Edizon Jambormias
Program Studi Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena Kampus Poka, Ambon, Indonesia

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Keragaan dan Keragaman Genetik Sifat-sifat Kuantitatif Kedelai (Glycine max L. Merrill) pada Generasi Seleksi F6 Persilangan Varietas Slamet x Nakhonsawan1

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 35, No 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.104 KB)

Abstract

A field experiment to obtain new improved soybean varieties with higher yield and seed size was conducted by crossing Slamet Variety (high yield, small seed size) with Nakhonsawan (large seed size) in order to produce F6 selected generation. The process of selection and evaluation was conducted during a 3.5 month period, from August to December 2003 in KP IPB Sindang Barang Bogor. The pedigree selection method was used in the experiments. Data was analyzed based on information of set of total data, relatives and individually. The results showed that low performance for all traits compared to the Slamet variety except seed size and seed production traits, and higher than Nakhonsawan variety except seed size. However, genetic variances and heritabilities were high for all traits except number of branch. On the other hand, distribution of genetic variances and heritabilities on all levels of relatives were small except for the within-family F6 generations. This indicated that there was an effect of over-dominance gene action. Conclusion of analysis showed existence of two families with high seed production and seed size if compared to Slamet variety.   Key words: Soybean, selection, performance, genetic variability, and heritabilities.

Indikator dan Kriteria Seleksi pada Generasi Awal untuk Perbaikan Hasil Biji Kacang Hijau Berumur Genjah

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.11 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbaikan hasil kacang hijau dapat dilakukan melalui seleksi langsung maupun seleksi tak langsung berdasarkankriteria seleksi dari satu atau beberapa sifat kuantitatif sebagai indikator seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilihindikator seleksi bagi hasil biji dan menentukan kriteria seleksi bagi indikator seleksi tersebut pada populasi generasi awalkacang hijau berumur genjah. Penelitian menggunakan rancangan acak tak lengkap berblok bersekat-tersarang 1-tahap.Analisis lintas dan regresi aditif serta genotipik masing-masing digunakan untuk memilih dan menentukan indikator seleksi dan kriteria seleksi. Hasil analisis pengaruh langsung memperlihatkan jumlah biji bernas dan umur berbunga merupakanindikator seleksi bagi hasil biji dengan kriteria seleksi 200 biji pada kisaran umur berbunga 40-46 hari, untuk memperolehhasil > 12 g tanaman. Sebaliknya, hasil analisis pengaruh tak langsung memperlihatkan tinggi tanaman, jumlah cabangdan lama hari panen dapat pula dimasukkan sebagai indikator seleksi. Kriteria seleksi bagi masing-masing indikator seleksiini adalah dua cabang dengan lama hari panen 16-20 hari dan tinggi tanaman sekitar 85 cm untuk menghasilkan 200 biji.Bila dipilih tanaman yang lebih pendek, kriteria seleksi tinggi tanaman 75-80 cm dapat digunakan, namun lama hari panenmenjadi 22-26 hari.-1Kata kunci: analisis regresi, analisis lintas, BLUP, seleksi generasi awal

PENGGUNAAN KURVA CT BIPLOT UNTUK ANALISIS DIALEL SIFAT BERGANDA PADA KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Wilczek)

Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis dialel sifat berganda merupakan pendekatan komprehensif untuk mengevaluasi daya gabung umum (gca), daya gabung khusus (sca) dan pengaruh resiprok dari tetua-tetua dan silangannya yang melibatkan banyak sifat secara serempak. Peragaan kurva cross-by-traits biplot (CT biplot) dapat digunakan untuk mempertelakan analisis dialel sifat berganda ini. Empat tetua kacang hijau varietas lokal dan dua varietas unggul dinilai daya gabung sifat berganda untuk perbaikan daya hasil dengan menggunakan Metode I. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 3 sektor bermakna (SB) silangan-silangan dan sifat berganda, dan 2 sektor tak-bermakna (STB). Tetua Lasafu Lere Butsiw (LLBs) dan Gelatik mempunyai gca tinggi pada salah satu SB yang berhubungan dengan sifat-sifat bobot biji, jumlah biji per polong, jumlah biji, jumlah biji bernas, jumlah polong dan jumlah polong bernas (SB-1), tetua Lasafu Lere Butsiw fer Namamas (LLBfN), Lasafu Lere Butnem (LLBn), dan Varietas No. 129 pada SB berikutnya yang berhubungan dengan sifat bobot 100 biji (SB-3), sedangkan tetua Mamasa Lere Butnem (MLB) berada pada salah satu STB tetapi memiliki gca tinggi untuk tipe ideal tanaman pendek. Kombinasi Persilangan Gelatik × LLBs, Gelatik × LLBfN dan MLB × LLBn merupakan silangan vertex pada SB I sehingga memiliki sca yang tinggi untuk sifat-sifat yang saling-berkorelasi dalam sektor ini. Pada dua sektor bermakna lainnya, tetua LLBs dan LLBn merupakan genotipe vertex sehingga tidak diperoleh silangan yang mempunyai sca terbaik. Pengaruh resiprok terlihat pada beberapa kombinasi silangan, dimana LLBs × Gelatik merupakan kombinasi silangan dengan pengaruh resiprok paling besar. 

CHARACTERISTICS OF ESTATE FARMERS AND CONTRIBUTION OF ESTATE COMMODITIES ON HOUSEHOLD INCOME IN NUSANIWE DISTRICT, AMBON CITY

Agric Vol 30 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.439 KB)

Abstract

Ambon as the capital of Maluku Province had been occupied by 3,558 farmers whose farming works have contributed to the production of estate commodities for about 1,169 tons.  There were three estate commodities with significant contribution, namely clove, nutmeg, and coconut. The objective of research was to analyze the characteristics of estate farmers and the contribution of estate commodities on household income. Sample was determined purposively from Nusaniwe District, precisely 30 farmers from Nusaniwe Subdistrict, 60 farmers from Latuhalat Subdistrict, 50 farmers from Amahusu Subdistrict, and 60 farmers from Urimessing Subdistrict. Total sample was 200 farmers. Data were collected using questionnaire and depth interview with key informant. Data on respondent characteristic were analyzed through simple tabulation. Income count was used to analyze the contribution of each estate commodity on household income. Result of research showed that education, number of household member, side-job selection, land width, and commodity species were not varying across subdistricts. Contribution of clove and nutmeg to household income was found as high for 70 – 80 %, while that of coconut reached only 10 – 20%. Side-job activity as fisher and construction worker gave contribution to household income for 5 – 10%.  

Perluasan Indeks Seleksi Nilai Fenotipe Untuk Indeks Seleksi Nilai Pemuliaan

Buletin Agrohorti Vol 2, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.997 KB)

Abstract

Indeks seleksi merupakan salah satu prosedur seleksi sifat berganda yang penting dalam prog?ram pemuliaan tanaman. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsi dan menduga parameter-parameter skor indeks dari metode-metode indeks seleksi nilai fenotipe, dan kemungkinan perluasannya bagi metode indeks seleksi nilai pemuliaan BLUP. Peragam fenotipe dan genotipe dari indeks basis dan Smith-Hazel digunakan sebagai landasan statistik untuk pendugaan parameter dan perluasan pengguna?an indeks. Penurunan rumus menghasilkan peragam aditif dan fenotipe bagi indeks seleksi berbasis nilai eigen, dan memperoleh parameter indeks seperti heritabilitas, koefisien deter?minasi, respons seleksi, respons seleksi tak langsung dan respons komponen sifat-sifat kuantitatif bagi semua metode indeks nilai fenotipe. Parameter peragam nilai pemuliaan sebenarnya dapat diduga dari analisis eigen dan keakuratan nilai pemuliaan BLUP yang memungkinkan metode indeks seleksi nilai fenotipe dapat diterapkan dengan prosedur yang sama pada nilai pemuliaan BLUP. Terakhir, heritabilitas dan koefisien determinasi indeks dapat digunakan dalam simulasi pembobot ekonomis untuk menghasilkan indeks terbaik.