Anizar Indriani
Department of Electrical Engineering Faculty of Engineering University of Bengkulu Jl. W.R. Supratman Kandang Limun Bengkulu

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Sensor Suhu LM 35 Berbasis Microcontroller ATmega 8535 pada Sistem Pengontrolan Temperatur Air Laut Skala Kecil Indriani, Anizar; Johan, Johan; Witanto, Yovan; Hendra, Hendra
Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.691 KB)

Abstract

System of temperature control are used in many facility such as room temperature control, quality control of food and drink, electronic equipment control and etc. control of temperature can be done by using microcontroller as a media processing and process the changes of temperature that occured to the voltage. One of supporting component on the microcontroller to detect the change of temperature is temperature sensor LM 35 which in this study we will focus on the temperature sensor LM 35 for detect of change of temperature on the sea water in a small scale. the purpose of this study is to determine the ability and performance of temperatur sensor LM 35 for detect the changes of temperature sea water and check the condition of temperatur sensor LM 35 in use on the sea water. The results show that the temperature sensor of LM 35 can be used to measure the changes of temperatur sea water without have higher difference on the actual value and experiment results. the range of difference is smaller and the temperature sensor of LM 35 can be used to measured the change of temperature of sea water.Keywords: LM 35 Sensor, Microcontroller ATmega 8535, Sea Water Temperature
Analisis Pengaruh Variasi Jumlah Kutub dan Jarak Celah Magnet Rotor Terhadap Performan Generator Sinkron Fluks Radial Indriani, Anizar
Electrician Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intisari---Generator ditemukan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam industri kelistrikan. Generator yang sering ditemukan adalah jenis generator aksial dan radial. Komponen utama dari generator adalah rotor, stator dan penggerak utama. Komponen utama dari generator ini memiliki unsur-unsur pendukung seperti kumparan, magnet dan banyak lagi. Fungsi rotor dan stator adalah untuk menghasilkan induksi medan magnet karena gerakan yang terjadi antara rotor dan stator. Penempatan stator dan komponen rotor tergantung pada jenis generator yang digunakan, ada stator yang didalam rotor dan ada yang di luar rotor. Kondisi pemasangan dan penempatan stator dan rotor, jumlah lilitan kumparan dan magnet dapat mempengaruhi kinerja generator. Seperti pada generator sinkron  fluks radial memiliki rotor sebagai magnet (magnet rotor) yang berada di luar llitan kumparan stator. Beberapa studi telah meneliti tentang pengaruh jumlah lilitan kumparan, magnet dan jarak celah udara dalam generator fluks aksial dan radial terhadap kinerja generator seperti adanya distorsi harmonik dan lain-lain. Dalam tulisan ini kita akan fokus pada pengaruh magnet rotor dengan variasi jumlah kutub  dan jarak celah udara  lilitan kumparan stator terhadap kinerja generator sinkron fluks radial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil jarak celah udara magnet rotor dan stator coil maka tegangan yang dihasilkan lebih besar. Untuk jarak celah udaraudara magnet rotor dan lilitan kumparan  stator  1mm  dan 2mm pada putaran  rendah 200 rpm diperoleh tegangan 43,5 volt dan 39,2 volt untuk pengujian tanpa beban. Pada  pengujian berbeban diperoleh tegangan 30 volt dan 26,8 volt dengan jarak celah udara (gap) yang sama dan besarnya arus yang dihasilkan  0,21 mA. Kata Kunci---Generator sinkron fluks radial, jarak celah udara, variasi jumlah kutub, Tegangan, Arus. Abstract---Generators are found widely in everyday life, especially in the electricity industry. Generators that are often found are the type of axial and radial generator. The main component of the generator are rotor, stator and the prime mover. The main components of this generator has support elements such as coils, magnets and more. The function of the rotor and stator is to generate a magnetic field induction due to motion that occurs between the rotor and stator. Placement of stator and rotor component depending on the type of generator used, there is a stator in the rotor and some are outside the rotor. Conditions of installation and placement of the stator and rotor, the number of coil windings and magnets can affect the performance of the generator. As in the radial flux of synchronous generator has the rotor as magnet (magnet rotor) which are beyond the stator winding coils. Several studies have examined the influence of the number of winding coils, magnets and distance of air gap in the axial and radial generator to performance of the generator such as harmonic distortion and others. In this paper we will focus on the study of the influence of the magnetic pole variation and air gap distance rotor and stator coil windings to the performance of a synchronous generator. The results show that the smaller the air gap distance magnet rotor and the stator coil winding voltage generated greater. For the distance of air gap and coil magnet motor stator coil 1mm and 2mm at low rpm to 200 rpm are obtained a voltage of 43.5 volts and 39.2 volts for no-load testing and for testing by using load are obtained  voltage of 30 volts and 26.8 volts with the gap distance equal and a current of 0.21 mA. Keywords--- Radial flux of synchronous Generator , Distance of air gap , magnetic pole variation, Voltage, Current
OPTIMALISASI PERFORMANSI GENERATOR SINKRON GERAK TRANSLASI DAN ROTASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT Indriani, Anizar; Julianto, Rifki; Hendra, Hendra; Tajung, Ariani
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 5, No 1.1 (2019): Edisi khusus prosiding FORTEI 2019
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.995 KB)

Abstract

Generator listrik merupakan mesin pengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Generator bekerja memanfaatkan sumber daya alam berupa air, angin, gelombang laut, batubara, bahan bakar dan lainnya. Pada gelombang laut, generator dapat digerakan secara translasi dan rotasi dengan sistem pneumatik. Komponen generator memanfaatkan gelombang  laut dengan mekanisme pneumatik meliputi torak, tabung generator, lilitan kumparan, magnet neodymium, dudukan magnet, tabung pelampung dan lainnya. Generator gerak translasi dan rotasi menggunakan mekanisme pneumatik. Gerak translasi didapatkan dari gaya dorong torak akibat gerak turun naik gelombang yang diubah menjadi rotasi melalui penggunaan roda gigi. Generator translasi terdiri dari magnet permanen Neodymium berbentuk persegi, menggunakan diameter lilitan kumparan 0,7 mm. Generator rotasi menggunakan permanen magnet generator (PMG) dengan diameter lilitan kumparan  0,4 mm. pengujian performance generator dilakukan dengan variasi jarak celah 5?15 mm, variasi jumlah lilitan 920 dan 1260 lilitan pada pemasangan magnet dengan 1 sisi. Hasil pengujian performance generator tanpa beban menunjukan untuk jarak celah 5 mm didapatkan tegangan 21,7 Volt, arus 1,6 A pada gerak translasi. Untuk generator gerak rotasi tanpa beban keluaran tegangan yang dihasilkan adalah 41,8 V dan Arus 0,43 A. Pada Kondidi berbeban Performance generator translasi dan rotasi dengan beban 10 Watt  jarak celah yang sama dihasilkan tegangan 17,2 Volt arus 0,42 A pada gerak translasi, pada gerak rotasi tegangan yang dihasilkan  64,5 V dan arus 0,42 A.
JENIS MATERIAL PAHAT POTONG DAN RUN OUT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA SILINDER PADA PROSES BUBUT Hendra, Hendra; Sutarmadi, Sutarmadi; Indriani, Anizar; Hernadewita, Hernadewita
Jurnal MEKANIKAL Vol 4, No 2 (2013): JM Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : Jurnal MEKANIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.218 KB)

Abstract

Machining process is part of the production process where cutting process of work piece is done by using machine tools. Machine tools are used in the machining process includes lathe machines, milling machines, shaping machines, drilling machines and other machine tools. For a cylindrical work piece the cutting process can be done by using a lathe. Lathe process can make cylindrical objects, holes, taper and other forms. In the cutting process of work piece with a lathe machine are required high accuracy and precision especially for work piece such as shafts , pistons and objects that serve as a connecting other components. Work piece with high accuracy and precision can be obtained by use the reliable of machine tools, cutting condition, the selection of machining elements and material of cutting tools; operators have a skill for operation of machine tools. Cutting conditions such as mounting work pieces that are not center (run out) or overhang of work piece with strong pressure between head stock and tail stock can be resulting deflection. Run out and deflection happened can be cause the cutting force is not uniform. Therefore cause damage to the work piece and machine. Damage on the work piece can be seen from the quality of the cutting (surface roughness) and for machine on the case of chatter or vibration arising from the cutting force. In this paper we will focus to determine the effect of cutting tools material and run out of material on the surface roughness where as machining element used is the depth of cut and feeding. Work piece used is made of medium carbon steel.
SISTEM KONTROL KEKERUHAN DAN TEMPERATUR AIR LAUT MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER ARDUINO MEGA Indriani, Anizar; Witanto, Y; Supriyadi, Supriyadi; Hendra, Hendra
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v6i3.1830

Abstract

Sistem kontrol merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.. Saat ini penerapan sistem kontrol telah menjamah bidang perkebunan, perikanan ataupun pertanian. Dalam penelitian ini, sistem kontrol akan diterapkan pada proses budidaya perikanan seperti budidaya ikan kerapu. Dimana ikan kerapu memiliki habitat dengan kondisi air laut dengan kadar garam 30 - 33 ppt, kadar oksigen ± 4 ppm, temperatur air laut 240 - 310C dan kadar keasaman (pH) air laut 7,6 - 7,8. Kecepatan arus air ideal sekitar 20 hingga 40 cm/detik dimana diperlukan untuk pergantian air dan oksigen serta untuk mengalirkan sisa metabolisme ikan serta pakan ikan keluar. Kondisi habitat ikan ini harus dpat dikontrol dengan baik. Di beberapa tempat budidaya ikan kerapu sistem penjagaan kondisi habitat ini dilakukan secara manual. Dengan adanya sistem kontrol, kondisi habitat ini akan sangat mudah dijaga. Dimana dalam penelitian ini difokuskan pada kemampuan sistem kontrol kekeruhan dan temperatur air laut meliputi fungsi sensor, waktu kerja pengontrol dan kinerja peralatan kontrol. Perangkat pengontrol menggunakan microcontroller Arduino Mega dengan beberapa sensor temperatur dan kekeruhan. Sensor temperatur menggunakan tipe DS18S20 dan untuk kontrol kekeruhan menggunakan sensor turbidity. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sistem kontrol ini dapat mengatur dan menjaga kadar kekeruhan dan temperatur air laut dengan arus 0.215 A untuk satu relay dan 0.33 A untuk 3 relay. Untuk kekeruhan dibutuhkan waktu yang dibutuhkan untuk kontrol aktif yaitu 15 detik dengan indikator kekeruhan dari pakan ikan sebanyak 50 gram dan 10 liter air. Untuk kapasitas yang lain 15 liter air didapatkan waktu kontrol aktif pada 40 detik dengan jumlah pakan 50 gram. Hal ini menunjukkan kontrol kekeruhan bekerja dengan baik dengan semakin keruh air laut semakin cepat bekerja sistem kontrol menggantikan air laut untuk tetap menjaga habitatnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menurukan temperatur 1.270C adalah 6 menit 37 detik dengan kapasitas 10 liter
KONTROL KUALITAS KADAR AIR LAUT MENGGUNAKAN FUZZY LOGICUNTUK HABITAT IKAN KERAPU Indriani, Anizar; Fajri, Marhalim
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 5, No 1.1 (2019): Edisi khusus prosiding FORTEI 2019
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.517 KB)

Abstract

The quality of the seawater content for the grouper fish habitat is very influential in the grouper fish development process. Seawater quality for grouper fish habitat depend on temperatur, salinity, acidity (pH), and turbidity of seawater. The quality of seawater can be control by circulation in and out of seawater in the fish pond. This cycle is required to maintain the desired quality of seawater at temperatur 24ºC- 31ºC, salinity 30-33 ppt, dissolved oxygen> 3,5 ppt, and pH 7,5-8,3. In previous studies seawater control systems have been carried out in the form of controls temperatur and pH quality. Other components quality of sea water such as salinity and turbidity due to fish food also influence seawater quality for grouper fish habitat. Component control of sea water in this paper include microcontroller, pump sea water, fresh water pump, sensor and etc.  In this paper we are focus on the controlling sea water quality to maintain the quality of grouper fish pools consisting of temperatur, salinity, acidity (pH), and turbidity of seawater. Input this data and the pH of the water read by the sensor will be processed with fuzzy logic to adjust the working of the salt water pump and the freshwater pump until it reaches the setpoint value. Turbidity and temperatur control using the ON-OFF system. The results show that of testing the sea water quality of control system using fuzzy logic in accordance with the calculation of mathematical defuzzyfication with an error of 0%. The values of salinity control system 31,14-32,98 PPT, pH 7,78-8,.2, temperatur 27ºC-29,98ºC, and turbidity level 9,90-14,85 NTU.