Fitri Indrawati
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang

Published : 18 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)

Pemanfaatan Kartu JKN-KIS pada Pasien Rawat Inap di RSUD Ungaran Qudsiah, Harizatul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.19741

Abstract

ABSTRAK Angka kunjungan pasien rawat inap di RSUD Ungaran tahun 2014-2016 lebih tinggi dibanding RSUD Ambarawa namun angka presentase pemanfaatan JKN-KIS di RSUD Ungaran lebih rendah dibanding RSUD Ambarawa yaitu sebanyak 39,8% sedangkan RSUD Ambarawa sebanyak 47,14%. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Jenis penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 75 responden dengan teknik cluster sampling. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa pekerjaan (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), pengetahuan (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), sikap (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), persepsi (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promosi (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), kepuasan terhadap pelayanan kesehatan (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Sedangkan tingkat pendidikan (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) dan tingkat pendapatan (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) tidak berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Faktor yang paling dominan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS adalah sikap. Abstract The number of inpatient visit at RSUD Ungaran in 2014-2016 was higher than RSUD Ambarawa, but the percentage of the using of JKN-KIS card at RSUD Ungaran was lower than RSUD Ambarawa which was 39,8%, while RSUD Ambarawa was 47,14%. This research aimed to analyze the factors which correlated with the inpatient using of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The research was analytical observational with cross sectional design. 75 respondents are stated as the sample which use cluster sampling technique. The data were analized unvariete and bivariete using chi-square test. The results shown that occupation (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), acknowledge (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), behaviour (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), perception (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promotion (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), and satisfaction to health service (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) were correlated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. Education level (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) and income rate (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) irrelated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The most dominant factor with the patient usage of JKN-KIS card was behavior. Keyword : Use of JKN-KIS card, Patient, Hospital inpatient
Persepsi Ibu Nifas tentang Mutu Pelayanan Postnatal Care dengan Kunjungan Ulang Reinissa, Arindita; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Saat ini organ-organ reproduksi sedang mengalami proses pemulihan setelah terjadinya proses kehamilan dan persalinan. Ibu nifas juga mengalami perubahan psikologis yaitu melanjutkan pencapaian proses peran maternalnya dan kelekatan dengan bayinya. Sehingga ibu nifas perlu mendapatkan asuhan pelayanan nifas yang bermutu. Mutu tersebut dapat terlihat dari standar waktu dimana ibu nifas dianjurkan untuk melakukan kunjungan nifas paling sedikit 3 kali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi ibu nifas terhadap mutu pelayanan postnatal care terhadap minat kunjungan ulang layanan postnatal care di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi kehandalan (p=0,031), persepsi daya tanggap (p=0,031), persepsi jaminan (p=0,046), persepsi empati (p=0.023) dan persepsi bukti langsung (p=0,002) dengan minat kunjungan ulang layanan postnatal care. Kata kunci: persepsi, kualitas layanan, niat mengunjungi kembali The postpartum period begins after the placenta is born and ends when the uterus returns as before pregnancy. Currently the reproductive organs are undergoing recovering after the process of pregnancy and childbirth. The puerperal mother also undergoes a psychological change that is continuing the achievement of her maternal role process and attachment to her baby. So the postpartum needs to get good postpartum service quality. The quality can be seen from the standard time in which postpartum mothers are encouraged to make postpartum visits at least 3 times. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of puerperal mother to quality of postnatal care services to revisit intention postnatal care service at Puskesmas Halmahera Semarang City. This research is a quantitative study using cross sectional approach. The sample of this research is 41 people. The results showed that there was a relationship between the perception of reliability (p = 0.031), perception of responsiveness (p = 0.031), perception of assurance (p = 0.046), perception of empathy (p = 0.023) and the perception of tangible (p = 0.002) with revisit intention postnatal care services. Keywords: perception, service quality, revisit intention
Perbedaan Pengetahuan Ibu Terkait Demam Berdarah Dengue dan Praktik Pencegahan dengan Suna Trap Sukendra, Dyah Mahendrasari; Indrawati, Fitri; Hermawati, Bertakalswa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data laporan DBD nasional, Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 menempati urutan urutan kedua tertinggi untuk kasus penderita meninggal di Indonesia. Kota Semarang menempati urutan pertama kasus tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2014 berdasarkan IR DBD yaitu 92,43/100.000 penduduk dan mengalami peningkatan pada Tahun 2015 dengan IR DBD sebesar 92,71/100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu mengenai demam berdarah dengue dan praktik pencegahannya di Kelurahan Patemon Kota Semarang melalui pelatihan kader jumantik pada kelompok dasawisma RW 07 Kelurahan Patemon.Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan menggunakan desain one-group before-after study dan instrumen menggunakan kuesioner. Terdapat perbedaan skor pengetahuan ibu tentang DBD sebelum dan sesudah diberikan pelatihan (p 0,014) dengan peningkatan skor pengetahuan sesudah intervensi pada 6 dari 7 peserta pelatihan (85,7%).Kesimpulannya, intervensi berupa pelatihan kader jumantik dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu kelompok dasawisma RW 07 Kelurahan Patemon. Kata Kunci: Pelatihan, Kader Jumantik, DBD, Pengetahuan.   ABSTRACT Based on national dengue data report, Central Java Province was the second highest death cases in 2015  on Indonesia. Semarang city ranks the highest case in Central Java in 2014 based on DHF IR which is 92,43 / 100.000 population and increase in Year 2015 with DHF IR equal to 92,71 / 100.000 population. This study aims to determine the difference of mother knowledge about dengue hemorrhagic fever and prevention practice in Patemon urban village of Semarang through training of jumantik cadres in daws group RW 07 Patemon urban village. This study used experimental design using one-group design before-after study and instrument using questionnaire. There was a difference of mothers knowledge score about DHF before and after training (p 0,014) with improvement of knowledge score after intervention in 6 of 7 trainees (85,7%). In conclusion, the intervention in the form of training of jumantik cadres can improve the knowledge of mothers of the RW 07 community group of Patemon urban village. Keywords: Training, Jumantik Cadres, DHF, Knowledgement.
Fungsi Manajemen Program ASI Eksklusif dengan Ketercapaian Target Cakupan ASI Eksklusif Astuti, Mira Andri; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.24653

Abstract

ABSTRAK             Angka Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Semarang pada tahun 2015 adalah 44,8%, dan tahun 2016 sebesar 49,34%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara fungsi manajemen dengan ketercapaian target cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Kabupaten Semarang. Jenis penelitian observasional, dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 26 responden di 26 Puskesmas, dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data menggunakan uji Chi-square dengan uji alternatif Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara fungsi perencanaan (p value=0,014), penggerakan (p value=0,045), dan pengawasan (p value=0,012), berhubungan dengan ketercapaian target cakupan ASI Eksklusif. Sedangkan fungsi pengorganisasian tidak berhubungan (p value= 0,306). Penelitian ini menyimpulkan fungsi pengawasan menjadi fungsi manajemen utama yang berhubungan dengan tercapainya target cakupan ASI Eksklusif.   Kata kunci: Fungsi Manajemen, Target Cakupan ASI Eksklusif.   ABSTRACT             Coverage rate of exclusive breastfeeding at Semarang Regency in 2015 was 44.8%, and  2016 was 49.34%. The purpose of this study was to analyse management function relating to coverate rate target of exclusive breastfeeding at health centres in Semarang Regency. This was an observational study using cross sectional approach. Number of respondents were 26 respondent, 26 health centres in Semarang Regency by total sampling technique. Instrument study using structured questionnaires and analysed using Chi-square test with Fisher test as alternatif test. The results of this research showed that function of planning (p value=0,014), actuating (p value=0,045), and monitoring (p value=0,012) had significant relationship with the target achievement of coverage rate of exclusive breastfeeding. Meanwhile, organizing function was not related (p value= 0,306). This study concludes monitoring function is dominant factor that related to coverage target of exclusive breastfeeding.   Keywords: Management Function, Coverage Target of Exclusive Breasfeeding.
Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Lingkungan Nugrahany, Alfina Dewi; Rahayu, Sri Ratna; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.18339

Abstract

Abstrak Kecamatan Bergas merupakan kecamatan yang memiliki angka prevalensi tuberkulosis paru yang meningkat yaitu dari 38/100.000 penduduk menjadi 40,47/100.000 penduduk pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial yang ditinjau dari faktor demografi dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Berdasarkan analisis spasial, faktor demografi yang mempengaruhi kejadian TB paru  di wilayah kerja Kecamatan Bergas yaitu kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah yang tinggi, ketinggian wilayah, dan area buffer zone radius 2 km keberadaan industri. Simpulan penelitian ini yaitu kasus TB paru lebih banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah tinggi, ketinggian wilayah rendah dan buffer zone radius 2 km dari industri.  Abstract Bergas was a sub-district that had an increased prevalence of pulmonary tuberculosis, which was from 38/ 100,000 population to 40.47/ 100,000 population in 2016. This study was conducted in 2017 and aims to analyze the incidence of pulmonary TB spatially in terms of demographic factors and environment in the work area of ​​Bergas Public Health Center, Semarang Regency. This research was an explanatory research used cross sectional design. Data analysis used univariate analysis and spatial analysis. Based on spatial analysis, demographic factors that influence the incidence of pulmonary TB in the work area of ​​Bergas Subdistrict were high population density, high house density, area height, and buffer zone area of ​​2 km radius of industrial presence. The conclusions of this study were that pulmonary TB cases were more common in areas with high population density, high house density, low altitude areas and a buffer zone of 2 km radius from the industry Keyword : Spatial Analysis, Pulmonary TB, Demographic Factors, Environment
Analisis Kinerja Petugas Pelayanan Rawat Jalan Puskesmas Ngesrep dengan Metode Balanced Scorecard Triyanto, Donna Ayuk; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian Kinerja Puskesmas Ngesrep berada dalam kategori III dengan total poin sebesar 8.957. Berdasarkan data ketenagakerjaan dan Rencana Tingkat Puskesmas Tahun 2015 terdapat karyawan berjumlah 39 orang. Menurut data terdapat kekurangan tenaga karyawan sebanyak 10 orang yang membuat beberapa petugas harus merangkap pekerjaan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Petugas Pelayanan Puskesmas Ngesrep dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Instrumen penelitian adalah panduan wawancara, lembar observasi dan klarifikasi, dimana ada 5 informan utama dan 6 informan triangulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu dari empat (4) indikator kinerja berdasarkan Balanced Scorecard, 3 diantaranya belum berjalan secara maksimal sehingga berpengaruh terhadap kinerja petugas rawat jalan. Indikator tersebut adalah perspektif pelanggan (14 indikator, 9 sudah dilaksanakan), perspektif proses bisnis internal (95 indikator, 84 sudah dilaksanakan) dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran (11 indikator, 7 sudah dilaksanakan). Simpulan dari penelitian ini yaitu kinerja petugas pelayanan rawat jalan Puskesmas Ngesrep dengan metode Balanced Scorecard belum terlaksana dengan maksimal. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Kinerja, Petugas Rawat Jalan Performance Assessment of Puskesmas Ngesrep was in category 3 with a total of 8957 points. Based on employment were employees amounted to 39 people. According to the data there is a shortage of staff of about 10 people who make some officers had to play another job. This study aims to determine the performance of outpatient services officers’ performance in Puskesmas Ngesrep using the Balanced Scorecard. This was a qualitative research. The research instruments were interview guides, clarification and observation sheets, where there were 5 main informan and 6 informan triangulation. Of the four (4) performance indicators of the Balanced Scorecard, three (3) indicators that has not run optimally so that it affects the performance of officers outpatient. The results of the research from indicator of customer perspective (14 indicators, 9 have been implemented), internal business process perspective (95 indicators, 84 have been implemented) and learning and growth perspective (11 indicators, 7 have been implemented). The conclusion is the performance of outpatient services Puskesmas Ngesrep using Balanced Scorecard had not been done well yet. Keywords: Balanced Scorecard, performance, outpatient officers
Cakupan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil Nurmawati, Nurmawati; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Puskesmas Klambu memiliki cakupan K4 (78,94%) terendah tahun 2015 di Kabupaten Grobogan. Meski mengalami kenaikan cakupan K4 (83,26%) pada tahun 2016 tetapi cakupan ini belum mencapai target nasional (90%). Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Klambu. Jumlah sampel sebanyak 57 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p value umur (p = 0,003), pendidikan (p = 0,367), paritas (p = 0,749), jarak kehamilan (p = 0,013), pengetahuan (p = 0,001), media informasi (p = 0,003), fasilitas tempat pelayanan (p = 0,577), dukungan suami (p = 0,007), dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,002). Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara umur, jarak kehamilan, pengetahuan, media informasi, dukungan suami, dan dukungan petugas kesehatan, serta tidak ada hubungan antara pendidikan, paritas, dan fasilitas tempat pelayanan dengan cakupan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Klambu Kabupaten Grobogan.  Abstract Klambu Primary Health Center (Puskesmas) had lowest K4 coverage in 2015 (78.94%) in Grobogan. Despite the increased of K4 coverage (83.26%) in 2016, this had not reached the national target (90%). This research was an observational analytic with cross sectional design to analyze factors related to ANC visited coverage in Puskesmas Klambu. The total sample of 57 was taken by purposive sampling technique. The instrument was a questionnaire with interview technique. Analysis result used chi-square test showed p value of age (p = 0.003), education (p = 0,367), parity (p = 0.749), pregnancy spacing (p = 0.013), knowledge (p = 0.001), information media (p = 0.003), service facilitiy (p = 0.577), husband support (p = 0.007), and health officer support (p = 0.002). The study concludes there was a correlation between age, pregnancy spacing, knowledge, information media, husband support, and health officer support with ANC visit coverage, and there was no correlation between education, parity, and service facilitiy with ANC visit coverage to pregnant women in Puskesmas Klambu, Grobogan Regency. Keyword : Coverage K4, Visit of Ante-natal Care, Pregnant women