Articles

Found 32 Documents
Search

STUDI PENGGUNAAN PREKURSOR HORMON STEROID DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS REPRODUKSI BURUNG PUYUH JANTAN (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Isnaeni, Wiwi; Fitriyah, Abdiyadul; Setyani, Ning
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efek penggunaan prekursor hormon steroid(dari bahan alami) dalam pakan terhadap kualitas reproduksi puyuh jantan. Prekursorhormon steroid dari bahan alami yang dimaksud yaitu minyak ikan lemuru (sumberomega-3), minyak sawit (sumber omega-6), dan kuning telur (sumber kolesterol),yang dicampurkan ke dalam pakan. Dalam penelitian ini digunakan 175 ekor burungpuyuh jantan umur empat minggu, dengan berat badan 60-98 gram, dibagi secaraacak menjadi tujuh kelompok, yaitu R-0 (kontrol), R-1 (3% ML), R-2 (6% ML), R-3(3% MS), R-4 (6% MS), R-5 ( 3% KT), dan R6 (6% KT). Pemberian pakandilakukan pada pagi pukul 07:00 dan sore pukul 16:00 WIB sebanyak 20 g pakan/100g BB puyuh/hari. Air minum diberikan secara ad libitum. Variabel penelitian(indikator kualitas reproduksi puyuh jantan) berupa kadar hormon testosteron plasma,kualitas darah, kecemerlangan/warna bulu dada, kualitas suara, dan kualitasspermatogenesis. Untuk mengamati struktur histologi testis, terlebih dahulu dilakukanpreparasi jaringan testis menggunakan metode pewarnaan H-E. Data dianalisisdengan analisis variansi menggunakan RAL, dilanjutkan dengan uji kontras ortogonaldan uji morpometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ML dan MSmampu meningkatkan kecemerlangan warna bulu dada burung puyuhjantan (P<0,01). Pemberian pakan sumber asam lemak dan kolesterol terbukti mampumeningkatkan motilitas dan konsentrasi spermatozoa burung puyuh secara bermakna(P<0,01). Pemberian ML level 6% mampu menurunkan abnormalitas spermatozoasecara bermakna. Pemberian MS level 6% mampu meningkatkan jumlahspermatozoa yang hidup. Pemberian MS dan ML level 6% mampu meningkatkankonsentrasi spermatozoa, sedangkan pemberian kolesterol level 6% cenderungmenurunkan kualitas semen. Pemberian ML dan MS level 6% menyebabkanpeningkatan kadar hormon testosteron. Kadar hormon testosteron tertinggiditunjukkan oleh kelompok puyuh yang diperlakukan dengan ML 6%. Kadar hormontestosteron terendah ditunjukkan oleh kelompok puyuh yang diperlakukan denganKT 6 % dan kelompok kontrol. Tingginya kadar hormon testosteron pada perlakuanML 6% dibarengi dengan rendahnya kadar kolesterol total (196,93 mg/ dl), HDL(79,73 mg/dl) dan LDL (12,68 mg/dl) pada plasma puyuh jantan. Pemberian ML,MS, dan KT level 6% juga meningkatkan hampir semua indikator kualitas suara.Kata Kunci: Minyak ikan lemuru, minyak sawit, kuning telur, hormon testosteron, kualitasreproduksi puyuh jantan.
PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR SEBAGAI MODEL PERKULIAHAN FISIOLOGI HEWAN Marianti, Aditya; Christijanti, Wulan; Isnaeni, Wiwi
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan  untuk menguji  efektivitas penerapan model  pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning/PBL) dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) pada perkuliahan Fisiologi Hewan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi dan sebagai sampel adalah mahasiswa semester 4 Prodi Pendidikan Biologi rombel 1,2,dan 3 tahun ajaran 2010  / 2011 yang mengambil mata kuliah Fisiologi Hewan. Pengambilan sampel dengan teknik purposive random sampling. Sebagai variabel bebas adalah penerapan model PBL dengan pendekatan JAS, sedangkan sebagai variabel terikat  adalah efektivitas model pembelajaran yang diterapkan dilihat dari hasil belajar, aktivitas siswa dan keterlaksanaan kegiatan yang diprogramkan.  Sumber data penelitian adalah mahasiswa. Data yang diambil adalah nilai ujian  tulis, nilai laporan, nilai presentasi , aktivitas mahasiswa serta tanggapan keterlaksanaan PBL dengan pendekatan JAS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan JAS telah dapat mencapai  indikator-indikator yang ditetapkan yaitu mahasiswa yang memperoleh nilai minimal B mencapai 70%, tanpa nilai D dan E, mahasiswa dengan kriteria keaktifan pada kategori tinggi  dan sangat tinggi mencapai minimal 80%, dan tingkat keterlaksanaan kegiatan dalam pembelajaran berbasis projek dengan pendekatan JAS mencapai 80%.  Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis projek dengan pendekatan JAS pada perkuliahan Fisiologi Hewan efektif diterapkan.  Kata Kunci : Pendekatan JAS,  Pembelajaran Berbasis Projek, Mata Kuliah Fisiologi Hewan
KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATERI SEL DENGAN MODEL PROBLEM BASE LEARNING BERBANTUAN TUTOR SEBAYA Tsaniyyah, Dinda; Marianti, Aditya; Isnaeni, Wiwi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.889 KB) | DOI: 10.21580/phen.2019.9.1.3229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan model PBL berbantuan tutor sebaya terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi sel, dan untuk mengetahui peningkatan KPS siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Salatiga pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalen control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Salatiga, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIPA 6 dan XI MIPA 7 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan Mean antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu masing-masing 29,44 dan 19,54. Hasil uji t menunjukkan thitung 0,046< 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen, rerata peningkatan KPS dasar sebesar 101,57% dan KPS terintegrasi sebesar 130,32%. Sedangkan pada kelas kontrol, rerata peningkatan KPS dasar sebesar 60,46% dan KPS terintegrasi sebesar 89,54%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran materi sel dengan model PBL berbantuan tutor sebaya berpengaruh positif terhadap KPS siswa, dengan peningkatan KPS meliputi KPS dasar dan KPS terintegrasi.
EVALUASI IMPLEMENTASI PKP DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMAN KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN MIXED-METHOD Isnaeni, Wiwi; Kumaidi, Kumaidi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 19, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21831/pep.v19i1.4561

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif tentang implementasi pendekatan keterampilan proses (PKP) dalam pembelajaran biologi di SMAN Kota Semarang, dan mengungkap berbagai faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan model evaluasi kesenjangan. Data dikumpulkan dengan pendekatan mixed-method, diawali dengan penggunaan metode kuantitatif dilanjutkan dengan metode kualitatif. Data kuantitatif tingkat penggunaan keterampilan proses oleh peserta didik dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kuesioner dikembangkan dengan memodifikasi langkah Madaus et al., Claeys et al., dan Wheeler, melalui tahap review literatur, mengkonstruksi instrumen, menetapkan validitas isi dengan cara validasi pakar, dan uji coba lapangan. Data kualitatif tentang proses pembelajaran biologi dan data kualitatif lainnya, diperoleh melalui observasi, pembuatan catatan lapangan, kategorisasi catatan lapangan, dan wawancara mendalam. Seluruh data dianalisis dengan explanatory mixed-method analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas implementasi PKP dalam pembelajaran biologi di SMAN kota Semarang belum mencapai kategori baik. Faktor pendukung dan penghambat utamanya adalah tinggi dan rendahnya komitmen guru untuk mengimplementasikan PKP dalam pembelajaran biologi.Kata kunci: evaluasi implementasi kurikulum, pendekatan keterampilan proses, pembelajaran biologi, mixed-method______________________________________________________________ AN EVALUATION OF THE PSA IMPLEMENTATION IN BIOLOGY TEACHING AT STATE HIGH SCHOOLS IN SEMARANG CITY USING THE MIXED-METHOD APPROACH Abstract This study aims to evaluate the implementation of the process skill approach (PSA) in the biology teaching at state high schools in Semarang City,  and reveal the various supporting factors and the constraints. The study used a discrepancy evaluation model. The data were collected using a mixed-methods approach, initiated with the use of the quantitative method followed by the use the qualitative method. The quantitative data about the level of the process-skill use by the students were collected using questionnaire. The questionnaire was developed by referring to the steps of Madaus et al., Claeys et al., and Wheeler, through reviewing literature, constructing instruments, and determining the content validaty  through expert validation, and conducting  field trials. The qualitative data about the biology teaching process and the other qualitative data were collected through  observation, the preparation of field notes and categorization of field notes, and in depth interview. The whole data were analyzed using the explanatory mixed-method analysis. The result shows that the quality of the implementation of the biology curriculum at state high schools in Semarang City is not in a good category yet. The main supporting factors and the constraints are the the teachers’ high and low commitment to implement the PSA in the biology teaching.Keywords: evaluation of curriculum implementation, process skill approach, biologi learning, mixed-method
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA TEMA FOTOSINTESISUNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH Sugianto, Sugianto; Isnaeni, Wiwi; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 3 No 1 (2014): February 2014
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v3i1.2969

Abstract

Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran IPA belum mengajarkan siswa dalam proses berpikir dan menemukan pengetahuannya sendiri melalui kerja ilmiah. Hal ini terjadi karena Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan belum berperan maksimal dalam melatih siswa melakukan penyelidikan.Langkah-langkah yang disajikan dalam LKS kurang melatih siswa melakukan proses ilmiah, menganalisis dan menemukan suatu konsep. LKS belum biasa digunakan untuk mencari atau menemukan suatu konsep, dan mengaplikasikan konsep yang sudah ada dalam kehidupan. Untuk itu perlu dikembangkan LKS yang dapat membimbing siswa dalam melakukan kerja ilmiah dan menuntun siswa dalam proses belajar. LKS yang dikembangkan yaitu berupa LKS berbasis keterampilan proses sains. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan research and development. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis keterampilan proses sains tema fotosintesis dapat dikatakan layak oleh pakar sesuai dengan standar kelayakan BSNP. Pada uji coba skala kecil, LKS berbasis keterampilan proses sains mendapat respon sangat baik oleh guru dan siswa. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan LKS berbasis keterampilan proses sainsberpengaruh atau meningkatkan kemampuan kerja ilmiah siswa. The observations results showed that science teaching activities have not taught students in the process of thinking and finding his own knowledge through the scientific work.This happens because the student worksheet has not used the maximum role in training students to investigate. The stepspresented in worksheets less train students perform scientific process, analyze and find a concept. Worksheets has not been commonly used to look for or find a concept, and apply the concepts that already there is in life.For it is necessary to develop worksheets that can guide studens in doing scientific work and guide students in the learning process. Worksheets that were developed in the form of worksheets based science process skills. The design oft his study used a research and development approach. The results showed that the worksheets based science process skills theme photosynthesis can besaid to be feasibleby expertsin accordance with eligibility standards of BSNP. On a small scale trial, worksheets based science process skills havea great response by teachers and students.The results also in dicate that theuse of worksheets based science process skills affector increase the ability of student’s scientific work.
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI BIOEDUTAINMENT MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN MATERI ALAT INDERA MANUSIA TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA Febriyani, Shoimatun; Isnaeni, Wiwi; Irsadi, Andin
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016): 2016
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan strategi bioedutainment model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi alat indera manusia terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Rancangan penelitian ini menggunakan pola non randomized pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA N 11 Semarang, dan sampelnya adalah kelas XI MIPA 6 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan strategi bioedutainment model TGT, dan kelas XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol yang menerapkan cermah dan diskusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar dan tingkat keaktifan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil posttest yang diperoleh kemudian di analisis dengan uji t. Hasil analisis uji t diperoleh harga t hitung > harga t tabel yaitu 4,58 > 1,99. Dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen. Selain itu keaktifan siswa kelas ekperimen lebih baik daripada kelas control. Sejumlah 36,84% siswa kelas eksperimen sangat aktif dan 63,16% siswa aktif mempelajari materi alat indera manusia. Hal ini didukung dengan tanggapan guru dan siswa terhadap penerapan strategi bioedutainment model TGT yang memberikan respon positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi bioedutainment model TGT pada pembelajaran alat indera manusia berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan strategi bioedutainment model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi alat indera manusia terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Rancangan penelitian ini menggunakan pola non randomized pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA N 11 Semarang, dan sampelnya adalah kelas XI MIPA 6 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan strategi bioedutainment model TGT, dan kelas XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol yang menerapkan cermah dan diskusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar dan tingkat keaktifan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil posttest yang diperoleh kemudian di analisis dengan uji t. Hasil analisis uji t diperoleh harga t hitung > harga t tabel yaitu 4,58 > 1,99. Dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen. Selain itu keaktifan siswa kelas ekperimen lebih baik daripada kelas control. Sejumlah 36,84% siswa kelas eksperimen sangat aktif dan 63,16% siswa aktif mempelajari materi alat indera manusia. Hal ini didukung dengan tanggapan guru dan siswa terhadap penerapan strategi bioedutainment model TGT yang memberikan respon positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi bioedutainment model TGT pada pembelajaran alat indera manusia berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa.
PENGARUH GUIDED INQUIRY BERBASIS PROYEK TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR Kurniawati, Atikah; Santosa, Kukuh; Isnaeni, Wiwi
Journal of Biology Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh metode guided inquiry berbasis proyek pada tema sistem ekskresi, diabetes mellitus dan penyembuhannya terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan desain Control Group, Pretest-Posttest Design. Populasinya adalah siswa kelas IX MTs WI Kebumen. Sampel yang digunakan adalah kelas IX C sebagai kelas kontroldan IX D sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknikrandomsampling. Data utama adalah aktivitas dan hasil belajar. 80% siswa menunjukkan aktivitas tinggi dan sangat tinggi, kemudian diuji perbedaan rata-rata aktivitas siswa menghasilkan thitung lebih besar dari pada ttabel (2.088 > 2.00). Hasil ketuntasan klasikal ranah kognitif pada kelas eksperimen sebesar 86,67% siswa tuntas, kemudian hasil uji T menunjukkan thitung> ttabel (6.153 > 2.00). Dalam ranah psikomotorik, ketuntasan kelas eksperimen sudah memenuhi target 85% siswa tuntas ranah psikomotorik. Pada ranah afektif 90% siswa mempunyai minat tinggi terhadap pembelajaran guided inquiry berbasis proyek. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode  guided inquiry berbasis proyek-dapat berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa.  The research purposed to examine the effect of guided inquiry-based project metodh on the theme of the excretion system, diabetes mellitus and its treatment on the activity and student result learning. Control Group, Pretest-Posttest Design is used on this research. Its population is students of class IX, MTs WI Kebumen. The sample used is class IX C as a the control class and IX D as the experimental class. Sampling technique is used random sampling. Primary data are the data activity and learning outcomes.80% of students showed high and very high activity, and then tested the difference in average student activity generates taccount> ttable (2.088>2.00). The results of the classical completeness cognitive experimental class was 86.67% students completed, then the test results showed taccount> t table (6.153> 2.00). In the psychomotor domain, completeness experimental class has met the target 85% of students completed psychomotor domains. In the affective domain 90% of students have a high interest in guided inquiry-based projects learning. Based on the researchs results,  it is concluded that the use of guided inquiry-based projects affects the students activities and learning outcome. 
PENGARUH PENDEKATAN PROBLEM-BASED LEARNING DALAM MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS Isnaeni, Wiwi; Budi Prasetyo, Andreas Priyono; Atikasari, Sandra
Journal of Biology Education Vol 1 No 3 (2012)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendekatan Problem-based Learning (PBL) dalam pembelajaran terhadap kemampuan analisis siswa SMA 1 Ambarawa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan pola Pre and Post-test Design yang diterapkan pada kelas X-7 sebagai  kelompok  kontrol  dan  X-8 sebagai  kelompok  eksperimen,  pada  materi  pencemaran lingkungan.  Teknik Pengambilan sampel  menggunakan  purposive  sampling.  Data  tingkat keterlaksanaan  PBL  diperoleh  melalui  lembar  observasi.  Data  jumlah  solusi  siswa  dikumpulkan dengan  angket  dan  lembar  observasi.  Data  kemampuan  analisis  siswa  dikumpulkan  dengan  tes. Data dianalisis secara kuantitatif. Data dianalisis dengan uji t dan uji regresi linier sederhana. Hasil observasi  menunjukkan  tingkat  keterlaksanaan  PBL  tergolong  tinggi  (81,1%).  Hasil  uji  t menunjukkan perbedaan yang nyata dari kedua kelompok (thitung>ttabel). Uji regresi linier sederhana mengindikasikan bahwa PBL berpengaruh nyata pada kemampuan analisis siswa (nilai sig.<0,05, r kuadrat  0,281).  Simpulan  dari  penelitian  ini  adalah  penerapan  pendekatan  PBL  berpengaruh positif terhadap kemampuan analisis siswa.   This research aimed to determine the effect of the implementation of Problem-based Learning (PBL) approaches of teaching on student’s analysis skills at SMA 1 Ambarawa. This study was a Quasi Experimental Design with Pre and Post-test Design which was applied on X-7 as a control group and  X-8 as a experimental group. The subject studied was Environmental Pollution. Sample was collected with a purposive sampling technique. Data  of  the  implementation  of  PBL  approaches  were  collected  by  observation  sheet.  Questionaire  and observation sheet were used to collect student’s solutions skills. Test was used to collect data of student’s analysis skills scores. Data were analyzed by using quantitative methods. Data were analyzed by t-test and simple linear regression test. The findings showed that level of implementation of PBL approaches were high (81.1%). T-test result showed that there was a significant difference between both groups (tcount>ttable). Simple linear regression test indicated that PBL brought a significant effect on students’s analysis s kills (probability sig.<0.05, r square 0.281). The conclusion of this research was that implementation of PBL approaches had a positive effect on student’s analysis skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN TV-NEWS TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS SISWA PADA MATERI BAHAN KIMIA KEHIDUPAN Astuti, Ai; Sumadi, Sumadi; Isnaeni, Wiwi
Journal of Biology Education Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan TV-News terhadap kemampuan analisis siswa menggunakan quasi experiment design dengan pola Pretest-Posttest one group design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 24 Semarang, sedangkan sampelnya adalah sebagian dari kelas VIII yaitu kelas VIII C menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai kemampuan analisis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Dari hasil analisis uji t diperoleh bahwa t hitung > t tabel yaitu 2.07 > 2.03 maka ada perbedaan signifikan antara kemampuan analisis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Selain itu kemampuan analisis siswa berada pada kriteria baik dan cukup, dengan persentase baik 56.25 dan cukup 43.75. Hal ini didukung dengan aktivitas siswa dan tanggapan guru dan siswa yang memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning berbantuan TV-News berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa pada materi bahan kimia kehidupan. The study aims to understand the influence of learning model the problem based learning through tv-news of the ability of analysis students to the matter chemicals life. The study is quasi experiment design. The design of the study uses pretest-posttest one group design. The population in this study is all of the eighth grade students of Junior High School in 24 Semarang, while the sample is the students of class VIII C. The samples were collected by convenience sampling. The results of the study showed that there are differences average score pretest and posttest. The results of pretest and posttest obtained later in analysis by t-test. The results of pretest and posttest acquired analysis by t-test. t-test results obtained that t count> ttable.. t count is 2.07, whereas for the t table is 2.03. So any significant difference between pretest and posttest grades. In addition analytical capability students are to a criterion good and quite , with the good of 56.25 and quite of 43.75. This is supported with the activity students and the response of teachers and students who provide a positive response to the problem of learning model based learning through tv-news. Based on the results of the study concluded that learning a problem with a model based learning through tv-news impact on analytical capability students on any material chemicals life .
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN JAS TERHADAP PENGUASAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA Wahyuni, Furi Intan; Isnaeni, Wiwi; Marianti, Aditya
Journal of Biology Education Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to find out the application of Jelajah Alam Sekitar (JAS) Approach in teaching the digestive system for the student’s science process skills at SMA N 12 semarang. This research was a Quasi Experimental Design research with Pre-test and Post-test of Non-equivalent Control Group Design which was for XI IPA 1 class as the experimental group and XI IPA 2 class as the control group. Method of choosing the sample was purposive sampling. The data were in the form of science process skills, learning result, students’ and teacher’s response. The analysis resulted in a correlation coefficient of 0.31 and determination coefficient of 10%. The percentage of experimental class’ result was higher than control class (100% > 57%). 97% of the students responded well towards whereas the teacher gave positive response for the learning procedure. According to those results, it can be concluded that the application of Jelajah Alam Sekitar (JAS) in learning the digestive system had positive effect in the students’ mastery on science process skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Jelajah Alam sekitar dalam pembelajaran materi sistem pencernaan terhadap penguasaan keterampilan proses sains siswa SMA N 12 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimental design dengan pola Pre and Post-test Non-equivalent Control Group Design dan diterapkan pada kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Data berupa penguasaaan keterampilan proses sains, hasil belajar, tanggapan siswa, dan tanggapan guru. Hasil analisis menunjukkan harga koefisien korelasi sebesar 0,31 dan koefisisen determinasi sebesar 10%. Persentase hasil belajar kelas eksperimen > hasil belajar kelas kontrol (100% > 57%). Pembelajaran yang dilakukan ditanggapi baik oleh guru dan ditanggapi sangat baik oleh 97% siswa. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam sekitar dalam pembelajaran materi sistem pencernaan berpengaruh positif terhadap penguasaan keterampilan proses sains siswa.