jagung dengan energi tenaga surya dan energi listrik PLN.Penelitian dimulai dari pembuatan mesin pemipil jagungdan pemasangan komponen-komponen seperti panel surya, konverter dan motor DC pada pemipil jagung yang telah dirancang sebelumnya. Kemudian pengecekan komponen yang telah terpasang sudah berfungsi secara normal. Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya akan digunakan sebagai sumber energi untuk menjalankan mesin pemipil jagung. Energi listrik PLN digunakan sebagai energi tambahan jika daya yang dihasilkan panel surya kurang. Cara pengamatan yang dilakukan adalah pengambilan data terkait nilai tegangan dan arus yang dihasilkan oleh panel suya,kecepatan putar mesin pemipil dan lama waktu pemipilan. Peralatan yang digunakan antara lain: luxmeter, Amperemeter, tachometer dan stopwatch.Hasi lpercobaan pertama dilakukan pada intensitas cahaya 103700 lux tegangan 19 V dan arus 2 A menghasilkan  kecepatan putar 1705 Rpm sehingga mesin pemipil jagung bekerja dengan sangat baik dengan waktu pemipilan 0,10 menit per jagung. Begitu seterusnya dengan intensitas yang berbeda sampai ke intensitas terendah yaitu 29300 lux tegangan 8,2 V dan arus 1 A menghasilkan kecepatan putar 402,4 Rpm sehingga mesin pemipil jagung tidak mampu lagi bekerja dengan baik (tidak dapat memipil jagung lagi). percobaan selanjutnya untuk melakukan pemipilan dengan energi listrik PLN disaat mesin pemipil jagung tidak mendapatkan suplai energi yang cukup dari panel surya karena intensitas cahaya yang rendah maka mesin dapat berpindah kesumber energi lain dengan memindahkan sumber energi ke listrik PLN. Pada penelitian ini didapati hasil setelah listrik PLN dikonversikan dengan konverter menunjukkan tegangan 11,2 V, arus 1,5 A dan kecepatan putar 910,2 Rpm sehingga didapati waktu pemipilan adalah 0,19 menit per jagung.

DESAIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN SUMBER ENERGI TENAGA SURYA DAN ENERGI LISTRIK PLN

Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol.15 No.02 September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.298 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia. Hal ini mengingat energi listrik merupakan salah satu faktor utama bagi terjadinya pertumbuhan ekonomi  suatu negara. Permasalahan energi listrik  menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan yang meningkat akan energi dari seluruh negara di dunia untuk menopang pertumbuhan ekonominya justru membuat persediaan cadangan energi konvensional menjadi semakin sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat desain pemipil jagung dengan energi tenaga surya dan energi listrik PLN.Penelitian dimulai dari pembuatan mesin pemipil jagungdan pemasangan komponen-komponen seperti panel surya, konverter dan motor DC pada pemipil jagung yang telah dirancang sebelumnya. Kemudian pengecekan komponen yang telah terpasang sudah berfungsi secara normal. Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya akan digunakan sebagai sumber energi untuk menjalankan mesin pemipil jagung. Energi listrik PLN digunakan sebagai energi tambahan jika daya yang dihasilkan panel surya kurang. Cara pengamatan yang dilakukan adalah pengambilan data terkait nilai tegangan dan arus yang dihasilkan oleh panel suya,kecepatan putar mesin pemipil dan lama waktu pemipilan. Peralatan yang digunakan antara lain: luxmeter, Amperemeter, tachometer dan stopwatch.Hasi lpercobaan pertama dilakukan pada intensitas cahaya 103700 lux tegangan 19 V dan arus 2 A menghasilkan  kecepatan putar 1705 Rpm sehingga mesin pemipil jagung bekerja dengan sangat baik dengan waktu pemipilan 0,10 menit per jagung. Begitu seterusnya dengan intensitas yang berbeda sampai ke intensitas terendah yaitu 29300 lux tegangan 8,2 V dan arus 1 A menghasilkan kecepatan putar 402,4 Rpm sehingga mesin pemipil jagung tidak mampu lagi bekerja dengan baik (tidak dapat memipil jagung lagi). percobaan selanjutnya untuk melakukan pemipilan dengan energi listrik PLN disaat mesin pemipil jagung tidak mendapatkan suplai energi yang cukup dari panel surya karena intensitas cahaya yang rendah maka mesin dapat berpindah kesumber energi lain dengan memindahkan sumber energi ke listrik PLN. Pada penelitian ini didapati hasil setelah listrik PLN dikonversikan dengan konverter menunjukkan tegangan 11,2 V, arus 1,5 A dan kecepatan putar 910,2 Rpm sehingga didapati waktu pemipilan adalah 0,19 menit per jagung.

KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

JIPMat Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.848 KB)

Abstract

Pemecahan masalah merupakan jantung pembelajaran matematika. Penerapan pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari. Kemampuan awal siswa dan sikap siswa kepada matematika yang kurang, motivasi dan self-efficacy untuk belajar yang rendah, serta perilaku dan kemampuan guru dalam mengajar serta kreatifitas guru dalam memberikan dan memecahkan soal pemecahan masalah merupakan penyebab kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam pemecahan masalah matematika. Dari beberapa penelitian dapat di tarik Solusi alternatif yang bisa diberikan untuk mengurangi kesulitan dalam pemecahan masalah matematika, dianataranya 1). Guru harus mengubah cara mengajar serta mempelajari cara memberi motivasi kepada siswa, 2). siswa harus meningkatkan kemampuan literasi matematika, 3). guru harus belajar dari guru yang telah berhasil melaksanakan pemecahan masalah matematika, 4). keterlibatan siswa sangat penting untuk pemecahan masalah yang sukses, serta 5). guru diharapkan untuk mempelajari model pembelajaran dan kemudian membawa mereka untuk mengelola kegiatan di kelas.

BUDAYA KEDIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS ETNOMATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK)

JIPMat Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.061 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan LKS berbasis etnomatematika melalui pendekatan saintifik yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D) dengan menggunakan desain pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Dengan subyek penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kediri. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen diantaranya lembar penilaian oleh ahli media dan ahli materi, serta angket siswa. Luaran yang diharapkan berupa modul LKS matematika berbasis etnomatematika melalui pendekatan saitifik, sehingga dapat diketahui hasil kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.

KONFLIK BATIN TOKOH-TOKOH DALAM KUMPULAN CERITA MADRE KARYA DEWI LESTARI

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.691 KB)

Abstract

  Abstract: The aims of this research are to describe the character of the figures on Madre and Menunggu Layang-layang story; to describe the figure internal conflicts of Madre and Menunggu Layang-layang story by psychoanalysis theory of Sigmund Freud; to describe the perception of readers to Madre and Menunggu Layang story. The method of this research which is used is the descriptive-qualitative method by literary psychology approach. The sample of this research taken by purposive sampling technique and the data taken from content analysis and interview. Interactive analysis is used to analysis on this research. As result of this reseach are: first, Tansen as a good boy and hard worker, Pak Hadi as a man who has strong principle, Mei as a hardworker although she has a mistake when she was a child, Bu Cory and Bu Sum as subordinate have a big loyality to their leader, Christian as a hardworker who has a regimentation, Starla as a hardworker, but she has a bad personality, and Rako as a man who afraid with the commitment. Second, the historical of Tansen’s family is not clear and suddenly he gets the legacy from anonymous person; Pak Hadi afraid of lost his life identity; Mei has a mistake when she was a child and until now she feels it; Christian afraid of alteration and indeterminancy; Starla afraid of commitment; Rako’s desirability to have a relationship with Starla isn’t attained. Keywords: internal conflict,figure, Madre story, psychology approach Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakter tokoh pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang, menggambarkan konflik batin pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menggambarkan persepsi pembaca terhadap cerita Madre dan Menunggu Layang-layang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan data yang diambil dari analisis isi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Tansen sebagai anak yang baik dan pekerja keras, Pak Hadi sebagai orang yang memiliki prinsip yang kuat, Mei sebagai hardworker, walau dia memiliki kesalahan ketika dia masih kecil, Bu Cory dan Bu Sum memiliki loyalitas yang besar kepada pemimpin mereka, Kristen memiliki sebuah resimentasi, Starla, memiliki kepribadian yang buruk, dan Rako sebagai orang yang takut dengan komitmen. Kedua, sejarah keluarga Tansen tidak jelas dan tiba-tiba ia mendapat warisan dari orang tidak dikenal, Pak Hadi takut kehilangan identitas hidupnya, Mei memiliki kesalahan ketika dia masih kecil dan sampai sekarang dia merasa itu; Kristen takut perubahan, Starla takut komitmen, dan keinginan Rako untuk memiliki hubungan dengan Starla tidak tercapai.   Kata kunci: konflik batin, tokoh,  kumpulan cerpen Madre, psikologi sastra