Norman Iskandar
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI RENDAHNYA MAINTENANCE BETWEEN FAILURE (MTBF) PADA POMPA VERTIKAL

ROTASI Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memproduksi bahan bakar minyak dan gas dibutuhkan peralatan-peralatan penunjang seperti turbin, tungku pembakaran, boiler, blower, pompa dan lain-lain. Peralatan-peralatan ini  harus dalam kondisi prima karena tanpa peralatan ini produksi tidak dapat berjalan. Peralatan-peralatan ini harus memiliki kehandalan, efisiensi dan ketahanan yang baik. Untuk menujang hal tersebut dibutuhkan riset, analisa serta manajemen perawatan yang baik. Salah satu peralatan dalam dunia industri MIGAS adalah pompa sentrifugal dengan poros vertikal atau sering disebut pompa vertikal. Pada kasus pompa vertikal ini digunakan untuk mengalirkan slop oil dari CDU (Crude Distillation Unit) dan ARHDM (Atmospheric Residue Hydrodemetalizzation) menuju RCC (Residue Catalytic Cracking). Pada penggunaan pompa vertikal sering terjadi rendahnya anatara waktu pemakaian dengan perawatan yang telah ditentukan atau yang disebut rendahnya MTBF (maintenance time between failure). Pompa vertikal yang seharusnya dilakukan preventive maintenace setahun sekali tetapi sudah mengalami kerusakan sebelum satu tahun.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendahnya MTBF dan terjadinya kegagalan. Metode yang  dilakukan analisa  dan   antara sumur dan pompa dengan temperatur 40ºC dan 50ºC  serta analisa tinggi fluida dan panjang poros. Untuk analisa  dan   bertujuan apakah nilai  lebih besar dari . Sedangkan  analisa tinggi fluida dan panjang poros bertujuan apakah pompa vertikal memiliki lowest allowable liquid level yang diizinkan. Lowest allowable liquid level merupakan batas toleransi tinggi fluida didalam sumur terhadap impeller agar impeller tetap terendam fluida.  Dari hasil  perhitungan  dan analisa bahwa nilai  >   dengan nilai untuk temperatur 40ºC adalah 9,42 meter dan pada temperatur 50ºC adalah 9,02 meter. Untuk pompa vertikal yang memiliki lowest allowable liquid level diluar dibawah standar impeller mengalami kavitasi ringan

STUDI ANALISIS PENGARUH VARIASI BEBAN DAN KECEPATAN TERHADAP LAJU KEAUSAN DIES PADA PROSES COLD UPSET FORGING ALUMINIUM DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS FEM

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses micro forming perambatan dan pertumbuhan panas di pandang sebagai sebuahfenomena yang signifikan karena panas ini akan mempengaruhi proses pelumasan, tool life,microstruktur serta tentunya adalah sifat akhir dari produk yang dihasilkan. Energi mekanisdalam proses forging sebagian akan dirubah menjadi panas dimana panas ini timbul akibatadanya deformasi plastis serta gesekan dengan diesnya. Dalam proses forging yangmenggunakan sistem drop hammer, kombinasi dari variasi beban dan kecepatan tumbukanadalah variabel yang harus dikontrol untuk menciptakan energi yang optimum danmeminimalkan efek samping kerusakan pada die. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihatpengaruh variasi beban dan kecepatan jatuh terhadap kualitas dimensi produk yangdihasilkan dan efek wear yang muncul pada dies. Metode yang digunakan adalah denganmenggunakan Software Deform untuk melakukan simulasi prosesnya. Kondisi yang dimasukanadalah set up temperatur 20oC, variasi beban 75N, 85N, 95N, 105N, 115N, 125N denganketinggian jatuh beban adalah 25, 50, dan 75 mm. Material yang digunakan adalahAluminium murni dalam kategori jenis komersil berdimensi diameter 1,5mm dan panjang 5mm.Kata kunci: upset forging, aluminium, FEM, dies, wear

Pengaruh Jarak Penembakan pada Pelapisan 95MXC Terhadap Sifat Kekerasan dan Keausan Material SS 304 dengan metode Twin Wire Arc Spray (TWAS)

ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.087 KB)

Abstract

Proses pelapisan pada SS 304 dengan metode thermal spray dapat di pertimbangkan sebagai metode untuk peningkatan ketahan aus. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak penembakan pada proses pelapisan SS 304 dengan metode twin wire arc spray coating terhadap peningkatan ketahanan aus dengan material coating 95MXC. Variasi jarak penembakan yang digunakan adalah 100 mm, 200 mm, 300 mm dan 400 mm dengan air pressure 4 bar. Dari hasil penelitian, pada jarak penembakan 100 mm menghasilkan nilai kekerasan 1227 HV, nilai laju keuasan 4,0x10-4 mm3/s, nilai presentase porositas dan unmelt 9,278% dan kekuatan lekat coating sebesar 22,62 MPa. Semakin dekat jarak penembakan, nilai kekerasan yang dihasilkan akan semakin tinggi sehingga nilai laju keausan yang didapatkan menurun. Hal tersebut dikarenakan rendahnya nilai presentase porositas dan unmelt.

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PRODUK HASIL PROSES MICRO FORGING PADA MATERIAL ALUMINIUM, DENGAN SISTEM CLOSED DIE FORGING PADA KONDISI COLD DAN HOT WORKING SECARA EKSPERIMENTAL DAN ANALISA DENGAN FEM

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, komponen yang berskala kecil-micro semakin luas digunakan. Hal ini menjadikan tantangan baru, karena ternyata karakteristik dasar maupun prosesnya tidaklah sama ketika suatu material dibuat dalam bentuk yang sama namun dimensi ukurannya berbeda. Hal-hal yang kadang tidak signifikan dalam pembuatan  produk berdimensi besar, ternyata sangat signifikan pada produk yang dibuat dalam dimensi mini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan karakteristik dari produk yang terbuat dari material aluminium murni guna pembuatan komponen micro dengan menggunakan proses forging, sistem closed die forging yang dikerjakan pada kondisi Cold workong dan Hot working. Kondisi cold working  dalam temperatur ruangan 20oC  sedangkan kondisi hotworking pada temperatur 200oC dan dengan menggunakan variasi pembebanan 75N,85N, 95N, 105N, 115N, 125N. Serta set up ketinggian jatuh beban setinggi 25mm. Penelitian dilakukan dengan cara eksperimen dan dengan penggunaan Software berbasis FEM Deform 2D. Kata kunci: micro forging, aluminium, closed die, FEM

OPTIMALISASI BESARNYA SUDUT POTONG PAHAT PADA PROSES ROUGHING AISI 1040 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemesinan dengan gaya pemotongan yang kecil akan menurunkan pemakaian daya listrik, meningkatkan kualitas produk dan menurunkan laju keausan pahat. Salah satu cara yang dilakukan untuk menurunkan gaya pemotongan adalah dengan mengoptimasi besarnya sudut potong pahat. Selama proses roughing gaya pemotongan relatif tinggi, dan umumnya menggunakan sudut potong pahat negatif. Pada makalah ini dibahas pengaruh besarnya sudut potong pahat negatif pada proses bubut tehadap gaya pemotongan, dengan tujuan untuk mengetahui besarnya sudut potong pahat yang paling optimal. Metode penelitian dilakukan dengan pemodelan menggunakan sofware Finite Element Method (FEM) dan material yang digunakan adalah baja AISI 1040. Simulasi dilakukan pada sudut potong -15° sampai 0°. Hasil dari simulasi kemudian dibandingkan dengan hasil empirik berdasarkan pendekatan dari Kienzle dan hasil eksperimental oleh Günay, M., dkk (2005). Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa gaya pemotongan akan menurun sebanding dengan pergerakan sudut potong pahat dari -15⁰ sampai 0⁰, sedangkan perbedaan hasil simulasi FEM dengan hasil empirik adalah 12,94% dan dengan hasil eksperimen adalah 16,10%. Kata kunci: sudut potong pahat, gaya pemotongan, FEM, roughing, bubut.

SIMULASI PROSES PEMESINAN MENGGUNAKAN UDARA-DINGIN DENGAN TABUNG VORTEK

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemesinan dengan menggunakan pendinginan udara merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya produksi dan menerapkan proses pemesinan yang ramah lingkungan. Dalam rangka memperbesar efektivitas proses pendinginan, udara yang digunakan harus bersuhu rendah. Hal ini dimaksudkan untuk memperbesar margin temperatur antara udara pendingin dan permukaan pahat/benda kerja, sehingga laju pendinginan menjadi lebih besar. Pada proses pemesinan, udara-dingin ini dapat diperoleh menggunakan tabung vortek. Pada makalah ini dibahas penggunaan udara-dingin pada proses pemesinan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya penurunan temperatur pahat. Metode penelitian dilakukan dengan pemodelan proses pemesinan bubut menggunakan software finite element method (FEM). Simulasi dilakukan pada temperatur udara pendingin -55°C dan 20°C dengan tekanan penyemprotan 0,5–6 bar. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa efektifitas pendinginan menggunakan udara-dingin lebih tinggi dibandingkan dengan pendinginan dengan udara temperatur lingkungan. Kata kunci: tabung vortek, udara-dingin, FEM, pemesinan ramah lingkungan.

PERANCANGAN SOFTWARE BILLBOARD 1.1: PERANGKAT LUNAK UNTUK MENGHITUNG KEKUATAN PAPAN REKLAME

JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan adalah media propaganda yang berfungsi menawarkan barang dagangan atau jasa kepada masyarakat. Iklan menggunakan papan reklame cukup informatif karena ditePatkan pada titik – titik sebuah sentral area. Akan tetapi, tidak sedikit kejadian papan reklame yang rusak oleh angin. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kekuatan papan reklame dengan mempertimbangkan: dimensi papan reklame, dimensi tiang penyangga, ketinggian papan reklame dan kecepatan angin. Data kecepatan angin diambil di Kota Semarang selama 10 tahun terakhir. Dari penelitian ini akan dilakukan desain rumus analitik untuk menghitung kekuatan papan reklame jenis single pole dengan dimensi 2x4 m2, 3x5 m2, 4x6 m2, 4x8 m2, dan 5x10 m2 menggunakan teori tegangan normal, kemudian dengan menggunakan bahasa C# rumus analitik didesain software. Dari survey dan pengujian tarik didapatkan data untuk penelitian berupa kecepatan angin kota Semarang sebesar 67 km/jam, kekuatan luluh material pipa galvanis dan besi hitam sebesar 379,67 x 106 Pa dan 370,86 x 106 Pa. Dari hasil penelitian konstruksi yang ada didapat hasil perhitungan menggunakan persamaan analitik yang telah dilakukan pada papan reklame dengan ukuran 2x4 m2 menghasilkan nilai kekuatan sebesar 133,98 x 106   Pa dan dinyatakan dalam kondisi tidak aman karena nilai kekuatannya melebihi nilai kekuatan yield material galvanis. Hal ini menunjukkan bahwa diameter, ketebalan dan tinggi tiang penyangga memiliki pengaruh penting dalam mendesain faktor keamanan papan reklame. Penelitian ini dikembangkan dengan software BB version 1.1.

KETAHANAN BALISTIK LEMBARAN BAJA PADA BERBAGAI SUDUT TEMBAK

ROTASI VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : ROTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.88 KB)

Abstract

Results of study on the performance of 0.4 mm mild steel plate when impacted by 4.5 mm diameter steel ogive-shaped projectile at 45o, 60o (oblique impact) and 90 o (normal impact) angles of attack are presented. The projectiles were fired at highest velocity using air riffle gun. The target-holding fixture was located at a distance of 2 m from the gun. Experimental results show that steel plate provides protection at 45o and 60o obliquity, but fails to provide protection at angle of attack of 90o (normal impact)

PERUBAHAN NILAI KEKERASAN DAN KONDUKTIVITAS LISTRIK ALUMINIUM AKIBAT PROSES EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING (ECAP)

ROTASI Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.146 KB)

Abstract

In current study, Equal Channel Angular Pressing (ECAP) process was applied to pure aluminium rod. The effect of the number of passes on hardness and electrical conductivity ECAP samples was investigated. The dimensions of ECAP die for 12 mmm diameter workpieces are designed with intersect angle of 120o. The experiments were carried out by using samples cut from an ingot and a rod and machined to a size of 12 mm in diameter and 50 mm in length. The workpiece was pressed into the ECAP die up to 7 passes at room temperature.After deformation, all samples were subjected to a hardness test, an electrical conductivity test and for optical microscope study. The hardness measurement of the ECAP samples suggested that enhanced hardness would be obtained by repeating ECAP process.Increasing the electrical conductivity of the ECAP samples indicatesthat there is no dislocation formation due to increasing plastic deformation in ECAP process

KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN MEKANIK JENDELA KAPAL PRODUK UMKM BERBAHAN BAKU LIMBAH ALUMINIUM

JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The needs of shipping components made from aluminum is increasing. This needs not only for production of new ships but also for old ships spare part. This makes many small and medium industries growing and developing to work in this field. Most of small foundry industry do not use pure aluminum material, but utilizing scrap or reject material from the previous casting material. So this is affect the outcome and quality of the product. UMKM from Tegal City is one of central foundry industry which is the main product is ships component. But the product that produced by this UMKM has been no have any testing on the physical and mechanical properties so that do not have the technical specifications and standards for the manufacturing of ship component. This study aims to examine the mechanical and physical properties of ship window aluminum alloy produced by UMKM toward international ship company quality standards for ship components. Metal casting conducted by using sand casting and examined its physical properties and mechanical properties with a variety of testing methods. The test includes electrical conductivity, hardness, ultimate tensile strength calculations, density, and composition test. The results of the study showed that the material for ship windows produced by UMKM in Tegal is comply the standards, with content for aluminum type is 213.0 or Al-Cu alloy, with the hardness and UTS values 48,8 HRB and 318,67 MPa.