Muhammad Iswar
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PARAMETER PENGELASAN (PUTARAN DAN TEMPERATUR) TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS HASIL FRICTION WELDING PADA BAJA KARBON RENDAH Iswar, Muhammad; Syam, Rafiuddin
Jurnal MEKANIKAL Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of rotation and temperature on the strength of welded joints (tensile strength and strain stress) from the result of friction welding using low carbon steel (St.42). The Friction welding process was carried out by varying the rotation (550 rpm, 1020 rpm and 1800 rpm) and temperature (750oC, 800oC and 850oC). The results of the friction welding were then examined to find out their connections strength. The initial data of this research were obtained through the testing of tensile stress and strain stress by using the tensile testing machine and the torsion testing machine. The data obtained from the tests were analyzed by using statistical methods of regression and ANOVA. The results reveal that the maximum tensile strength value ​​and the highest maximum strain stress occur at the rotation of 1800 rpm  and the temperature of 850oC. The values were: σmax = 403.80 N/mm2 and ד max = 365.89 N/mm2. The statistical analysis reveals that there is a relationship betwen the input variable X (rotation and temperature) and output  variable Y (tensile strength and strain stress)
PENGARUH VARIASI PARAMETER PENGELASAN (PUTARAN DAN TEMPERATUR) TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS HASIL FRICTION WELDING PADA BAJA KARBON RENDAH Iswar, Muhammad; Syam, Rafiuddin
Jurnal MEKANIKAL Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of rotation and temperature on the strength of welded joints (tensile strength and strain stress) from the result of friction welding using low carbon steel (St.42). The Friction welding process was carried out by varying the rotation (550 rpm, 1020 rpm and 1800 rpm) and temperature (750oC, 800oC and 850oC). The results of the friction welding were then examined to find out their connections strength. The initial data of this research were obtained through the testing of tensile stress and strain stress by using the tensile testing machine and the torsion testing machine. The data obtained from the tests were analyzed by using statistical methods of regression and ANOVA. The results reveal that the maximum tensile strength value ​​and the highest maximum strain stress occur at the rotation of 1800 rpm  and the temperature of 850oC. The values were: σmax = 403.80 N/mm2 and ד max = 365.89 N/mm2. The statistical analysis reveals that there is a relationship betwen the input variable X (rotation and temperature) and output  variable Y (tensile strength and strain stress)
Rancang Bangun dan Analisis Biaya Teoritis Turbin Cross Flow Kapasitas 2500 Watt, Makassar Iswar, Muhammad; Rasyid, Syaharuddin; Massaguni, Massriyady; Rizal, Muh.
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-13, No. 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menghitung biaya produksi pada pembuatannya dengan menggunakan metode membandingkan pengerjaan secara teoritis dan aktual setiap pengerjaan komponen. Pengerjaan aktual dilakukan dengan dua metode yaitu pengerjaan langsung dan simulasi, serta membandingkan dengan variasi bahan komponen runner yaitu bahan ST 42 sebagai turbin A dan ST 60 sebagai Turbin B. Output dari penelitian ini ialah waktu pengerjaan, biaya manufaktur, serta harga jual Turbin Cross flow kapasitas 2500 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih waktu pengerjaan teoritis dan aktual Turbin Cross flow dengan runner bahan ST 42 ialah 1 jam 14 menit, sedangkan dengan bahan ST 60 ialah 6 jam 7 menit. Biaya manufaktur produksi yang dihitung dari setiap biaya baik secara teoritis maupun aktual untuk bahan ST 42 dan ST 60 mencapai nominal Rp. 20.000.000,- dan harga jual ditetapkan dengan laba 20 % yaitu mencapai nominal Rp.24.000.000 untuk setiap turbin dengan komponen runner bahan ST 42 dan ST 60.
RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR DAN PENCAMPUR BAHAN BAKU PUPUK KOMPOS M, Anwar; Iswar, Muhammad; Rudianto, Rudianto; Makagiansar, Dian
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-14, No. 1 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada penelitian ini berhasil mengumpulkan informasi tentang peningkatan kapasitas produksi dan kualitas pemotongan serta pencampuran bahan baku pupuk kompos, dalam pengerjaan mesin ini juga dapat di ketahui biaya produksi pembuatan Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas produksi, serta menghitung biaya produksi Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kecepatan putaran mesin sangat mempengaruhi hasil keluaran dari proses penghancuran dan pencampuran bahan baku pupuk kompos, ini terlihat perbedaan tersebut pada putaran rpm 218 dengan hasil 88,2 kg/jam, rpm 421 dengan hasil 125 kg/jam dan rpm 810 dengan hasil 181,8 kg/jam. Dalam penelitian ini juga diketahui biaya manufaktur Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos dengan nominal Rp. 6.959.597,- laba mesin ini adalah 30% maka harga jual Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos adalah Rp. 9.047.476,- dengan komponen mesin dari material ST- 42.
PENGARUH VARIASI PUTARAN DAN WAKTU TEMPA PADA PENGELASAN GESEK STAINLESS STEEL AISI 301 TERHADAP SIFAT MEKANIK Salam, Abdul; Iswar, Muhammad; Ishak, Ishak; Fachrul, Muhammad
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-14, No. 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Las gesek merupakan penyambungan logam yang terjadi karena adanya panas yang ditimbulkan oleh tekanan/gaya gesek akibat perputaran logam satu terhadap logam lain yang sesumbu. Sangat baik digunakan untuk penyambungan poros bila dibandingkan dengan las listrik atau las gas, karena las gesek mampu mempertahankan kesatusumbuan,tidak memerlukan logam pengisi seperti pada las listrik dan las gas, dan hasil sambungan yang homogen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi putaran dan waktu tempa terhadap sifat mekanik (kuat tarik dan kekerasan) baja tahan karat (Stainlees Steel AISI 301).Penelitian dilakukan dengan tahapan pelaksanaan proses pengelasan gesek pada mesin bubut tipe Pindad dengan memvariasikan putaran (550 rpm, 1020 rpm dan 1800 rpm) dan waktu tempa (25 detik, 35 detik, 45 detik) dengan menggunakan stopwatch. Tekanan/gaya aksial diperoleh melalui mekanisme power screw pada tail-stock dengan tekanan tempa sebesar (Pu = 123,8 MPa). Temperatur pengelasan 1050oC ± 10o.Hasil pengelasan gesek tersebut kemudian dibentuk menjadi spesimen-spesimen untuk dilakukan pengujian mekanis yaitu spesimen uji tarik standar ISO 82-1974 (E), ukuran DP8 dan uji kekerasan menggunakan metode Rockwell. Adapun hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik dari hasil las gesek dengan nilai σ maks.tertinggi pada spesimen 1800 rpm/ 45 detik yaitu 706,61 N/mm2 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan raw material yaitu 780,25 N/mm2. Nilai kekerasan paling tinggi terletak di bagian sambungan las spesimen dengan variasi putaran 550 rpm dan waktu tempa 25 detik sebesar 61,5 HRC-A sedangkan nilai kekerasan logam induk yaitu 69,45 HRCA. Variasi putaran mempengaruhi nilai kekerasan, semakin tinggi putaran mesin nilai kekerasan semakin meningkat.Tetapi berbeda halnya dengan variasi waktu tempa, semakin lama waktu tempa nilai kekerasan semakin rendah.
Designing and Manufacturing the Press Tool of Air Bending V Brake Nur, Rusdi; Suyuti, Muhammad Arsyad; Iswar, Muhammad
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 19 No 3 (2019): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.32 KB) | DOI: 10.31940/logic.v19i3.1397

Abstract

Nowadays, the metal forming process in the welding machinery and machinery industry is developing very rapidly, especially in the bending process. The buckling process is a metal formation which generally uses sheet plates or rods from both ferrous and non-ferrous metals by bending, which in the bending process will cause a stretching or stretching on the neutral axis of the field along the bending area and producing a straight bending line. Appropriate technology machines have been widely used to increase productivity, efficiency, and effectiveness in the production process for community efforts. One of the appropriate technologies that can be applied in buckling is a tool equipped with a press tool. Press tool is one type of tool for the formation, cutting and bending of products from the base material of sheet plates whose operation uses a press machine. In this study, a V brake bending tool has been produced which has a capacity that is bending line length 300 mm, bending width 33 mm, spring height 110 mm, free step distance 19 mm, spring load received 263,820 N and material capacity that can be bent is a thickness of 3 mm, the punch angle used is 85? with a punch radius used which is 1.5 mm while the die angle is 85?