Cut Dahlia Iskandar
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERIAN EKSTRAK EPIDIDIMIS BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING JANTAN LOKAL Akmal, Muslim; Siregar, Tongku Nizwan; Wahyuni, Sri; Hambal, Muhammad; S, Sugito; A, Amiruddin; S, Syafruddin; R, Roslizawaty; Z, Zainuddin; Adam, Mulyadi; G, Gholib; Iskandar, Cut Dahlia; R, Rinidar; Asmilia, Nuzul; H, Hamny; J, Joharsyah; S, Suriadi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.3 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2839

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak epididimis (EE) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan  lokal. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor kambing jantan lokal, berumur 1,5 tahun dengan bobot badan 10-15 kg dan dibagi atas empat kelompok (K0, KP1, KP2, dan KP3). Kelompok K0, hanya diinjeksi dengan NaCl fisiologis sedangkan kelompok KP1, KP2, dan KP3 diinjeksi EE masing-masing 1, 2, dan 3 ml/ekor selama 13 hari berturut-turut. Pada hari ke-14, dilakukan pengambilan semen kambing dengan elektroejakulator dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EE dengan dosis 1 dan 3 ml/ekor EE selama 13 hari berturut-turut menyebabkan peningkatan kualitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa EE berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa pada kambing jantan lokal.
Prediksi Kadar Protein dan Lemak Daging Sapi Aceh Menggunakan Aplikasi Near Infrared Reflectunce Spectroscopy (NIRS) Rotua, Nirma; Ferasyi, Teuku Reza; Iskandar, Cut Dahlia; Zuhrawati, Zuhrawati; Herrialfian, Herrialfian; Helmi, Teuku Zahrial
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.876 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  kemampuan teknologi NIRS guna memprediksi kadar lemak dan protein daging sapi aceh. Penentuan kadar protein dan lemak daging sapi aceh dilakukan pada regio Longissimus dorsi. Sampel diperoleh dari pasar Peunayong dan Lambaro, meliputi 2 sampel daging dengan masing-masing daging 3 kali pengulangan. Penelitian ini  menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk menentukan kandungan protein dan lemak daging sapi aceh  Hasil penelitian ini menunjukan  bahwa nilai aktual laboratorium dengan nilai prediksi NIRS memperoleh nilai yang akurat ditunjukkan dengan masing-masing R-square prediksi kadar protein dan lemak daging sapi aceh 0,99 dan 0,99 yaitu variabel prediksi terbaik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah NIRS mampu memprediksi kadar protein dan lemak daging sapi aceh dengan sangat baik karena diperoleh nilai aktual dengan nilai prediksi dan metode NIRS dapat memprediksi kadar protein dan lemak daging sapi aceh secara akurat, karena diperoleh nilai R² = 0,99.This study aims to know the ability of NIRS technology to predicted  of fat  and protein content of aceh beef. Determination of protein and  fat content of aceh beef  was done in the Longissimus dorsi region. This research used Principal Component Analysis (PCA) method to determine protein  and  fat content of aceh beef. Samples were obtained from Peunayong and Lambaro markets. Sampled beef consisted of beef 2 samples with 3 repetition. The results of this study showed that the actual value of the laboratory with a predicted value of NIRS obtained an accurate value indicated by each R-square prediction protein  and fat content of aceh beef aceh  of 0.99 and 0.99 was the best predictive variable. It can be concluded that NIRS was able to predict the levels of protein and fat of beef as accurately. The conclusion of this study were that NIRS was able to predicted the protein and fat content of aceh beef very well because it was obtained by the actual value with prediction value and the NIRS method can predict the protein and fat content of beef aceh accurately, because the value of  R² = 0,99.  
PENGARUH DEPOSISI SEMEN SAAT INSEMINASI BUATAN TERHADAP ANGKA KEBUNTINGAN SAPI (The Effect of Semen Deposition During Artificial Insemination on Pregnancy Rate in Cows) dana, wanti dessi; hamdan, hamdan; panjaitan, budianto; riady, ginta; wahyuni, sri; iskandar, cut dahlia
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.876 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4812

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh deposisi semen saat inseminasi buatan terhadap angka kebuntingan sapi. Responden dalam penelitian ini adalah petugas inseminator profesional (bersertifikat) yang bertugas di Kecamatan Kuta Cot Glie, Krueng Barona Jaya, dan Blang Bintang. Jumlah sampel responden untuk angka kebuntingan pada penelitian ini adalah sapi-sapi betina yang ada di tiga kecamatan di Aceh Besar tersebut yang siap untuk diinseminasi selama bulan April sampai Mei 2017. Hasil dari penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan deposisi semen pada cincin serviks ketiga lebih rendah dibandingkan dengan deposisi semen pada cincin serviks keempat dengan persentase non return rate (60-90 hari) pada responden  I, II dan III secara berturut-turut adalah 80,56% ; 87,64%  dan 94,55%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa angka kebuntingan pada deposisi semen cincin serviks keempat lebih tinggi dari pada deposisi semen pada cincin serviks ketiga. ABSTRACTThe aims of study was to determine the effect of semen deposition during artificial insemination on pregnancy rate cow. Respondents in this research are professional inseminator (certified) from Kecamatan Kuta Cot Glie, Krueng Barona Jaya and Blang Bintang. The number of respondent samples for pregnancy rate in this study were female cows in three subdistricts in Aceh Besar that available for artifial inseminated during April and May 2017. The data of this study were analyzed descriptively. The results of this study indicated that the position at the fourth cervical ring of semen deposition has the higher pregnancy rate with the percentage of NRR (60-90 days) on the respondent I, II and III respectively is 80.56%; 87.64% and 94.55%. Based on the results of the research can be concluded that pregnancy rate on the fourth cervical ring semen deposition better was than semen deposition on the third cervical ring semen deposition.
HISTOPATOLOGI KULIT MENCIT (Mus musculus) FASE REMODELING PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT DENGAN SALEP GETAH JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn) Nanda, Yunita; Salim, M. Nur; Iskandar, Cut Dahlia
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.876 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.5476

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep getah jarak pagar pada fase remodeling penyembuhan luka sayat kulit mencit. Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan sebanyak 9 ekor, berat 25-40 gram dan berumur 2-3 bulan, dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ekor mencit. Setiap kelompok sampel dilakukan perawatan luka terbuka dengan intensitas yang sama yaitu dua kali sehari selama 10 hari. Pada kelompok P1 diberi Vaselin kuning, kelompok P2 diberi getah jarak pagar 10%, dan P3 diberi Gentamicin 0,1%. Parameter yang diukur adalah skor kolagen pada setiap kelompok perlakuan. Data kuantitatif diuji menggunakan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (LSD). Dari hasil ANAVA dapat diketahui bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap distribusi kolagen. Hasil uji LSD, pada kelompok P1 dengan P2 dan P2 dengan P3 berbeda nyata (P<0,05) sedangkan P1 dengan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil pengamatan histopatologi menunjukkan bahwa pemberian getah jarak pagar (Jatropha curcas Linn) 10% dalam sediaan salep selama 10 hari dapat meningkatkan pembentukan distribusi jaringan kolagen pada daerah luka sehingga mempercepat proses penyembuhan luka sayat kulit mencit (Mus musculus) fase remodeling.ABSTRACKThis study aimed to find out the effectiveness of jatropha remover ointment in the remodeling phase of wound healing in mice. The experimental animals used were 9 male mice, 25-40 gram weight and 2-3 months sample group was treated with the same intensity of twice daily for 10 days. P1 groupwas given yellow Vaseline, P2 was given a jatropha gene of 10%, and P3 was given 0.1% of Gentamicin. The parameters measured were collagen scores in each treatment group. Quantitative data were analysed using variance analisys (ANAVA) and followed by with the smallest real difference test (LSD). The results of ANAVA showed that treatment was significantly effect (P<0,05) to collagen distribution. The result of LSD test, in group P1 with P2 and P2 with P3 was significantly different (P<0,05) while P1 with P3 was not significantly (P>0,05). Histophatological observations showed that 10% of Jatropha curcas Linn in ointment for 10 days increase the formation of collagen tissue distribution in the wound area, thus accelerating the healing process of mice remodeling rats (Mus musculus).
GAMBARAN HISTOLOGIS TIMUS AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) PADA UMUR BERBEDA Abdian, Mardhiah; Budiman, Hamdani; Iskandar, Cut Dahlia
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.716 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.4147

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histologis timus pada ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Hewan yang digunakan adalah ayam kampung (Gallus gallus domesticus) berumur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan masing-masing tiga ekor. Jaringan timus masing-masing hewan diambil dan diproses secara mikroteknik dengan pewarnaan hemaktosilin-eosin (HE), kemudian diamati di bawah mikroskop elektrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan struktur timus dari ketiga umur tersebut. Bagian korteks pada umur 2 bulan tampak lebih tebal dibandingkan dengan ayam kampung umur 1 bulan dan 3 bulan. Diameter medula paling panjang pada ayam kampung umur 3 bulan dibandingkan dengan umur 1 bulan dan 2 bulan. Sebaran badan Hassal’s mengalami peningkatan pada setiap tingkatan umur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin bertambahnya umur maka ketebalan korteks semakin mengalami penurunan dan diameter medula semakin panjang pada umur 3 bulan.The aim of this research was to determine about histology finding of local chicken (Gallus gallusdomesticus) thymus at different age. Animal used were local chicken (Gallus gallusdomesticus) age 1 month, 2 months, and 3 months, each were three chicken hematoxylin-eosin (HE) stain, then observed under electric microscope. This result showed there were differences in thymus histology structure among three age. Cortex thickness has increased at age 2 months and then has decreased at age 3 months. Diameter of the medulla has longest on local chicken age 3 month then followed age 2 month and 1 month. Distribusion of Hassal’s bodies has increased every levels age. The conclusion of this study is the increasing age of then the cortex thickness has decreased at 3 months meanwhile  diameter of the medulla getting longer.
(The role of breeders to the success of artificial insemination in cattle in Asahan Districts) PERAN PETERNAK TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KABUPATEN ASAHAN annisa, nurul nazmi; Roslizawaty, Roslizawaty; hamdan, hamdan; iskandar, cut dahlia; ismail, ismail; siregar, tongku N
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.631 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6945

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui peran peternak terhadap keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Asahan. Data pada penlitian ini diperoleh dari lembar kuisioner dan wawancara langsung kepada 52 orang peternak pengguna IB serta data hasil IB dari dinas terkait. Hasil uji regresi stepwise, di dapat bahwa peran peternak yang paling berpengaruh nilai service per conception (S/C) adalah pekerjaan utama PNS dan pekerjaan utama peternak dengan nilai R square 0,220 dengan persamaan regresi Y = 1.408 – 0.203 X1 + 0.312 X2, sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap nilai conception rate (CR) adalah pengalaman beternak dengan nilai R square 0,131 dengan persamaan regresi Y = 59.183 + 2.419X. Dari hasil uji regresi stepwise dapat disimpulkan bahwa karakteristik peternak yang mempengaruhi hasil IB adalah pekerjaan utama dan lama beternak.Kata kunci: Peran peternak, Inseminasi buatan. ABSTRACTThe aims of this study was to determine the role of  farmers on the success of artificial insemination in cattle in Asahan districts. The data on this study were obtained from questionnaire and interview directly to 52 ranchers of artificial insemination service users as well as artificial insemination results data from related offices. From the stepwise regression test, it was found that the role of the most influential breeder of service value per conception (S / C) was the work of the civil servant and the work of breeder with the value of R square 0,220 with regression equation Y = 1.408 – 0.203 X1 + 0.312 X2, while the factor that influence the value of conception rate (CR ) was breeding experience with value of R square 0,131 with regression equation Y = 59.183 + 2.419X. From result of stepwise regression test can be concluded that breeder characteristic influencing result of artificial insemination was work and breeding experience.Keywords: The role of farmers, Artificial insemination.
HISTOLOGIS INSANG DAN LABIRIN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) (Histological Gill and Arborencent of Carp (Osphronemus gouramy Lac.) Veronica, Vina; iskandar, cut dahlia; rahmi, erdiansyah
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.248 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i1.5885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histologis sistem respirasi ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Organ yang di ambil adalah insang dan labirin dari 2 ekor ikan gurami dan diteliti dengan metode histologis eksplorasi. Pengamatan histologis dilakukan setelah pembuatan preparat histologis yang diwarnai dengan hematosiklin eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada insang ikan gurami terdiri atas lengkung insang, tulang rawan penompang, lamela primer dan lamela sekunder. Pada lamela primer terdapat tulang rawan penompang, dan pembuluh darah, sedangkan pada lamela sekunder terdapat sel epitelium, sel pilar, sel mukus, sel klorida, dan pembuluh darah. Selanjutnya Labirin terdiri dari sel epitel pipih selapis, pembuluh darah, dan tulang rawan elastis yang tersusun atas kondrosit, kondroblas dan perikondrium sebagai pembungkus tulang rawan elastis.The Objective of the present study to determined the histological respiratory system of carp (Osphronemus gouramy Lac.). Arborencent and gill of the two carp was examinated by histological exploration. Histological observation was stained by hematoxylin eosin (HE). The study perfomed that the gills of carp consist of  cartilage, primary lamella and secondary lamella. The primary lamella was showed cartilage and blood vessels, meanwhile the secondary lamella was perfomed epithelial cells, pillar cells, mucus cells, khlorida cells, and blood vessels. The Next arborecent was drawn layered flattened epitelial cells, blood vessels, elastic cartilage was wrapped chondrocytes, kondroblast and pericondrium as an elastic cartilage wrapping. 
STRUKTUR HISTOLOGI KULIT BELUT SAWAH (Monopterus albus) (HISTOLOGY OF SKIN OF RICE FIELD EELS (Monopterus albus) ) Afrizan, Nanda; zainuddin, zainuddin; iskandar, cut dahlia; masyitha, dian; winaruddin, winaruddin; balqis, ummu
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.739 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.7606

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur histologi kulit ikan belut sawah. Sampel yang digunakan adalah kulit bagian dorsal dan abdomen dari dua ekor belut sawah, diamati dengan menggunakan metode histologi eksplorasi. Pengamatan dilakukan setelah pembuatan preparat histologi yang diwarnai dengan Hematoksilin-eosin (HE) dan Masson trichrome. Hasil penelitian menunjukkan struktur histologi kulit ikan belut sawah terdiri atas tiga lapisan. Lapisan epidermis yang tersusun atas sel-sel epitel pipih berlapis, sel mukus/sel goblet, dan stratum germinativum. Lapisan dermis terdiri dari sel pigmen, stratum laxum (spongiosum) dengan serabut kolagen longgar dan stratum compactum dengan serabut kolagen padat. Lapisan hipodermis terdiri dari sel lemak, serabut kolagen, dan pembuluh darah. Secara umum struktur histologi kulit belut sawah sama dengan ikan air tawar pada umumnya, terdapat perbedaan ketebalan lapisan dan bentuk sel mukus antara kulit dorsal dan abdomen kulit belut sawah. (This research aims to determine the histological structure of rice eels. The sample used is the skin of the dorsal and abdominal and then observed using histologcal  exploratory method. Observations were made after the preparation of histologic preparations stained with hematoxylin-eosin (HE) and Masson trichrome. The results showed that the histology structure of the rice eels consists of three layers. Epidermal layers composed of squamous cells, mucus / goblet cells, and stratum germinativum. The dermis layer consists of pigment cells, stratum laxum (spongiosum) with loose collagen fibers and stratum compactum with solid collagen fiber. The hypodermic layer consists of fat cells, collagen fibers, and blood vessel. In general the structure of rice field eel skin histology identical with freshwater fish in General, there is a difference in thickness of the layers and the shape of the dorsal skin mucous cells between the abdominal skin an eel and rice fields.) 
Sebaran Karbohidrat pada Usus Halus Merpati (Columba domesticus) (Carbohidrate Distribution in The Small Intestine of Pigeons (Columba domesticus)) Nosa, Anggi Dwiyana; Iskandar, Cut Dahlia; Sabri, Mustafa
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.876 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran karbohidrat pada usus halus tiga ekor merpati jantan. Penelitian ini menggunakan organ usus halus yaitu duodenum, jejunum, dan ileum yang diamati secara histokimia. Penelitian ini di lakukan secara mikroteknik dengan pewarnaan alcian blue pH 2,5 (AB) untuk menentukan karbohidrat asam dan periodic acid Schiff (PAS) untuk menentukan karbohidrat netral. Hasil penelitian menunjukkan usus halus merpati bereaksi positif terhadap pewarnaan AB pH 2,5 pada tunika mukosa dengan intensitas kuat (+++) dan PAS dengan intensitas lemah (+). Tidak ditemukan karbohidrat asam dan netral pada tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa. Dapat disimpulkan bahwa usus halus merpati mengandung karbohidrat asam dan netral yang tersebar pada tunika mukosa dengan intensitas karbohidrat asam lebih tinggi dari pada karbohidrat netral.This research aims to determine the pattern of carbohydrate distribution in the small intestine of pigeons. Which  consist of duodenum, jejunum, and ileum of three pigeons observed histochemically. Alcian blue pH 2.5 (AB) staining was performared to determine carbohydrates acid and periodic acid Schiff (PAS) to determine the neutral carbohydrates. The results showed the small intestine of pigeon reacted positively to the staining of AB pH 2.5 on the mucosal tunica with strong intensity (+++) and PAS with weak intensity (+). No acid and neutral carbohydrates are found in tunica submucosa, tunica muscular, and tunica serous. It can be concluded that the pigeons small intestine contains acidic and neutral carbohydrates that are dispersed in the mucosal tunica with the intensity of acidic carbohydrates higher than in neutral carbohydrates
HISTOLOGIS INTESTINUM IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) PADA FASE BENIH DAN DEWASA (The Histological of Intestine of Carp (Osphronemus gouramy Lac.) at Seed and Adult Phase) Emha, Risfi Febrina Tri Utami; iskandar, cut dahlia; rahmi, erdiansyah
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.953 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6741

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan mempelajari histologis intestinum ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) pada fase benih dan dewasa. Saluran pencernaan yang diambil adalah intestinum yang berasal dari enam ekor ikan gurami. Sampel intestinum kemudian dibuat menjadi preparat histologis dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE) dan diamati menggunakan metode histologi eksplorasi. Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa ikan gurami pada fase benih terbagi ke dalam 2 fase yakni fase fry dan fase fingerling. Pada fase fry bersifat karnivora, pada fase fingerling bersifat omnivora, dan pada fase dewasa ikan tersebut bersifat herbivora. Selanjutnya histologis intestinum ikan gurami pada fase fry, fase fingerling, maupun fase dewasa pada umumnya sama yakni tersusun atas empat lapisan, yaitu tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa.Kata Kunci: histologi, intestinum, ikan gurami ABSTRACT            The aims of the researchs was to determined the histological exploration of carp (Osphronemus gouramy Lac.) intestine in seed and adult phase. Histological samples stained with haematoxylin-eosin (HE) then observed using histological methods of exploration. The result revealed that carp in the seeds phase was divided into 2 phases namely fry and fingerling phase. In the fry phase was carnivorous, the fingerling phase was omnivorous, and in the adult phase the fish was herbivorous. The next histolgy of intestine of gouramy fish in the fry, fingerling and adults phase were consist of four layers, namely tunika mucosa, tunica submucosa, tunica muskularis, and tunica serosa.Keywords:histology, intestine, carp