p-Index From 2014 - 2019
7.613
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Energi Dan Manufaktur KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan English Education Journal Jurnal Floratek Jurnal Teknik Sipil Jurnal Teknologi & Industri Pertanian Indonesia IMAJINASI Jurnal Kesehatan Masyarakat Pendidikan Matematika Al-Risalah Al-Baro`ah Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional TANRA Jurnal Ternak Tropika Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial (EduTech) Global Medical & Health Communication (GMHC) ODONTO Dental Journal JURNAL KOLABORASI Journal Ilmu KOMUNIKASI UHO Jurnal Al-Qadau Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah Jurnal Pendidikan Geografi JURNAL TAMALANREA : Media Inspirasi Karya Mahasiswa Sriwijaya University Learning and Education International Conference Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Panggung Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) Nuansa Journal of Arts and Design InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Prosiding Seminar Nasional Teknoka DE LEGA LATA: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal As-Salam Jurnal Kesehatan Bina Generasi JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Jurnal Ibn Abbas JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Metalurgi JURNAL PANGAN Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN)

KEBIJAKAN MONETER DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA IRFAN, IRFAN
Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) STIE Lhokseumawe Vol 1 No 1 (2015): 2015
Publisher : LPPM STIE Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetehui hubungan antara jumlah uang beredar, tingkat suku bunga Bank Indonesia dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan secara berjangka (time series) pada berbagai instansi terkait seperti pada Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia dan instansi-instansi lain yang mendukung penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara pencatatan dan studi kepustakaan. Model analisis yang digunakan adalah model Granger Causality. yang diolah menggunakan peralatan statistika berupa program shazam. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan dengan menggunakan Wald tes menunjukkan selama periode 1990-2009, jumlah uang beredar (JUB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB). Dimana P-value sebesar 0.05 dan tingkat keyakinan 95 persen. Artinya Peningkatan jumlah uang beredar berakibat pada peningkatan pertumbuhan ekonomi karena dengan jumlah uang beredar lebih banyak maka suku bunga menurun. Jika suku bunga menurun maka investasi akan meningkat. Peningkatan investasi berarti terjadi peningkatan kegiatan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat. Suku bunga (SBI) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan tingkat keyakinan 90 persen. PDB berpengaruh positif dan signifikan terhadap JUB di Indonesia. Dimana tingkat keyakinan 99 persen dan P-value 0.01. Sedangkan SBI tidak berpengaruh terhadap JUB. Dimana, P-value 0.56. Tetapi suku bunga memiliki hubungan negatif terhadap jumlah uang beredar yang ditandai oleh nilai statistik t sebesar - 0,5683. Hal ini berarti naiknya tingkat suku bunga akan mengakibatkan berkurangnya jumlah uang beredar. Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap suku bunga (SBI). Tetapi memiliki hubungan negatif terhadap tingkat suku bunga yang ditandai oleh nilai statistik t sebesar -0,3590. Artinya apabila terjadi pertumbuhan ekonomi maka akan menurunkan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Dan jumlah uang beredar tidak berpengaruh terhadap suku bunga Bank Indonesia. Dimana P-value 0.85. Tetapi memiliki hubungan negatif terhadap tingkat suku bunga Bank Indonesia yang ditandai oleh nilai statistik t sebesar - 0,1830. Artinya apabila terjadi peningkatan jumlah uang beredar maka akan menurunkan tingkat suku bunga Bank Indonesia.
ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TINGKAT INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI KOTA LHOKSEUMAWE Handayani, Juwita Delimur; Irfan, Irfan; Sari, Cut Putri Mellita
Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) STIE Lhokseumawe Vol 3 No 3 (2017): 2017
Publisher : LPPM STIE Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The GDP is defined as the total value added generated by all business units in an area, or the entire amount of the value of final goods and services produced by all economic units in the region. Where can describe the GDP rate of growth economic region? The high level of economic growth shown by the high value of GDP shows that the area is making progress in the economy. Kota Lhokseumawe are provinces who own a GRDP the lowest among the provinces another one where it is the dominant source of revenue for the GDP in Lhokseumawe city is influenced by three factors: the PAD, Level of Investment, and Labour, therefore, the purpose of this study is to determine how much influence PAD, Level of Investment, and Labour to the GDP in Kota Lhokseumawe. The research method using multiple regression analysis using secondary data from BPS Kota Lhokseumawe from the period 2006-2015. The results of the data analysis showed that the model of this research passes classical assumption test models with R-square of 0.948323. PAD is not positive and not significant to the GDP In the town of Lhokseumawe, Investment Rate positive and significant impact to the GDP In the town of Lhokseumawe, Labor no positive effect and are not significant to the GDP In the city of Lhokseumawe. Results from this study showed that together (Test F) a significant difference between PAD, Level Investment and Labour to the GDP.
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN SEKTOR KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KOTA LHOKSEUMAWE Saidah, Saidah; Saharuddin, Saharuddin; Irfan, Irfan
Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) STIE Lhokseumawe Vol 3 No 3 (2017): 2017
Publisher : LPPM STIE Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to Determine the effect of government spending Sector Education and Health Sector Against Human Development Index In the city of Lhokseumawe. Data are Obtained from BPS Kota Lhokseumawe with the time period 2002-2015. The method used for the data analysis is linear regression. Results of the study are: There Effect of Government Spending Against Health Sector Human Development Index and there Effect of Government Spending Education Sector Against Human Development Index. Based on the result, the authors recommend further research can be done by adding the data and other macroeconomic variables that satisfactory results, so as to have an influence on the Human Development Index
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PENDAPATAN PERKAPITA MASYARAKAT (Studi Pada Kota Lhokseumawe) Wahyuni, Putri; Irfan, Irfan
Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) STIE Lhokseumawe Vol 2 No 3 (2016): 2016
Publisher : LPPM STIE Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walaupun terjadi peningkatan dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan PAD tidak selalu berdampak positif terhadap pendapatan perkapita. Sedangkan jika melihat pentingnya pendapatan perkapita seharus pemerintah daerah lebih mengedepankan pengunaan APBD untuk pendapatan perkapita dan dikelola dengan baik untuk meningkatkan penerimaan daerah.. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan dana alokasi umum berdampak kemakmuran masyarakat di Pemerintah Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder meliputi observasi, dengan model analisis data regresi liner berganda. Dari hasil penelitian diketahui hasil penggujian, ditemukan terdapat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Perndapatan perkapita masyarakat pada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Dari pengujian secara parsial disimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara pasial berpengaruh signifikan terhadap Perndapatan perkapita masyarakat pada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Berdasarkan hasil pengujian ditemukan nilai R sebesar 0. 997, yang berarti terdapat hubungan yang erat dan searah Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pendapatan perkapita di Kota Lhokseumawe yaitu sebesar 0, 997 atau 99.7%. Pengaruh dari Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum , terhadap Pendapatan perkapita di Kota Lhokseumawe dapat dilihat dari nilai R2. Dari hasil pengujian sebagaimana yang disajikan pada Tabel IV.6 di atas, ditemukan nilai R2 sebesar 0, 994 yang berarti pengaruh variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pendapatan perkapita di Kota Lhokseumawe adalah sebesar 0, 994 atau 99,4%, sementara sisanya yaitu sebesar 0.5% dipengaruhi oleh variabel lainya yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini
FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENGGANGGURAN (STUDI KASUS KABUPATEN ACEH UTARA) Nasruddin, Nasruddin; Irfan, Irfan; Fauzan, Fauzan
Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) STIE Lhokseumawe Vol 3 No 2 (2017): 2017
Publisher : LPPM STIE Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the factors that cause the occurrence of unemployment in North Aceh . Data used in this research is quantitative secondary data are annual data in the form of numbers . Source of data obtained from the Central Statistics Agency report ( BPS ) North Aceh District from 2003 until 2013. From the results obtained regression coefficient R = 0.032074 which shows the relationship variable partial unemployment on the unemployment rate. The regression results obtained value of R2 = 0.225659, which means that the variable labor force and population affect the unemployment rate ( dependent variable ) in North Aceh. Partially t-test of the labor force amounted to 1.069654. T-test value (1.069654) < t - table ( 2.22814 ), meaning HI1 H01 is rejected and accepted, which means the labor force do not have a significant effect on the unemployment rate in northern Aceh. t - count population of 1.468538. T-test value (1.468538) < t - table ( 2.22814 ), meaning HI2 H02 is rejected and accepted, which means the number of people does not have a significant effect on the unemployment rate in northern Aceh.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DI KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2008-2016 Mauliza, Mauliza; Irfan, Irfan
Jurnal Akuntansi dan Pembangunan (JAKTABANGUN) STIE Lhokseumawe Vol 4 No 1 (2018): 2018
Publisher : LPPM STIE Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk menentukan sektor-sektor unggulan di Kabupaten Bireuen dan Untuk mengetahui klasifikasi pola pertumbuhan sektor perekonomian wilayah Kabupaten Bireuen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data PDRB di berbagai sektor ekonomi pada wilayah Kabupaten Bireun dari tahun 2008- 2016. Data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bireun. Hasil perhitungan nilai Location Quotient diseluruh sektor perekonomian bireun berdasarkan indikator pendapatan daerah yaitu PDRB atas dasar harga konstan 2000 terdapat lima sektor yang merupakan sektor basis (LQ>1), yaitu sektor pertanian, sektor listrik, gas, air, sektor bangunan, sektor perdagangan dan sektor pengangkutan. Dan empar sektor yang merupakan sektor non basis yaitu sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, sektor keuangan dan sektor jasa-jasa. Hasil analisis menurut Klassen Typology menunjukkan bahwa sektor prima adalah sektor listrik, gas , air, sektor bangunan, sektor pengangkutan dan sektor keuangan. Sektor berkembang terdapat pada sektor pertanian dan sektor perdagangan. Sedangkan sektor potensial yaitu sektor pertambangan, sektor industri pengolahan dan sektor jasa-jasa. Tidak terdapat sektor terbelakang pada penelitian ini.