Articles

Found 32 Documents
Search

Studi Pengaruh Medan Radio Frekuensi (RF) pada Minyak Goreng Firdausi, K. Sofjan; Istianah, Istianah; Marhaendrajaya, Indras
BERKALA FISIKA Vol 11, No 1 (2008): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.936 KB)

Abstract

A study of non linier optic has been carried out for palm oil induced by RF frequency field,e using white light and laser light. The e’s value is produced by RF generator with 2kV of voltage and in the range of frequency between 6.04 MHz and 11 MHz. In this research, he-ne laser with 632.8 nm of wavelength, green pointer laser with 532 nm of wavelength and white light of halogen with maximum power 130, are used as source of light. The physical characteristics observed in the experiment are change of light polarization that is transmitted through palm oil. From experiment result indicates that the change of polarization angle is not linearly dependent on e, At the same condition, the highest changes of polarization angle takes place when providing green laser, upright position of RF frequency field on polarization angle direction  900 for the twice used-palm oil. Keywords: non – linier optics, polarization angle, RF frequency field
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PETANI KOPI (Coffea sp) (Studi Kasus di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang) Istianah, Istianah; Hastuti, Dewi; Prabowo, Rossi
MEDIAGRO Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee is one of the Plantation commodity that intensively cultivated by coffee farmers in Jambu District Semarang Regency This study aims to know the characteristics of coffee farmers and the factors that is affecting the level of coffee farmers’ income in Jambu District Semarang Regency. The technique of sampling area and respondents are conducted by purposive sampling method. The sample of populations are taken by 69 respondents of the coffee farmers, 13 respondents of Kelurahan Village, 26 respondents of Bedono Village, and 30 respondents of Kebondalem Village in Jambu District Semarang Regency. From the study found that the characteristics of the coffee farmers in Jambu District Semarang Regency are the average of the land area is 2,802 m2. The farmers education average is graduated from primary school (elementary school) is 73.91%, it indicates that the farmers education is low and under 9 years from the basic education. The average farmers age is 48 years old is 44.93%. The cost analysis is obtained by the total cost Rp. 769 820, -. The analysis of revenue is obtained by the result of Rp 12.205.000, while the analysis of the income is earned by Rp 11.435.180. The factors that is affecting of the coffee farmers income in Jambu District Semarang Regency is the number of trees, experience, and education. The number of trees with t value counted 8.000 and the significant is 0.000 means that it has significant effect on the income in the real level of 1%. The experience with the t value is 1.684 and the significant is 0.097 means that it has significant effect on the income in the real level of 10%. The education with t value counted 2.010 and significant of 0.049 means that it has significant effect on the income in the level of 5%. Based on data analysis by using multiple linear regression is known that the determination coefficient (R2) is 0.864 means that 86.4 percent of the variation ups and downs of the coffee farmers' income is affected by the factors that is in this study and the remaining of 13.6 percent is influenced by the other factors that is not incorporated into the study variables.   Keywords: Coffee  farmers’ income, Multiple Linier Regression, Jambu District Semarang Regency.
PERBEDAAN PENGARUH HIDROGEN PEROKSIDA 35% DAN KARBAMID PEROKSIDA 35% TERHADAP MICROLEAKAGE PADA RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID Istianah, Istianah; Aryati Ekoningtyas, Endah; Benyamin, Benni
ODONTO : Dental Journal Vol 2, No 1 (2015): July 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.30659/odj.2.1.20-24

Abstract

Background: Intrinsic tooth discoloration is an aesthetic problem for most people. One of the Intracoronal bleaching treatment used hydrogen peroxide 35% and carbamide peroxide 35%. Tooth whitening material reported increase microleakage in composite resin. Purpose: This research aims to determine the differences effect of hydrogen peroxide 35% and carbamide peroxide 35 % toward microleakage in the nanohybrid composite resin. Method: This research was an experimental laboratory method with post test only control group design. The research was conducted by doing the root canal treatment on 27 samples of maxillary central incisor with the base, then the procedure of intracoronal bleaching was done using hydrogen peroxide 35 % as group 1, carbamide peroxide 35 % as group 2 and distilled water as control group. After nanohybrid composite resin restorative procedure, coated with nail varnish then immersion in methylene blue 5%. Furthermore, slit the teeth and methylene blue penetration depth measured using metalography  microscope. Result: Based on one way ANOVA test found that there was a difference in each group with a significance of 0,000 (p < 0,05) it can be interpreted that there are differences between groups. Based on LSD Post Hoc test, found that there was a difference in the effect on the group of hydrogen peroxide 35% and carbamide peroxide 35% with a significance of 0,004 (p<0,05). Conclusion: The results of this research can be concluded that there was differences in the effect of hydrogen peroxide 35% and carbamide peroxide 35% towardmicroleakage in the nanohybrid composite resin.Keywords: intracoronal bleaching, hydrogen peroxide 35%, carbamide peroxide 35 %, microleakage, nanohybrid compositeresin
SHALAT SEBAGAI PERJALANAN RUHANI MENUJU ALLAH Istianah, Istianah
ESOTERIK Vol 1, No 1 (2015): ESOTERIK JURNAL AKHLAK DAN TASAWUF
Publisher : ESOTERIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shalat sebagai perjalanan spiritual, proses transendensi(berpindahnya jiwa) menuju Allah. Naiknya jiwameninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam dirimanusia menuju kehadirat Allah. Menuju Zat yangMaha Mutlak sebagai puncak tujuan ruhani, sandaranistirahatnya jiwa, sumber hidup, sumber kekuatan,dan sumber mencari inspirasi. Manusia harus bergerakdi sebuah ruangan yang mana Allah sebagai porossumbunya. Orang yang telah mampu memahami bahwaAllah sebagai sumbu segala gerak hidupnya, dialahsebetulnya yang telah mengalami kebebasan. Sebabkebebasan secara spiritual merupakan kemampuanmanusia menaklukan ego duniawinya dan desahan setanyang selalu tampak menggiurkan. Dengan mengarahkanjiwa kepada Allah, ruhani akan mengalami pencerahankarena berada pada ketinggian yang tak terbatas. Pikiranterlepas dari keadaan riil dan panca indra melepaskan diridari segala macam keruwetan. Sehingga jiwa mengalamiketenangan dan ketentraman. Oleh karena itu, setelahshalat seharusnya manusia aktif menjalankkan perankekhalifahannya dengan melakukan transformasi sosial,merealisasikan misi Rasulullah saw. sebagai Rahmatan lil‘Alamin dengan membangun tatanan kehidupan duniayang aman, adil dan sejahtera.
STILISTIK AL-QUR’AN: Pendekatan Sastra Sebagai Analisis Dalam Menginterpretasikan Al-Qur’an Istianah, Istianah
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): HERMENEUTIK
Publisher : HERMENEUTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami teks al-Qur’an denganmenggunakan pendekatan sastra, karena al-Qur’an mengandungnilai-nilai sastra yang sangat tinggi. Pesan dan gaya bahasanyamembuat manusia terpesona dengan keindahan yang dimilikinya.Pembebasan terhadap pemahaman al-Qur’an ini bukan berartimemahami teks tanpa menggunakan perangkat, akan tetapisetelah pertautan antara satu teks dengan teks yang lainnyadiketahui, maka cara kemudian yang dikedepankan adalahpelacakan makna yang dikehendaki teks dengan analisis linguistikdan sastra. Dengan demikian diharapkan bisa memahamial-Qur’an jauh dari tarikan-tarikan kepentingan individualideologis. Karena dalam teks al-Qur’an saling menjelaskan satusama lainnya. Oleh karena itu, untuk memahami dan mengkaji alQur’an, setidaknya diperlukan pisau analisis yang setara dengancorak yang dimilikinya. Pendekatan sastra ini sebagai sebuah pisauanalisis dalam memahami teks al-Qur’an.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN METAKOGNISI PADA MATERI PERMINTAAN DAN PENAWARAN KELAS X SMA NEGERI 3 DEMAK Istianah, Istianah; Widodo, Joko; Prasetya, Eko
Journal of Educational Social Studies Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Journal of Educational Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD BERPENDEKATAN PRAMEK TEMA ENERGI PADA MAKHLUK HIDUP UNTUK SISWA SMP Istianah, Istianah; Sudarmin, Sudarmin; Wardani, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4984

Abstract

Permasalahan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Juwana perlu ditingkatkan karena pembelajaran IPA kurang menarik minat siswa dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan keefektifan media flashcard berpendekatan PRAMEK yang telah dikembangkan peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development. Langkah-langkah penelitian dikembangkan dengan menggunakan metode R &amp; D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard layak dan efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA Terpadu  tema energi pada makhluk hidup. Skor kelayakan penilaian mencapai 96,87% sesuai kriteria layak dari BSNP yang telah dimodifikasi. Ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa pada uji pelaksanaan lapangan mencapai 94% yang artinya media flashcard efektif diterapkan untuk pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan media flashcard  berpendekatan PRAMEK layak dan efektif digunakan serta mendapatkan respon yang positif oleh siswa dalam pembelajaran tema energi pada makhluk hidup. The problems of science learning result in Junior High School 1 Juwana needs to be increased because the study of sciene did not make the students to be interested and  too little using of learning media. The purpose of this research was to know the feasibility and effectiveness of flashcard media which Approach of  PRAMEK which has been developed researcher. This research is a Research and Development. Research steps using the method developed by R &amp; D. The results showed that a feasible and  effective flashcard media applied in science learning integrated with theme energy of  living thing. The feasibility assessment scores reached 96,87% according to the criteria to qualify as a National Education Standards. The classical completeness obtained test students on field implementation is 94 % it means flashcard media effectively applied to science learning integrated. Based on the results of the study concluded that a flashcard media  which approach of  PRAMEK  are feasible and  effective  can be used and get positive response from students in science learning integrated with  theme is energy of living thing.
Prosesi Haji dan Maknanya istianah, istianah
ESOTERIK Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i1.1900

Abstract

Hakikat ibadah haji pada dasarnya adalah suatu tindak mujahadah (upaya jiwa yang sungguh-sungguh) untuk memeperoleh kesadaran musyahadah (penyaksian).  Yakni proses kegigihan seorang hamba mengunjungi Baitullah sebagai sarana bertemu (liqa’) dengan Tuhan.  Ibadah Haji adalah simbol kepulangan manusia kepada Tuhan yang Maha Mutlak. Oleh karena itu, niatkan haji hanya semata-mata karena Allah Swt. Pakailah pakain kejujuran dan buang jauh-jauh sifat keangkuhan, kebanggaan dan semua atribut (label) yang biasa melekat pada diri. Manusia harus menjadikannya titik orientasinya hanya kepada Allah (QS. Al-An’am:162- 163), sebagaimana yang digambarkan ketika sedang thawaf. Bahwa kita bagian dari seluruh jagad raya yang selalu tunduk dan patuh kepada Tuhan. Sekaligus gambaran akan larut dan leburnya manusia dalam hadirat Ilahi (al-fana’fi Allah). Saat menyembelih kurban niatkan untuk menyembelih “nafsu kebinatangan” yang ada dalam diri. Sifat egoisme, dehumanisme, sifat kerakusan, keserakahan, ketamakan dan sifat-sifat buruk lainnya. Keberhasilan ibadah haji bukan dilihat dari berapa kalinya seseorang menunaikannya. Akan tetapi lebih ditentukan oleh kesadaran musyahadahnya kepada Tuhan. Karena musyahadah inilah yang akan membentuk visi kemanusiaan, keadilan dan solidaritas sosial. Kesadaran yang demikian  akan membentuk manusia yang arif. Yakni  manusia yang mampu memberikan kesejukan, kecintaan, kebenaran dan keadilan di muka bumi sehingga mampu membersihkan dari unsur-unsur duniawi dan membangunnya di atas batin yang tulus dan suci. Dengan demikian, keadilan kejujuran dan kemanusiaan sejati akan mudah tersemai di bumi. 
SHALAT SEBAGAI PERJALANAN RUHANI MENUJU ALLAH Istianah, Istianah
ESOTERIK Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Ushuluddin STAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v1i1.943

Abstract

Shalat sebagai perjalanan spiritual, proses transendensi(berpindahnya jiwa) menuju Allah. Naiknya jiwameninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam dirimanusia menuju kehadirat Allah. Menuju Zat yangMaha Mutlak sebagai puncak tujuan ruhani, sandaranistirahatnya jiwa, sumber hidup, sumber kekuatan,dan sumber mencari inspirasi. Manusia harus bergerakdi sebuah ruangan yang mana Allah sebagai porossumbunya. Orang yang telah mampu memahami bahwaAllah sebagai sumbu segala gerak hidupnya, dialahsebetulnya yang telah mengalami kebebasan. Sebabkebebasan secara spiritual merupakan kemampuanmanusia menaklukan ego duniawinya dan desahan setanyang selalu tampak menggiurkan. Dengan mengarahkanjiwa kepada Allah, ruhani akan mengalami pencerahankarena berada pada ketinggian yang tak terbatas. Pikiranterlepas dari keadaan riil dan panca indra melepaskan diridari segala macam keruwetan. Sehingga jiwa mengalamiketenangan dan ketentraman. Oleh karena itu, setelahshalat seharusnya manusia aktif menjalankkan perankekhalifahannya dengan melakukan transformasi sosial,merealisasikan misi Rasulullah saw. sebagai Rahmatan lil‘Alamin dengan membangun tatanan kehidupan duniayang aman, adil dan sejahtera.
SHILATURRAHIM SEBAGAI UPAYA MENYAMBUNGKAN TALI YANG TERPUTUS Istianah, Istianah
Riwayah : Jurnal Studi Hadis Vol 2, No 2 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i2.3143

Abstract

ABSTRAKDi dalam al-Qur’an kata taqwa dan shilaturrahim selalu dirangkai, itu artinya shilaturrahim merupakan salah satu karakteristik bagi orang-orang yang beriman. Shilaturrahim memiliki makna yang sangat universal yaitu segala perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain baik berbentuk material maupun moral, dan tidak mengenal batas waktu dan bentuk, sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa yang dinamakan shilaturrahim adalah jika diputus hubungan rahimnya maka ia menyambungnya. Jadi shilaturrahim tidak sekedar datang berkunjung ke rumah tetangga atau saudara untuk meminta maaf. Namun shilaturrahim adalah sebuah komunkasi tinggi yang dilandasi iman kepada Allah. Dengan saling menyayangi, menghormati sesama umat manusia, karena ketika sudah tidak ada lagi kasih sayang, maka yang terjadi adalah pertengkaran dan permusuhan. Dalam kehidupan yang singkat ini teruslah untuk selalu menaburkan kebaikan di muka bumi, merajut kasih sayang kepada sesama tanpa melihat tingkat posisi, kedudukan, dan status sosial. Kasih sayang itu tentunya harus diberikan untuk seluruh umat manusia yang di temui di muka bumi.