Siti Istijabatun
SMA Negeri 1 Pegandon, Jalan Raya Putat Pegandon, Kendal, Kode Pos 51357

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENGETAHUAN ALAM TERHADAP PEMAHAMAN MATAPELAJARAN KIMIA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2008): July 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar kimia tidak lepas dari fakta, konsep, dan prinsip, ketiganya terkait dalamsuatu sistem. Penelitian ini mengungkap pengaruh pengetahuan alam terhadap pemahamanmata pelajaran kimia. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan alam yang dimiliki siswadigunakan alat ukur berupa tes pengetahuan mengenai peristiwa alam yang berkaitandengan ilmu kimia. Sedangkan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadapmata pelajaran kimia digunakan alat ukur berupa tes pemahaman yang berisi pertanyaan–pertanyaan pada bab stuktur atom, larutan elektrolit dan non elektrolit serta reaksi reduksidan oksidasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi sederhana.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh positif dari pengetahuan alamterhadap pemahaman mata pelajaran kimia. Persamaan garis regresi yang diperoleh adalahY = 0,904 X – 0,755. Besarnya pengaruh pengetahuan alam terhadap pemahaman matapelajaran kimia dihitung dengan koefi sien determinasi yaitu sebesar 62,29%. Berdasarkanhasil penelitian ini dapat disarankan bahwa: 1) dalam pengajaran kimia sebaiknya digalidulu pengetahuan siswa mengenai peristiwa kimia di alam. 2) perlu ditekankan kaitanantara materi kimia dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. 3) perlu mendorongatau memotivasi siswa agar jeli dan memperhatikan peristiwa kimia yang terjadi di alam.  Kata Kunci: pengetahuan alam, pemahaman, matapelajaran kimia

APLIKASI MODEL JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN KIMIA MATERI pH LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan keberhasilan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, perlu dilakukan inovasi dalam pembelajaran. Salah satu inovasi tersebut adalah menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw. Pembelajaran dengan model Jigsaw merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan tim ahli, yaitu tim yang bertugas untuk membahas suatu konsep tertentu untuk dijelaskan kepada anggota kelompok semula. Model pembelajaran Jigsaw menuntut siswa untuk kreatif, mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kelompoknya. Dalam penelitian ini, diamati bagaimana motivasi dan hasil belajar kimia siswa setelah mengalami pembelajaran dengan menggunakan model Jigsaw. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Pada setiap akhir siklus dilakukan tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Validasi data dilakukan oleh teman sejawat. Indikator kinerja pada penelitian ini adalah meningkatnya jumlah siswa yang mencapai KKM mata pelajaran kimia sekurang-kurangnya sebesar 72% secara klasikal pada akhir siklus I di kelas XI IPA3 SMA N 1 Pegandon. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan yakni dari 58,8% sebelum menggunakan model Jigsaw menjadi 61,8% setelah menggunakan model Jigsaw pada siklus I dan 73,5 % pada siklus II. Selain itu juga terdapat peningkatan motivasi siswa dalam belajar kimia yang diukur melalui observasi dan wawancara. In order to increase student success in achieving the expected competencies, need innovations in learning. One of them by using Jigsaw Learning Model. Learning with Jigsaw model is a model of learning which involves a team of experts, the team assigned to discuss a certain concept to be explained to members of the original group. Jigsaw learning model requires students to be creative, have high curiosity as well as having responsibility for himself and his group. In this study, it was observed how the chemistry motivation and learning outcomes of students after studied by using Jigsaw model. This study consisted of two cycles. At the end of every cycle carried out tests to determine the level of student understanding. Validation of data is conducted by peer review. The performance indicators in this study is the increasing number of students who reach minimum critreria achievement (KKM) on chemistry subjects of at least 72% in the classical style at the end of the first cycle in class XI IPA3 SMA N 1 Pegandon. Results showed that students who achieve the KKM has increased from 58.8% before using Jigsaw model became 61.8% after using Jigsaw model in the first cycle and 73.5% in the second cycle. Also there is an increase in students motivation to learn chemistry as measured through observation and interviews.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILL KONSERVASI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS

Journal of Innovative Science Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.815 KB)

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang saat ini berlangsung masih cenderung mengutamakan aspek kognitif. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa guru belum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar secara optimal sehingga soft skill konservasi belum muncul serta keterampilan proses sains masih rendah. Budaya masyarakat sebagai pengrajin kerupuk rambak belum menarik perhatian siswa untuk memikirkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Oleh karena itu diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan lingkungan di sekitar sekolah  yaitu terkait pengolahan limbah kerupuk rambak. Sumber data berasal dari data seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pegandon Kendal, dan data dari ahli yang kompeten. Instrumen berupa lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi untuk soft skill konservasi, lembar observasi keterampilan proses sains, lembar angket respon siswa terhadap pembelajaran, dan lembar soal tes kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skill konservasi mengalami peningkatan dan keterampilan proses sains memperoleh kriteria tinggi. Rata-rata hasil belajar uji coba luas1 sebesar 73,4 dan pada uji coba luas2 sebesar 71,2. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan terbukti efektif untuk meningkatkan soft skill konservasi, keterampilan proses sains, dan hasil belajar.   The learning activities currently likely tend to give priority to the cognitive aspect. Evidence taken from the field shows that teachers have not used the environment as a learning source optimally, so the soft skills of conservation has yet to appear and science process skills are still low. Cultural society as the craftsmen rinds has not attracted for students to think about the impact on the environment. Therefore, it requires the development of contextual learning tools adapted to the environment around the school which is associated waste rinds treatment. Sources of data is derived from the data of all class X SMA Negeri 1 Pegandon Kendal, and data from competence experts. Instruments are learning device validation sheets, observation sheets for the soft skills of conservation, science process skills of observation sheets, student questionnaire responses sheet to the learning, and cognitive test booklet. The results of the work indicates that soft skills of conservation increased and science process skills gained into high criteria. The average comprehensive learning results of class 1 and class 2 are 73.4 and 71.2, respectively. Students also responded positively to the learning. The results showed that the developed  learning tools are proven effectively to improve the soft skills of conservation, science process skills, and learning outcomes.