Articles

Found 7 Documents
Search

KEEFEKTIFAN MODEL PROBEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini dilaksanakan pada 25 orang siswa kelas VII MTS Muhammadiyah Nawangan tahun akademik 2008/2009. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Sedangkan prestasi siswa diukur dengan menggunakan tes. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk perhitungan persentase dan rata-rata nilai. Hasilnya menunjukkan bahwa: 1) Aktivitas belajar siswa pada Siklus I 32 %, Siklus II 60%, Siklus III 100%; 2) Aktivitas mengajar guru juga menunjukkan adanya peningkatan dari setiap siklus, 3) Prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari Siklus I 5,96, Siklus II 6,68, dan Siklus III 7,76. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa.Kata kunci: model problem based learning, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.

ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA STKIP PGRI PACITAN PADA MATA KULIAH PENGANTAR DASAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN LOGIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF MAHASISWA

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misconception is a notion which is contradictory with the scientific one or the idea claimed by experts in a certain Field; the notion is inaccurate upon a concept, the concept use is false, its exemplifications are wrong, the different concepts are confusing, and the hierarchical relation of the concepts is wrong. Therefore, information about misconception is required so as to avoid a continuous misconception. One of the factors which affect the mastery of concept by the students deals with their cognitive style. The objective of this research is to identify and describe the existence of misconception in the subject matter of Basic Introduction to Mathematics with the topic of discussion of Logics viewed from the students’ cognitive style.This research used a descriptive qualitative method with a case study approach. The subjects of the research were the first semester students of the Study Program of Mathematics Education of STKIP PGRI Pacitan, Year 2011. The samples of the research were taken by using the purposive sampling technique. The identification of the existence of misconception was done by using the Certainty of Response Index (CRI) developed by Saleem Hasan, and the identification of the students’ cognitive style was conducted by using the instrument of Group Embedded Figures Test (GEFT) developed by Witkin. The data of the research were analyzed by using the model claimed by Miles and Huberman.The results of the research show that the proportion of misconception by the students with the cognitive style of Field dependent (FD) is higher than that of students with the cognitive style of Field independent (FI). The students with FD undergo more misconceptions in inversion, conversion, and contraposition (38%) whereas the students with FI undergo more misconceptions in plural statement negations and in negations with quantifiers (32%). The misconceptions by the students with FD are largely caused by their wrong pre-conception and low ability. Meanwhile, the misconceptions by the students with FI are mostly due to their wrong simplification and intuition. Keywords: Misconception, cognitive style, CRI and GEFT.

ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA STKIP PGRI PACITAN PADA MATAKULIAH TEORI BILANGAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 4, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pacitan, tahun 2012. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalah purposive sampling. Identifikasi terjadinya miskonsepsi dilakukan dengan menggunakan teknik Certainly of Response Index (CRI) yang dikembangkan oleh Saleem Hasan. Sedangkan identifikasi gaya belajar mahasiswa dilakukan dengan menggunakan angket gaya belajar mahasiswa. Analisis data hasil penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi gaya belajar subyek penelitian adalah 75% mahasiswa mempunyai gaya belajar visual, 19% dengan gaya belajar kinestetik, dan 6% auditorial. Proporsi miskonsepsi didominasi sub pokok bahasan kekongruenan (88%), selanjutnya ciri-ciri habis dibagi (47%), pengkongruenan linier (44%), dan persamaan linier diophantus sebesar 40%. Mahasiswa dengan gaya belajar auditorial lebih banyak mengalami miskonsepsi pada materi kekongruenan (80 %), demikian juga pada gaya belajar visual (90%), dan kinestetik (82%). Sedangkan pada materi ciri-ciri habis dibagi, pengkongruenan linier, dan persamaan linier diophantus, berturut-turut untuk gaya belajar auditorial (60%, 60%, 40%), gaya belajar visual (54%, 45%, 43%), dan gaya belajar kinestetik (18%, 35%, 29. Miskonsepsi pada mahasiswa dengan semua gaya belajar lebih banyak disebabkan reasoning yang tidak lengkap atau salah dan simplifikasi. Kemampuan pada mahasiswa juga penyebab miskonsepsi pada gaya belajar visual dan kinestetik, sedangkan intuisi yang salah menjadi salah satu penyebab miskonsepsi pada gaya belajar auditorial dan kinestetik. Kata Kunci: miskonsepsi, gaya belajar dan teori bilangan.

MISKONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP PGRI PACITAN TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Jurnal Humaniora Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.112 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat terjadinya miskonsepsi pada mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pacitan. Hal ini menjadi sangat penting untuk diketahui oleh para Dosen sebelum melaksanakan perkuliahan. Sehingga pelaksanaan program perkuliahan mampu mengatasi terjadinya miskonsepsi pada mahasiswa. Muaranya adalah terjadinya peningkatan kualitas mahasiswa. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pacitan. Proses penelitian ini dimulai pada bulan Maret dan berakhir pada bulan Juni 2014. Data diperoleh dari tes diagnostik, penelusuran dokumen, observasi, wawancara mendalam, dan FGD (focus group discussion). Peneliti, sebagai instrumen utama, didukung dengan instrumen bantu berupa tes diagnostik miskonsepsi, pedoman wawancara, dan lembar pengamatan. Analisis data di lapangan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Sementara itu, untuk mendapatkan data yang kredibel, dilakukan melalui triangulasi teknik, ketekunan pengamatan, dan FGD. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi terjadi pada beberapa konsep dasar matematika. Miskonsepsi terbanyak terjadi pada konsep persamaan kuadrat, pertidaksamaan eksponen, dan hitung diferensial. Sementara itu, asal sekolah, jenis sekolah, jurusan, dan jenis kelamin tidak memberikan efek yang signifikan terhadap terjadinya miskonsepsi. Keywords: Konsep, Miskonsepsi, Matematika

ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA STKIP PGRI PACITAN PADA MATA KULIAH PENGANTAR DASAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN LOGIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF MAHASISWA

Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 4 No 1 (2012): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misconceptionis a notion which is contradictory with the scientific one or the idea claimed by expertsin a certain Field; the notion is inaccurateup on a concept, the concept use is false, it sex emplification sare wrong, the different concept sare confusing, and the hierarchi calrelation of the concepts is wrong. Therefore, information about misconception is required so as to avoid a continuous misconception. One of the factors which affect the mastery of concept by the students deals with their cognitive style. The objective of this research is to identify and describe the existence of misconception in the subject matter of Basic Introduction to Mathematics with the topic of discussion of Logics viewed from the students’ cognitive style. This research used a descriptive qualitative methodwith a casestudyapproach. The subjects of theresearchwerethefirst semester students of the Study Program of Mathematics Education of STKIP PGRI Pacitan, Year 2011. The samples of theresearchweretakenbyusingthepurposive sampling technique. The identification of theexistence of misconceptionwasdonebyusingtheCertainty of ResponseIndex (CRI) developedbySaleem Hasan, andtheidentification of thestudents’ cognitivestylewasconductedbyusingtheinstrument of Group EmbeddedFigures Test (GEFT) developedbyWitkin. The data of theresearchwereanalyzedbyusingthe model claimedbyMilesandHuberman.  The results of theresearchshowthattheproportion of misconceptionbythestudentswiththecognitivestyle of Fielddependent (FD) ishigherthanthat of studentswiththecognitivestyle of Fieldindependent (FI). The studentswith FD undergomoremisconceptionsininversion, conversion, andcontraposition (38%) whereasthestudentswith FI undergomoremisconceptionsin plural statement negations and innegations with quantifiers (32%). The misconceptions by thestudentswith FD arelargelycausedbytheirwrongpre-conceptionandlowability. Meanwhile, themisconceptionsbythestudentswith FI aremostlyduetotheirwrongsimplificationandintuition.

Implementasi Penanaman Karakter Melalui Matematika Pada Kurikulum 2013

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 1 No 1 (2016): Penelitian Pendidikan dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.524 KB)

Abstract

Budaya dan karakter diyakini menjadi kunci sekaligus solusi pelbagai permasalahan sosial di masyarakat. Karenanya, penanaman nilai budaya dan karakter menjadi prioritas nasional, tidak terkecuali melalui dunia pendidikan. Seiring dengan hal tersebut, frame pendidikan nasional juga mengalami pergeseran dan perbaikan seiring dengan hadirnya kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penanaman nilai budaya dan karakter bangsa pada kurikulum 2013, utamanya melalui mata pelajaran matematika. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode multi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pada tiga sekolah di Kabupaten Pacitan, yakni SDN Ploso I, SMPN 1 Pacitan, maupun di SMAN 1 Pacitan. Data diperoleh dari penelusuran dokumen, observasi, angket, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai budaya dan karakter juga menjadi ruh dalam kurikulum 2013. Secara eksplisit, berbagai muatan nilai budaya dan karakter bangsa tercantum standar kompetensi lulusan, rumusan kompetensi aspek sikap spiritual, dan rumusan kompetensi aspek sikap sosial. Demikian halnya dengan pembelajaran matematika, sangat relevan untuk menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa, melalui pembelajaran tidak langsung. Problematikanya bertalian erat dengan problematika kurikulum 2013, yakni keluasan materi, sistematika materi, penilaian, dan proses adaptasi guru.

Implikasi multimedia interaktif berbasis flash terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika

Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 10 No 1 (2017): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan multimedia berbasis flash pada mata kuliah statistika ditinjau dari motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non-equivalent group design. Penelitian ini dilaksanakan di STKIP PGRI Pacitan pada tahun 2016. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar dan angket motivasi belajar mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji one sample t-test, uji T2 Hotelling’s, dan uji t-Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia berbasis flash pada mata kuliah statistika lebih efektif daripada pembelajaran menggunakan media powerpoint ditinjau dari motivasi belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Prestasi belajar statistika mahasiswa yang menggunakan media flash lebih baik daripada mahasiswa yang menggunakan media powerpoint. Demikian halnya pada aspek motivasi belajar, mahasiswa yang menggunakan flash mengalami peningkatan motivasi yang lebih signifikan daripada mahasiswa yang menggunakan media powerpoint. Kata kunci: Multimedia Flash; Motivasi Belajar; Prestasi Belajar; Statistika [English]: This study aims to test the effectiveness of the use of flash-based multimedia in the course of statistics toward learning motivation and student achievement. This research is a quasi-experimental research with pretest-posttest nonequivalent group design. This research was conducted at STKIP PGRI Pacitan in 2016. The instrument used was the test of student achievement and questionnaire of students motivation. Data analysis techniques used one sample t-test, T2 Hotellings test, and t-Bonferroni test. The results showed that the use of flash-based multimedia in the course of statistics is more effective than learning using powerpoint in terms of learning motivation and student achievement. Students’ achievement in statistics using flash media are better than students who use powerpoint. Similarly, in the aspect of motivation to learn, the motivation of students who use flash get increased significantly than students who use powerpoint. Keywords: Flash Multimedia; Learning Motivation; Achievement; Statistics