Articles

STRATEGI DAN MODEL PENGEMBANGAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU

Sosiohumaniora Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.403 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) strategi pengembangan wajib belajar 12 tahun; (2) posisi pengembangan wajib belajar 12 tahun; dan (3) model pengembangan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths- Weaknesses-Opportunities-Treath). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat empat strategi pengembangan model wajib belajar 12 tahun, yaitu: a) Strategi Strengths-Opportunities/SO, b) Strategi Strengths-Treath/ST, c) Strategi Weaknesses-Opportunities/WO, dan d) Strategi Weaknesses-Treath/WT; (2) Posisi pengembangan Wajib Belajar 12 tahun Kabupaten Bengkalis pada Posisi Organisasi berada pada Kuadran III (tiga); 3) Model pengembangan Wajib Belajar 12 Tahun di Kabupaten Bengkalis adalah: a) Pembangunan Unit Sekolah Baru berupa SMA/MA/SMK Reguler; b) Pelaksanaan Kegiatan Kelompok Belajar Paket C; c) Pelaksanaan Ujian Persamaan SMA; d) Pembangunan SMA Luar Biasa; dan e) Pembangunan SMA Terbuka.

KAJIAN TENTANG HUBUNGAN STRATEGIS PRODUSEN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN PELALAWAN PROVINSI RIAU

PEKBIS ( Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis ) Vol 3, No 02 (2011)
Publisher : PEKBIS ( Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.895 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan strategis antara petanikelapa sawit peserta plasma dengan perusahaan inti di Kabupaten Pelalawan.Hubungan strategis yang terjalin selama ini adalah PT. Asian Agri sebagaiperusahaan inti melakukan kemitraan dengan petani plasmanya melalui pola PIRdan KKPA. Hubungan ini dimaksudkan supaya adanya hubungan yang salingmenguntungkan antara petani plasma sebagai produsen kelapa sawit (TBS) denganPT. Asian Agri sebagai pembeli kelapa sawit yang diproduksi petani.

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL CONTROVERSIAL ISSUES PADA MATA KULIAH EKONOMI SUMBERDAYA MANUSIA DAN ALAM

PEKBIS ( Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis ) Vol 4, No 01 (2011)
Publisher : PEKBIS ( Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.971 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswapada mata kuliah ESDMA melalui penerapan model isu kontroversial (controversialissue). Subjek dalam perbaikan pembelajaran ini adalah mahasiswa yangmengambil mata kuliah ESDMA semester ganjil 2011/2012 pada program studiPendidikan Ekonomi FKIP Universitas Riau, yang berjumlah 32 orang mahasiswa.Desain dan metode penelitian menggunakan pola penelitian tindakan kelas(classroom action research). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan hasilsebagai berikut: (1) model Controversial Issue dapat digunakan sebagai modelpembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa; (2)Keberhasilan penerapan model Controversial Issue dapat dilihat dari adanya: (a)respon positif mahasiswa dalam penerapan model isu kontroversial; (b) partisipasiaktif mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran model isu kontroversial; (c)peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

MODEL CONTROVERSIAL ISSUES UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATAKULIAH EKONOMI PEMBANGUNAN

Jurnal Pendidikan Vol 2, No 01 (2011)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.287 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui aktivitas belajar mahasiswa denganmenerapkan model Isu Kontroversial (controversial issues); dan (2) mengetahui hasil belajar mahasiswadengan menerapkan model Isu Kontroversial (controversial issues). Penelitian dilakukan padamahasiswa yang mengambil mata kuliah Ekonomi Pembangunan semester genap 2007/2008 padaprogram studi PPKn FKIP Universitas Riau, yang berjumlah 55 orang. Desain dan metode penelitianmenggunakan pola penelitian tindakan kelas (classroom action research). Prosedur penelitian tindakankelas ini yaitu (1) perencanaan (planning); (2) pelaksanaan tindakan kelas (action); (3) observasi(observation); dan (4) refleksi (reflection).Berdasarkan hasil observasi pada siklus I, kemampuan dosen dalam menerapkan model pembelajaranisu kontroversial (controversial issues) kurang baik. Aktivitas belajar yang dilakukan mahasiswaberada pada kategori kurang baik, sehingga hasil belajar yang diperoleh juga berada pada kategoricukup. Pada siklus II, kemampuan dosen dalam menerapkan model pembelajaran isu kontroversial(controversial issues) sudah sangat baik. Aktivitas belajar mahasiswa meningkat baik dari pertemuanpertama, hingga pertemuan terakhir pada siklus II, sehingga hasil belajar yang dicapai mahasiswa jugalebih baik dibandingkan dengan hasil belajar pada siklus I.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATA KULIAH MATEMATIKA EKONOMI

Jurnal Pendidikan Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.201 KB)

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes through the application of TGT learning models in Mathematical Economics course. The experiment was conducted at Economic Education Program, the Faculty of Teachers’Training of Education, Riau University. Subjects were students of the second semester of Economic Education Program attending in Mathematical Economics in Academic Semester 2011/2012, totaling 36 students, consisting of 28 (78 percent) female students and 8 male students (22 percent). The research was conducted in three cycles, each cycle includes the planning, implementation, observation and reflection. The results found that the implementation of TGT learning in Mathematical Economics can improve student learning outcomes. Using TGT as a learning model for improving student learning outcomes will be effective if supported by the following: the ability of lectures to create lesson plans based on the TGT model, and the involvement of students in proportion to the activity in the learning process. Keywords: Teams Games Tournament (TGT), Mathematical Economics, Learning Outcomes

PERSEPSI PETANI TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK BARU DALAM KEPUTUSAN ADOPSI NASABAH PEMBIAYAAN SYARIAH

IJAE ( Jurnal Ilmu Ekonomi Pertanian Indonesia ) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : IJAE ( Jurnal Ilmu Ekonomi Pertanian Indonesia )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.255 KB)

Abstract

This study aims to determine the farmer´s perception of sharia finance products. Theresearch method used is descriptive qualitative. The unit of analysis is the study of oilpalm farmers in Kampar regency which become customers of products murabahafinancing of oil palm plantations Riau Sharia Bank Branch Pekanbaru. Study samplewas determined by using Random Sampling Proportional to account for 50 farmers. Theresearch was conducted from January to April 2011. The results showed the newproduct adoption decisions (murabaha financing products of oil palm plantations) isinfluenced by five characteristics perceived by farmers as customers, namely relativeadvantage, suitability (compatibility), complexity, it is likely to be tried first (triability),and ease communicated (communicability). The more superior product murabahafinancing of oil palm plantations Riau ShariaBank compared with existing products(loans from conventional banks or financing from other sharia banks), the greater theadoption decisions of farmers. The higher the conformity of products murabahafinancing of oil palm plantations Riau Sharia Bank, the more likely farmers´ adoptiondecisions. Increasingly difficult financing products of oil palm plantations murabahaRiau Sharia Bank understand and use, the lower the likelihood of adoption decisions offarmers. The easier the financing products of oil palm plantations murabaha Riau ShariaBank to try and communicate, the more likely farmers´ adoption decisions.Key words: perception, new product characteristic, adoption decision

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATA PELAJARAN EKONOMI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Jurnal Pendidikan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.465 KB)

Abstract

This study aims to: (1) describe the professional competence of Economic’s teachers in thelearning process, and (2) finding the professional competence of Economic’s teachers’ efforts. Thesamples were teachers of Economics and head of public and private high schools in the district MerantiIslands, purposively selected based on school accreditation. Data analysis used descriptive qualitative.The study found: (1) In general, the professional competence of Economic’s teachers in Meranti IslandsRegency were low, (2) There are two efforts made to improve the professional competence ofEconomic’s teachers in Meranti Islands Regency, namely the efforts of teachers and principals efforts.Efforts are made teachers are: follow MGMPs (Subject Teachers Council), following the upgrading /training, attend courses, gain knowledge through mass media or electronics, and professional improvementthrough self study. Efforts are made principals include: conduct supervision, conduct and or assigningteachers to participate in training, provision of adequate education facilities, motivated teachers makescientific work, rewards, and held a school meeting.Key words: professional competence, teachers of Economics, learning process

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF (MPKP) UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRODUKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGANTAR BISNIS

Jurnal Pendidikan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.346 KB)

Abstract

This study aims to improve student learning creativity andproductivity through the application of Creative Productive Learning Model in theIntroductory Business class. The experiment was conducted at EconomicEducation Program, the Faculty of Teacher Education University of Riau. Thesubjects were students of the first semester of Economic Education ProgramUniversity of Riau who follow classes in Introductory Business in AcademicSemester 2013/2014. The number of students 35 people, consisting of 27 (77percent) female students, and 8 (23 percent) male students. The experiment wasconducted in three cycles; each cycle includes the stages of planning,implementation, observation and reflection. The results found that byimplementing Creative Productive Learning Model, it can increase the creativityand productivity of learning. Through increasing creativity and productivity ofstudent learning, the absorptive capacity of students is also increasing. There were34 students (97 percent) who scored more than 70. It means that research targets have been achieved, even more, so that productive creative learning model issuccessful.Keywords:Creative productive learning model, Introductory Business,creativity and productivity of learning

PENGARUH PENGELOLAAN KELAS TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMPN 35 PEKANBARU

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan VOL 6 : EDISI 1 JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to determine how much influence classroom management has on the concentrtion of student learning in IPS learning at SMP 35 Pekanbaru. This research is a quantitative descriptive study using simpel linear regression with the help of the SPSS program. Sampling techniques proportionate random sampling with a total sample of 143 students. The results of this study indicate that class management is in the good categor, while the learning concentration of students includes a fairly good category. From the test results it can be seen that calssroom management has a positive and significant effect on student learning concentration. Meaning if the management of the class is good then the concentration of student learning will be good too.Key Words: Class Management, Concentration Of Learning.

DETERMINAN PERMINTAAN PEMBIAYAAN SYARIAH DETERMINAN PERMINTAAN PETANI KELAPA SAWIT TERHADAP PEMBIAYAAN SYARIAH

Sosiohumaniora Vol 16, No 2 (2014): SOSIOHUMANIORA, JULI 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.839 KB)

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan Provinsi Riau umumnya,dan Kabupaten Kampar khususnya. Oleh karena itu perkebunan kelapa sawit perlu dikembangkan, sehinggadiperlukan peran petani di dalamnya. Salah satu faktor essensial yang diperlukan petani dalam mengembangkankebun kelapa sawitnya adalah permodalan. Masalah yang muncul adalah sebagian besar petani tidak sanggupmendanai usahatani yang padat modal dengan dana sendiri. Oleh karena itu diperlukan sumber dana yang berasaldari luar petani. Salah satu sumber dana tersebut berasal dari bank syariah berupa pembiayaan syariah. Penelitianini bertujuan mengetahui pengaruh faktor internal dan faktor eksternal petani dalam menentukan permintaanpetani terhadap pembiayaan syariah. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel penelitian adalah petanikelapa sawit Kabupaten Kampar yang menjadi debitur pembiayaan syariah di Bank Riau Syariah. Pendekatananalisis yang digunakan adalah analisis SEM (Structural Equation Modelling) dengan metode PLS (PartialLeast Square) menggunakan software Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Faktor internal petaniberpengaruh dalam menentukan permintaan petani terhadap pembiayaan syariah. Faktor internal petani yangberperan paling besar dalam menentukan permintaan petani terhadap pembiayaan syariah adalah sikap petaniterhadap pembiayaan syariah; Kedua, Faktor eksternal petani berpengaruh dalam menentukan permintaan petaniterhadap pembiayaan syariah. Faktor eksternal petani yang berperan paling besar dalam menentukan permintaanpetani terhadap pembiayaan syariah adalah profesionalisme pegawai bank syariah.Kata kunci : Faktor Internal Petani, Faktor Eksternal Petani, Permintaan Petani terhadap Pembiayaan Syariah