Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Analisis Mutu Gula Merah Berbahan Dasar Tebu (Saccharum officinarum) Di Kabupaten Aceh Tengah syahputra, Mardan; Irfan, Irfan; Murlida, Eva
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.727 KB)

Abstract

Abstrak. Tanaman tebu menjadi komoditas perkebunan terbesar kedua yang terdapat di Kabupaten Aceh Tengah. Tanaman tebu diolah secara tradisional oleh masyarakat menjadi gula merah. Hal ini mengakibatkan beragamnya mutu yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu dari gula merah tebu yang dihasilkan oleh industri gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal kadar air, semua produk gula merah memenuhi Mutu SNI, dengan rincian sebanyak 33,3% Mutu I dan 67,7% Mutu II, dalam hal bahan tak larut air, sebanyak 33,3% produk gula merah memenuhi Mutu II, sedangkan 67,7% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal kadar abu, sebanyak 25% produk gula merah memenuhi standar mutu SNI, sedangkan 75% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal glukosa, sebanyak 50% produk gula merah memenuhi Mutu I dan 16,6% Mutu II, sedangkan 33,3% lainnya belum memenuhi SNI; dalam hal sukrosa, sebanyak 8,3% produk gula merah memenuhi Mutu I, sedangkan 91,7% lainnya belum memenuhi SNI;  dan Berdasarkan uji hedonik, sebanyak 58,3% produk gula merah disukai panelis dalam hal warna, 75% dalam hal aroma, 83,3% dalam hal rasa, dan 58,7% dalam hal tekstur. Secara keseluruhan, 33,3% produk gula merah tebu di Kabupaten Aceh Tengah telah memenuhi SNI, sedangkan 66,7% lainnya belum memenuhi SNI.
Pengaruh Penambahan Limbah Pulp Kopi dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu Bokasi Putra, Donny Heansyah; Muzaifa, Murna; irfan, Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.653 KB)

Abstract

Abstrak : Bokasi adalah pupuk organik yang dapat dibuat menggunakan bahan atau limbah organik seperti kotoran hewan, abu sekam, serbuk gergaji dan dedak. Pada daerah penghasil kopi seperti Dataran Tinggi Gayo – Kabupaten Aceh Tengah, pulp kopi merupakan limbah yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan bokasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah persentase pulp kopi (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 =0%, A2 = 15%, A3 = 30%, dan A4 = 45%. Anak petak adalah lama fermentasi (F) yang terdiri dari 3 taraf yaitu F1 = 0 hari, F2 = 10 hari,  dan F3 = 16 hari. Bokasi dibuat dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) sebanyak 2.5% yang dibuat dari limbah buah pepaya, pisang dan air cucian beras. Analisis total mikroba, temperatur, unsur N, dan uji pertumbuhan tanaman dilakukan pada masing-masing satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah pulp kopi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi hingga proporsi 30% dari jumlah bahan baku bokasi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah mikroba (21,30 CFU/ml), unsur N (1.19%), unsur C, Rasio C/N, Temperatur, Ph, dan suhu akhir fermentasi bokasi (31.53oC). Selain itu, berdasarkan uji pertumbuhan tanaman, proporsi ini juga lebih baik dibandingkan dengan satuan percobaan lainnya, bokasi standard, maupun top soil.THE EFFECT OF ADDITION OF COFFEE PULP AND OLD FERMENTATION ON QUALITY OF BOKASI Abstract : Bokashi is an organic fertilizer that can be made using organic materials or wastes such as animal waste, husk ash, sawdust and bran. In coffee-producing areas like the Gayo Highlands - Central Aceh District, coffee pulp is a potential waste to be used as a raw material for bokashi making. This research used Split Plot Design. The main plot was the percentage of coffee pulp (A) consisting of 4 levels which were A1 = 0%, A2 = 15%, A3 = 30%, and A4 = 45%. The subplot was the fermentation length (F) consisting of 3 levels which were F1 = 0 days, F2 = 10 days, and F3 = 16 days. Bokashi was made with the addition of local microorganisms (MOL; 2.5%) which was made from papaya fruit waste, banana and rice washing water. Total microbial analysis, temperature, N elements, and plant growth test were performed on each experimental unit. The results showed that coffee pulp waste can be utilized in bokashi making up to 30% proportion of bokashi raw material amount. This can be seen from the high number of microbes (log 21,30 CFU/ml), N elements (1.19%), elements C, Ratio C/N, pH, temperatur and the final temperature of bokashi fermentation (31.53 °C). In addition, based on plant growth test, this proportion is also better than other unit of experiment, standard bundle, and top soil.