Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH NAUNGAN TERHADAP KARAKTER MORFOLOGI DAUN SERTA HASIL DUA VARIETAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merill) (Effect of Shading to Leaf Morphology Characters on Soybean Varieties (Glycine max L. Merill)) Hariyadi, Agung Budi; Soverda, Nerty; Indraswari, Elly
Bioplantae Vol 1, No 3 (2012): Bioplantae
Publisher : Bioplantae

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research aims to study the effect of shade on leaf morphological characters and yield of two soybean varieties. The experiment was conducted at the Experimental Farm Faculty of Agriculture, University of Jambi. Materials and tools used are 1 unit paranet 50%, soybean seed varieties Petek (shade tolerant) and Variety Jayawijaya (shade sensitive), manure, NPK Pearl, Fungicides and Insecticides. Tools used include field equipment, calipers, Kutek nodes, solatip clear, glass objects, microscopes, analytical scales, tweezers, scissors, and pens. This experiment uses split plot design consisting of 2 factors. The first factor as the main plot is a shade (N), which consists of two levels, namely the auspices of 0% (no shade) and 50% shade. The second factor is the subplot is that soybean varieties, Petek and Jayawijaya. The results showed that the varieties Petek shows consistency as shade tolerant varieties with traits such shows lower leaf thickness, leaf area reduction in the lower and decreased stomatal density lower than the Jayawijaya (sensitive). Treatment shade and treatments varieties also significantly influenced variable leaf area, weight of 100 seeds, but there is no interaction between treatment shade varieties. Meanwhile, the variable thickness of the leaves, stomata density, number of pods per plant, and yield per plant only significantly different to shade treatments. In addition, Petek Variety show consistency with the provision of shade tolerance of 50% of the variable leaf thickness, leaf area and stomatal density compared Jayawijaya varieties (sensitive).Keywords: Soybean, shade, leaf morphological characters.
PPM Kelurahan Teratai Kecamatan Muara Bulian dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan untuk peningkatan produksi dan kualitas tanaman jahe merah Soverda, Nerty; Alamsyah, Zulkifli; Indraswari, Elly; Alia, Yulia; Neliyati, Neliyati
Riau Journal of Empowerment Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.942 KB) | DOI: 10.31258/raje.1.1.6

Abstract

Salah satu upaya untuk mengefisienkan penggunaan lahan pekarangan adalah dengan menanaminya dengan tanaman yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun kebutuhan orang lain. Selain itu, untuk mengefisienkan pemanfaatan lahan dan lahan pekarangan akan terawat, indah dan juga menambah pendapatan rumah tangga. Di desa Teratai kecamatan Muara Bulian terdapat agroindustri berbasis kelompok tani yang mengusahakan minuman kesehatan dengan bahan baku jahe merah. Mereka memproduksi minuman kesehatan ini dengan menggunakan bahan baku yang dipesan dari daerah lain. Hal ini membuat agroindustri sangat tergantung dari pasokan orang lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut. Pada kegiatan pengabdian ini dilaksanakan demonstrasi area pada lahan pekarangan petani dimana Tim Pengabdian sebagai pendamping. Melalui demontrasi area petani mendapatkan bimbingan langsung oleh Tim Pengabdian, melihat dan mempraktekkan setiap materi yang diberikan sesuai dengan tahapan perkembangan tanaman. Dengan cara seperti ini diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang efektif dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pengusahaan tanaman jahe merah sebagai tanaman pekarangan, khususnya petani jahe di desa Teratai dan umumnya petani jahe merah di Kabupaten Muara Jambi.
Respons Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kompos Ampas Tebu Indraswari, Elly; Alia, Yulia; Soverda, Nerty
Jurnal Agrium Unimal Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.1074

Abstract

Tanaman kacang hijau merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam suku polong-polongan (Fabaceae) yang menghasilkan biji yang mengandung banyak karbohidrat dan protein. Di Provinsi Jambi sebagian besar budidaya tanaman kacang hijau dilakukan pada lahan ultisol. Tanah ultisol merupakan jenis tanah miskin kandungan hara makro terutama P, K, Ca, Mg dengan kandungan bahan organik yang rendah. Alternatif yang dapat dilakukan adalah selain menambahkan pupuk anorganik juga dapat dilakukan penambahan bahan organik seperti pupuk kompos ampas tebu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dosis pupuk kompos ampas tebu yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk kompos ampas tebu (p0), 10 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p1), 20 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p2) dan 30 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan demikian terdapat 24 petakan percobaan. Setiap petakan percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati lakukan Uji Anova dan Uji Lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas tebu dengan dosis 10 ton ha-1 ??adalah merupakan dosis terbaik untuk parameter bobot 100, hasil (ton ha-1) dan nilai indeks panen.