Articles

PENGARUH pH PADA PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN FERRI KLORIDA Wardani, Rachmawati S.; Iswanto, Bambang; Winarni, Winarni
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 5, No 2 (2009): DESEMBER 2009
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Influence of pH in the Coagulation Process Using Aluminum Sulphate and Ferric Chloride. Coagulation occurs by interaction of coagulant with the contaminant such as colloidal particles. Coagulation process influences by several factors i.e. pH, dosages, and turbidity. This research studies the influence of pH and dosages in the coagulation and flocculation process using aluminum sulphate (Al2(SO4)3..14,3H2O ) and ferric chloride (FeCl3.6H2O). Artificial suspensions using kaolin represents high turbidity suspension (124 NTU) and medium turbidity suspensions (51 NTU) are prepared in this research. Result suggests pH and dosages has significant impact for aluminum sulphate, whereas ferric chloride provides a wider range of pH than aluminum sulphate.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH EMULSI MINYAK-DETERJEN DENGAN PROSES ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUM Iswanto, Bambang; Silalahi, Mawar DS; Purnama, Fiqqy Dwinarizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 5, No 2 (2009): DESEMBER 2009
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Wastewater Treatment for Detergen-Oil Emulsion with Electrocoagulation Process using Aluminium Electrode. Household waste water consists mainly of oil and detergent which can give a bad impact for the environment, hard elaborated by microorganisms. This research executed with the waste treatment process electrocoagulation continuing using electrocoagulation reactor in laboratory scale. In this process is used to increase the concentration of NaCl Dissolved Aluminium decomposition, variation detergent 10 mg/L, 30 mg/L and 50 mg/L with 1 ml of oil comparison, variations in the concentration of NaCl used was 0 g/L, 0.5 gr / L, 1 g / L and the variation of time to stay 45 seconds, 55 seconds, 60 seconds and variations rapid mixing 150 rpm, 180 rpm, 200 rpm. Rapid mixing in floculation unit is 20 rpm with a settling time for 2 hours. In the research results obtained with the optimum operating conditions the concentration of NaCl 0.5 gr/L, rapid mixing of 150 rpm and detention time 45 seconds, with detergen concentration 10 mg/L COD was 92.68%, BOD 83.60%, TSS 93.52%, Detergent 99.29 %, Oil and Grease 94.55%, TKN 90.40%, VSS 93.49%,Total Phosphat 88.92%, Turbidity 98.43%, Dissolved Aluminium 0,02 mg / L. From optimum condition which in obtaining upper to be applicable in domestic sewage.
STUDY IN PLUIT RESERVOIR, NORTH JAKARTA AND DETERMINATION OF ORGANIC DEGRADATION Hertin, Sindi Rawi; Lindu, Muhammad; Iswanto, Bambang
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 1, Number 1, October 2017
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.493 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v1i1.2405

Abstract

Aim:This research is  aimed  to study of organic degradation in  Pluit reservoir,  that located in the Village Penjaringan, North Jakarta, between 6° 07' 28.6" S 106° 48' 07.6" E and 6° 06' 40.2" S 106° 47'51.1"E with a broad area of ± 80 Ha, depth 1-8 meter. Flow systems pluit reservoir is half continuous and water is disposed with 4 units pump with a capacity of 4.5 m3/s which operates 8 hours/day throughout 11 pumps available. From the results of research findings are then compared with quality standards inspection according to the Government Regulation No. 82/2001 Class II for a review of recreation, fisheries and agriculture. Methodology and Result:The 90% of the DO value is ≤ 2 mg/L. The phosphate value obtained overall is not complied to the standard quality (≤ 0.2 mg/L P). In Pluit reservoir is found organic compounds as raw CODwhich was not complied to the standard quality (≤25 mg/L COD) approximately 27.52 mg/L COD - 371.52 mg/L COD. A kinetics test was done in order to determine the decreasing rate of COD in two conditions, where the first aeration to initial DO reached 4.5 mg/L, and the second is without aeration. Conclusion, significance and impact study:The COD degradation towards time is then measured and shows that organic degradation rate towards time without aeration process shows no decreasing, while non-aerated condition shows that the reaction rate following first pseudo reaction is 0.096 hours-1 – 0.133 hours-1 with an average value of 0.1177 hours-1.
PENGUJIAN FERTILITAS PATIN PASUPATI SECARA INTERNAL DAN EKSTERNAL MENGGUNAKAN PATIN SIAM Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1878) DAN PATIN JAMBAL Pangasius djambal Bleeker, 1846 [Fertility Evaluation of Pasupati Pangasiid Catfish Internaly and Externaly Using Striped Pangasiid Catfish Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1878) and Jambal Pangasiid Catfish Pangasius djambal Bleeker, 1846] Tahapari, Evi; Iswanto, Bambang
BERITA BIOLOGI Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4029.646 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v16i3.2588

Abstract

Pasupati is a pangasiid catfish resulted from hybridization between female striped pangasiid (Pangasianodon hypophthalmus) and male jambal (Pangasius djamba). Pasupati is known as a superior white-fleshy pangasiid catfish promoted for an export commodity. However, its reproductive characteristic in relation to its fertility has not been examined yet. The present study was conducted to investigate the successful of fertilization between female and male pasupati, reciprocal cross between pasupati with striped catfish, and reciprocal cross between pasupati with jambal catfish.Two to three females and males pasupati were used in the present study. All of breeders were hormonally induced for artificial. The result showed that there is no embryogenesis occurred when sperm from pasupati, striped and jambal catfish were used to fertilize eggs of pasupati catfish. On the other side, sperm enabled to fertilize eggs of striped cat fish producing low percentage of larvae with maternaly similar morphological appearances at juvenile stage. This phenomena showed that spontaneous gynogenesis occurred. In conclusion, female and male of pasupati cat fish are sterile.
Peran Bank Indonesia, Dewan Syariah Nasional, Badan Wakaf Indonesia dan Baznas dalam Pengembangan Produk Hukum Ekonomi Islam di Indonesia Iswanto, Bambang
IQTISHADIA Vol 9, No 2 (2016): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.833 KB) | DOI: 10.21043/iqtishadia.v9i2.1738

Abstract

Perbankan Syariah merupakan ikon ekonomi syariah yang menjadi referensi dan pendorong tumbuh kembang produk hukum ekonomi Islam di Indonesia.Dalam era reformasi terdapat institusi-institusi lain yang memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya hukum ekonomi Islam seperti Bank Indonesia, Dewan Syariah Nasional, Badan Wakaf Indonesia, dan Badan Amil Zakat Nasional.Eksistensi BI yang independen sehingga tidak dapat diintervensi pihak lain dalam mengeluarkan produk hukum. Selain BI, institusi-institusi lainnya yang berperan dalam pengembangan ekonomi Islam di Indonesia adalah Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan fatwa-fatwa terkait ekonomi Islam.Sampai dengan tahun 2016 DSN telah mengeluarkan fatwa sebanyak 100 fatwa. Selain itu, Badan Wakaf Nasional Indonesia (BWI) juga merupakan institusi yang diharapkan perannya untuk mengakomodir gerakan wakaf di Indonesia melalui dorongan dan usulan regulasi sehingga menjadi lebih efektif dan produktif dan berkontribusi bagi pembangunan dan perkembangan ekonomi syariah itu sendiri.  
PENGARUH pH PADA PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN FERRI KLORIDA S.W., Rachmawati; Iswanto, Bambang; ., Winarni
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koagulasi terjadi karena adanya interaksi antara koagulan dengan kontaminan seperti partikel koloid. Proses koagulasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pH, dosis koagulan, serta kekeruhan larutan. Dalam penelitian ini dilakukan studi untuk mengetahui pengaruh parameter pH dan dosis pada proses koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan koagulan aluminum sulfat (Al2(SO4)3..14,3H2O ) dan ferri klorida (FeCl3.6H2O). Air baku yang digunakan adalah suspensi air baku sintetis menggunakan kaolin, dengan variasi suspensi kekeruhan tinggi (124 NTU) dan suspensi kekeruhan sedang (51 NTU). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengaruh pH dan dosis pada koagulan aluminum sulfat sangat signifikan, sedangkan ferri klorida memberikan rentang pH operasi yang lebih besar dibandingkan dengan aluminum sulfat.Keywords : colloid, destabilization, pH, dosages, sweep flocculation.
STUDI KINERJA ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN REAKTOR KONTINU DAN BATCH TERHADAP AIR LIMBAH DOMESTIK PERKANTORAN GEDUNG SYARIF THAJEB (M) UNIVERSITAS TRISAKTI Adeline, Lidwina; Iswanto, Bambang; Lindu, Muhammad
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai pengembangan proses pengolahan air limbah telah dilakukan untuk mendapatkan hasil pengolahan yang maksimum baik secara fisik, kimia maupun biologi. Dalam penelitian ini telah dilakukan studi pengaruh waktu tinggal atau waktu reaksi dan voltase dalam proses elektrokimia atau elektrokoagulasi air limbah domestik yang berasal dari Gedung Syarif Thajeb (M), Universitas Trisakti, menggunakan reaktor kontinu dan batch. Variasi waktu tinggal proses elaktrokoagulasi pada tegangan 12,5 VDC menggunakan reaktor kontinu dilakukan mulai dari 1; 3,6; 4; 4,9; 10,1; dan 57,2 menit dan satu sampel untuk setiap perlakuan waktu tinggal dibuat blanko tanpa dilewatkan reaktor elektrokoagulasi untuk penentuan COD awal atau inlet. Air keluar reaktor kemudian diaduk menggunakan alat jar test pada dua tahap, tahap aduk cepat pada 200 rpm selama 1 menit dan aduk lambat 20 menit pada kecepatan 25-30 rpm, lalu sampel didekantasi selama 2 jam kemudian cairan bening diukur nilai COD dengan metode spektrofometer dan TSS dengan gravimetrik. Diperoleh penyisihan COD mulai 55% - 73 % dengan COD inlet bervariasi 141 mg/L – 432 mg/L dan TSS dalam air dekanter  2 – 50 mg/L dan untuk sampel blanko 10 – 143 mg/L.  Elektrokoagulalsi pada reaktor batch dengan waktu reaksi 0; 10; 20; 30; 40 dan 60 menit dilakukan pada voltase  2, 3 dan 4 VDC, dan arus terpakai  0,1 – 0,63 A dengan pengadukan dan waktu decanter sama seperti perlakuan kontinu dan pH air dijaga 6,8-7 dan besarnya penurunan COD diamati  untuk ketiga variasi voltase tidak terjadi perbedaan. Konsentrasi COD turun dengan cepat setelah proses elektrokoagulasi selama 10 menit pertama dengan kisaran 85% untuk ketiga voltase tersebut dan penurunan COD turun secara perlahan untuk waktu elektrokoagulasi setelah 10 menit dan pada elektrokoagulasi 60 menit COD tersisihkan sebesar 93-95%, dengan COD awal 541 mg/L. Keywords: Waste Water Treatment, Electrocoagulation, Continuous and Batch System, Voltage, COD 
TEKNOLOGI ELEKTROKOAGULASI HASIL PENELITIAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK Iswanto, Bambang
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengelolaan limbah rumah tangga terpusat dapat mencegah penurunan kualitas badan air di perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi koagulasi dan denitrifikasi pada proses pengolahan limbah cair domestic sehingga lebih murah, mudah dan ramah lingkungan yaitu dengan memutus koagulan Poly Aluminium Chlorida (PAC) dan atau Poly Aluminium Sulfat yang terserap dalam tanah. Sampel limbah dari pada penelitian yang dilakukan dilakukan pada tahun 2009 ini, diambil dari unit pengolahan limbah Gedung M universitas Trisakti, dengan reactor elektrokoagulasi secara proses kontinyu dengan kecepatan aduk 8000 rpm dan waktu tunggal 55 detik untuk menganalisis parameter pencemar BOD, TKN, TSS, VSS, Total Phosphat, Minyak lemak, Deterjen dan Kekeruhan pada pH 6,54 pada temperatur operasi 28°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konduktivity limbah lebih kuat terhadap waktu tinggal dan kecepatan pengadukan di dalam reaktor. Hasil analisis pengolahan limbah minyak Cutting(Konduktivity 1000-1250 µS/Cm) dengan proses Elektrokoagulasi pada reactor berpengaduk 120 rpm dengan waktu tinggal 30 dan 45 menit maka penyisihan COD =95,00–97,92%, penyisihan surfaktan 81,66-86,60% dan penyisihan Besi/Fe=98,49-99,59%Keywords: electrocoagulation, communal waste water, management
PENGARUH PENGADUKAN PADA KOAGULASI MENGGUNAKAN ALUM ., Winarni; Iswanto, Bambang; Karina, Citra
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 6 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadukan cepat bertujuan untuk mendispersikan koagulan secara merata ke dalam air baku untuk memacu pembentukan flok. Pada proses koagulasi menggunakan alum, interaksi yang terjadi adalah antara partikel koloid dengan produk hidrolisa aluminum yang terbentuk pada kondisi pH operasi tertentu. Produk hidrolisa aluminum terbentuk dalam waktu yang sangat singkat sehingga diperlukan pengadukan dengan intensitas tinggi agar spesies ini dapat teradsorpsi di permukaan koloid. Penelitian ini merupakan penelitian awal guna mengembangkan rancangan penelitian pengaruh pengadukan pada koagulasi alum. Untuk melihat dampak pengadukan pada koagulasi dengan adsorpsi monomer dan polimer aluminum, perlu dilakukan proses koagulasi pada pH 4. Suspensi air baku diperluas dengan suspensi kekeruhan tinggi untuk mengkonfirmasi pecahnya flok. Guna mengatasi kendala kecepatan pengadukan jar-test yang terbatas maka diperlukan reaktor mini koagulasi-flokulasi-sedimentasi dengan motor pengaduk intensitas tinggi yang mencapai gradient kecepatan 16000 detik -1 .Keywords: coagulation, mixing, velocity gradient, adsorption, sweep coagulation  
PENGARUH RESIRKULASI LEACHATE PADA PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK SECARA ANAEROB Indrawati, Dwi; Iswanto, Bambang; Khairul Umam, Aji
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 5 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi baik oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia. Masalah sampah merupakan masalah yang umum dan telah menjadi fenomena universal di berbagai negara, dengan titik perbedaannya terletak pada jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan. Jumlah penduduk yang semakin meningkat berbanding lurus dengan sampah yang dihasilkan, sedangkan lahan untuk pembuangan sampah semakin sulit. Sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dapat mempersingkat waktu dekomposisi sampah agar lahan yang tersedia cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan membantu manusia untuk mencari energi alternatif. Energi alternatif dijadikan energi terbarukan yang bersifat ramah lingkungan. Permasalahan di atas dapat dikombinasikan menjadi sebuah solusi untuk mengurangi kecenderungan dampak pencemaran lingkungan dan potensi sumber energi terbarukan. Dalam penelitian ini dilakukan resirkulasi leachate untuk mempercepat proses dekomposisi sampah secara anaerob dengan tiga varisasi perlakuan. Variasi perlakuan berupa volume awal resirkulasi leachate 4,5 liter (RL1), 9 liter (RL2), dan 13 lliter (RL3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sampah organik pasar, menganalisis pengaruh resirkulasi leachate terhadap parameter dekomposisi, mengetahui dosis leachate yang diresirkulasi terhadap terbentuknya gas metan (CH4), dan menganalisis karakteristik kompos hasil proses dekomposisi sampah organik. Penentuan kadar air menggunakan metode gravimetri, penentuan kadar volatie solid (VS) dengan pembakaran pada suhu 550°C, untuk analisis C/N rasio dan densitas sampah menggunakan perhitungan secara matematis. Parameter berupa pH , suhu, dan kelembaban dilihat dari indikator parameter yang terdapat dalam rangakaian reaktor, dan untuk analisis biogas menggunakan metode Gas Chromatography. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakteristik sampah organik pasar untuk nilai kadar air sebesar 78,2%, kadar VS sebesar 33%, nilai C/N rasio sebesar 24, dan densitas sampah 230 kg/m3 . Reaktor RL2 dengan volume awal resirkulasi 9 liter (50% volume awal) adalah reaktor paling optimum dengan kecepatan peningkatan gas metan setelah resirkulasi leachate terbesar yaitu 0,87% per hari, dan penurunan gas karbon dioksida terbesar yaitu 0,86% per hari. Reduksi sampah pada reaktor RL2 juga yang terbesar yaitu 77,5%. Karakteristik kompos berupa nilai kadar air pada variasi perlakuan dengan resirkulasi leachate dan perlakuan kontrol sebesar 19% – 33,6%, kadar VS sebesar 19,7% – 28,4%, dan pH dalam kisaran 7,0 – 7,25. Kata kunci: Dekomposisi anaerob, sampah pasar, resirkulasi leachate, biogas.