Articles

Found 20 Documents
Search

Penerapan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001: 2008 Di Perpustakaan Perguruan Tinggi Ismanto, Ismanto
Buletin Perpustakaan No 57 Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 penting bagi sebuah perpustakaan, karena pada era globalisasi dan informasi persaingan semakin meningkat dan ketat sehingga keberadaan organisasi atau lembaga termasuk di dalamnya perpustakaan perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan mutu agar dapat bersaing dengan unit lain dimana perpustakaan itu berada. Apabila pandangan perguruan tinggi sebagai lembaga induknya telah berubah, maka secara manajemen perpustakaan sebagai unsur penunjang juga ikut berbenah dan meningkat kinerjanya. Untuk meningkatkan mutu kinerja perpustakaan perguruan tinggi seluruh komponen yang ada perlu memahami bakuan mutu yang telah ditentukan, termasuk bakuan mutu yang ditentukan oleh SMM ISO 9001: 2008 yakni standar mutu yang memenuhi kualifikasi sertifikasi organisasi tersebut, termasuk di dalamnya perpustakaan. Tujuan diterapkan SMM di perpustakaan adalah untuk mendapatkan sertifikat, sehingga pengakuan publik yang selama ini dirasa kurang baik akan meningkat dan untuk perbaikan secara terus menerus dan berkelanjutan. Disamping itu manfaat penerapan SMM SNI ISO 9001: 2008 untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja perpustakaan dalam upuya memuaskan pemustaka.
ASPECT OF LANGUAGE ON A QUALITATIVE ANALYSIS OF STUDENT’S EVALUATION INSTRUMENT Ismanto, Ismanto
QIJIS Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.827 KB) | DOI: 10.21043/qijis.v4i2.1788

Abstract

This article examined the characteristics of good student’s evaluation instrument. There are at least two requirements that must be met. Those are valid and reliable. The validity of the instrument can be seen from the instruments ability to measure what should be measured. The fact the existence of the validity of an instrument may be a grain fill, the response process, internal structure, relationship with other variables, and the consequences of the implementation of the charging instrument. Analysis of the content is then known as content validity, i.e. rational analysis of the domain to be measured to determine the representation of each item on the instrument with the ability to be measured. Content validity is submitting pieces of blue print and items of the instrument to the experts to be analyzed quantitatively and qualitatively.
EVALUASI PEMBELAJARAN PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL ismanto, Ismanto
PALASTREN Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.036 KB)

Abstract

Sehubungan dengan evaluasi pembelajaran, sampai sekarang masih banyak instrumen hasil belajar, baik digunakan oleh guru untuk ulangan harian atau oleh sekolah-sekolah untuk ulangan umum yang belum memenuhi persyaratan ideal yaitu, non bias dan standar dapat diukur. instrumen hasil pembelajaran yang berisi item bias akan merugikan siswa yang memiliki kemampuan yang sama dengan siswa yang menjawab dengan benar hanya karena kelompok yang berbeda. Dengan kata lain, instrumen yang berisi item bias, tidak memberikan kesempatan yang sama untuk menjawab dengan benar pada orang mengambil tes dengan kemampuan yang sama, hanya karena mereka berasal dari kelompok yang berbeda. Dalam hal ini, itu bisa berarti perbedaan dalam budaya, jenis kelamin, agama, dan banyak lagi. menurut Saifuddin Azwar, empat faktor yang diduga sebagai penyebab kesenjangan kinerja antara laki-laki dan perempuan dalam kaitannya dengan tanggapan untuk menguji pertanyaan, yaitu 1). pertanyaan tes bias, 2). format pilihan ganda, 3). kesempatan untuk menebak, dan 4) kendala waktu. Regarding to the evaluation of learning, until now there are still a lot of learning outcomes instruments, whether used by teachers for daily test or by schools for general test , have not met the requirements of an ideal yet i.e.,non biased and scalable standard. Learning outcomes instrumentcontaining bias items would be detrimental to the students who has the same abilities with studentswho answered correctly simply becauseof different groups. In other words, the instrumentscontaining bias items, do not give the same opportunity to answer correctly on the person taking the test with the same abilities, just because they come from different groups. In this case, it could mean the difference in cultures, gender, religion, and more. According to Saifuddin Azwar, four factors suspected as the causes of the performance gapbetween men and women in relation to responses to test questions, namely 1). Bias test questions , 2). multiple-choice format, 3). opportunity toguess, and 4) time constraints. 
EVALUASI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Ismanto, Ismanto
EDUKASIA Vol 9, No 2 (2014): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.463 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  evaluasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui  library research, evaluasi diketahui dengan  menggunakan pengukuran informasi dan informasi hasil penilaian. Hasilnya diukur dengan memberikan skor (angka). Kemudian, skor tersebut dinilai dan ditafsirkan oleh aturan tertentu untuk menentukan tingkat kemampuan pribadi. Selain itu, hasil dari proses penilaian ini selanjutnya dievaluasi untuk menentukan tingkat pencapaian pribadi atau terprogram. Secara umum, ada dua teknik penilaian pendidikan,  yaitu tes dan  non-tes.  Berdasarkan hasil  penelitian   kualitatif  dengan memanfaatkan sumber berupa data atau dokumen, penelitian ini menggambarkan  bagaimana persiapan instrumen berdasarkan kognitif, afektif, dan psikomotor  evaluasi domain. Suatu set tes dan non-tes yang baik sebagai pengukur prestasi harus memiliki kriteria;  validitas, kepraktisan, kehandalan,  dan   ekonomi. Selanjutnya, analisis tes yang sesuai pada evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terdiri dari tingkat kesukaran soal atau indeks kesulitan, daya pembeda, analisis pengecoh, analisis homogenitas item soal, dan efektivitas fungsi opsi.Kata kunci: Pendidikan  Agama Islam (PAI), belajar,evaluasiEVALUATION OF LEARNING RESULT ON ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION:  IDEALS AND  REALITY:  This study was conducted to know the studying result evaluation of Islamic Religious  Education.  The  evaluation  used  by using  information measurement  and asessment  result  information.   Through  library research, the result was measured by giving scores (number) then the score was assessed and interpreted by the rules to determine personal ability  level.  Moreover, the result of the  assessment  process is next evaluated to determine the personal or programmed achievement level. Generally, there are two educational  assessment techniques, namely test and non-test. This qualitative study used some data or document. Afterward, this study described how the preparation of the instrument, based on cognitive, affective, and psychomotor evaluation domains. A set  of good  tests  and non-tes  as achievement  measurer  should have these criteria; validity,  practicability, reliability, and economy. Furthermore, the analysis of test items which is appropriate for Islamic Religious Education  learning evaluation  consists of difficulty index, discriminating power, spieler analysis, item homogeneous analysis, and optional functioning effectiveness.Keywords: Islamic Religious Education, learning outcome evaluation
OBSERVASI SISTEMATIK PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ Ismanto, Ismanto; Irawan, Eka Fery
EDUKASIA Vol 10, No 2 (2015): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.668 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan observasi sistematik pada pembelajaran  Akidah Akhlaq kelas  VII MTs Kedungombo Buaran Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  deskriptif.  Data  yang telah  terkumpul melalui observasi lapangan dan wawancara dengan sumber data, baik primer maupun sekunder dianalisis dengan tahapan model Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa observasi sistematik yang diterapkan di MTs Kedungombo Buaran Mayong Jepara, yakni dengan cara guru mengamati perilaku peserta didik yang telah dipersiapkan kriterianya baik di dalam kelas maupun di luar kelas mulai dari kedisiplinan, tanggungjawab, tenggang rasa, perhatian dan kerajinan sehingga mendapat hasil pembelajaran yang baik. Dengan dilaksanakannya observasi sistematik, guru menjadi lebih aktif dan mengenal karakter serta sikap peserta didik. Di samping itu, peserta didik akan merasa lebih diperhatikan oleh gurunya.kata kunci: observasi sistematik, aqidah akhlaq, perilaku peserta didikTHE APPLICATION OF SYSTEMATIC OBSERVATION ON LEARNING AQIDAH AKHLAQ. This research aims to know the application of systematic observation on Aqidah  Akhlaq  Lesson in Class VII of MTs Kedungombo Buaran Mayong , Jepara. This research uses qualitative descriptive approach. The data that has been collected through field observation and interview with both of the primary and secondary sources were analyzed  with the model of Miles Huberman. The  results  showed  that systematic observation  applied  in MTs Kedungombo  Buaran Mayong Jepara, it was with the way the teacher observes the behavior of learners who have prepared the criteria both in class and outside class ranging from discipline, responsibility, tolerance, thoughtfulness and diligence so that it gets a good learning results. By applying the systematic observations, teacher became more active and get to know the characters and attitudes of learners. Besides, learners will feel more noticed by her teacher.Keywords:  systematic observation, aqidah akhlaq, the behaviour of learners
Keefektifan Model STAD dan Direct Learning Berdasarkan Prestasi dan Minat Belajar Matematika Materi Kesebangunan Bangun Datar Ismanto, Ismanto; Hartono, Hartono
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2: Desember 2014
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran  kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) dengan pembelajaran langsung (direct learning) pada materi kesebangunan bangun datar ditinjau dari prestasi dan  minat  belajar, (2) membandingkan keefektifan antara pembelajaran kooperatif model STAD dan direct learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian terdiri dari empat kelas, sedangkan sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara acak dengan siswa sebanyak 64 siswa. Instrumen penelitian adalah instrumen tes prestasi dan angket minat belajar. Analisis data (statistik inferensial) meliputi: (1) uji t one sample, (2) analisis multivariat dengan Hotelling’s Trace, dan (3) uji lanjut dengan Equal Variances assumed dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran model STAD dan direct learning efektif ditinjau dari prestasi dan minat belajar matematika siswa dan  (2) pembelajaran model STAD lebih efektif daripada direct learning ditinjau dari minat  belajar matematika siswa, tetapi tidak lebih efektif bila ditinjau dari prestasi belajar matematika siswa.Kata kunci: Student Teams Achievement Division (STAD), pembelajaran langsung (direct learning), prestasi, dan minat belajar matematika siswa. The Effectiveness of the STAD and Direct Learning Models in Terms of Learning Achievement and Interest in Mathematics for Topic of Plane Figure Similarity AbstractThe aims of this research were to describe the effectiveness of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model and direct learning in mathematics learning for topic of plane figure similarity in terms of learning achievement and interest in mathematics and compare both of them. This was a quasi-experimental study. The research population comprised four classes. The research sample consisted of two classes, which were randomly selected. The research instruments were an achievement test and a learning interest questionnaire. The data analysis included: (1) one sample t-test, (2) multivariate analysis using Hotelling’s Trace, and (3) a post hoc test using Equal Variances Assumed with significance level of 5%. The results of the study showed that: (1) the STAD and direct learning models were effective in terms of the students’ mathematics learning achievement and interest and (2) the STAD learning model is more effective than direct learning model in terms of the students’ mathematics learning interest, but it wasn’t as effective based on the students’ mathematics learning achievement. Keywords: STAD learning model, direct learning, students’ mathematics learning achievement and  interest
Analisis Fungsi Alokasi Keuangan Daerah (Studi pada bidang Pendidikan dan Kesehatan di Propinsi Banten) Ismanto, Ismanto
Jurnal Administrasi Publik Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.479 KB)

Abstract

Policy mismatch is the relevant term to describe the inconsistence between problems met by the people and financial policy being chosen. Improper quality of public services especially in health and education did not correlate significantly with the provincial financial policy. The problem of accessibility and service quality in both fields is not progressively getting better. Although the amount of annual government’s expenditure in both field always increase, the percentage is getting reduced yearly. As the result, the financial allocation function did not effectively work to overcome those problems. And finally, as public goods, the availability and accessibility of health and education services can not prevalently being consumed by the people.
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TAHFIDZ AL-QUR’AN DI MADRASAH ALIYAH Prawindar Wulan, Devi Ayu; Ismanto, Ismanto
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.728 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan ekstrakurikuler tahfidz al-Qur’an di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Raudlatus Shibyan Peganjaran Bae Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) (Mahmud, 2011: 31),dengan lokasi di rumah pembina kegiatan ekstrakurikuler tahfidz al-Qur’an dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini melibatkan kepala madrasah, pembina kegiatan tahfidz al-Qur’an dan peserta didik putra dan putri. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles Huberman (Sugiyono, 2012: 337) dengan tiga langkah yaitu reduksi data meliputi kegiatan pembelajaran tahfidz al-Qur’an, muraja’ah, setoran dan evaluasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini adalah: pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler tahfidz al-Qur’an di rumah pembina, dengan empat tahapan yang saling berkesinambungan, yaitu 1) kegiatan pembelajaran tahfidz al-Qur’an di mana peserta didik belajar kaidah ilmu tajwid, ghorib, dan makhorijul khuruf; 2) kegiatan muraja’ah yakni mengulang-ulang hafalan, ada dua cara dalam melakukan muraja’ah yakni sendiri dan dapat pula dilakukan berpasangan sesama peserta didik putra atau putri atau disebut sema’an; 3) kegiatan setoran hafalan yakni peserta didik menyetorkan hafalan kepada pembina sebanyak satu muka halaman al-Qur’an; 4) kegiatan evaluasi kenaikan juz di mana peserta didik yang sudah mencapai hafalan satu juz akan mengikuti evaluasi tersebut, hal yang menjadi bahan evaluasi yakni makhorijul khuruf, tajwid, tilawah/ bacaan terhadap ayat-ayat al-Qur’an, serta kefasihan dan kelancaran dalam membaca. Empat kegiatan ini berkesinambungan dan bersifat siklis.Kata Kunci : pembelajaran tahfidz al-Qur’an, muraja’ah, sema’an, setoran, evaluasi
Rancang Bangun Alat Pengendali Lampu pada Sistem Informasi Penjadwalan Menggunakan Arduino Uno R3 Berbasis Web Ismanto, Ismanto; Sulistiyasni, Sulistiyasni; Mahmudah, Dewi Erla
Jurnal Teknologi Informasi, Ilmu Komputer dan Manajemen Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : LPPM STMIK Widya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.85 KB)

Abstract

The use of electric power must be wise and efficient. For that we need a way to control the use of electrical power to be automatic and easy. The author tries to make design of light controller in scheduling information system using Arduino Uno R3 web based. Design of light controller tool on web-based scheduling information system is using prototype method. Where the cycle of design and development is quite simple that is through 3 stages starting from Listen to Customer,Design and Building and for the next Test Drive and Evaluations.The result of design of light controller in scheduling information system using Arduino Uno R3 web based after tested by 15 testers product obtained product value 92.66 which means above the minimum value of the product set is 75. And usability test using questionnaire method to assess Aspects of Learnability, Efficiency, Memorability, Errors and Satisfactions (LEMES) where the lowest average value of all aspects is 4.58 which means above the minimum limit ie the middle value is based on the Likert scale 1 - 5.
Peran Pustakawan Dalam Literasi Informasi Bagi Pemustaka Ismanto, Ismanto
Buletin Perpustakaan No 58 November 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan derasnya arus informasi di berbagai pusat informasi menjadikan tantangan tersendiri bagai Perpustakaan maupun pustakawan dalam membantu, membimbing, mengarahkan pemustaka agar selalu memanfaatkan sumber-sumber informasi dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Salah satu cara adalah literasi informasi, karena dengan cara ini sangat membantu pemustaka dalam menelusur berbagai sumber informasi di perpustakaan yang diperlukan. Hal ini telah dilaksanakan oleh Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia kepada Mahasiswa baru. Setelah mengikuti literasi informasi, pemustaka lebih senang dalam menelusur sumber informasi tanpa bantuan pustakawan dibandingkan bagi pemustaka yang belum mengikuti literasi informasi. Disamping itu juga sangat membantu dan meringankan pustakawan dalam kinerjanya, karena pemustaka sudah familiar dalam mencari dan menelusur sumber informasi di perpustakaan tanpa bantuan pustakawan. Ini merupakan indikator bagi perpustakaan dan pustakawan dalam memberikan kontribusi nyata dan dapat dirasakan secara langsung oleh pemustaka. Peran pustakawan dalam memberikan literasi informasi sangat ditunjukkan oleh pustakawan sebagai tenaga yang professional. Literasi informasi ini dapat dilakukan dengan cara ceramah, konseling, penyebaran buku panduan, pamplet, brosur maupun cara promosi.