Andin Irsadi
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

MENGEMBANGKAN LEARNING COMMUNITY PADA PERKULIAHAN TAKSONOMI TUMBUHAN

Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.312 KB)

Abstract

Informasi pengampu mata kuliah taksonomi menyatakan adanya kecenderungan mahasiswa belum siap mengikuti perkuliahan, mahasiswa mengandalkan informasi yang diberikan dari pengampu serta kurangnya sumber belajar yang dimiliki oleh mahasiswa, serta sebagian besar mahasiswa menyatakan materi dalam Taksonomi Tumbuhan terlalu banyak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman serta kegiatan yang dapat dimunculkan mahasiswa pada perkuliahan taksonomi tumbuhan melalui  learning community. Metode penelitian menggunakan pre eksperimen dengan desain  one shot case study. Sampel penelitian adalah mahasiswa rombel 1 mata kuliah Taksonomi Tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan pertama,  kesiapan mahasiswa mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan, hal ini dibuktikan persiapan (sumber belajar, media atau hal-hal lain yang diperlukan) dalam mengikuti perkuliahan.  Kedua, pada kegiatan perkuliahan muncul kegiatan identifikasi, investigasi, verifikasi dan validasi. Ketiga, mahasiswa memahami materi perkuliahan  Kata kunci : Learning Community, Taksonomi Tumbuhan

MENGEMBANGKAN COMMUNITY LEARNING PADA PERKULIAHAN TAKSONOMI TUMBUHAN

Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.354 KB)

Abstract

Informasi dan diskusi pengampu mata kuliah taksonomi menyatakan adanya kecenderungan mahasiswa belum siap mengikuti perkuliahan, mahasiswa mengandalkan informasi yang diberikan dari pengampu serta kurangnya sumber belajar yang dimiliki oleh mahasiswa, serta sebagian besar mahasiswa menyatakan materi dalam Taksonomi Tumbuhan  terlalu banyak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman serta kegiatan yang dapat dimunculkan mahasiswa pada perkuliahan taksonomi tumbuhan melalui community learning. Metode penelitian menggunakan pre eksperimen dengan desain one shot case study. Sampel penelitian adalah mahasiswa rombel 1 mata kuliah Taksonomi Tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan pertama,  kesiapan  mahasiswa mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan,  hal ini dibuktikan persiapan  (sumber belajar, media atau hal-hal lain yang diperlukan) dalam mengikuti perkuliahan. Kedua, pada kagiatan perkuliahan muncul kegiatan identifikasi, investigasi, verifikasi dan validasi. Ketiga, mahasiswa memahami materi perkuliahan.  Kata kunci: Community learning, Taksonomi Tumbuhan

EFEKTIVITAS METODE OBSERVASI DENGAN LKS WORD SQUARE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode observasi dengan LKS Word Square terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Warureja Kabupaten Tegal semester genap tahun ajaran 2010/2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak 9 kelas. Sampel tiga kelas yaitu kelas VII G, VII H dan VII I diambil dengan teknik purpossive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan rancangan One-Shot Case Study. Hasil penelitian menunjukan bahwa 83,52% siswa aktif dalam pembelajaran serta 92,08% siswa telah melampui KKM pembelajaran (≥ 75% aktivitas siswa termasuk dalam kategori aktivitas sangat tinggi dan aktivitas tinggi serta 85% dari keseluruhan siswa memperoleh nilai ≥ 65). Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode observasi dengan LKS Word Square pada materi klasifikasi makhluk hidup efektif terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. This research aims to find out effectiveness of  observation method application using  Word Square LKS toward activity and student learning result on human being clasification material. This research was done in SMP N 1 Warureja Kabupaten Tegal in semester VII  there were 9 classess. The sample was three classess which were VII G, VII H, and VII I and  taken using purposive technic sampling. This research is Quasi experimental design using One-Shote Case Study desaign. The research result showed that 83,52% student active in learning also 92,08% student was over learning KKM  (≥ 75% student activity which were include in very high activity category and high activity also 85% from all student  achieved  mark ≥ 65). The research summary is an observation method application using Word Square LKS on human being clasification material was effective toward activity and student learning result.  

VARIASI KAJIAN PENELITIAN DALAM SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNNES

Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.086 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengungkap tentang variasi kajian dalam skripsi mahasiswa program studi pendidikan biologi yang telah dilakukan tahun 2010-2013. Pengambilan data dengan menginventarisir sejumlah hasil penelitian dalam bentuk skripsi yang telah dilakukan mahasiswa pendidikan program studi pendidikan biologi, selanjutnya mengelompokkan  kajian penelitian. Hasil penelitian didapatkan sejumlah 470 topik skripsi. Berdasar pengelompokan terdapat 10 kelompok kajian penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa program studi biologi. Berdasar hasil yang didapatkan perlu ditindak lanjuti dengan penelitian mendalam terkait dengan substansi penelitian.  Kata kunci: kajian penelitian, skripsi

PERANAN MANGROVE SEBAGAI BIOFILTER PENCEMARAN AIR WILAYAH TAMBAK BANDENG TAPAK, SEMARANG

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove yang tumbuh di ujung sungai besar berperan sebagai penampung terakhir bagi limbah dari industri di perkotaan dan perkampungan hulu yang terbawa aliran sungai. Area hutan mangrove mempunyai kemampuan mengakumulasi logam berat yang terdapat dalam ekosistem tempat tumbuhnya. Tujuan yang hendak dicapai dari  penelitian ini adalah mengkaji peranan mangrove sebagai biofilter pencemaran air dan  mengetahui jenis mangrove yang terbaik berperan sebagai biofilter pencemaran air di di lingkungan tambak bandeng Tapak Kota Semarang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil penelitian tentang akumulasi logam berat Cu antara air dan sedimen tambak, diperoleh hasil telah terjadi akumulasi Cu dengan Faktor Konsentrasi antara 43-400.  Pada stasiun 3 dan 4 terdapat akumulasi Cu dengan nilai Faktor Konsentrasi 3 dan 0,3. Hal ini menunjukkan akumulasi Cu dari sedimen ke akar mangrove relatif masih kecil. Perbedaan akumulasi dari tiap stasiun penelitian yang diamati menunjukkan adanya perbedaan jenis mangrove yang tumbuh pada masing-masing stasiun penelitian. Mangrove yang berada di lingkungan tambak bandeng wilayah Tapak Kota Semarang disimpulkan dapat berperan sebagai biofilter pencemaran air yang ada di perairan tersebut. Mangrove dari jenis Avicennia marina mempunyai peranan yang lebih baik dari jenis Rhizophora sp sebagai biofilter pencemaran air di lingkungan tambak bandeng Tapak Kota Semarang.

PENGEMBANGAN NILAI KARAKTER KONSERVASI BERBASIS PEMBELAJARAN

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 29, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Department of Biology, State University of Semarang (Unnes) is beeing committed to implement competency and conservation-based curriculum since the academic year 2012/2013. Character of the conservation values inculcated through integration in the learning process. This research problem is how to develop conservation based character education values. This research aims to generate value conservation character based learning of General Biology with a exploring environment (JAS) strategy. The research methodology uses a qualitative approach. As informants are faculty and students who teach and learn using competency and conservation-based curriculum for General Biology subjects. Data obtained in the form of descriptions of learning activities and interviews with informants. The data were analyzed later narrated. The results show the development of conservation-based character education values can begin of simple things that happen in the process of active and effective learning. Furthermore, teachers can pull things demonstrated by cognitive, affective and behavioral students of both positive and negative to the corresponding construct ten conservation value of character education.

POLA AKUMULASI LOGAM CU IKAN BANDENGSELAMA PERIODE PERTUMBUHAN DI TAMBAK

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat kerusakan pantai dan lahan mangrove di kawasan pesisir pantai Kota Semarang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan wilayah pesisir. Penurunan kualitas lingkungan ini berpengaruh pada lingkungan tambak yang berada di wilayah pesisir pantai yang juga akan mempengaruhi kualitas ikan yang dipelihara di tambak-tambak di wilayah pesisir pantai. Ikan Bandeng merupakan salah satu hasil budidaya ikan di tambak yang banyak terdapat di daerah pantai atau pesisir. Sampel dalam penelitian ini berupa:logam Cu pada air, sedimen serta ikan bandeng pada tambak penelitian yang sudah ditentukan. Kualitas lingkungan yang terdiri dari: DO, pH, salinitas dan suhu perairan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi (ecological approach).Data bioakumulasi logam Cu dalam sedimen, air dan ikan bandeng dianalisis berdasarkan rumus FK dan BCF yang ada.Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kandungan logam Cu pada peraiarn tambak antara 0,2-0,3 ppm dan sedimen antara 18,088-22,81 ppm. Kadar logam dalam air tersebut sudah berada di atas ambang batas yang telah ditentukan Pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, kadar Cu untuk biota laut 0,008 mg/L. Untuk itu perlu mendapat perhatian adanya pencemaran logam Cu di tambak bandeng wilayah Tapak. Kandungan logam Cu pada ikan di wilayah Tapak (1.165 - 3.396 ppm ) masih di bawah ambang batas yang diijinkan BPOM No. 03725/B/SK/VII/89Tahun 1989 sebesar 20 ppm, tetapi harus tetap diwaspadai mengingat sifatnya yang akumulatif dan membahayakan kesehatan manusia yang mengkomsumsinya.

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI BIOEDUTAINMENT MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN MATERI ALAT INDERA MANUSIA TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA

Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016): 2016
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan strategi bioedutainment model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi alat indera manusia terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Rancangan penelitian ini menggunakan pola non randomized pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA N 11 Semarang, dan sampelnya adalah kelas XI MIPA 6 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan strategi bioedutainment model TGT, dan kelas XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol yang menerapkan cermah dan diskusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar dan tingkat keaktifan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil posttest yang diperoleh kemudian di analisis dengan uji t. Hasil analisis uji t diperoleh harga t hitung > harga t tabel yaitu 4,58 > 1,99. Dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen. Selain itu keaktifan siswa kelas ekperimen lebih baik daripada kelas control. Sejumlah 36,84% siswa kelas eksperimen sangat aktif dan 63,16% siswa aktif mempelajari materi alat indera manusia. Hal ini didukung dengan tanggapan guru dan siswa terhadap penerapan strategi bioedutainment model TGT yang memberikan respon positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi bioedutainment model TGT pada pembelajaran alat indera manusia berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan strategi bioedutainment model Teams Games Tournament (TGT) pada pembelajaran materi alat indera manusia terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Rancangan penelitian ini menggunakan pola non randomized pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA N 11 Semarang, dan sampelnya adalah kelas XI MIPA 6 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan strategi bioedutainment model TGT, dan kelas XI MIPA 7 sebagai kelas kontrol yang menerapkan cermah dan diskusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar dan tingkat keaktifan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil posttest yang diperoleh kemudian di analisis dengan uji t. Hasil analisis uji t diperoleh harga t hitung > harga t tabel yaitu 4,58 > 1,99. Dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen. Selain itu keaktifan siswa kelas ekperimen lebih baik daripada kelas control. Sejumlah 36,84% siswa kelas eksperimen sangat aktif dan 63,16% siswa aktif mempelajari materi alat indera manusia. Hal ini didukung dengan tanggapan guru dan siswa terhadap penerapan strategi bioedutainment model TGT yang memberikan respon positif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi bioedutainment model TGT pada pembelajaran alat indera manusia berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa.

PENGARUH MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

Journal of Biology Education Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is for knowing the influence of student facilitator and explaining model to the activity and result of students studying about human motion system in SMPN 4 Demak. The population of this research is all students at first semester in VIII classes of SMPN 4 Demak in academic year 2012/2013. The sample used cluster random sampling way, by using this way, it was gotten two classes, The class was class VIII-G (experimental class) using Student Facilitator and Explaining and class VIII-H (control class) using speech and discusion. The calculation of t-test is got of thitung (3,86) > ttabel (2,00),approximately the level of activity of classycal student in experimental class is 90% and control class is 70 %. The classical finalisation of experimentalclass with KKM 70 is 83,33% and control class is 46,67%. Based the result of research could be concluded that Student Facilitator and Explaining model influenced to students activity and learning result about human motion system in SMPN4 Demak. The teacher could apply Student Facilitator and Explainingmodel to increase the students activity and studying result. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Student Facilitator and Expalining terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa materi sistem gerak manusia di SMPN 4 Demak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Semester I SMPN 4 Demak tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, terpilih 2 kelas sampel yaitu kelas VIII-G (kelas eksperimen) menggunakan model Student Facilitator and Explaining dan kelas VIII-H (kelas kontrol) menggunakan model ceramah dan diskusi biasa. Hasil perhitungan uji t-test menunjukkan bahwa thitung(3,86) > ttabel (2,00), rata-rata tingkat aktivitas klasikal siswa kelas eksperimen sebesar 90%, dan kelas kontrol sebesar 70%. Ketuntasan hasil belajar siswadengan KKM 70 pada kelas eksperimen sebesar 83,33% dan kelas kontrol sebesar 46,67%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Student Facilitator and Explaining berpengaruh positif terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa materi sistem gerak manusia di SMPN 4 Demak. Guru dapat menerapkan model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, seperti model Student Facilitator and Explaining.

PENERAPAN OUTDOOR LEARNING PROCESS (OLP) MENGGUNAKAN PAPAN KLASIFIKASI PADA MATERI KLASIFIKASI TUMBUHAN

Journal of Biology Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Outdoor Learning Process (OLP) strategies which uses classification board to provide convenience and hands-on experience to the students so that learning more meaningful. This research aimed to know effective implementation of OLP on plant classification learning using classification boards in SMA N 1 Jekulo. Design research was a pre experimental study using One shot case study design. Sampling was determined by purposive sampling technique. Samples obtained by the class X1, X2 and X3 were numbered 114 students. Data obtained from student activity, student learning outcomes, the data the teacher and student responses. OLP value of learning activities was obtained from the observation the observer, while the value of mastery of the material derived from plant classification worksheet students and post-test scores. The results showed that the activity of 90% of students included in the category of active and very active. In the classical mastery learning has reached optimum set the standard ≥ 75%. Based on the results of this study concluded that OLP use media effectively learn the classification board applied to the material of plant classification.  Strategi pembelajaran Outdoor Learning Process (OLP) menggunakan papan klasifikasi memberikan kemudahan dan pengalaman langsung pada siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan OLP pada pembelajaran klasifikasi tumbuhan menggunakan papan klasifikasi di SMA N 1 Jekulo. Desain penelitian adalah penelitian pre experimental menggunakan rancangan One shot case study. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling.Sampel yang diperoleh yaitu kelas X1, X2 dan X3 yang berjumlah 114 siswa. Data diperoleh dari aktivitas siswa, hasil belajar siswa, data tanggapan guru dan tanggapan siswa. Nilai aktivitas pembelajaran OLP diperoleh dari hasil pengamatan observer, sedangkan nilai penguasaan materi klasifikasi tumbuhan diperoleh dari lembar kerja siswa dan skor post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa sebesar 90% termasuk dalam kategori aktif dan sangat aktif. Ketuntasan belajar secara klasikal telah mencapai standar optimal yang ditetapkan yaitu ≥ 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa OLP menggunakan  media belajar papan klasifikasi efektif diterapkan pada materi klasifikasi tumbuhan.