Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Gravitasi

Analysis of the levels of heavy Metal in refill using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS)

Gravitasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.384 KB)

Abstract

Research on determining the levels of lead (Pb), iron (Fe) and manganese (Mn) in refill drinking water at 3 depots in Palu city, namely Manimbaya’s depot, KH Dewantoro’s depot and Tombolotutu’s depot, has been conducted. The determination of metal concentration was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Results of this analysis show that the iron (Fe) concentrations were 0.1278 mg/L, 0.1426 mg/L, and 0.1059 mg/Lat the Manimbaya’s depot, KH Dewantoro’s and Tombolotutu’s, respectively. Similarly, the manganese (Mn) concentrations were0.1927 mg/L, 0.1240 mg/L, and 0.1538 mg/L at Manimbaya’s depot, KH Dewantoro’s, and Tombolotutu’s, respectively. Keyword: Refill drinking water, metal of lead (Pb), metal of iron (Fe), metal of Manganese(Mn), Atomic Absorption Spectrohotometry (AAS).

Mapping Projections Of Water Hardness Of The Groundwater In Palu Using The Web-Based Google MapsAPI

Gravitasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.945 KB)

Abstract

The groundwater research has conducted for mapping the distribution of water hardness using the web-based Google Maps API application and for determining the level of the average hardness of the ground water in the City of Palu, which has higher water hardness. All sampling points which were labelled green, yellow and red, where green and yellow colour which indicated that the hardness value was still low, but red indicatedan high hardness values. The obtained hardness results in 4 districts in Palu by using the titration method of complexometry or EDTA titration were different, namely the District of South Palu, West Palu, East Palu, and District of North Paluwere12,54 mg/l – 15,68 mg/l, 11,87 mg/l – 98,58 mg/l, 10,53 mg/l – 15,68 mg/l, and t 10,3 mg/l – 89,59 mg/l, respectively. However, these resultswere still under the maximum threshold. It was influenced by the content of water-soluble salts of hardness ions such as Ca2+, Mg2+, and Fe2+, and it was also affected by CO2free and a large amount ofNaCl, which can increase the water hardness. Keyword:Water hardness, groundwater, Google Maps API, ComplexometryTitration

Perancangan dan Implementasi Alat Ukur Kebisingan Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Media Penyimpanan Data

Gravitasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.471 KB)

Abstract

ABSTRAK Bunyi adalah kompresi mekanik atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Kebanyakan bunyi adalah gabungan berbagai sinyal, tetapi bunyi murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Pada umumnya peralatan elektronika seperti alat ukur ini masih merupakan peralatan yang rnenggunakan sistem manual. Melalui penelitian ini telah dirancang dan dibuat alat ukur bunyi kebisingan menggunakan mikrokontroler berbasis media penyimpanan data sehingga dalam melakukan pengukuran kebisingan tidak diperlukan mencatat satu persatu data yang diperoleh, sebab alat ukur bunyi kebisingan tersebut akan melakukan pengukuran dan penyimpanan data secara otomatis. Alat ukur bunyi ini terdiri dari 5 komponen yaitu Mikrokontoler Arduino Uno R3 berfungsi sebagai pengontrol sistem, SD Module ARD0008 berfungsi sebagai module penyimpanan data , Analog Sound Sensor SEN00I7 berfungsi sebagai sensor bunyi, Real Time Clock Module (DSl307) berfungsi sebagai pewaktu, dan LCD (liquid crystal display) 16x2 berfungsi sebagai penampil informasi data. Dari hasil kalibrasi didapat hasil Iinieritas dengan persamaan Y = 0.02x + 96.742, persamaan inilah yang diplot kedalam mikrokontroler. Dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur tersebut diperoleh data kebisingan dengan kesalahan relative 0% sampai 0,52%. Dari hasil pengukuran kebisingan tersebut dapat disimpulkan bahwa alat ukur bunyi yang telah dibuat dapat bekerja dengan baik. Kata kunci: sensor bunyi, alat ukur bunyi kebisingan, mikrokontroler Arduino Uno R3, SD madule, Real Time Clock (RTC), LCD.

Analisa Kualitas Klorofil Daun Jarak Kepyar (Ricinus comunis L) Sebagai Bahan Pewarna Pada Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.809 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian analisa kualitas klorofil daun jarak kepyar (Ricinus comunis L) sebagai zat warna pada Dye Senzitized Solar Cell (DSSC) telah ditinjau dari absorbansi, konduktivitas dan energi gap. Daun Jarak kepyar diekstraksi dengan menggunakan metode meserasi. Selanjutnya dibagi menjadi 7 kosentrasi yaitu 10,00 mg/ml, 11,11 mg/ml, 12,5 mg/ml, 14,28 mg/ml, 16,67 mg/ml, 20,00 mg/ml dan 25,00 mg/ml. Pengukuran absorbansi dan konduktivitas klorofil masing-masing diukur menggunakan spektrofotometer UV-vis dan GLX Explorer, sementara kadar klorofil dihitung menggunakan metode Wintermans dan de Mots. Puncak serapan klorofil terjadi pada panjang gelombang 665 nm, di mana diperoleh absorbansi maksimum berada pada kosentrasi 25 mg/ml yaitu sebesar 5,298 a.u. Demikian pula diperoleh nilai konduktivitas sampel lebih tinggi dalam kondisi terang dari pada kondisi gelap, di mana sampel dengan kosentrasi 25 mg/ml memiliki nilai konduktivitas tertinggi sebesar 101 µS/cm (kondisi gelap) dan 110 µS/cm (kondisi terang. Berdasarkan hasil perhitungan energi gap dan jumlah klorofil  masing-masing diperoleh 1,869 eV dan 20,8204 mg/L.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh daun jarak kepyar efisien dijadikan bahan dye dalamDye Sensitized Solar Cell(DSSC).Kata Kunci : Dye Senzitized Solar Cell, Klorofil,  Konduktivitas, Spektrofotometer UV-vis.  

Analisis Sifat-sifat Fisik Keramik Berbahan Tambahan Abu Ampas Tebu Dan Abu Sekam Padi

Gravitasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.041 KB)

Abstract

 ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang analisis sifat-sifat fisik keramik berbahan dasar tanah liat dengan bahan tambahan abu ampas tebu (AAT) dan abu sekam padi (ASP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi bahan tambahan AAT dan ASP terhadap sifat-sifat fisik dari densitas, susut bakar, daya serap air dan kuat tekan pada keramik. Pembuatan sampel keramik menggunakan bahan campuran tanah liat, ASP, AAT dengan komposisi yang bervariasi yaitu A (70,0,30), B (70,10,20), C (70,15,15), D (70,20,10) dan E (70,30,0), kemudian dibentuk dalam cetakan berukuran π cm2x4 cm lalu dipadatkan menggunakan alat Press hidrolik hingga tekanan 5 MPa. Sampel tersebut selanjutnya dipanaskan dalam tanur pada suhu 600 oC selama 2 jam. Pengukuran dimensi, massa dan gaya tekan pada sampel masing-masing menggunakan jangka sorong, neraca analitik dan alat press TNM tipe TN20MD. Berdasarkan hasil perhitungan kuat tekan menunjukkan bahwa sampel  berkualitas baik, di mana memenuhi standar (SNI,1996) yaitu B,C,D dan E. Diantara ke-4 sampel tersebut, sampel E (70,30,0) merupakan sampel keramik yang memenuhi kualitas terbaik karena memiliki kuat tekan dan densitas tertinggi, susut bakar dan daya serap terendah yaitu berturut-turut 17,77 MPa, 1,60 gr/cm3, 4,10% dan 25%. Dari hasil perhitungan yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan ASP yang berlebihan dapat menurunkan kualitas keramik, sebaliknya penambahan AAT yang lebih banyak dapat meningkatkan kualitas keramik.Kata kunci: Tanah liat, Abu sekam padi, Abu ampas tebu, sifat-sifat fisik keramikABSTRACT Analysis of the physical properties of ceramic based on the main constituent of clay and the additional constituents of bagasse ash (BA) and rice husk ash (RHA) has ben conducted. The purpose of this research is to know the effect of various compositions from BA and RHA additional constituens forward to the physical properties of density, burned shrinkage, water absorption and compressive strength on ceramics. In preparation of ceramic sample, the materials of elay, BA and RHA were mixed five different compositions of A (70,0,30), B (70,10,20), C (70,15,15), D (70,20,10) and E (70,30,0), then formed in a mold sized  π cm2 x 4 cm and further compressed using a hydraulic press tool up to a pressure of 5 MPa. The samples were then heated in a furnace at 600 OC for 2 hours. Measurements of dimensions, mass and compressive forces on each sample were used the threshold, analytical balance and TNM TN20MD type TNM press tool respectively. Based on the compressive strength calculation shows that  good quality sample, which obey  the standard (SNI, 1996) are B, C, D and E. All of them, sample E (70,30,0) is a the best qualityeld ceramic sample because  the highest compressive strength and density, and the lowest burned shrinkage and absorption are 17,77 MPa, 1,60 gr/cm3, 4,10% and 25%, respectively. From the analysis results obtained can be concluded that the addition of excessive rice husk ash (RHA) can reduce the quality of ceramics, otherwise the addition of more bagasse ash (BA) can improve the quality of ceramics.  Keyword : Clay, Ashes of bagasse, ash rice husk, and physical properties of ceramic.

PENGARUH VARIASI PENCAMPURAN ABU TULANG SAPI PADA LEMPUNG TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIK KERAMIK

Gravitasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pencampuran abu tulang sapi pada lempung terhadap sifat-sifat fisik keramik. Variasi komposisi abu tulang sapi terhadap lempung adalah: 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan suhu pembakaran 700°C selama 2 jam. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi: kuat tekan, susut kering, susut bakar, dan daya serap air. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa keramik dengan variasi komposisi terbaik adalah 5% abu tulang sapi dari volume lempung. Pada komposisi tersebut, sampel yang dihasilkan memiliki karakteristik: kuat tekan 14,04 MPa, susut kering 10,3%, susut bakar 0,5%, dan daya serap air 12,3%. Nilai-nilai yang telah diperoleh memenuhi batas yang dipersyaratkan untuk pembuatan keramik yang baik.  Kata kunci: Tanah lempung, abu tulang sapi, sifat-sifat fisik..