This Author published in this journals
All Journal BIOMA
Munifatul - Izzati
biologi

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Perubahan Kandungan Ammonia, Nitrit dan Nitrat Dalam Air Tambak Pada Model Budidaya Udang Windu Dengan Rumput Laut Sargassum plagyophyllum dan Ekstraknya

Bioma Vol. 13, No. 2, Tahun 2011
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.023 KB)

Abstract

Salah satu masalah penyebab kegagalan dalam budidaya udang windu adalah tingginya limbah organic akibatsisa pakan yang tidak dikonsumsi. Akumulasi sisa pakan yang sebagian besar komponenya protein ini telahmengakibatkan meningkatnya konsentrasi ammonia, nitrit dan nitrat dalam air tambak. Ammonia dan nitritmerupakan bahan kimia yang dapat meracuni udang yang dibudidayakan. Model budidaya ganda udang denganrumput laut merupakan salah satu teknik untuk menurunkan kandungan ammonia, nitrit dan nitrat dalam air tambak.Penelitian ini bertujuan untuk menguji penurunan kandungan ammonia, nitrit dan nitrat dalam air tambak padamodel budidaya udang dengan rumput laut Sargassum plagyophyllum dan ekstraknya. Penambahan ekstrakSargassum ini diharapkan dapat menurunkan pertumbuhan bakteri pathogen, sebagaimana sifat antibakteri padaekstrak tersebut. Model budidaya udang tanpa rumput laut maupun ekstrak digunakan sebagai kontrol. Rancanganpenelitian ini adalah acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Data yang diperoleh diolah denganANOVA faktor tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model budidaya udang dengan Sargassum dapatmenurunkan ammonia dan nitrit hanya sampai dengan usia pemeliharaan 8 minggu. Lebih dari usia pemeliharaantersebut, kandungan ammonia dan nitrit justru meningkat. Hal ini disebabkan karena Sargassum yang digunakanmengalami kematian akibat turunnya hujan pada minggu ke-10. Penambahan ekstrak Sargassum tidak menimbulkanperbedaan kandungan ammonia, nitrit dan nitrat apabila dibandingakan dengan kontrol.

Tree Species Composition and Distribution in Sungai Lalang Forest Reserve, Selangor, Malaysia

Bioma Vol. 12, No. 1, Tahun 2010
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.201 KB)

Abstract

Species richness, species composition, height, diameter class structure and tree species diversity wereexamined in a 1 plot in lowland tropical rain forest in Sungai Lalang forest reserve, Selangor, Malaysia. However,some of trees with diameter of breast height (DBH) of 5 cm and above were measured and recorded to be analyzed.As a result, all species at the study site were compared with some results which were found equaled abundantaccording to Evenness Index that gave a value of 0.922; Margalef’s Index reflected a value of 17.01. Chaetocarpuscastanocarpus (Euphorbiaceae) was the most important species with an IVI (Important Value Index) of 4.643%,while Euphorbiaceae was the dominant family for the study area with IVI of 14.02%. The recommendation are thestudy area should be managed and protected in the right way to ensure the continued existence and conservation ofMalaysia natural resource

Kapasitas Penyerapan dan Penyimpanan Air pada Berbagai Ukuran Potongan Rumput Laut Gracilaria verrucosa sebagai Bahan Dasar Pupuk Organik

Bioma Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.144 KB)

Abstract

Gracilaria verrucosa merupakan salah satu dari 555 jenis rumput laut yang ditemukan di perairanIndonesia. Merupakan alga merah yang thalusnya mengandung gel sehingga mempunyai kemampuan mengikat airyang cukup tinggi. Besarnya air yang dapat diserap dan disimpan tergantung dari luas bidang penyerapan. Selain haltersebut, Gracilaria verrucosa seperti rumput laut umumnya mengandung makro mineral, mikro mineral, protein,karbohidrat dan vitamin A dan C. Karena hal tersebut, maka Gracilaria verrucosa mempunyai potensi yang tinggiuntuk diamanfaatkan dalam bidang pertanian khususnya pada lahan dengan partikel tanah yang besar seperti lahanpasir yaitu sebagai bahan penyerap dan penyimpan air sekaligus sebagai sumbur pupuk organik. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kapasitas penyerapan dan penyimpanan air oleh Gracilaria verrucosa pada berbagaiukuran potongan. Penelitian menggunakan RAL, dengan perlakuan tunggal, terdiri dari 3 taraf perlakuan ukuranpotongan yaitu 0,25 cm, 0,5 cm dan 1 cm. masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Kesimpulannya adalahbahwa ukuran potongan berpengaruh terhadap kapasitas penyerapan dan penyimpanan air, kapasitas penyerapantertinggi pada potongan 0,25 x 0,25 cm dan kapasitas penyimpanan tertinggi pada potongan 1x1 cm.

Kejernihan dan Salinitas Perairan Tambak setelah Penambahan Rumput Laut Sargassum plagyophyllum dan Ekstraknya

Bioma Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.529 KB)

Abstract

Penambahan rumput laut kedalam ekosistem perairan tambak dimaksudkan untuk menciptakan teknikbudidaya udang yang berkelanjutan. Keberadaan rumput laut diharapkan dapat meningkatkan kualitas perairantambak, sementara penambahan ekstrak dimaksudkan untuk menurunkan populasi bakteri patogen. Penelitian inibertujuan untuk menguji pengaruh penambahan rumput laut dan ekstraknya terhadap kejernihan dan salinitasperairan tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan rumput laut Sargassum plagyophyllum kedalamperairan tambak dapat meningkatkan kejernihan hingga 20% lebih tinggi dari kontrol. Salinitas perairan tambaktidak dipengaruhi oleh penambahan Sargassum. Sementara itu, penambahan ekstrak Sargassum tidak berpengaruhterhadap kejernihan maupun salinitas air tambak.

Skreening Potensi Antibakteri pada Beberapa Spesies Rumput Laut terhadap Bakteri Patogen pada Udang Windu

Bioma Vol. 09, No. 2, Tahun 2007
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.609 KB)

Abstract

Antibacterial activity of several local seaweeds has been screened. Most of these seaweeds species showantibacterial properties against pathogenic bacteria from species of Vibrio and Pseudomonas. The activity ofseaweeds extracts were determined by type of solvent used in extraction. Respond of each pathogenic bacteria werealso different to each type of extract. Most seaweeds show stronger activity against Pseudomonas rather than Vibrio.Caulerpa and Padina were more active against Pseudomonas compared to Sargassum and Gelidium. Compared toother seaweeds, Sargassum and Gelidium were more active against Vibrio. It is predicted that Sargassum is the themost suitable to be used in polyculture with tiger shrimp (Peneaus monodon), as this is the most active against themost dangerous pathogenic bacteria, Vibrio harveyi. Beside that, the active component of Sargassum is solved inwater, therefore will be easier to diffuse into shrimp pond.