Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberian Stimulasi Selama Satu Jam pada Perkembangan Anak Usia 12-24 Bulan Irmawati, Mira; Ardani, I Gusti Ayu Indah Ardani Ayu Indah; Astasari, Dewi; Irwanto, Irwanto; Suryawan, Ahmad; Narendra, Moersintowarti B
MEDIA MEDIKA INDONESIANA 2012:MMI VOLUME 46 ISSUE 3 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA INDONESIANA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.448 KB)

Abstract

The influence of one hour stimulation in children aged 12-24 monthsIntroduction: Early stimulation plays an important role to reach optimal growth and development in children, especially cognitive, affective, and psychomotor developments. Stimulation has to be done continuously because this is important to maintain the connection between brain cells (synapse). Lack of stimulation can influence loss of brain cells functions. The aim of this study is to determine the influence of one hour stimulation on the development of children aged 12-24 months.Methods: An experimental analytic study with cohort prospective was conducted on children aged 12-24 months in Gubeng district, Surabaya, from September 2008-February 2009. Seventy healthy children were randomly divided into two groups, stimulation group and control group. Denver II was used to evaluate children’s developmental status, conducted before and after stimulation. Data analysis using McNemar and Chi Square test.Result: There were improvement on development in both groups, from 85.7% become to 94.3% in the stimulation group and 68.6% to 77.1% in the control group. There was a significant influence on children development, only 10% children did not have any development delay anymore in the stimulation group, but in the control group still 30% (p=0.042). After 3 months, there was an improvement of development in the stimulation group from suspect to normal in 80%, and 63.6% in the control group, but notsignificant (p=0.375 vs p=0.549).Conclusion: Early stimulation improves the development of children aged 12-24 months.Keywords: Children, aged 12-24 months, early stimulation, Denver II ABSTRAKPendahuluan: Stimulasi mempunyai peran penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama fungsi kognitif, afektif dan psikomotor. Stimulasi yang terus menerus mengakibatkan hubungan antar sel otak (sinapsis) bisa berjalan dengan baik. Kurangnya stimulasi akan mengakibatkan hilangnya fungsi sel-sel otak ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian stimulasi selama 1 jam pada perkembangan anak usia 12-24 bulan.Metode: Penelitian dilakukan secara analitik prospektif kohort pada anak usia 12-24 bulan di Kecamatan Gubeng, Surabaya, mulai bulan September 2008 hingga Februari 2009. Tujuh puluh anak sehat secara acak dibagi dalam 2 kelompok, kelompok stimulasi dan kelompok kontrol. Denver II digunakan untuk menilai status perkembangan anak, sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji McNemar dan Chi Square.Hasil: Didapatkan perbaikan perkembangan pada kedua kelompok, dari 85,7% menjadi 94,3% pada kelompok stimulasi, dan 68,6% menjadi 77,1% pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan bermakna pada kemampuan perkembangan, hanya 10% tidak mengalami keterlambatan pada kelompok stimulasi, sedangkan kelompok kontrol 30% (p=0,042). Setelah 3 bulan, terjadi peningkatan perkembangan pada kelompok stimulasi dari subyek yang suspek menjadi normal sebesar 80%, dan kelompok kontrolsebesar 63,6%, tetapi tidak bermakna (p=0,375 vs p=0,549).Simpulan: Pemberian stimulasi satu jam meningkatkan kemampuan perkembangan anak usia 12-24 bulan.
Optimasi Kinerja Algoritma Klasterisasi K-Means untuk Kuantisasi Warna Citra Irwanto, Irwanto; Purwananto, Yudhi; Soelaiman, Rully
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.891 KB)

Abstract

Kuantisasi warna citra merupakan operasi penting pada banyak aplikasi grafik dan pengolahan citra.  Metode kuantisasi warna banyak dilakukan dengan menggunakan algoritma klasterisasi data. Kepopuleran k-means sebagai algoritma klasterisasi data yang telah umum, ternyata belum mendapat cukup perhatian pada literatur kuantisasi warna. Hal ini disebabkan karena mahalnya biaya komputasi dan sensitivitasnya terhadap pengaruh pemilihan pusat klaster. Penelitian ini memberikan metode percepatan algoritma k-means untuk kuantisasi warna. Metode yang diajukan melibatkan beberapa modifikasi pada k-means konvensional, seperti pengurangan data, pembobotan data, dan penggunaan prinsip  pertidaksamaan segitiga untuk mempercepat pencarian ketetanggaan terdekat. Ujicoba dilakukan dengan beragam citra dan menunjukkan bahwa modifikasi yang telah dilakukan mampu memperlihatkan bahwa k-means juga sangat kompetitif sebagai algoritma  kuantisasi warna citra, baik dalam segi efektivitas maupun efisiensinya.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (HIV/AIDS) DI DESA ALASGUNG KEC SUGIHWARAS PATONAH, SITI; S, ATIK SETIAWAN; IRWANTO, IRWANTO
Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Asuhan Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.372 KB)

Abstract

ABSTRACTAdolescent is a period of transition from childhood to adulthood. The phenomenon that occurred in the village of Alasgung still many teenagers who are not informed about HIV AIDS, coupled with the development of highly advanced technology where they can access certain sites  easily. The purpose of this research is to identify the knowledge of adolescents about sexually transmitted diseases (HIV/AIDS) in the village of Alasgung Sugihwaras District of Bojonegoro 2014.             This study used a descriptive method, the case study approach (case study). The population is all adolescents aged 18-21 years in the Village Alasgung Sugihwaras District of Bojonegoro in May 2014, as many as 67 people, and sample as many as 58 people. Sampling of non-probability sampling technique with consekutive sampling technique. Retrieval of data by questionnaire, then in editing, coding, scoring, tabulating confirmed in percentage and narrative.             The results of this study showed that more than half have enough knowledge about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS) as many as 32 people (55.2%).             More than half have enough knowledge about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS). For the expected respondents active in seeking the latest information through various media about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS) so as to increase knowledge about sexually transmitted diseases (HIV / AIDS) in particular and reproductive health in general. ABSTRAKRemaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Fenomena yang terjadi di Desa Alasgung masih banyak remaja yang kurang mengetahui tentang HIV/AIDS, ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih dimana mereka bisa mengakses situs-situs tertentu dengan mudah. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS) di Desa Alasgung Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro tahun 2014.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan penelaahan kasus (case study). Populasinya adalah seluruh remaja usia 18-21 tahun di Desa Alasgung Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro bulan Mei tahun 2014, sebanyak 67 orang, dan sampelnya sebanyak 58 orang. Tehnik Sampling non probability sampling dengan tehnik consekutive sampling. Pengambilan data dengan kuesioner, kemudian di editing,coding, scoring, tabulating yang dikonfirmasikan dalam bentuk prosentase dan narasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian mempunyai pengetahuan cukup tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS) yaitu sebanyak 32 orang (55,2%).Lebih dari sebagian pengetahuan cukup tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS). Untuk itu diharapkan responden aktif dalam mencari informasi terbaru melalui berbagai media mengenai penyakit menular seksual (HIV/AIDS) sehingga dapat menambah pengetahuan tentang penyakit menular seksual (HIV/AIDS) pada khususnya dan kesehatan reproduksi pada umumnya.  Kata Kunci : Pengetahuan, Remaja, Penyakit Menular Seksual (HIV/AIDS).
Skrining Perkembangan Bayi Usia 4-6 Bulan dengan Riwayat Hiperbilirubinemia Irwanto, Irwanto; Adnyana, IGN Twi
Sari Pediatri Vol 11, No 3 (2009)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.377 KB)

Abstract

Latar belakang. Hiperbilirubinemia merupakan masalah yang sering terjadi pada masa neonatus, karena mempunyai risiko patologis pada otak bayi yang dapat mengakibatkan gangguan perkembangan.Tujuan. Skrining perkembangan bayi usia 4–6 bulan dengan riwayat hiperbilirubinemia pada masa neonatus.Metode. Data diperoleh dari catatan medis semua bayi yang lahir di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya periode bulan Mei-Oktober 2007 dengan riwayat hiperbilirubinemia (kadar bilirubin >12 mg /dL). Uji Denver II dilakukan pada usia 4-6 bulan. Uji chi-square dan Fisher’s exact dilakukan untuk menentukan hubungan antara beberapa variabel dan aspek perkembangan.Hasil. Dalam kurun waktu 6 bulan, didapatkan 40 (empat puluh) catatan medis bayi usia 4-6 bulan. Duapuluh bayi dengan riwayat hiperbilirubinemia dan 20 tanpa hiperbilirubinemia, 20 (50%) laki-laki dan 20 (50%) perempuan. Rata-rata berat badan lahir 3012,5 gram (SD 315,61) versus 3.195,0 gram (SD 324,72). Kategori gagal menurut uji Denver II lebih tinggi pada bayi dengan riwayat hiperbilirubinemia, yang secara statistik bermakna pada aspek motorik halus (p=0,047; RP 2,33; 95% CI 1,592-3,421) dan bahasa (p=0,003; RP 2,667; CI 95% 1,705-4,171). Kegagalan aspek motorik kasar (p=0,231; RP 2,176; CI 1,535-3,087) dan personal sosial (p= 0,097; RP 1,857; CI 1,031-3,345). Uji regresi logistik multivariat menunjukkan hiperbilirubinemia mempunyai korelasi dengan kegagalan dari uji Denver II pada aspek motorik halus dan bahasa.Kesimpulan. Peningkatan kegagalan pada aspek motorik halus dan bahasa dengan uji Denver II pada bayi usia 4-6 bulan berhubungan dengan hiperbilirubinemia (kadar bilirubin >12 mg /dL).
Evaluasi Penggunaan Metode Prechtl untuk Menilai Kualitas Gerakan Spontan Bayi Muda Sehat: Pengalaman RSU Dr. Soetomo Surabaya Suryawan, Ahmad; Witarini, Komang Ayu; Etika, Risa; Indarso, Fatimah; Irwanto, Irwanto; Narendra, Moersintowati B.; Damanik, Sylviati M.
Sari Pediatri Vol 9, No 6 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.375 KB)

Abstract

Latar belakang. Penilaian kualitas gerakan spontan pada bayi dengan metode “General movements (GMs)”dari Prechtl mempunyai validitas tinggi untuk memprediksi risiko gangguan perkembangan anak. MetodeGMs masih relatif baru di Indonesia, sehingga dibutuhkan evaluasi aspek praktikalnya untuk dapatdiaplikasikan secara optimal.Tujuan. Mengetahui kondisi paling optimal untuk menilai kualitas gerakan spontan bayi muda sehatmenggunakan metode GMs dari Prechtl.Metode. Dilakukan rekaman video secara berurutan pada bayi yang memenuhi kriteria inklusi lahir sehat,cukup bulan, tanpa risiko, dan mendapat persetujuan tertulis dari orangtua, lahir di RSU Dr Soetomo-Surabaya pada kurun waktu Desember 2006-Januari 2007. Teknik perekaman dilakukan sesuai standarisasiPrechtl, dengan berbagai variasi waktu dan kondisi. Analisis video rekaman dilakukan secara persepsiGestalt oleh salah satu peneliti, yang sebelumnya telah mendapat kursus dan sertifikat metode GMs.Parameter aspek praktikal untuk evaluasi digolongkan: optimal dan tidak optimal.Hasil. Tidak didapatkan penolakan dari orang tua untuk seluruh 56 bayi yang memenuhi kriteria inklusi.Tiga (5,4%) video yang tidak dapat dianalisis karena faktor kesalahan teknis perekaman. Kualitas GMslebih optimal untuk dianalisis apabila perekaman dilakukan pada waktu siang hari dibandingkan waktupagi (p=0,026) atau malam (p=0,045), dan dilakukan 30 menit sebelum waktu minum, dibandingkan 30menit sesudahnya (p=0,032). Tingkat kesulitan analisis tidak berbeda bermakna apabila perekamandilakukan di tempat yang khusus dibandingkan dilakukan di boks (p=0,156) atau inkubator (p=0,466).Kesimpulan. Metode Prechtl dapat diterapkan dengan praktis dan optimal apabila pengambilan videodilakukan pada waktu siang hari dan 30 menit sebelum waktu minum. Tempat pengambilan rekamantidak mempengaruhi segi kepraktisannya
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN KARAKTER BANGSA Irwanto, Irwanto; Aspilayani, Aspilayani; Wahyuddin, Wahyuddin
JURNAL PENA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.026 KB)

Abstract

Persoalan budaya dan karakter bangsa merupakan isu yang mengemuka di masyarakat saat ini. Korupsi, tindak anasusila, kekerasan, perkelahian massa, pelanggaran hak asasi manusia, pencurian, pembunuhan, kehidupan ekonomi yang konsumtif serta kehidupan politik yang tidak produktif adalah sebagian kecil dari kasus terkait moralitas bangsa. Pendidikan merupakan salah satu alternatif yang bersifat preventif dalam rangka mengembangkan kualitas generasi muda bangsa sehingga diharapkan dapat mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka. Oleh karena itu, seyogyanya media pembelajaran pun dapat disesuaikan dengan jatidiri dan budaya bangsa. Salah satunya melalui permainan tradisional yang terdapat pada setiap daerah.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Permainan Tradisional, Pendidikan dan Karakter Bangsa.
Media Sosial Penguat Eksistensi Budaya Populer Irwanto, Irwanto
J-IKA Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTulisan ini adalah hasil penelitian yang berupaya untuk menjelaskan mengenai karakter media sosial yang memberikan ruang terhadap budaya populer. Sementara media sosial saat ini telah menjadi bagian dari peradaban manusia dan digunakan olah banyak orang, maka budaya populer meluncur tanpa hambatan melalui kendaraan media sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka baik melalui literasi ataupun informasi yang dipeoleh dari media mainstream ataupun media sosial guna menjawab permasalahan yang terungkap. Hasil penelitian ini menjelaskan keunikan karakter media sosial sengaja diciptakan oleh kaum kapitalis sebagai cara untuk menyebarkan budaya populer yang identik dengan konsumtif dan bertentangan serta menghambat budaya tinggi. Kata Kunci: media sosial, eksistensi,  budaya populer, kapitalis ABSTRACTThis paper is a  from research that seeks to explain the character of social media that gives space to populer culture. While social media has become a part of human civilization and used by many people, the populer culture is gliding unhindered through social media vehicles. This study uses literature study method through literasi or information obtained from mainstream media or social media to answer the problems revealed. The results of this study explain the unique character of social media deliberately created by the capitalists as a way to spread populer culture is synonymous with consumptive and  contradict and resist high culture. Keywords: social media, existence, populer culture, capitalist
Konstruksi Simbol Pada Aplikasi Bigo Serta Implikasi Sosial Penggunanya Irwanto, Irwanto
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAplikasi media sosial Bigo telah diminati oleh masyarakat pada berbagai kalangan, baik remaja, dewasa maupun kalangan tua. Dalam penggunaannya lambang komunikasi yang digunakan tidak hanya teks tulis atau bahasa lisan saja, namun juga memakai simbol. Simbol-simbol yang terdapat pada aplikasi Bigo ini juga secara tidak langsung menjadi sistem sosial. Para pengguna tentunya harus memahami simbol-simbol tersebut agar bisa berinteraksi pada Bigo. Penelitian ini berupaya mengungkap makna serta apa yang terdapat dibalik penggunaan simbol tersebut. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan semiotika menjadi metode yang digunakan untuk mengungkap makna serta sesuatu dibalik penggunaan simbol tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi media sosial Bigo merupakan bagian dari gerakan kapitalisme global yang  mendorong masyarakat menjadi konsumtif. Selain itu, aplikasi yang memanfaatkan teknologi internet ini juga menciptakan dunia maya yang simulacra pada kehidupan masyarakat.                 Kata kunci: simbol, konstruksi sosial, Bigo. ABSTRACTBigo social media applications has great demand by people in various circles, both teenagers, adults and the elderly. In use the symbol of communication are used not only text written or spoken language, but also the symbol. The symbols contained in the application Bigo is also indirectly into the social system. The user would have to understand the symbols in order to be able to interact in Bigo. This study seeks to reveal the meaning and what lies behind the use of the symbol. A qualitative approach using semiotics to be the method used to reveal the meaning and something behind the use of these symbols. The results showed that social media applications Bigo is part of global capitalism movement that encourages people to be consumptive. In addition, applications that take advantage of Internet technology is also creating a virtual world of simulacra on peoples lives. Keywords: symbol, social construction, Bigo.
Film Wonder Woman : Dominasi Wanita Dalam Dunia Patriarki Irwanto, Irwanto
J-IKA Vol 5, No 1 (2018): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.513 KB)

Abstract

Film Wonder Woman yang diadaptasi dari komik dengan judul yang sama menampilkan sosok pahlawan wanita yang bernama Diana dan dikenal dengan sebutan Wonder Woman. Dalam film tersebut Diana menjadi simbol perjuangan feminisme dengan mengaktualisasikan dominasi wanita pada unsur visual dan audio pada filmnya. Melalui metodologi kualitatif dan analisis wacana penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana wacana feminisme tersebut disampaikan dalam film. Hasil penelitian  terungkap bahwa pada elemen mikro feminisme disampaikan melaui judul, tema, setting, karakter, dialog, kostum, fotografi, dan musik.  Sementara pada elemen makro nya didapat bahwa dominasi wanita pada film Wonder Woman tidak lepas dari aspek historis film tersebut yang memang dikreasikan oleh tokoh feminis.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN EFIKASI KARIR PADA REMAJA AKHIR LAKI-LAKI PENYANDANG DISABILITAS Handayani, Penny; Adeline, Adeline; Irwanto, Irwanto
INDONESIAN JOURNAL OF DISABILITY STUDIES (IJDS) Vol 2, No 1 (2015): -
Publisher : Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.278 KB)

Abstract

Bekerja dan memiliki karir adalah bagian dari perkembangan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk penyandang disabilitas. Memilih karir bukan hal yang mudah karena menyangkut kemandirian seorang individu dan masa depan terlebih lagi pada penyandang disabilitas mereka memiliki hambatan dan perlakuan diskriminatif. Efikasi karir merupakan kepercayaan seorang individu mengenai kemampuannya sehubungan dengan pembuatan keputusan dalam karir. Salah satu hal yang mempengaruhi karir adalah konsep diri. Konsep diridapat diaplikasikan dalam pemilihan karir agar seseorang dapat memilih karir yang sesuai dengan dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan efikasi karir pada remaja laki-laki penyandang disabilitas. Ini berarti bahwa, penyandng disabilitas yang menghendaki bekerja juga harus memilih jenis pekerjaan mereka sesuai dengan apa yang mampu mereka lakukan dan mereka inginkan.
Co-Authors A. P, Diah A.A.W., I Wayan Putra Adeline Adeline, Adeline AHMAD FAHRIZAL Ahmad Suryawan Annis Catur Adi, Annis Catur Arief Wibowo Arwin A.P. Akip, Arwin A.P. Aspilayani Aspilayani, Aspilayani ATIK SETIAWAN S, ATIK SETIAWAN Bagiasna, Komang Bagus Setyoboedi, Bagus Budi Utomo Cahyadi, Andy Cik Zulia, Cik Dewi Astasari Dharmawati, Ira Dwi Purwanti Dwi Yanti Dwiyanti Puspitasari, Dwiyanti Fatimah Indarso, Fatimah Handayani, Rossy Hariatiningsih, Laurensia Retno Helmy Purwanto Heru Setiawan I Gusti Ayu Indah Ardani Ayu Indah Ardani IGN Twi Adnyana, IGN Twi Iwan Iwan Komang Ayu Witarini, Komang Ayu Kuntaman Kuntaman Kuntoro Kuntoro Kusumawati, Nina Mira Irmawati Moersintowarti B Narendra Moersintowati B. Narendra, Moersintowati B. Mohammad Sjaifullah Noer Mukarromah, Nur Mukarromah, Nur Ni Wayan Tirthaningsih, Ni Wayan Ninik Asmaningsih Soemyarso Pangemanan, Lisa Pangemanan, Lisa Penny Handayani, Penny Prastiya Indra Gunawan Purba, Deddy Wahyudin R Irawati Ismail, R Irawati Rachmat Hargono Razak, Abudarda Risa Etika, Risa Risky Vitria Prasetyo Rozalina Loebis, Rozalina Rully Soelaiman Sabarinah Sabarinah, Sabarinah Septiana, Puput Setiawati, Yunias Setyaningtyas, Arina Siti Patonah Sri Andreani Utomo, Sri Andreani Sri Mulyo Bondan Respati Surilena Surilena Sylviati M. Damanik, Sylviati M. Tamburian, Daniel Tjahjowidodo, Tegoeh Wahyu, Agung Dwi Wahyuddin Wahyuddin Widati Fatmaningrum Widyyati, Mei Lestari Ika Widyyati, Mei Lestari Ika Yudhi Purwananto Zainal Abidin Zizilia, Anggi Sepfana Zizilia, Anggi Sepfana Zubairi Djoerban