M I Iskandar
Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor Telp./Fax (0251) 8633378, 8633413

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH KADAR PEREKAT TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL AMPAS TEBU Iskandar, M I; Supriadi, Achmad
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papan partikel adalah salah satu jenis produk kayu rekonstitusi, pembuatannya masih bertumpu pada bahan kayu konvensional dari hutan alam, yang keberadaanya telah terbatas dan langka. Sebagai akibatnya, penggunaan kayu alternatif atau bahan berserat ligno-selulosa lain patut mendapat pertimbangan, karena potensinya melimpah dan masih belum banyak digunakan, seperti ampas tebu (bagasse) limbah pabrik gula. Penelitan pembuatan papan partikel menggunakan partikel ampas tebu dengan perekat urea-formaldehida (UF) bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar perekat terhadap sifat fisis dan mekanis dari papan partikel yang dihasilkan. Ukuran papan partikel yang dibuat adalah 30 cm x 30 cm x 1 cm dengan target kerapatan 0,60 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar UF berpengaruh terhadap pengembangan tebal, penyerapan air, dan meningkatkan modulus patah, modulus elastisitas dan kuat cabut sekrup, tetapi tidak mengakibatkan perubahan terhadap kerapatan, kadar air dan keteguhan rekat. Kadar air dan modulus patah papan partikel yang memenuhi standar Indonesia, standar Jepang dan standar FAO baik secara parsial atau keseluruhan. Berdasarkan nilai kerapatan, papan partikel hasil percobaan ini lebih cocok untuk digunakan sebagai penyekat ruangan dan daun meja berangka. Papan partikel yang berprospek adalah yang menggunakan perekat UF kadar 8%. Kata kunci : Papan partikel, ampas tebu, perekat UF, sifat fisis dan mekanis, standar
PENGARUH BESARAN KEMPA TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL SERUTAN KAYU Iskandar, M I; Supriadi, Achmad
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2015.513 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.3.226-233

Abstract

Dalam pengerjaan kayu gmelina dihasilkan banyak limbah serutan. Limbah ini dapat dimanfaat kan sebagai bahan baku produk papan partikel. Dalam penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan papan partikel dari serutan gmelina dengan variasi tekanan. Perekat yang digunakan adalah urea formaldehida (UF) cair, dengan tekanan kempa bervariasi yaitu 15 kg/cm2, 20 kg/cm2dan 25 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel serutan kayu termasuk papan partikel berkerapatan sedang, yaitu rata-rata 0,67 g/cm3. Sifat fisis mekanis papan partikel serutan kayu yang memenuhi standar Indonesia dan Jepang adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal dan keteguhan patah. Namun demikian yang memenuhi standar FAO adalah kerapatan dan pengembangan tebal. Terdapat kecenderungan makin tinggi tekanan kempa makin baik sifat papan partikel, meskipun secara statistik tekanan kempa tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel serutan kayu.
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS ENAM JENIS KAYU UNTUK HUTAN TANAMAN INDUSTRI Memed, Rodjak; Iskandar, M I; Sutigno, Paribotro
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4666.226 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1990.7.4.139 - 145

Abstract

The characteristics studied are peeling  properties, physical properties of  the  veneer,  gluing  properties  and  some physical   and  mechanical  properties of  the  plywood  (both   triplex and  multiplex).All logs from 6 wood species could be peeled satisfactorily in cold condition. Veneer  of  1.5 mm  thickness could be produced at cutting angle  between  90° 30’- 92°.Average shrinkage of  the  veneer is 6.52% and  average veneer  swelling  from  oven  dry to air dry condition is 4.11%. Water resistant bonding  strength for all wood species  studied meet  Indonesian, Japanese and German  standard. Average thichness  reduction  due to pressing in the plywood  manufacturing  process  is 0.31mm.  The mechanical  properties of plywood vary among  the wood  species.
SIFAT KAYU LAPIS PINUS DENGAN BEBERAPA MACAM KETEBALAN Kliwon, Suwandi; Iskandar, M I; Sutigno, Paribotro
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4821.811 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1988.5.3.157-161

Abstract

Experimental plywood  panels   were  made  from   bolts  of  tapped  and  untapped Pinus  merkusii  trees  obtained   from East Java.  The  bolts  were rotary peeled   into  veneers  of  1.5   mm,  2.0  mm  and 3.0  mm  thick.  Veneer  of  1.5 mm  was  exclusively   used  as face  veneer  and  others  for  core. Plywood   panels   were  glued  with  urea  formaldehyde resin. Plywood were made  with 5 thickness variation (5.00 mm, 6.00 mm, 7.5 mm, 9.0 mm  and 12.00  mm).                                    The  physical   and  mechanical  properties   of  all panels   were  tested  according   to  the ASTM   standard,  and  bonding strength   of  plywood  was  tested   according  to  Indonesian,   Japanese  (JAS)  and  Germany (DIN)  standards. The  results indicated that  there  is no  significant   difference   in  moisture   content,   density   of  plywood  made  tapped  and  untapped pine   wood.                                                                                                                 Mechanical  properties   of  plywood (bending  strength, tensile  strength   and  compression   strength)   were significant difference   made of tapped  and untapped  pine  wood  also vice versa with  its thickness variation.Bonding  of glue  of plywood  there  is no significant  difference made  tapped  and untapped  pine  wood. Only plywood which tested  its  bonding  strength   using  Germany   standard  indicated  significant  shear strength  of plywood  with  thick­ ness 5.00 mm  is better  than that  of  the 6.00  mm  thickness.Modulus  of rupture  and compression  strength  of  tapped pine plywood are better than the untapped one.
PENGARUH BESARAN KEMPA TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL SERUTAN KAYU Iskandar, M I; Supriadi, Achmad
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2015.513 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.3.226-233

Abstract

Dalam pengerjaan kayu gmelina dihasilkan banyak limbah serutan. Limbah ini dapat dimanfaat kan sebagai bahan baku produk papan partikel. Dalam penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan papan partikel dari serutan gmelina dengan variasi tekanan. Perekat yang digunakan adalah urea formaldehida (UF) cair, dengan tekanan kempa bervariasi yaitu 15 kg/cm2, 20 kg/cm2dan 25 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel serutan kayu termasuk papan partikel berkerapatan sedang, yaitu rata-rata 0,67 g/cm3. Sifat fisis mekanis papan partikel serutan kayu yang memenuhi standar Indonesia dan Jepang adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal dan keteguhan patah. Namun demikian yang memenuhi standar FAO adalah kerapatan dan pengembangan tebal. Terdapat kecenderungan makin tinggi tekanan kempa makin baik sifat papan partikel, meskipun secara statistik tekanan kempa tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel serutan kayu.
SIFAT PAPAN BLOK DENGAN INTI LIMBAH EKSPLOITASI HUTAN LAMPUNG Kliwon, Suwandi; Iskandar, M I; Sutigno, Paribotro
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3182.628 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1987.4.2.16-20

Abstract

Blockboards   of six wood species of  logging  waste from  Lampung as core strip material were manufactured in the laboratory, and  their physical  and mechanical properties were tested.The average value of  moisture  content, board density  and strip  density  were 10.09%, 0.63  g/cm3  and 0.49  g/cm3, respectively.  Bending strength parallel to the grain varied between  690.47 kg/cm2  (red meranti)  and 1041.99 kg/cm2 (keruing).  The bending strength  perpendicular   to the grain varied between 112.40 kglcm2 (Bima) and 319.90 kg/cm2 (Pulai), and bending strength parallel to the grain were significantly affected by wood species, but bending strength  perpendicular to the grain  were not. 
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS BEBERAPA JENIS KAYU INDONESIA Kliwon, Suwandi; Iskandar, M I; Sutigno, Paribotro
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13552.353 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1986.3.4.1-8

Abstract

This report  deals with peeling,  physical  and  mechanical properties  of  veneer and some physicai   and  mechanical properties  of  plywood (triply)  of  16 wood species from  East  Kalimantan  and  1 species from   West  Java.  The logs  of  all wood species tested could  be peeled  without heating or steaming.   Veneer of 0.9 mm  and 1.5 mm  in thickness  could be peeled  at cutting  angles between  89° and 92°.The yield  of green veneer was 46. 7%  and the average shrinkage  was 10. 7%  with a minimum   of  5.9% (jabon) and  maximum   of  13.9%  (merembung).   Thickness  swelling from  oven dry to air dry varied between 2. 7%  (medang tanduk)  and 3.9%(nyatoh)  with an average of 3.4%.The bonding strength  of plywood  made  of 5 wood species (29. 4%) was in complience  with the Indonesian  standard for  type  II  or water resistant,  11 wood species (64. 7%) with  Japanese  standard  and  6 species (35.3%) with German standard.The average thickness reduction  due to pressing  pressure  was 0.23 mm  with minimum  of 0. 07 mm (buah sayap)  and  maximum  of 0.44 mm (merant imerah).The specific gravity  of  wood used in this experiment  varied between 0.30  (merembung)  and 0. 80 (kapur).  The specific gravity  of plywood ranged from   0.46 (jabon) to 0.89 (medang tanduk).The  average values of  bending  strength  parallel  and perpendicular  to grain of  3 mm  triply  were 1221.29 kg/cm2   and  603.68 kg/cm2, respectively.  The tensile strength parallel and perpendicular  to grain were 625.95 kg/cm2  and 539.93 kg/cm2,  respectively.  The average values for bending strength parallel and perpendicular  to grain of 4 mm triply were  1096.31 kg/cm2  and 398.8 kg/cm2,   respectively.  The tensile  strengths parallel and perpendicular  to grain were 696.46 kg!/cm2  and 443.95 kg/cm2, and 443.95 kg/cm2.   respectively.
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS ENAM JENIS KAYU DARI IRIAN JAYA Iskandar, M I; Kliwon, Suwandi; Sutigno, Paribntro
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4704.941 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1989.6.2.83 - 89

Abstract

A  study   result on  the  suitability  of  wood  species  from  Irian Jaya as raw material for veneer and plywood  is reported  in this paper.  This  study   consisted  log  peeling  characteristic,  veneer  property,  some physical  and mechanical properties of  plywood   (triplex  and multiplex).All  of  the  logs from  6 wood  species  could  be peeled  in cold  condition, producing 1.5   mm veneer at a cutting  angle between   920-92°30-The  average shrinkage  of  veneer  is  7.99%,    with  a  minimum of  6. 74% (sehiega) and  maximum   of  9. 71 %  (petuon).  Veneer  swelling from oven-dry  to air-dry  condition varied between   2. 68% (katulampa)  and 4.01 % (petuon)  with  an   average  of 3.19%.The  bonding  strength  of plywood   for  type  11  from  6 wood  species  (100%)  conforms  with  the Indonesian  Standard6 wood species  (100%)  with Japanese Standard  and 6 species  (100%)  with German Standard.The specific  gravity  of   multiplex    is  higher  than  triplex.  Some  mechanical  properties of  multiplex are higher  than triplex
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS 7 JENIS KAYU DARI MALUKU Iskandar, M I; Kliwon, Suwandi; Sutigno, Paribotro
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3736.451 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1987.4.2.36-41

Abstract

 The characteristics studied  are peeling properties,  physical  properties  of  the veneer, gluing properties  and some physical  and  mechanical properties  of  the plywood   (both  triplex and multiplex).All logs from the 7 wood species could be peeled satisfactorily  in cold condition.   Veneer of  0.9 mm and 1.5  mm thickness  could be produced at a cutting  angle between  91°-93°.Average shrinkage  of  the veneer is 7%.  Average swelling from oven dry condition  is 3%.Water resistant,  bonding  strength  for all wood  species studied  meet Indonesian,   Japanese  and German standards. Average thickness reduction due to pressing in the plywood   manufacturing  process  is 0.15 mm.Specific  gravity  of  the plywood   is about  6 percent  higher than that  of  the wood from   which it is made  of
SIFAT VENIR DAN KAYU LAPIS LIMA JENIS KAYU HUTAN TANAMAN INDUSTRI Rozak, Memed; Iskandar, M I; Sutigno, Paribotro
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4222.489 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1988.5.3.143-147

Abstract

Five  Indonesian wood species were investigated for their veneer  and plywood properties.    These species  include are  meranti merah  (Shorea  stenoptera  Burck.),   akasia (Acacia magnium  Willd.),  ampupu T (Eucalyptus urophylla), ampupu  A (Eucalyptus  urophylla) and ekaliptus  (Eucalvptus platiphvlla F.v.M).                    .                                                                             Four  wood species were peeled  in cold condition.  Only ekaliptus  was found  unsuitable  for peelling due  to high density and  the  interwoven nature  of  the fibers. Veneer  of 1.5 mm  thickness could be produced satistactorily at a cutting angle between 90o­92°.                                                                                                                                                                                                    Average  shrinkage of  the  veneer  is  8.28%.  Average swelling  from oven dry  condition  to completely saturabed is 3.76%. Water resistance bonding  strength  for all wood  species studied  was m conformity   with the  Indonesian,  Japanese, and German standards.  Average thickness  reduction  due to pressing  pressure during plywood   making is  0,24 mm.               .Average  specific  gravity of  the plywood  appeared  to  0.048 be percent higher  than  that  of  the  wood  from  which they  are made of.