Budhi H Iskandar
Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Potential Commodity Based Fishing Technology Development in Lampung Bay Hariyanto, Tri; Baskoro, Mulyono S; Haluan, John; Iskandar, Budhi H
SAINTEK PERIKANAN Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Lampung Bay and the adjacent water bodies, Northern Sunda Strait, Western Java Sea, is a potential area for fish capture armada which based in South Lampung Coast. Not all the areas have maximum potency since there is inadequacy for fish capture technical armada and seasonal environment dynamic. This investigation identified fisheries resources on Lampung Bay and fishing gear and potential commodities to developed. This identification implemented by analyzing the provided data to obtain the illustration of Catch Per Unit Effort (CPUE) in the Lampung Bay area. Fish capture at the Lampung Bay has been shown the indication of production decline. Therefore, the attempt of capture organizing at the Lampung Bay and the improving of fisherman competence and armada to capture at the Lampung Bay water bodies or Indian Ocean (reach ZEE) should be conducted. Selective fishing gear for catch the potential commodities applied at the Lampung Bay areas. Keywords: Lampung bay, fisheries management, CPUE.
DESIGN OF FISHING VESSEL PROTOTYPE IN MALUKU SEA Nanlohy, Alberth Ch; Baskoro, Mulyono S; Iskandar, Budhi H; Simbolon, Domu
JURNAL TEKNOLOGI PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 2, No 1 (2011): November 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.678 KB)

Abstract

Design prototype teknology which will be developed has better excellence if compared to condition of the existing fishing vessel. Its the excellences can have an effect on to operation of ship and sumberdaya fishery in water territory of Maluku sea. Expansion of design joran fishing by using fiber glass has lighter excess, strong, and durable although the price expensive but can be made balance to with haul obtained by means of catch. Side that also usage of styro foam hardly having an effect on to ship design huhate proposed to be developed and has some excellences of if compared to ship used by the existing fisherman. At ship with inboard engine, fish hold design only yield product for local marketing and has not been modified to yield product skipjack loin which is a form of export product, this latter the product request would very height.
EFISIENSI PERUBAHAN KERAPATAN MATERIAL POLYURETHANE TERHADAP LAJU PENETRASI PANAS PADA PALKA KAPAL IKAN TRADISIONAL Amiruddin, Wilma; Iskandar, Budhi H; Murdiyanto, Bambang; Baskoro, Mulyono S
Kapal Vol 11, No 2 (2014): Juni
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.939 KB)

Abstract

Efisiensi penggunaan material insulasi polyurethane dapat diukur melalui perubahan kerapatan material dengan laju panas yang dihasilkan, atau perbandingan antara perubahan daya simpan terhadap biaya material insulasi yang dibutuhkan.  Pengaruh perubahan kerapatan tersebut diambil pada rentang nilai 30 – 50 kg/m3, yaitu berdasarkan data aplikasi di lapangan. Metode analisis dilakukan dengan menggunakan teori dasar perpindahan panas dengan menggunakan rancangan percobaan RAL faktorial pada laboratorium dan uji komputasi CFD dengan bantuan CFD LISA 76. Hasil analisis menununjukkan bahwa penggunaan material densitas insulasi yang efisien adalah penggunaan material insulasi dengan nilai pada kisaran 30 - 35 kg / m 3 dengan efisiensi  η = ± 0.7. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih akurat tentang penggunaan material insulasi polyurethane yang efisien dan efektif.
ASPEK LINGKUNGAN SIGNIFIKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (Significant Environmental Aspects at Jakarta Nizam Zachman Fishing Port) Muninggar, Retno; Lubis, Ernani; Iskandar, Budhi H; Haluan, John
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 7, No 2 (2016): Marine Fisheries - November 2016
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.507 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.2.203-210

Abstract

ABSTRACTIdentification  of  significant  environmental  aspects  in  port  is  to  assist  the  Port  Authority  in prioritizing  environmental  management  activities.  The  objectives  of  this  study  are  to  dentify  the significant environment aspects and to analize environmental controlling at PPSNZJ. In this study, the  identification  of  environmental  aspects  in  Jakarta  Nizam  Zachman  Fishing  Port  (PPSNZJ) conducted  by  Strategic  Overview  of  Significant  Environmental  Aspects  procedur   and  were modified according  to  the characteristics  of the fishing harbor.. The results showed the significant environmental aspects in PPSNZJ were: 1) waste production (IF value =4.96), 2) water pollution (IF value  =  4.83)  and  Energy  Consumption  (IF  Value  =  4.16).  PPSNZJ  has  been  controlling  the environmental management aspects of waste production and social interaction. It was implemented under the Security and Sanitation Programme. The water pollution controlling was limitted to waste treatment and sea water reverse osmosis facility.Keywords:  environmental,  port,  Nizam  Zachman  Fishingport,  Strategic  Overview  of  Significant Environmental Aspects (SOSEA)ABSTRAKKegiatan  identifikasi  aspek  lingkungan  signifikan  di  pelabuhan  dilakukan  untuk mempermudah  pengelola  pelabuhan  dalam  memprioritaskan  kegiatan  pengelolaan  lingkungan. Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mendapatkan  aspek  lingkungan  yang  signifikan  dan menganalisis  pengelolaan  lingkungan  yang  telah  dilakukan  PPSNZJ.  Dalam  penelitian  ini, identifikasi  aspek  lingkungan  di  Pelabuhan  Perikanan  Nusantara  Ni zam  Zachman  (PPSNZJ) dilakukan  dengan  pendekatan  Strategic  Overview  of  Significant  Environmental  Aspects  yang dimodifikasi  sesuai  karakteristik  pelabuhan  perikanan.  Hasil  kajian  menunjukkan  bahwa  aspek lingkungan  signifikan  di  PPSNZJ  adalah:  1)  produksi  sa mpah  (Nilai  IF=4.96);  2)  interaksi  sosial (Nilai  IF=4.83) dan 3) pencemaran air (Nilai  IF=4.16). Pengelolaan lingkungan di PPSNZJ terkait aspek  penanganan  sampah  dan  aspek  pengendalian  interaksi  sosial  telah  dilakukan  melalui serangkaian  kegiatan  di  bawah  program  Kebersihan  Keamanan  dan  Ketertiban  (K3).  Upaya pengelolaan  terkait  aspek  pengendalian  pencemaran  air  baru  dilakukan  pada  fasilitas  Instalasi Pengolahan Limbah dan Sea Water Reverse Osmosis.Kata kunci: lingkungan, pelabuhan, PPS Nizam Zachman, SOSEA
INTENSITAS KERJA AKTIVITAS NELAYAN PADA PENGOPERASIAN SOMA PAJEKO (MINI PURSE SEINE) DI BITUNG Handayani, Suci n; Wisudo, Sugeng H; Iskandar, Budhi H; Haluan, John
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.5.1-13

Abstract

Faktor-faktor kecelakaan di laut dalam kegiatan penangkapan ikan sebanyak 80% disebabkan oleh kesalahan manusia (FAO 2009). Jumlah kecelakaan kapal penangkap ikan dalam kurun waktu 7 tahun (Januari 2007-November 2013) di PPS Bitung terjadi 40 kali dan cenderung meningkat. Terdapat kecelakaan dari 6 jenis kapal penangkap ikan yang tidak tercatat tahun 2010-2013 di Bitung dengan mayoritas kapal soma pajeko (mini purse seine). Penting untuk mempelajari keselamatan nelayan pada operasi penangkapan ikan soma pajeko, karena jumlah nelayan yang terlibat cukup banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas dan menentukan intensitas kerja dari aktivitas nelayan dalam operasi soma pajeko yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja di laut. Metode penelitian ini adalah deskriptif numerik. Data dianalisis dengan mengidentifikasi aktivitas dengan Hierarchical Task Analysis (HTA). Hasil penelitian menunjukan bahwa tahapan kegiatan soma pajeko di PPS Bitung diurutkan menjadi 8 (delapan) tahap dengan jumlah 58 aktivitas. Jumlah awak kapal penangkap ikan soma pajeko sebanyak 28 orang dengan porsi tanggung jawab terbesar adalah kapten. Jumlah intensitas kerja untuk melakukan semua kegiatan (awal sampai akhir) pada pengoperasian soma pajeko memerlukan keterlibatan awak kapal dengan Intensitas Kerja Total (IKT) sebesar 563 OA (Orang Aktivitas). Tahap 5 (bauling) memiliki intensitas kerja terbesar yang menunjukkan tingkat aktivitas tertinggi dengan indeks Intensitas Kerja Primer (IKP) sebesar 0.29. Keterlibatan awak saat bauling merupakan intensitas kerja tertinggi (139 OA) sehingga berpotensi menimbulkan peluang resiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kesalahan manusia lebih tinggi dibandingkan tahap kegiatan pengoperasian soma pajeko lainnya.
HUBUNGAN KELIMPAHAN SPESIES LARVA IKAN DENGAN PARAMETER KUALITAS PERAIRAN DI DANAU RANAU, SUMATERA SELATAN Wulandari, Tuah N. M.; Riani, Etty; Sudarmo, Agnes P; Iskandar, Budhi H; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v20i1.838.2019

Abstract

This research conducted due to lack of information about fish larvae in Ranau Lake, South Sumatera. This information is quite essential to explore because this can be used as a scientific basis for policy formation in this area. The objectives of this research are to analyze the correlation between fish larvae abundance to physicochemical parameters in Ranau Lake waters. Sampling was carried out at six stations (Muara Silabung, Dermaga, Way Maisin, Pemandian Air Panas, Lumbok, and Talang Teluk). Physico-chemical parameters measured directly in the field are temperature, pH, depth, brightness, CO2, O2, hardness, electrical conductivity, total alkalinity, and turbidity; while the chemical parameters measured in the laboratory are COD, NO2, NO3, NH3, and PO4. Larvae species identified through DNA sequence. Principal Component Analysis (PCA) was used to measure the relationship between fish larvae abundance to the water parameters. Results show that generally there were forty-two fish larvae from nine species. The dominant species was Oreochromis niloticus. The results of the Principal Component Analysis show that the highest abundance of fish larvae was in water with the highest level of turbidity and dissolved oxygen, whereas the lowest abundance was in water with the highest level nitrate and depth. Belum ada informasi tentang kelimpahan larva ikan diperairan Danau Ranau Sumatera Selatan melatarbelakangi penelitian ini. Informasi ini sangat penting untuk diketahui karena dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan perikanan di wilayah ini. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan kelimpahan larva ikan dengan parameter fisika-kimia di perairan Danau Ranau. Pengambilan sampel dilakukan di enam stasiun (Muara Silabung, Dermaga, Way Maissin, Pemandian Air Panas, Lumbok dan Talang Teluk). Parameter fisika-kimia perairan yang diukur langsung di lapangan adalah suhu, pH, kedalaman, kecerahan, CO2, O2, kesadahan, daya hantar listrik, total alkalinitas, dan turbiditas; sedangkan parameter kimia yang diukur di laboratorim adalah COD, NO2, NO3, NH3, dan PO4. Spesies larva ikan diidentifikasi dengan sekuen DNA. Analisis Komponen Utama dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan larva ikan dengan parameter fisika-kimia perairan. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan ada 42 larva ikan yang berasal dari 9 spesies. Spesies yang paling dominan adalah Oreochromis niloticus. Hasil Analisis Komponen Utama menunjukkan bahwa kelimpahan larva ikan tertinggi (102,9 individu/100m3) berada pada stasiun pengamatan yang memiliki turbiditas dan oksigen terlarut tertinggi, sedangkan kelimpahan larva ikan terendah (10,83 individu/100m3) berada pada stasiun pengamatan yang memiliki kadar nitrat dan kedalaman tertinggi.