Donald Irving
The University of Queensland

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Application of 1-MCP to Intact To matoes Differing in Maturity Delays Quality Changes in the Stored Slice Pangaribuan, Darwin Habinsaran; Irving, Donald
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 39, No 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.11 KB)

Abstract

A study was carried out to determine the effect of  1-MCP applied to intact tomatoes differing in maturity stage on quality of stored tomato slices.  1-MCP (1 mL L-1, 20 °C, 12 h) was applied directly to intact tomatoes from ‘turning’, ‘pink’, and ‘light-red’ stages of maturity. After slicing, slices were stored for up to 10 days at 5 ºC. 1-MCP maintained slice quality during storage following treatment of intact ‘turning’ and ‘pink’ maturity fruit as indicated by higher titratable acidity, higher ascorbic acid concentration, and lower lycopene content.1-MCP treatment did not significantly affect soluble solids and electrolyte leakage.  Slices from ‘light-red’ maturity stage fruit did not respond to 1-MCP.  The results show that application of 1-MCP to intact tomatoes was effective in maintaining tomato slice quality if 1-MCP is applied to fruit at early (‘turning’ and ‘pink’) stages of maturity.   Keywords:  1-methylcyclopropene, soluble solids, acidity, ascorbic acid, lycopene, electrolyte leakage   
The Physiologi and Nutrition of Tomato Slices as Affected by Fruit Maturity and Storage Temperature Pangaribuan, Darwin H.; Irving, Donald
Jurnal Agrista Vol 10, No 3 (2006): Volume 10 Nomor 3 Desember 2006
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.951 KB)

Abstract

Fisiologi dan Nutrisi Irisan Tomat Akibat Pengaruh Kematangan Buah dan Suhu SimpanABSTRACT. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kematangan buah tomat dan suhu simpan terhadap cirri fisiologis dan kandungan nutrisi irisan buah tomat yaitu produksi etilen, laju respirasi, kebocoran elektrolit serta kandungan asam askorbik dan likopen. Penelitian yang menggunakan tomat cv. ‘Revolution’ ini dilaksanakan di laboratorium Pascapanen Hortikultura milik ‘School of Agronomy and Horticulture’ The University of Queensland, Australia. Perlakuan terdiri atas 4 tingkat kamatangan buah yaitu hijau-kuning (‘turning’), oranye (‘pink’), merah muda (‘light-red’) dan merah (‘red’) dan 3 tingkat suhu simpan yaitu suhu 0, 5 dan 100C. Buah tomat dikerat dengan alat ‘slicing machine’. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa irisan tomat dari buah hijau-kuning menunjukkan laju produksi etilen dan tingkat respirasi yang lebih tinggi, kebocoran elektrolit yang lebih rendah, kandungan asam askobik dan likopen yang lebih rendah daripada irisan tomat dari buah berwarna merah. Irisan tomat yang disimpan pada suhu 00C menghasilkan laju produksi etilen dan tingkat respirasi yang lebih rendah, kebocoran elektrolit yang lebih rendah, kandungan asam askorbik yang lebih tinggi, kandungan likopene yang lebih rendah daripada irisan tomat yang disimpan pada suhu 100C.
Effect of Fruit Maturity and Storage Temperature on The Quality and Storage Life of Tomato Slices Pangaribuan, Darwin H.; Irving, Donald
Jurnal Agrista Vol 12, No 1 (2008): Volume 12 Nomor 1 April 2008
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.269 KB)

Abstract

Pengaruh Kematangan Buah dan Suhu Simpan Terhadap Kualitas dan Daya Simpan Irisan Buah TomatABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kematangan buah dan suhu simpan terhadap kualitas dan daya simpan irisan buah tomat. Penelitian yang menggunakan tomat cv. ‘Revolution’ ini dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen Hortikultura milik ‘School of Agronomy and Horticulture’ the University of Queensland, Australia pada tahun 2003. Perlakuan disusun secara faktorial 4 x 3 dalam rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah 4 tingkat kematangan buah yaitu buah semburat-kuning (‘turning’), oranye (‘pink’) merah muda (‘light-red’) dan merah (‘red’) dan faktor kedua adalah 3 suhu simpan berturut-turut suhu 0, 5 dan 100C. Buah tomat diiris dengan ‘slicing machine’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pericarp irisan tomat dari buah semburat-kuning lebih keras, pembentukan warna merah lebih lambat, mengandung padatan terlarut lebih rendah, tingkat keasaman lebih tinggi, umur simpan lebih lama (10 hari) dari pada irisan tomat dari buah merah. Irisan tomat yang disimpan pada suhu 00C pericarpnya lebih keras, menghasilkan padatan terlarut lebih tinggi, tingkat keasaman lebih tinggi, pembentukan warna merah lebih lambat daripada irisan tomat yang diisimpan pada suhu 100C. Irisan buah tomat dari buah oranye dan merah muda menunjukkan kualitas terbaik untuk dikonsumsi pasca penyimpanan, sedangkan 00C adalah suhu simpan yang menghasilkan kualitas irisan tomat terbaik dan umur simpan lebih lama (12 hari).