Articles

Found 8 Documents
Search

Strategi Branding Media Cetak Lokal Berbasis Komunitas: Studi Kasus Majalah Media Kawasan Kelapa Gading Isnaini, Muhamad
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1965.144 KB)

Abstract

Kompetisi media menjadi lebih kuat. Tidak hanya di media mainstream, tetapi juga medialokal. Untuk bertahan, media membutuhkan dana yang didapat dari penjualan dan iklan. Masalahyang sama juga di media lokal. Banyak media lokal berkembang, tapi juga banyak yang mati karenaminim dana. Pengiklan segan pada media lokal karena segmentasi audiensnya tidak jelas dan kurangditata secara profesional. Hal tersebut yang membuat media lokal jatuh di mata pengiklan. Penelitianini menggunakan metode case study. Yakni mempelajari bagaimana komunitas berbasis media lokal,yakni majalah media kawasan kelapa gading yang memiliki nilai baik sehingga menarik lebih banyakpengiklan. Penelitian menunjukkan, branding dari majalah media kawasan kelapa gading bukanproses yang instan melainkan evaluasi berkala.Kata kunci : Media Lokal, Komunitas, Pengiklan, Pencitraan
Politeness Strategies in Political Language Isnaini, Muhamad; Gurning, Busmin; Setia, Edy
LINGUISTIK TERAPAN Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : LINGUISTIK TERAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study deals with politeness strategies in political language. The aim of the study is to describe how Indonesian politicians realize politeness in their language. The subject was taken nine parties who have representatives. They come from different parties: Democrat, Golkar, PDIP, PKS, PPP, PKB, PAN, Gerindra and Hanura. Data were classified and verified with reference to the criteria of politeness strategies as determined by Brown & Levinson (1987); cover the bald on record strategy, positive strategy, negative strategy and off-record strategy. The finding show that there were four types of politeness strategies used by Politicians in different of types of illocutionary acts; positive strategy, bald on record strategy, negative strategy, and off-record strategy. The most dominant type of politeness strategies used was positive strategy. The most dominant type was due to fact that speakers in interaction try to get closer the hearers. They use the group identity marker in addressing someone so there is no distance relationship between the speaker and hearer. They also gave the reasons when they speak in order to satisfy the hearer. Key words: politician; political language; politeness strategy
RESISTENSI ATAS DISKURSUS PLURALISME AGAMA DALAM TEKS MEDIA Isnaini, Muhamad; Wahid, Umaimah
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5480

Abstract

Uji materi UU Pencegahan Penodaan Agama (UU No.1/PNPS/1965) telah berlangsung selama Januari-April 2010 lalu. Bermacam diskursus muncul selama uji materi tersebut. Uji materi juga tak luput dari pemberitaan media, termasuk media online. Bagaimana media online dengan ideologi Islam menyikapi diskursus pluralisme agama yang muncul selama uji materi adalah permasalahan utama penelitian ini. Tiga media online dipilih sebagai objek penelitian, yakni Eramuslim.com, Hidayatullah.com, dan Republika online. Penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online cenderung resisten atas diskursus pluralisme agama. Resistensi di level teks dilakukan melalui tiga isu, yakni kebebasan beragama tanpa batas, pemikiran liberal, dan konspirasi Barat. Analisis di level praktik diskursus mendukung resistensi itu, dan diperkuat dalam level praktik sosiokultural. Resistensi media online membawa konsekuensi tersendiri, yakni menjadikan mereka sebagai aparatus ideologi negara, melegitimasi penguasa, dan ter-hegemoni kebijakan kekuasaan. Kedepannya, dalam memberitakan isu-isu sensitif (misalnya terorisme, konflik antar umat beragama), media Islam harus mulai berpikir mentarget audience “out of the box”. Termasuk mereformasi pilihan tema dan angle liputan. Sesuatu yang lebih “ramah lingkungan” dan tak didominasi rasa “hate speech” terhadap yang lain.
RESISTENSI ATAS DISKURSUS PLURALISME AGAMA DALAM TEKS MEDIA Isnaini, Muhamad; Wahid, Umaimah
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5480

Abstract

Uji materi UU Pencegahan Penodaan Agama (UU No.1/PNPS/1965) telah berlangsung selama Januari-April 2010 lalu. Bermacam diskursus muncul selama uji materi tersebut. Uji materi juga tak luput dari pemberitaan media, termasuk media online. Bagaimana media online dengan ideologi Islam menyikapi diskursus pluralisme agama yang muncul selama uji materi adalah permasalahan utama penelitian ini. Tiga media online dipilih sebagai objek penelitian, yakni Eramuslim.com, Hidayatullah.com, dan Republika online. Penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online cenderung resisten atas diskursus pluralisme agama. Resistensi di level teks dilakukan melalui tiga isu, yakni kebebasan beragama tanpa batas, pemikiran liberal, dan konspirasi Barat. Analisis di level praktik diskursus mendukung resistensi itu, dan diperkuat dalam level praktik sosiokultural. Resistensi media online membawa konsekuensi tersendiri, yakni menjadikan mereka sebagai aparatus ideologi negara, melegitimasi penguasa, dan ter-hegemoni kebijakan kekuasaan. Kedepannya, dalam memberitakan isu-isu sensitif (misalnya terorisme, konflik antar umat beragama), media Islam harus mulai berpikir mentarget audience “out of the box”. Termasuk mereformasi pilihan tema dan angle liputan. Sesuatu yang lebih “ramah lingkungan” dan tak didominasi rasa “hate speech” terhadap yang lain.
Kajian Konflik Antar Kelompok dalam Perspektif Komunikasi Konflik selama periode 2003-2017 (Review of Intergroup Conflict in Conflict Communication Perspective Period 2003-2017) Isnaini, Muhamad; Sarwoprasodjo, S; Kinseng, R; Kholil, nfn
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 20, No 2 (2018): JURNAL IPTEK-KOM ( JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.191 KB) | DOI: 10.33164/iptekkom.20.2.2018.153-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji studi-studi tentang konflik antar kelompok dalam perspektif komunikasi konflik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kuantitatif. Kajian ini menitikberatkan pada perkembangan studi tentang konflik antar kelompok dan tema-tema yang dipakai dalam studi komunikasi konflik antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan:1) perkembangan studi konflik antar kelompok dalam perspektif komunikasi konflik cenderung stagnan pada periode 2003-2017; 2) tema yang muncul dalam komunikasi konflik antar kelompok adalah: (a)  komunikasi sebagai pencegahan konflik; (b) komunikasi sebagai penyelesaian konflik; (c) pengemasan pesan komunikasi melalui media; (d) proses komunikasi, dan (e) pola-pola komunikasi 
CULTURAL IMPERIALISM AND CAPITALISM MEDIA IN ISLAMIC VALUES DECONSTRUCTION ON RAMADAN SHOW IN TELEVISIONS Wahid, Umaimah; Isnaini, Muhamad; Kurniasari, Ni Gusti Ayu Ketut
The Indonesian Journal of Communication Studies Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is the country with the largest number of Muslim occupation in the world today. The largest number of Muslims  require various forms of religious education as an attempt to provide insight to the community about the concept and values of Islam. In the process, mass media, which has grown rapidly in Indonesia, especially television come to take a role by providing a variety of spectacle that contains values of Islam. Islamic nuances such as soap operas and television speeches adorn the face of Indonesia. The phenomenon was initially only during the Ramadhan 2010-2012. The focus of this paper is about the deconstruction of Islamic values in TV’s programs, cultural imperialism and mass media capitalism which implies the reconstruction of religious understanding of the ummah. The emergence of commodification and religious shows on television structuration  as a form of capitalism media. This means that the value of profit is the primary consideration nuanced spectacle of Islam on television. That led to a new cultural imperialism in the community because dekonstrusi Islamic values by the mass media in beragamma tv program in the month of Ramadan. Comodification and structuration in the mass media thus changing the value of media is becomes a commodity that has economic value All that become on understanding community that increasingly loose with values of Islam. community more enjoy to understanding the religious impressions are nothing more than a mere entertainment. Reality is changing the way of thinking, attitudes and behavior which was originally more confidence to the understanding that comes from the explanation of 'real' in society, switch to the understanding of religion believe that they watch on television.
Hubungan Pengetahuan Wartawan Dengan Pemberitaan LGBT di Koran Sindo Iskandar, Dudi; Isnaini, Muhamad
Communication Vol 9, No 1 (2018): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.609 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study focuses on the relationship of religious knowledge and news about LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) in Koran Sindo newspaper. This research based on LGBT as reality which increasingly rampant in everyday. This research used survey method to editor of Koran Sindo by spreading questioner. Editors are the ones who process and authorize to bring down a story, including about LGBT. Based on the research that has been done, it can be drawn conclusion. Firstly, the religious knowledge of the respondents was not influenced by previous religious education, religious routines and understanding of the meaning of reading the Qur'an. Secondly, respondents have a high knowledge of religious knowledge aspect. This is evident from the average score of 26 item of questions that is able to pass the standard weight of 75. Thirdly, respondents also have a higher attitude to objective on the news about LGBT, by high score completeness news, namely 82.5 and writing placement, amounting to 69,6. Fourthly, there is a positive correlation of religious knowledge of the respondents with the news on LGBT. This is proven by hypothesis which statistically reject Ho and accept Ha.Keywords : Journalistic, LGBT, Religion, NewsABSTRAKPenelitian ini fokus pada hubungan pengetahuan agama dan pemberitaan tentang LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) di Koran Sindo. Penelitian ini berangkat dari realitas LGBT yang kian marak di kehidupan keseharian dan kemudian diangkat menjadi berita oleh media massa, termasuk Koran Sindo. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap redaktur Koran Sindo dengan cara menyebar kuesioner. Redaktur adalah yang mengolah dan berwenang menurunkan sebuah berita, termasuk tentang LGBT. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut. Pertama, pengetahun agama para responden ternyata tidak dipengaruhi oleh pendidikan agama sebelumnya (pesantren/madrasah) rutinitas mengikuti pengajian/taklim, dan pemahaman atas makna bacaan Alquran. Kedua, responden mempunyai pengetahuan yang tinggi menyangkut aspek pengetahuan agama. Hal ini terbukti dari rata-rata skor 26 item pertanyaan yang mampu melewati bobot standar 75. Ketiga, responden juga punya sikap yang lebih tinggi untuk objektif atas pemberitaan tentang LGBT, yang dibuktinya dari tingginya skor kelengkapan berita, yakni 82,5 dan penempatan tulisan, sebesar 69,6. Keempat, terdapat hubungan/korelasi yang positif pengetahuan agama para responden dengan pemberitaan mengenai LGBT. Hal ini terbukti dengan uji hipotesis yang secara statistik menolak Ho dan menerima Ha.Kata Kunci : Jurnalistik, LGBT, Agama, Berita
PERANCANGAN KAMPANYE KOMUNIKASI KALENDER TANAM (KATAM) DALAM UPAYA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Azis, Abdul; Isnaini, Muhamad; Fahrimal, Yuhdi; Alhafidz, Mohammad Alhabieb
Avant Garde Vol 5, No 1 (2017): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3158.332 KB)

Abstract

Background of this review is the fact that the campaign of InformationSystem of Integrated Planting Calendar/KATAM has been done on a massivescale. Notwithstanding, just many peasant know and use KATAM as aguideline.Purpose of this reviewis to determine the design of KATAMcommunication campaigns. Thisreview using secondary data,then analyzed withAISAS method. The results show, the communication through the campaign onKATAM basically already done by Balitbangtan. The campaign was carried outby using the internet and social media. KATAM campaign is quite effective.Further study need to be done to determine share of KATAM to others.