Articles

KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASI GAMMA

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.716 KB)

Abstract

KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASIGAMMA. Telah dilakukan penelitian mengenai kontaminasi awal serta dekontaminasi bakteri patogen dengan iradiasigamma pada jeroan sapi seperti hati, babat dan paru. Bakteri patogen yang digunakan adalah Salmonella typhimurium,Escherichia coli 0157, Escherichia coli polyvalen dan Vibrio cholerae yang diinokulasikan ke dalam jeroansapi. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, total bakteri koli, E. coli, Staphylococcus spp danisolasi Salmonella. Pada perlakuan dekontaminasi bakteri patogen, parameter yang diukur adalah jumlah kolonibakteri yang masih hidup setelah diiradiasi pada dosis 0; 0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 kGy di IRPASENA dengan laju dosis1,149 kGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan kontaminasi awal total bakteri aerob pada jeroan sapi berkisar antara8,85 x 105 dan 1,08 x 108 cfu/g, sedangkan bakteri koli berkisar antara 2,70 x 106 dan 3,23 x 107 cfu/g. Total bakteriE. coli berkisar antara 8,55 x 105 dan 2,60 x 107 cfu/g. Sedangkan total Staphylococcus spp berkisar antara 1,6 x 105dan 4,10 x 107 cfu/g. Tidak ditemukan Salmonella pada semua contoh yang diteliti, akan tetapi E. coli ditemukanpada semua contoh yang diteliti. Pada jeroan sapi, bakteri E. coli 0157 merupakan bakteri yang paling peka terhadapiradiasi, sedangkan V. cholerae merupakan bakteri yang paling tahan terhadap iradiasi.Kata kunci: Iradiasi, jeroan sapi, bakteri patogen, kontaminasi awal.

Bundo Kanduang dan Tantangan Politik Dalam Badan Perwakilan Anak Nagari (BPAN)

Jurnal Demokrasi Vol 9, No 1 (2010): Jurnal Ilmiah Politik Kenegaraan
Publisher : Jurnal Demokrasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.822 KB)

Abstract

The structure of Nagari governance has provided space for ‘Bundo Kanduang’ participation in decision-making. Bundo kanduang become a compulsory element in the membership of the Badan Perwakilan Anak Nagari (BPAN). This means that women in Minangkabau have been given the opportunity legally to engage in public decision-making. However, in formal legitimacy they are not guaranteed to play a role as bundo kanduang representatives. In fact, Bundo Kanduang still faces cultural challenges, internal and religion in BPAN. Kata Kunci: Bundo Kanduang, Diskriminasi, Tantangan Politik, Partisipasi, Minangkabau, BPAN

Uji Tinggi Muka Air Tanah Gambut dan Pemberian Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L.)

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 6 (2019): Edisi 1 Januari s/d Juni 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the best interaction of high peat groundwater level and giving oil palm empty bunches ash to the growth and production of soybean plants, this research has been conducted in the green house of Agriculture Experimrntal Station Faculty of Agriculture University Riau, from November 2017 untill February 2018. this research was conducted experimentally by using Completely Randomized Design (RAL) which is consist 2 factors. First factor is the groundwater level (T), 30 cm below the foil surface, 40 cm below the foil surface. Second factor is oil palm empty bunches ash (A) 2,5 ton.Ha-1, 5 ton.Ha-1. The data obtained were analyzed  statistically using analysis of  variance with Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) at 5%. The result showed the interaction of giving oil palm empty bunches ash and groundwater level, significantly affected pH, plant height, effective percentage of root nodules, harvest age, number of planting pods, dry seed weight, weight of 100 seeds, percentage of pods, and root length. And had no significant effect to other parameters. The combination of giving oil palm empty bunches ash 5 ton.Ha-1 and 30 cm below the foil surface  gave the best results on parameters of plant height (92,96 cm), number of pods per plant (79,16 pods), dry seed weight of crop (12,07 g), percentage of pods (71,33%) and weight of 100 seeds (9, 44 g).Keywords: Groundwater level, oil palm empty bunches (ATKKS), peat soil, soybean (Glycine max L.) 

Aljabar Atas Suatu Lapangan dan Dualitasnya

JURNAL MATEMATIKA STATISTIKA DAN KOMPUTASI Vol 6
Publisher : JURNAL MATEMATIKA STATISTIKA DAN KOMPUTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu aljabar (A,.,+;k) atas suatu lapangan k adalah suatu gelanggang (A,.,+) yangdilengkapi suatu aksi dari k pada A sedemikian sehingga (A,+,k) suatu ruangvektor atas lapangan k dan berlaku λ(ab)=(λa)b=a(λb) untuk semua a, b ∈ A danλ ∈ k. Hasil kali tensor akan memberikan definisi aljabar yang ekuivalen dengandefinisi pertama di atas. Dualitas aljabar melalui hasilkali tensor membawakepada konsep koaljabar. Tulisan ini memperlihatkan bahwa suatu aljabar atassuatu lapangan senantiasa dapat diperoleh dari dual suatu koaljabar dansebaliknya koaljabar dapat diperoleh dari dual aljabar untuk kasus aljabar yangberdimensi hingga.

Tanggung Jawab Negara dalam Melindungi Hak Nelayan Tradisional Indonesia di Perairan Australia

MIMBAR, Jurnal Sosial dan Pembangunan MIMBAR, Volume 27, No. 1, Tahun 2011 (Terakreditasi)
Publisher : P2U (Pusat Penerbitan Universitas) LPPM Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 1982 United Nations Convention on the Law of the Sea provides the rights of states on marine exploitation. The law imposed every state to accomodate other country’s rights and interests, including the right of traditional fishing. However, in reality, some problems occured, such as problems among Indonesian fishermen of North Nusa Tenggara sailed in Australia territorial waters. To overcome the problem, both Australia and Indonesia administration must reach agreement based on common interpretation over the law implementation. This writing suggests each party to use forum to discuss the matter based on law or diplomatic channel or law, before submit it to International Supreme Court. Konvensi Hukum Laut 1982 memberikan hak  negara-negara pantai di laut, sekaligus membebankan kewajiban untuk mengakomodasikan kepentingan dan hak-hak negara lain yang sah, di antaranya hak penangkapan ikan tradisional. Namun, dalam pelaksanaannya, sering ditemukan berbagai masalah. Nelayan Indonesia di Perairan Wilayah Selatan Nusa Tenggara Timur menghadapi permasalahan semacam ini di Perairan Australia. Tulisan ini mengkaji penerapan prinsip tanggungjawab negara terhadap perlindungan hak penangkapan ikan tradisional menurut Konvensi Hukum Laut 1982, melalui pendekatan yuridis normatif.

PENGATURAN TENTANG HAK LINTAS KAPAL ASING DI PERAIRAN NEGARA KEPUALAUAN MENURUT KONVENSI HUKUM LAUT 1982 DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA

Syiar Hukum Vol 11, No 3 (2009): Syiar Hukum
Publisher : LPPM Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Kepulauan merupakan rezim hukum baru dalam UNCLOS 1982. Berdasarkan ketentuan dalam UNCLOS 1982, negara kepulauan harus mengakomodasi hak negara lain untuk melintasi perairan kepulauan. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kewajiban untuk melaksanakan ketentuan dalam UNCLOS 1982 melalui hukum nasionalnya. Melalui UU No. 6 tahun 1966, PP No. 36 tahun 2002 dan PP No. 37 tahun 2002, Indonesia mengatur tentang hak dan kewajiban bagi negara lain untuk menggunakan hak lintas dalam perairan Indonesia

PENERAPAN MODEL PERSEDIAAN PRODUK MUSIMAN UNTUK MEMINIMASI EFEK BULLWHIP PADA PT FNG

Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA) Vol 11, No 2 (2010): INASEA Vol. 11 No. 2
Publisher : Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT FNG is an industry engaged in the glassware industry in Indonesia. In implementing the distribution of PT FNG often experience problems in distribution of its products. Among others, the shortage or excess stock products. Which in turn has an impact on the overall cost performance. With the existence of bullwhip effect, profits earned by the company does not reach its maximum. The method used is forecasting to predict demand for one next year as an input for analysis of inventory performance. By using the model for seasonal products, the inventory of existing demand variability can be reduced by giving large values of the optimal echelon orders so the company gets the maximum profit. This study has obtained the most proper forecasting method for glassware production, and by determining optimal Q, has given influence to conduct coordination or involvement of previous echelon to obtain maximum profits

INJAUAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 PADANG GELUGUR KABUPATEN PASAMAN

Pendidikan Biologi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Pendidikan Biologi Genap 2013-2014
Publisher : STKIP PGRI Sumbar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLearning difficulties from the students is influenced by several factors, such as internal and external factors of the school. The aims of this research to know the factors that cause learning difficulties of the students in the biology subjects. This research is a descriptive research. The population in this research was students of class X, XI IPA, IPA XII Senior  high school 1 Padang gelugur Pasaman who registered in 2012/2013 academic year that amounted of 475 students. The members of the population that used as sample were 25 % of the 475 students, who amounts 120 students, and implemented in February 2013. From the result of the research, the percentage of data obtained from internal factors on intelligence indicators of students in learning, the students attitudes in learning, the talent of students to develop their hobby in learning, the students interest give priority to their desire in learning, the students motivation in learning, with a value of 54.52 % with criteria quite influential. While the percentage of external factors that influence the students in learning difficulties on biology subjects with indicators of how the parents educate the children , the relationship between the family , the situation of house , economy of the family , the teachers teaching methods , curriculum , library , the condition of school buildings , school discipline , playmate , mass media with a value of 52.12 % with criteria quite influential. From the research it can be concluded that the internal and external factors enough to affect learning difficulties of the students. 

Penerapan Panca Usaha Tani Dalam Meningkatkan Produksi Padi Sawah Di Desa Konarom Barat Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow

Social Science Journal Vol 2, No 1 (2014): GEOGRAFI
Publisher : Social Science Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah tidak maksimalnya penerapan panca usaha tani di Desa Konarom Barat Kecamatan Dumoga Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Penerapan Panca Usaha Tani yang meliputi  pengelolahan lahan,  penggunaan bibit unggul, pemupukan, pengairan dan penggunaan pestisida untuk pembasmian hama dalam meningkatkan produksi padi sawah di Desa Konarom Barat Kecamatan Dumoga Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Kuantitatif, yaitu metode ini bertujuan untuk menguraikan sifat atau karakteristik sesuai fenomena tertentu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. hasil penelitian menujukan bahwa dalam penerapan panca usaha tani pengolahan lahan hampir seluruh petani telah menggunakan traktor dalam pengolahan lahan persawahannya yakni 16 atau 64 %. Untuk penggunaan bibit terdapat 19 atau 76 % yang memakai bibit lokal dengan alasan lebih tahan terhadap hama dan hasilnya maksimal dan yang memakai bibit unggul yakni 6 atau 24 % dengan alasan lebih cocok pada lahan persawahannya dan kebutuhan air lebih terpenuhi. Dalam hal pemupukan jenis pupuk yang paling banyak digunakan petani adalah Urea, SP36 dengan dosis perhektarnya adalah Urea 300 kg dan SP36 200 kg. Untuk dosis penggunaannya hapir seluruh orang telah menyesuaikan dosis pemakaiannya. Untuk pengairan di Desa konarom Barat memiliki teknis dan pada umumnya pengairannya sudah mencukupi yaitu 84 %. Untuk pestisida, petani menggunakan Insektisida dan Herbesida.Kata Kunci: Panca, Usaha Tani, Produksi, Padi

STUDI ANGGREK EPIFIT PADA TIGA LOKASI DI KABUPATEN MALINAU, KALIMANTAN TIMUR

Buletin Kebun Raya Vol 13, No 1 (2010): Buletin Kebun Raya Vol. 13 (1) Januari 2010
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on epiphytic orchids in three locations (Senturan Forest, Mount Sidi and Mount Jarang) in Malinau District showed that most epiphytic orchids were found in location with moderate light intensity rather than in low and high light intensities. Many orchids were found on parts of trees covered by thin mosses rather than on thick mosses. Three hundred and seventy one orchid specimens were collected from the three locations and at least 71 specimens were new collections to Eka Karya Botanic Garden, Bedugul.