Articles

Found 38 Documents
Search

PERBEDAAN TINGKAT ONLINE SHOPPING DITINJAU DARI ORIENTASI LOKUS KONTROL PADA MAHASISWI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SURABAYA (UBAYA) DEVIANTI PRASETYO, MARTA; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI (USIA 4-6 TAHUN) DI TAMAN KANAKKANAK ASSALAM SURABAYA DWI PUTRA, KUSUMA; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 1, No 3 (2013): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Penerapan Model Missouri Mathematic Project (MMP) untuk Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Positif Siswa Pada Materi Fungsi (Penelitian dilakukan di kelas XI.11 SMK Negeri 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013 Jannah, Miftakhul; Triyanto, Triyanto; Ekana Ch., Henny
Jurnal Pendidikan Matematika SoLuSi ( Tersohor Luas dan Berisi ) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Matematika Solusi
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.679 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to improve the student’s comprehension and positive attitude in class XI SMK Negeri 1 Karanganyar at the academic year of 2012/2013 through the use of model Missouri Mathematics Project (MMP) on mathematic subject. The research is a Classroom Action Research which was carried out in two cycles. Each cycle consists of four step: planning, action, observation and reflection. Subject of the research are students in class XI.11 SMK Negeri 1 Karanganyar at the academic year of 2012/2013. The research data obtained through test and observations. The technique of anal data obtained through test and observations. The technique of analyzing data is a descriptive analysis technique. Data validation from positif attitude and learning process which is used in this research is triangulation of source technique. The result of the research describes that the implementation of the classroom action research through the use of model Missouri Mathematics Project (MMP) on the subject of probability  can improve the student’s comprehension and positive attitude in learning. This is based on the result of test and observation. From the result of test in first circle, persentage complete of students is 90% and second circle persentage complete of  students increase until 2,5% to 92,5%. While the result of observation from two observer in first circle and second circle average persentage the student’s positif attitude is 90,90%. Based on the result we can conclude that the use of model Missouri Mathematics Project (MMP) can improve the student comprehension and positive attitude on mathematic subject in class XI.11 SMK Negeri 1 Karanganyar at academic year 2012/2013. Key words: comprehension, positive attitude,  mathematic, missouri mathematics project
Pengaruh Self-Hypnosis Terhadap Konsentrasi Pada Atlet Senam Artistik LANGENATI, RATIH; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 3, No 3 (2015): Character : Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Atlet senam artistik melatih fisik dan teknik agar dapat melakukan rangkaian gerakan secara maksimal, akan tetapi atlet yang dapat melakukan gerakan dengan baik saat latihan belum tentu dapat melakukannya dengan sempurna saat pertandingan. Konsentrasi atlet dapat terganggu oleh berbagai hal saat bertanding dan mempengaruhi performa serta prestasi atlet. Kemampuan konsentrasi merupakan sesuatu yang dapat dilatihkan melalui pelatihan mental. Penelitian ini bertujuan menguji apakah ada pengaruh self-hypnosis, sebagai salah satu metode pelatihan mental, terhadap konsentrasi atlet senam artistik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah 12 orang atlet artistik Persani Surabaya yang dibagi kedalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur konsentrasi atlet adalah Grid Concentration Exercise. Data diperoleh dengan melakukan pretest dan posttest pada kedua kelompok. Perlakuan self-hypnosis diberikan hanya pada kelompok eksperimen. Hasil analisis Uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan skor konsentrasi antara sesudah dan sebelum perlakuan pada kelompok eksperimen (Sig.=0.027, p<0.05), artinya hipotesis “ada pengaruh self-hypnosis terhadap konsentrasi pada atlet senam artistik” diterima. Kelompok eksperimen memiliki rata-rata nilai gain score lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (5.5>0.76), hal tersebut menunjukkan bahwa self-hypnosis berpengaruh meningkatkan konsentrasi atlet senam artistik. Kata Kunci: self-hypnosis, konsentrasi, atlet, senam..   Abstract Artistic gymnastics athletes do a physical and technical training in order to perform for the maximum range of motion, but athletes who can perform well movement in practice  may not be able to do it perfectly during the match. The concentration of athletes can be interrupted by a variety of things while playing and affect performance and achievements of athletes. Concentration ability can be trained by mental training. This study aims to examine the effect of self-hypnosis, as one method of mental training, on the concentration of the artistic gymnastics athletes. This study used an experimental method with a pretest-post test control group design. The subjects were 12 Persani Surabaya artistic athletes who were divided into experimental and control groups. The instrument used to measure the concentration of athletes is Grid Concentration Exercise. Data were obtained by performing the pretest and posttest in both groups. Self-hypnosis treatment is given only in the experimental group. Wilcoxon test analysis results showed significant difference between the concentration scores before and after treatment in the experimental group (Sig. = 0.027, p <0.05), meaning that the hypothesis "there is the influence of self-hypnosis to concentrate on the artistic gymnastics athletes" received. The experimental group had an higher value of gain-score average than control group (5.5>0.76), it shows that self-hypnosis increased the concentration of the artistic gymnastics athletes. Keywords: self-hypnosis, concentration, gymnastics athlete..   
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DAN KONSENTRASI TERHADAP RESILIENSI  PADA ATLET RENANG KHOIRUNNISA, ; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 3, No 2 (2014): Character : Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Resiliensi menjadi salah satu faktor penting bagi atlet untuk meraih prestasi tertinggi dalam karir olahraga mereka karena resiliensi memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi atlet. Meskipun resiliensi bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi performa atlet, resiliensi menjadi salah satu faktor penting karena ia tidak berdiri sendiri melainkan berkaitan dengan kognisi dan faktor psikologis lain yang secara terintegrasi membantu atlet untuk mengatasi segala tuntutan dan kesulitan serta tentunya meraih prestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan konsentrasi terhadap resiliensi pada atlet renang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 210 atlet renang gaya bebas 100m yang mengikuti Kejuaraan Renang Piala Walikota Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah BARS regulasi emosi dan konsentrasi serta BARS resiliensi. Metode analisis data menggunakan korelasi Kendall’s Tau  untuk menguji hubungan antara tiga variabel yaitu regulasi emosi dan konsentrasi terhadap resiliensi atlet renang dengan taraf kesalahan 5 %. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,240 (p-value=0,240). Hasil tersebut membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan konsentrasi terhadap resiliensi atlet renang. Kata kunci: regulasi emosi, konsentrasi, resiliensi   Abstract Resilience is one important factor for athletes to achieve the highest performance in their career (as athlete). Although resilience is not the only factor affecting the performance of athletes, it becomes an important factor to help athletes to cope with all the difficulties the achievement that inhibit. The purpose of this study was to investigate the relationship between emotion regulation and concentration on resilience on swimming athletes. This study used quantitative research methods. Subjects in this study amounted to 210 100m freestyle swimmers who have joined the Mayors Cup Swimming Championship 2014 Surabaya. The research instruments used were the Behaviorally Anchored Rating Scales (BARS) of emotion regulation, concentration, and resilience. Data analysis using Kendalls Tau correlation to examine the relationship between three variables, namely emotion regulation and concentration on resilience on swimming athletes with error level of 5%. The results of data analysis showed correlation coefficient of 0.240 (p-value = 0.240). These results prove that there is no significant relationship between emotion regulation and concentration on resilience on the swimming athletes.   Keywords: emotion regulation, concentration, resilience
Pengaruh Pelatihan Quiet Eye Training Terhadap Peningkatan Konsentrasi Pada Atlet Bulutangkis FITRI SHOLICHAH, IMA; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 3, No 3 (2015): Character : Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh menurunnya prestasi atlet bulutangkis di Indonesia dan beberapa faktor yang menyebabkan penurunan prestasi atlet bulutangkis. Penurunan prestasi atlet disebabkan oleh kurangnya konsentrasi yang dimiliki oleh atlet pada saat pertandingan sehingga membuat atlet tidak dapat tampil dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh Quiet Eye Training, sebagai salah satu metode pelatihan mental terhadap peningkatan konsentrasi pada atlet bulutangkis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah 12 orang atlet bulutangkis PB. Matrix Kediri yang dibagi kedalam kelompok eksperimen dan kontrol. Perlakuan Quiet Eye Training diberikan hanya pada kelompok ekperimen. Data diperoleh dengan melakukan pretest dan posttest pada kedua kelompok menggunakan Grid Concentration Exercise. Penelitian ini menggunakan analisis data Uji Wilcoxon dan Gain score. Hasil analisis Uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan skor konsentrasi antara sesudah dan sebelum perlakuan pada kelompok ekperimen (Sig.=0.027, p<0.05). Selain itu, peningkatan konsentrasi atlet bulutangkis dapat dilihat dari nilai gain score  pada kedua kelompok, nilai gain score pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol (16>11.67), artinya Quiet Eye Training berpengaruh terhadap peningkatan konsentrasi atlet bulutangkis. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa hipotesis “ada pengaruh Quiet Eye Training terhadap peningkatan konsentrasi pada atlet bulutangkis” diterima. Kata kunci: pelatihan Quiet Eye Training dan konsentrasi   Abstract The study was motivated by the decreased performance in Indonesia badminton athletes and some of the factors that led to the decline in achievement badminton athletes. Athletes’ performance decline due to a lack of  atheletes’ consentration during the game that make them can not perform to the maximum. The study aimed to determine the effect of Quiet Eye Training, as one method of mental training, on badminton athletes’ concentration. This study used an experimental method with a pretest-posttest control group design. The subjects were 12 PB Matrix Kediri athletes who were divided into experimental and control groups. Quiet Eye Training treatment is given only in the experimental group. Data were obtained by performing the pretest and posttes in both groups using Grid Concentration Exercise. This study uses data analysis Wilcoxon Test and Gain Score. Wilcoxon Test analysis result showed significant difference between the concentration scores before and after treatment in the experimental group (Sig.=0.028, p<0.05). In addition, the increase in the concentration of badminton athletes can be seen from gain score in both groups, the experimental group had an higher value of gain  score than control group (16>11.67), that the  Quiet Eye Training can increase the concentration of badminton athletes. The result shows that the hypothesis of this study that “there is the effect of Quiet Eye Training on the increase concentration badminton athletes” can be accepted. Keywords: Quiet Eye Training and concentration            Keywords: Quiet Eye Training and concentration
Pengauh Self Talk Terhadap Kecemasan Atlet Senam Ritmik FITRI WINDA K, FEBY; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 3, No 3 (2015): Character : Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Prestasi atlet senam ritmik yang belum menunjukkan peningkatan dikarenakan pembinaan yang lebih berfokus pada aspek teknik dan fisik daripada aspek mental. Hal ini menyebabkan atlet tidak dapat mengatasi kecemasan yang sering muncul menjelang pertandingan. Kecemasan atlet dapat diatasi dengan latihan mental, salah satu dari latihan mental adalah self talk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self talk terhadap kecemasan atlet senam ritmik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sebanyak 12 atlet senam ritmik dari Persani Surabaya menjadi partisipan dalam penelitian ini. Partisipan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan atlet adalah skala kecemasan Sport Anxiety Scale yang diadopsi dari Smith, Smoll, & Schutz (1990). Hasil analisis Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,027 lebih kecil dari pada tingkat probabilitas sebesar 0,05 (0,027<0,05) yang berarti “Self talk memiliki pengaruh terhadap kecemasan atlet senam ritmik”. Pengaruh dari self talk ini adlah untuk menurunkan kecemasan atlet senam ritmik. Kata Kunci: Self Talk, Kecemasan, Senam Ritmik   Abstract Achievment of rhythmic gymnastic athletes’ who have not yet demonstrated an increase because of coaching is more focused on thecnical and physical rather than mental aspect. Less attention given to mental aspect causes athletes’ anxiety which often cannot be treated appear ahead of the game. The athletes’ anxiety can be resolved by mental trainings, one of them is self talk. This research intends to test the self talk effect on anxiety of rhythmic gymnastic athletes’. This research uses experiment with pretest-posttest control group design. All 12 rhytmic gymnastic athletes’ from Persani Surabaya were recuired as participant of this research. The participant was devided into two group , there are experiment group and control group . the use instrument for measuring athletes’  anxiety is Sport Anxiety Scale which had been adopt from Smith, Smoll, & Schutz (1990). The result of Wilcoxon test analysis indicates Asymp. Sig (2-tailed) value by 0,027 smaller than probability level by 0,05 (0,027 < 0,05) that means “Self Talk effects the anxiety of rhythmic gymnastic athletes’”. The effect of self talk is to reduce the anxiety of rhythmic gymnastic athletes’ Keywords: Self Talk, Anxiety, Rhytmic Gymnastic.
Kepuasan Hidup Lansia Di Panti Werdha PUTRI LARASWATI, ANGELA; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 3, No 2 (2014): Character : Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Panti werdha adalah wadah atau intitusi yang memberikan pelayanan dan perawatan jasmani, rohani dan sosial serta perlindungan untuk memenuhi kebutuhan lanjut usia agar dapat menikmati taraf hidup secara wajar. Lansia akan merasa mengalami berbagai kemunduran baik secara fisik maupun psikis pada usia lanjut. Rasa kesepian dan kesendirian akan timbul di benaknya ketika mereka seorang diri serta tidak tahu harus berbuat apa untuk mengisi masa tuanya tersebut. Penelitian ini bertujuan  mencari bagaimana kepuasan hidup yang di dapatkan para lansia yang tinggal di panti werdha. Dalam penelitian ini diambil 7 partisipan dengan kriteria–kriteria yang telah ditentukan.Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi, sehingga yang dilakukan peneliti adalah wawancara dan observasi, setelah penelitian berlangsung di dapatkan 4 tema besar, yaitu aspek pengambilan keputusan, aspek pendukung, aspek positif dan kepuasan lansia. Tema aspek pengambilan keputusan memiliki dua sub tema, yaitu pilihan sendiri dan  keputusan keluarga. Tema aspek pendukung memiliki dua sub tema, yaitu  kesepian dan  masalah  keluarga. Tema afek positif memiliki tiga sub tema, yaitu nyaman, tenang, dan bersosialisasi .Tema aspek kepuasan lansia yaitu, kepuasan masa lalu, dukungan keluarga, kehidupan sekarang, religiusitas, sehingga didapatkan lansia yang tinggal dipanti werdha, semakin banyak atau  jika seluruh tema mampu terpenuhi, maka semakin baik juga partisipan lansia dalam menuju kepuasan hidup, sekalipun lansia tersebut bertempat tinggal di panti werdha.   Kata kunci: Kepuasan Hidup,Lansia, panti werdha. Abstract Panti Werdha is the institution to taking care and treatment of physical, spiritual and social development also protect to fulfill of special needs of elderly people in order to have the benefit of a sensible standard of living. Commonly elderly have various medical conditions both physically and psychologically. Sensitivities of being loneliness and isolation from its living circumstance will occur in their mind. Meanwhile, they do not know what to do to fill up in the old age. This study used a phenomenological method by conducted interviews and observations during research. The results can be categorized four major themes; the aspect of decision-making, supporting aspects, positive aspects and the elderly satisfaction. First, the aspect of decision making itself has two sub-themes; their own choices and families decisions. Meanwhile, the second aspect, supporting, have two sub-themes; being alone and family problems. Meanwhile, the positive affect has three sub-themes; comfortable, quiet, and socialize. The last aspect, satisfaction, have sub-themes; past satisfaction, family support, current life, religiosity. In conclusion, the more they be able to fulfill the themes, the better they can achieve life satisfaction, though they life in the Panti Werdha.   Keywords: life statisfaction, elderly, panti werdha. 
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN STRES PADA PETUGAS PORT SECURITY PUSPA ANGGRAENI, TANIA; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 3, No 2 (2014): Character : Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Bekerja sebagai petugas keamanan di pelabuhan akan menghadapi berbagai permasalahan seperti pencurian, penyelundupan, dan konflik antar teman kerja. Permasalahan-permasalahan yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara psychological well-being dan kepribadian hardiness dengan stres pada petugas port security. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang melibatkan 33 petugas port security di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang diambil dengan menggunakan sampel area. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan teknik analisis regresi linier berganda, diperoleh nilai F sebesar 14,812 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga hipotesis penelitian diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara psychological well-being dan kepribadian hardiness dengan stres pada petugas port security.   Kata kunci: psychological well-being, kepribadian hardiness, stres dan petugas port security.   ABSTRACT   Working as security officers in the port will face a lot of problems such as robbery, smuggling and conflict between co-workers. The problems that occurs continously can cause stress. This study was  aimed to examine the correlation between psychological well-being, hardiness personality and stress on port security officers. This study used a quantitative research method that involved 33 port security officers on the port of Tanjung Perak Surabaya who were recruited using cluster sampling. The data analysis technique used in this research was multiple regression analysis. Based on the result, it is obtained F value of 14.812 with a significant value of 0.000 (p < 0.05) so the research hypothesis is accepted. The result of this research shows that there is a significant correlation between psychological well-being and hardiness personality with stress on port security officers.    Keywords: psychological well-being, hardiness personality, stress and  port security officer.
KONSEP DIRI PEMAIN FLAG FOOTBALL ADVENTIN SUSANTO, NADIA; JANNAH, MIFTAKHUL
Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol 2, No 3 (2014): Character : Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Character: Jurnal Penelitian Psikologi.

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Konsep diri merupakan persepsi penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Konsep diri diperlukan untuk mengetahui sejauh mana individu menilai dirinya selama ini agar ia dapat mengetahui ingin menjadi apa dirinya yang akan datang. Flag football merupakan olahraga yang terbilang baru di Indonesia. Flag football adalah olahraga dengan satu tim berisikan 8 orang pemain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana olahraga flag football sebagai ajang untuk para pemainnya dalam menemukan konsep diri. Penelitian ini dibuat untuk meneliti konsep diri para pemain flag football. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan sepuluh orang partisipan dari tim flag football yang ada di Surabaya. Pada penelitian ini ditemukan 4 tema. Pertama tentang ketertarikan terhadap flag football. Kedua pengetahuan tentang flag football. Ketiga harapan pemain tentang flag football. Keempat konsep diri para pemain. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya konsep diri pemain flag football yang positif dalam setiap pemain dan perbedaan kematangan usia dalam penyampaian harapan untuk diri mereka. Kata kunci : Konsep diri, flag football, pemain flag football, usia kematangan      Abstract Self concept is an individual perception of him/herself. The self concept is necessary needed to know how far is someone perceive him/herself in order to know what he/she can figure out  what he/she wants to be. Flag football is a relatively new sport in Indonesia. Flag football is a sport with involved eight players in each team. This research is  made to examine the self concept of flag football players. This research  using method of phenomenology with the interactive model of data analysis Miles and Hubermain’s. This research have ten participans from flag football team in Surabaya. From this research found four themes.  Frist is about interesting to flag football. Second is knowledge about flag football. Third is hoping about flag football players. Fourth is about self concept flag football players. The result of this research is the discovery of self concept of positive flag football players in each player and the difference of the maturity in hoping for him/herself. Keywords: Self Concept, flag football, flag football player, maturity