Fitri Indrawati
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH METODE PERMAINAN FIND YOUR MATE TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU Rufiati, Afri Mughni; Raharjo, Bambang Budi; Indrawati, Fitri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode permainan find your mate terhadap peningkatan pengetahuan  kader  tentang posyandu lansia. Penelitian merupakan eksperimen semu dengan rancangan desain pra dan pasca uji kelompok kendali tak acak. Populasi penelitian ka-der posyandu sebanyak 136 orang. Penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen sebanyak 20 orang yang mendapatkan penyuluhan ke-   sehatan dengan metode permainan find your mate dan kelompok kendali sebanyak 20 orang yang mendapatkan penyuluhan kesehatan dengan metode ce-ramah. Data primer diperoleh melalui kuesioner. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Tegal dan Kelurahan Panggung. Hasil analisis uji t tidak berpasangan pada kedua kelompok didapatkan nilai p 0,0001 (< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh metode permainan find your mate terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang posyandu lansia. AbstractPurposes of this study were to determine whether there were influence of the game find your mate on increasing knowledge. This type of research was quasi experiment design that uses non-randomized control group pretest-posttest design. The population include posyandu cadres in the Panggung Village as many as 136 peoples. There were 2 groups namely the experimental group of 20 peoples who get health information by the method of the game find your mate and a control group of 20 peoples who get health education with lecture method. Primary data were obtained through questionnaires. Secondary data obtained from the Statistic Central Agency Panggung and Tegal. Based on the results of unpaired t test analysis in both groups showed that the p-value 0.0001 <0.05. In conclusion, there were influence of the game find your mate method to increase knowledge about posyandu elderly for posyandu elderly cadres.Keywords: Find your mate games; Knowledge; Posyandu elderly
PENEGAKAN HUKUM DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERJADINYA PENCEMARAN AIR SUNGAI DI KOTA DENPASAR AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH SABLON Indrawati, Fitri; Wairocana, I Gusti Ngurah; Sudiartha, I Ketut
Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Vol. 02, No. 01, Februari 2014
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The title of this legal research is Law Enforcement in Prevention River Water Pollution in Denpasar Sewerage result of Screenprinting.Enforcement of environmental law is aimed at the prevention of pollution and environmental  destruction.Enforcement of environmental law aims to punish perpetrators of pollution and environmental destruction.The use of administrative law in the enforcement of environmental law has two preventive measures against pollution of the river water, the preventive efforts and the efforts of repressive.The purpose of this study was to determine the environmental law enforcement and the application of administrative sanctions against the perpetrators of river water pollution in the city of Denpasar and Denpasar know government efforts in the prevention and control of pollution of river water.Type used in this paper is empiris.Teknik legal research used data collection is collecting secondary data and primary data.This type ofapproach used is collecting data from the field obtained from interviews and literaturestudy.The conclusion of this study is that law enforcement is still weak, because in law enforcement still find a lot of obstacles.Administrative law enforcement is considered effective in the prevention of pollution of river water Denpasar is the government's efforts in the form of preventive measures is the government doing counseling and guidance to the public or industry entrepreneur, and the efforts that the government of Denpasar repressive action against employers who do the printing with the river water pollution issued a warningto revocation.
Arahan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang Mahadi, Khairul; Indrawati, Fitri
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari sistem perwilayahan Botabek (Bogor, Tangerang dan Bekasi) diberi fungsi sebagai wilayah penyangga (Buffer area) DKI Jakarta untuk kegiatan permukiman dan industri, pengembangan pertanian dan perlindungan terhadap kegiatan yang merusak lingkungan. Keberadaan wilayah penyangga ini antara lain untuk menghindari tumbuhnya Jakarta sebagai Kota yang membawa dampak berbagai inefisiensi. Oleh karena itu dengan dikembangkannya objek-objek pariwisata di Utara Kabupaten Tangerang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Juga menjadi alternatif tujuan wisata di sekitar Jabotabek dengan tidak menghilangkan karakteristik daerah tersebut sebagai daya tarik dan identitas daerah  sehingga dapat memenuhi kebutuhan ruang rekreasi bagi masyarakatnya. Keberadaan Pantai Tanjung Pasir yang belum dikembangkan secara optimal merupakan awal terbentuknya suatu arahan pengembangan objek wisata pantai pada khususnya. Pantai ini memiliki potensi menjadi obyek wisata yang menarik karena letaknya menghadap ke Kepulauan Seribu dan berdekatan. Jaraknya hanya sekitar 60 menit dengan menggunakan perahu tradisional yang dilengkapi dengan mesin diesel sehingga antara kedua objek wisata tersebut dapat saling mendukung. Wisatawan yang berasal dari luar kota Tangerang memilih berekreasi ke Pantai Tanjung Pasir karena mereka merasa jenuh dengan kegiatan rutin yang terjadi di Metropolitan Jakarta. Mereka juga merasa bosan atau biasa dengan tempat-tempat rekreasi yang ada di kota. Sedangkan Pantai Tanjung Pasir masih terasa suasana pedesaannya dan terlihat alami. Namun dalam hal pengadaan fasilitas terkesan seadanya dan tidak teratur sehingga pantai ini harus dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik tapi tidak menghilangkan karakteristik kawasan tersebut sebab dapat dijadikan daya tarik bagi wisatawan dan sebagai identitas kawasan. Pengoperasian obyek wisata ini nantinya dapat bekerja sama dengan masyarakat sekitar, sehingga terjadi kegiatan yang saling menguntungkan antara pihak pengelola,  masyarakat, sekaligus menjaga kebudayaan setempat.Kata Kunci: Obyek Wisata Pantai, Pantai Tanjung Pasir, Pariwisata
Pemanfaatan Kartu JKN-KIS pada Pasien Rawat Inap di RSUD Ungaran Qudsiah, Harizatul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.19741

Abstract

ABSTRAK Angka kunjungan pasien rawat inap di RSUD Ungaran tahun 2014-2016 lebih tinggi dibanding RSUD Ambarawa namun angka presentase pemanfaatan JKN-KIS di RSUD Ungaran lebih rendah dibanding RSUD Ambarawa yaitu sebanyak 39,8% sedangkan RSUD Ambarawa sebanyak 47,14%. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Jenis penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 75 responden dengan teknik cluster sampling. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa pekerjaan (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), pengetahuan (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), sikap (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), persepsi (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promosi (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), kepuasan terhadap pelayanan kesehatan (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Sedangkan tingkat pendidikan (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) dan tingkat pendapatan (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) tidak berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Faktor yang paling dominan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS adalah sikap. Abstract The number of inpatient visit at RSUD Ungaran in 2014-2016 was higher than RSUD Ambarawa, but the percentage of the using of JKN-KIS card at RSUD Ungaran was lower than RSUD Ambarawa which was 39,8%, while RSUD Ambarawa was 47,14%. This research aimed to analyze the factors which correlated with the inpatient using of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The research was analytical observational with cross sectional design. 75 respondents are stated as the sample which use cluster sampling technique. The data were analized unvariete and bivariete using chi-square test. The results shown that occupation (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), acknowledge (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), behaviour (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), perception (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promotion (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), and satisfaction to health service (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) were correlated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. Education level (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) and income rate (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) irrelated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The most dominant factor with the patient usage of JKN-KIS card was behavior. Keyword : Use of JKN-KIS card, Patient, Hospital inpatient
Pendekatan Olah Raga Berbasis Sekolah dalam Mengatasi Obesitas pada Anak Indrawati, Fitri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi obesitas pada anak-anak akhir ini terus meningkat. Pada anak sekolah, kejadian kegemukan dan obesitas merupakan masalah yang serius karena akan berlanjut hingga usia dewasa. Kegemukan dan obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan.Asupan energi tinggi oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas  sik dansedentary life style.Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengembangkan intervensi dalam rangka mengurangi prevalensi obesitas pada anak-anak.Dengan demikian obesitas pada anak memerlukan perhatian yang serius dan penanganan yang tepat dengan melibatkan peran orang-orang yang dekat dalam lingkungan hidupnya seperti orang tua dan guru di sekolah.
PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA PERON KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Sukendra, Dyah Maahendrasari; Indrawati, Fitri
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is the transition period (transition) between childhood and adulthood, and theirrelative had not reached the stage of mental maturity as well as social, so must face the emotional stress,psychological, and social conflict. Adolescent reproductive health program is an effort to help youngpeople to have knowledge, awareness, attitude and behavior of healthy and responsible reproductivelives, through advocacy, promotion, IEC, counseling and services to adolescents who have specialproblems and support the youth activities that are positive. Training programs and development ofadolescent reproductive health is followed by the cadres adolescent youth. Activities conducted in theVillage Hall Peron, District Limbangan, Kendal District. The number of participants of trainingprograms and development of reproductive health was 33 people.The result of the implementation ofdevotion to the cadre of teenagers, then 5.6 is obtained pretest and posttest results 8.8. Thus the dataobtained are known to an increase in the value of pre-test of participants (30.3%) knowledge and skillsof adolescents on reproductive healthMasa remaja adalah masa transisi (peralihan) antara kanak-kanak dan dewasa, dan merekarelatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekananemosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan. Program kesehatan reproduksi remaja merupakanupaya membantu remaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku kehidupanreproduksi sehat dan bertanggungjawab, melalui advokasi, promosi, KIE, konseling dan pelayanankepada remaja yang memiliki permasalahan khusus serta dukungan pada kegiatan remaja yang bersifatpositif. Program pelatihan dan pengembangan kesehatan reproduksi remaja ini diikuti oleh para kaderremaja karang taruna. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Peron, Kecamatan Limbangan, KabupatenKendal. Jumlah peserta program pelatihan dan pengembangan kesehatan reproduksi ini adalah 33orang. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada kader remaja, maka didapatkan hasil pretest 5,6dan hasil postest 8,8. Sehingga dari data yang didapat diketahui adanya peningkatan nilai pre-test daripeserta (30,3 %,) pengetahuan dan ketrampilan remaja tentang kesehatan reproduksi.Kata kunci : Remaja, Kesehatan Reproduksi
Persepsi Ibu Nifas tentang Mutu Pelayanan Postnatal Care dengan Kunjungan Ulang Reinissa, Arindita; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Saat ini organ-organ reproduksi sedang mengalami proses pemulihan setelah terjadinya proses kehamilan dan persalinan. Ibu nifas juga mengalami perubahan psikologis yaitu melanjutkan pencapaian proses peran maternalnya dan kelekatan dengan bayinya. Sehingga ibu nifas perlu mendapatkan asuhan pelayanan nifas yang bermutu. Mutu tersebut dapat terlihat dari standar waktu dimana ibu nifas dianjurkan untuk melakukan kunjungan nifas paling sedikit 3 kali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi ibu nifas terhadap mutu pelayanan postnatal care terhadap minat kunjungan ulang layanan postnatal care di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi kehandalan (p=0,031), persepsi daya tanggap (p=0,031), persepsi jaminan (p=0,046), persepsi empati (p=0.023) dan persepsi bukti langsung (p=0,002) dengan minat kunjungan ulang layanan postnatal care. Kata kunci: persepsi, kualitas layanan, niat mengunjungi kembali The postpartum period begins after the placenta is born and ends when the uterus returns as before pregnancy. Currently the reproductive organs are undergoing recovering after the process of pregnancy and childbirth. The puerperal mother also undergoes a psychological change that is continuing the achievement of her maternal role process and attachment to her baby. So the postpartum needs to get good postpartum service quality. The quality can be seen from the standard time in which postpartum mothers are encouraged to make postpartum visits at least 3 times. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of puerperal mother to quality of postnatal care services to revisit intention postnatal care service at Puskesmas Halmahera Semarang City. This research is a quantitative study using cross sectional approach. The sample of this research is 41 people. The results showed that there was a relationship between the perception of reliability (p = 0.031), perception of responsiveness (p = 0.031), perception of assurance (p = 0.046), perception of empathy (p = 0.023) and the perception of tangible (p = 0.002) with revisit intention postnatal care services. Keywords: perception, service quality, revisit intention
Kualitas Pelayanan Antenatal Bidan Dan Pencapaian Cakupan K4 Bidan Desa Di Kabupaten Rembang Indrawati, Fitri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat Voume 08/Nomor 01/2015
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Many factors affect the achievement of K4. Coverage of K4 in Rembang District in 2013 has yet to reach the target set by the national (93%) that is equal to 80,79%. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of antenatal care provided by midwives with the coverage K4 midwife. The study is an observational analytic study with cross sectional approach. The population in this study were all midwives in Rembang, amounting to 287 midwives. The sample in this study is the 75 village midwive. The results of this study showed that there was significant relationship between the quality of antenatal care provided by midwives with the coverage K4 midwive.
Perbedaan Pengetahuan Ibu Terkait Demam Berdarah Dengue dan Praktik Pencegahan dengan Suna Trap Sukendra, Dyah Mahendrasari; Indrawati, Fitri; Hermawati, Bertakalswa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data laporan DBD nasional, Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 menempati urutan urutan kedua tertinggi untuk kasus penderita meninggal di Indonesia. Kota Semarang menempati urutan pertama kasus tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2014 berdasarkan IR DBD yaitu 92,43/100.000 penduduk dan mengalami peningkatan pada Tahun 2015 dengan IR DBD sebesar 92,71/100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu mengenai demam berdarah dengue dan praktik pencegahannya di Kelurahan Patemon Kota Semarang melalui pelatihan kader jumantik pada kelompok dasawisma RW 07 Kelurahan Patemon.Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan menggunakan desain one-group before-after study dan instrumen menggunakan kuesioner. Terdapat perbedaan skor pengetahuan ibu tentang DBD sebelum dan sesudah diberikan pelatihan (p 0,014) dengan peningkatan skor pengetahuan sesudah intervensi pada 6 dari 7 peserta pelatihan (85,7%).Kesimpulannya, intervensi berupa pelatihan kader jumantik dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu kelompok dasawisma RW 07 Kelurahan Patemon. Kata Kunci: Pelatihan, Kader Jumantik, DBD, Pengetahuan.   ABSTRACT Based on national dengue data report, Central Java Province was the second highest death cases in 2015  on Indonesia. Semarang city ranks the highest case in Central Java in 2014 based on DHF IR which is 92,43 / 100.000 population and increase in Year 2015 with DHF IR equal to 92,71 / 100.000 population. This study aims to determine the difference of mother knowledge about dengue hemorrhagic fever and prevention practice in Patemon urban village of Semarang through training of jumantik cadres in daws group RW 07 Patemon urban village. This study used experimental design using one-group design before-after study and instrument using questionnaire. There was a difference of mothers knowledge score about DHF before and after training (p 0,014) with improvement of knowledge score after intervention in 6 of 7 trainees (85,7%). In conclusion, the intervention in the form of training of jumantik cadres can improve the knowledge of mothers of the RW 07 community group of Patemon urban village. Keywords: Training, Jumantik Cadres, DHF, Knowledgement.
Fungsi Manajemen Program ASI Eksklusif dengan Ketercapaian Target Cakupan ASI Eksklusif Astuti, Mira Andri; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.556 KB) | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.24653

Abstract

ABSTRAK             Angka Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Semarang pada tahun 2015 adalah 44,8%, dan tahun 2016 sebesar 49,34%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara fungsi manajemen dengan ketercapaian target cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Kabupaten Semarang. Jenis penelitian observasional, dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 26 responden di 26 Puskesmas, dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data menggunakan uji Chi-square dengan uji alternatif Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara fungsi perencanaan (p value=0,014), penggerakan (p value=0,045), dan pengawasan (p value=0,012), berhubungan dengan ketercapaian target cakupan ASI Eksklusif. Sedangkan fungsi pengorganisasian tidak berhubungan (p value= 0,306). Penelitian ini menyimpulkan fungsi pengawasan menjadi fungsi manajemen utama yang berhubungan dengan tercapainya target cakupan ASI Eksklusif.   Kata kunci: Fungsi Manajemen, Target Cakupan ASI Eksklusif.   ABSTRACT             Coverage rate of exclusive breastfeeding at Semarang Regency in 2015 was 44.8%, and  2016 was 49.34%. The purpose of this study was to analyse management function relating to coverate rate target of exclusive breastfeeding at health centres in Semarang Regency. This was an observational study using cross sectional approach. Number of respondents were 26 respondent, 26 health centres in Semarang Regency by total sampling technique. Instrument study using structured questionnaires and analysed using Chi-square test with Fisher test as alternatif test. The results of this research showed that function of planning (p value=0,014), actuating (p value=0,045), and monitoring (p value=0,012) had significant relationship with the target achievement of coverage rate of exclusive breastfeeding. Meanwhile, organizing function was not related (p value= 0,306). This study concludes monitoring function is dominant factor that related to coverage target of exclusive breastfeeding.   Keywords: Management Function, Coverage Target of Exclusive Breasfeeding.