Martha Irene Kartasurya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Kandungan Energi, Protein, Sakarin, Siklamat dan Frekuensi Konsumsi Makanan Jajanan Oleh Siswa MTs Syarif Hidayah Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan

MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 11, No 1 (2012): MKMI
Publisher : MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.52 KB)

Abstract

Makanan jajanan berkontribusi untuk kecukupan gizi karena mengandung energi dan protein, namun seringkali ditambah sakarin dan siklamat yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jika berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan energi, protein, sakarin, siklamat dan frekuensi konsumsi makanan jajanan oleh siswa. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 50 siswa dan 14 jenis makanan jajanan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan kandungan energi tertinggi pada es kelapa muda (323 kkal) dan protein tertinggi pada es cendol (3,1 g). Tujuh sampel mengandung sakarin dan 8 sampel mengandung siklamat. Hampir setiap hari kuantitas konsumsi rata-rata energi, protein, sakarin, dan siklamat yaitu 559 kkal; 4,7 g; 5,4 mg/hari; dan 8,3 mg/hari. Rata-rata makanan jajanan menyumbang 26% AKE (Angka Kecukupan Energi), 8% AKP (Angka Kecukupan Protein), dan semua responden mengkonsumsi sakarin dan siklamat kurang dari ADI (Acceptable Daily Intake). Kata kunci: makanan jajanan, zat gizi, sakarin, siklamat, siswa Energy, Protein, Saccharine, Cyclamate Contents and Frequency Consumption of Street Foods By Students MTs Syarif Hidayah Doro Suh-District, Pekalongan, The contribution of Street foods for adequacy of nutrition that contain energy and protein, actually it were often added with saccharine and cyclamate which can effect on health. The puposes of this research was to analyze energy, protein, saccharine, cyclamate contents, and frequency consumption of street foods by students. This research was a descriptive study with a cross sectional design. The sample was 50 students and 14 kinds of street food elected by a purposive method. The results showed that the highest energy was found on the young coconut ice drink (323 kkal) and the highest protein was found on the es cendol (3,1 g). Seven samples contained saccharine and 8 samples contained cyclamate. Average consumption quantity of energy, protein, saccharine, and cyclamate from street foodsvwere 559 kcals; 4,7 g, 5,388 mg/day; and 8,317 mg/day respectively. Average street foods have 26% of Adequacy Rate of Energy, dan 8% of Adequacy Rate of Protein and all of the respondents consumed saccharine and cyclamate less than ADI (Acceptable Daily Intake). Keyword : street foods, nutrient contents, saccltarine, cyclamate, students

Respon Kadar Gula Darah Terhadap Konsumsi Lumpia Semarang Basah Dan Goreng

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelebihan asupan makanan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit gula darah atau Diabetes Melitus. Prevalensi Diabetes Mellitus di Kota Semarang dari tahun 2007-2010 sebesar 20,5%, dengan angka kejadian Diabetes Mellitus sebanyak 68.673 kasus. Salah satu makanan camilan khas Kota Semarang yang sangat diminati adalah Lumpia Semarang, Lumpia Semarang adalah camilan terbuat dari kulit lumpia yang diisi rebung dan varian telur atau daging yang mengandung energi yang cukup tinggi, terutama pada lumpia goreng dibandingkan dengan lumpia basah sehingga menjadi pertanyaan apakah konsumsi lumpia semarang beresiko terhadap kenaikan kadar gula darah dan respon kadar gula darah terhadap konsumsi lumpia goreng lebih tinggi dibandingkan lumpia basah. Selain itu aspek kehalalan produk lumpia menjadi hal yang dipertanyakan mengingat Lumpia Semarang adalah makanan adaptasi dari Negara China. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adakah perbedaan kadar gula darah subjek penelitian terhadap konsumsi Lumpia Basah dan Goreng yang telah diobservasi kehalalannya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental kuasi dengan metode time series design. Populasi dalam penelitian ini adalah orang dewasa muda usia 20-23 tahun dan jumlah subjek penelitian sebanyak 40. Data karakteristik subjek dan konsumsi lumpia dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran langsung. Analisis data menggunakan Uji Beda Wilcoxon. Hasil analisis data menyatakan bahwa pada menit ke 30-60 postprandial terjadi perbedaan kadar gula darah terhadap konsumsi lumpia basah dengan lumpia goreng dengan nilai p=0,03 dan perbedaan penurunan kadar gula darah pada menit ke 60-120 postprandial terhadap konsumsi lumpia basah dan goreng dengan nilai p=0,04. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diketahui ada perbedaan hasil pengukuran respon kadar gula darah antara setelah mengkonsumsi lumpia basah dengan lumpia goreng, yaitu pada menit ke 60 dan 120, pada konsumsi lumpia basah menjadi lebih tinggi dibandingkan konsumsi lumpia goreng pada menit ke 60 dan respon penurunan kadar gula darah setelah konsumsi lumpia basah lebih cepat dibandingkan lumpia goreng

Studi Pola Konsumsi Dan Status Gizi Atlet Binaraga Persatuan Angkat Besi Binaraga Dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Madiun Jawa Timur Dalam Persiapan Kejuaraan Daerah Di Madiun Tahun 2013

Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food role in bodybuilder of PABBSI Madiun never monitored by KONI and never consultate with medical person. Disbalance betwen practice andfood cosumption cause dehydration in athlete. The objectivethis research is toanalysbetwen food consumption pattern and nutrition needed bodybuilder of PABBSI Madiun in preparation of regional championship. This study use descriptive study in 5 PABBSI’s athlete who will participate in regional championship inMaret atMadiun.The result of this study descripton that average bodybuilder athlete deficite in kalori’s needed, have trend that deficite in kalori’s consumption in 1 month, 1 week and 3 days before competition. Good in vitamin needed, with trend upcrase vitamin consumption. Moderate in mineral needed and deficite in water needed. Tren of consumption water is deficitedecerease before competition. The result of this study also description that average of bodybuilder athlete have good nutrition status during 1 month, 1 week and 3 days before competition. The conclusion of this research is all of bodybuilder athlete get dehydration because of deficite in consumption water. It cause headache and hot in their body