Articles

Found 11 Documents
Search

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PROBLEM POSING DENGAN KOMBINASI TUTORIAL ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI MATA KULIAH FISIKA DASAR

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran kooperatif dan pemberian tugas pengajuan soal dengan kombinasi tutorial online untuk meningkatkan pemahaman materi mata kuliah Fisika Dasar, keterampilan kelompok mahasiswa dalam mengajukan soal, keterampilan kelompok mahasiswa dalam melakukan input tugas pengajuan soal pada software, proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal, tanggapan/sikap terhadap penerapan strategi pembelajaran kooperatif dan  pemberian tugas pengajuan soal (problem posing) dengan kombinasi tutorial online. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester I B yang sedang menempuh kegiatan perkuliahan Fisika Dasar. Faktor yang akan diteliti berupa efektivitas pembelajaran yang ditunjukkan oleh terjadinya peningkatan pemahaman materi, keterampilan mengajukan soal, keterampilan melakukan input pengajuan tugas dalam software, serta tanggapan/sikap mahasiswa terhadap proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dirancang dalam dua siklus dan bersifat kolaboratif berdasarkan pada permasalahan yang muncul dalam perkuliahan  Fisika Dasar. Instrumen pengambilan data berupa tes prestasi belajar, tes (tugas) problem posing, angket mahasiswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari siklusI ke siklus II dan juga terjadi peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar. Hasil tes prestasi belajar juga menunjukkan ada peningkatan jumlah mahasiswa yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori baik dengan skor di atas 80 dari dua orang mahasiswa menjadi lima orang (kurang dari 20%), dan tidak terjadi peningkatan jumlah mahasiswa (tetap 10 orang) yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori cukup dengan skor antara 65-80. Berdasarkan hasil tes (tugas) pengajuan soal terjadi peningkatan jumlah kelompok mahasiswa yang terampil mengajukan soal dengan kategori baik, yaitu dari enam kelompok menjadi tujuh kelompok (lebih dari 20%). Berdasarkan angket, mahasiswa cenderung bersikap positif terhadap penerapan strategi pembelajaran yang dipilih. Proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal dimulai dengan menerima data atau informasi dari keterangan dosen, membaca petunjuk tugas dan membaca informasi (membuka internet / blog). Kemudian dengan pengetahuan dan data yang ada mereka mengolah data.   Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Problem Posing, Pembelajaran Online

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PROBLEM POSING DENGAN KOMBINASI TUTORIAL ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI MATA KULIAH FISIKA DASAR

Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.792 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran kooperatif dan pemberian tugas pengajuan soal dengan kombinasi tutorial online untuk meningkatkan pemahaman materi mata kuliah Fisika Dasar, keterampilan kelompok mahasiswa dalam mengajukan soal, keterampilan kelompok mahasiswa dalam melakukan input tugas pengajuan soal pada software, proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal, tanggapan/sikap terhadap penerapan strategi pembelajaran kooperatif dan?é?á pemberian tugas pengajuan soal (problem posing) dengan kombinasi tutorial online. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester I B yang sedang menempuh kegiatan perkuliahan Fisika Dasar. Faktor yang akan diteliti berupa efektivitas pembelajaran yang ditunjukkan oleh terjadinya peningkatan pemahaman materi, keterampilan mengajukan soal, keterampilan melakukan input pengajuan tugas dalam software, serta tanggapan/sikap mahasiswa terhadap proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dirancang dalam dua siklus dan bersifat kolaboratif berdasarkan pada permasalahan yang muncul dalam perkuliahan?é?á Fisika Dasar. Instrumen pengambilan data berupa tes prestasi belajar, tes (tugas) problem posing, angket mahasiswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari siklusI ke siklus II dan juga terjadi peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar. Hasil tes prestasi belajar juga menunjukkan ada peningkatan jumlah mahasiswa yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori baik dengan skor di atas 80 dari dua orang mahasiswa menjadi lima orang (kurang dari 20%), dan tidak terjadi peningkatan jumlah mahasiswa (tetap 10 orang) yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori cukup dengan skor antara 65-80. Berdasarkan hasil tes (tugas) pengajuan soal terjadi peningkatan jumlah kelompok mahasiswa yang terampil mengajukan soal dengan kategori baik, yaitu dari enam kelompok menjadi tujuh kelompok (lebih dari 20%). Berdasarkan angket, mahasiswa cenderung bersikap positif terhadap penerapan strategi pembelajaran yang dipilih. Proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal dimulai dengan menerima data atau informasi dari keterangan dosen, membaca petunjuk tugas dan membaca informasi (membuka internet / blog). Kemudian dengan pengetahuan dan data yang ada mereka mengolah data. ?é?á Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Problem Posing, Pembelajaran Online

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PROBLEM POSING DENGAN KOMBINASI TUTORIAL ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI MATA KULIAH FISIKA DASAR

Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran kooperatif dan pemberian tugas pengajuan soal dengan kombinasi tutorial online untuk meningkatkan pemahaman materi mata kuliah Fisika Dasar, keterampilan kelompok mahasiswa dalam mengajukan soal, keterampilan kelompok mahasiswa dalam melakukan input tugas pengajuan soal pada software, proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal, tanggapan/sikap terhadap penerapan strategi pembelajaran kooperatif dan  pemberian tugas pengajuan soal (problem posing) dengan kombinasi tutorial online. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester I B yang sedang menempuh kegiatan perkuliahan Fisika Dasar. Faktor yang akan diteliti berupa efektivitas pembelajaran yang ditunjukkan oleh terjadinya peningkatan pemahaman materi, keterampilan mengajukan soal, keterampilan melakukan input pengajuan tugas dalam software, serta tanggapan/sikap mahasiswa terhadap proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dirancang dalam dua siklus dan bersifat kolaboratif berdasarkan pada permasalahan yang muncul dalam perkuliahan  Fisika Dasar. Instrumen pengambilan data berupa tes prestasi belajar, tes (tugas) problem posing, angket mahasiswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari siklusI ke siklus II dan juga terjadi peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar. Hasil tes prestasi belajar juga menunjukkan ada peningkatan jumlah mahasiswa yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori baik dengan skor di atas 80 dari dua orang mahasiswa menjadi lima orang (kurang dari 20%), dan tidak terjadi peningkatan jumlah mahasiswa (tetap 10 orang) yang memiliki pemahaman materi termasuk kategori cukup dengan skor antara 65-80. Berdasarkan hasil tes (tugas) pengajuan soal terjadi peningkatan jumlah kelompok mahasiswa yang terampil mengajukan soal dengan kategori baik, yaitu dari enam kelompok menjadi tujuh kelompok (lebih dari 20%). Berdasarkan angket, mahasiswa cenderung bersikap positif terhadap penerapan strategi pembelajaran yang dipilih. Proses berpikir mahasiswa dalam mengajukan soal dimulai dengan menerima data atau informasi dari keterangan dosen, membaca petunjuk tugas dan membaca informasi (membuka internet / blog). Kemudian dengan pengetahuan dan data yang ada mereka mengolah data.   Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Problem Posing, Pembelajaran Online

PENERAPAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL STAD BERMEDIA CD INTERAKTIF PADA MATERI GEOMETRI BIDANG DATAR

AKSIOMA Vol 2, No 2/September (2011): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal hasil penelitian ini berjudul “Penerapan Perangkat Pembelajaran berbasis Model STAD bermedia CD Interaktif pada Materi Geometri Bidang Datar”. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah “Apakah  prestasi matematika siswa dengan pembelajaran  model STAD bermedia CD Interaktif lebih baik daripada prestasi siswa dengan pembelajaran model STAD; Apakah prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki persepsi sedang atau rendah, dan prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki persepsi rendah; Apakah perbedaan prestasi belajar matematika siswa dengan model STAD bermedia CD Interaktif dengan model STAD tergantung pada persepsi siswa”. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran STAD dengan media CD interaktif dan STAD terhadap prestasi belajar. Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang mempunyai kategori persepsi tinggi, sedang dan rendah. Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran dan kategori persepsi siswa kepada guru matematika. Hasil uji lanjut pasca anava menunjukkan bahwa prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi tinggi lebih baik daripada prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi sedang dan rendah, serta prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi sedang lebih baik daripada prestasi matematika siswa yang memiliki persepsi rendah. Tidak ada interaksi artinya jika secara marginal/umum siswa yang memiliki kategori persepsi tinggi prestasi belajarnya lebih baik dari siswa yang memiliki kategori persepsi sedang, maka kalau ditinjau dari masing-masing model pembelajaran juga berlaku kesimpulan bahwa siswa yang memiliki kategori persepsi tinggi prestasi belajarnya lebih baik dari siswa yang memiliki kategori persepsi sedang. Kata kunci : STAD dengan media, Persepsi, Prestasi Belajar Matematika

PENGARUH PERSEPSI SISWA KEPADA GURU MATEMATIKA DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI I PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011

AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Persepsi Siswa Kepada Guru Matematika dan Minat Belajar Matematika Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika Materi Himpunan pada Siswa Kelas VII Semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan  Tahun Pelajaran 2010/2011”. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah “Apakah positif ada hubungan antara persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika materi himpunan pada siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan  Tahun Pelajaran 2010/2011”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011. Sedangkan sampel yang dipilih secara random (kelas VIIG). Variabel dalam penelitian ini ada 3 yaitu persepsi siswa kepada guru matematika (X1), minat belajar matematika siswa (X2), dan prestasi belajar matematika (Y). Metode pengumpulan data menggunakan metode angket, tes dan dokumentasi. Analisis data terdiri atas uji normalitas, uji hipotesis, uji keberartian kelinieran regresi, uji keberartian koefisisen korelasi, uji regresi ganda, uji regresi linier ganda, uji keberartian koefisien korelasi ganda serta koefisien determinasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika materi himpunan pada siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan  Tahun Pelajaran 2010/2011. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai hitung r = 0,911 (r²= 0,83). Pengaruh persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa mempunyai pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar matematika sebesar 91.1% sedangkan sisanya 8.9% dipengaruhi oleh variabe lain. Dari perhitungan persamaan garis regresi Nilai = 50.9 + 0.325 Persepsi + 0.139 Minat. Hal ini dapat dijelaskan bahwa 50.9 merupakan konstanta tetap dari persamaan regresi ganda, 0,325 merupakan koefisien variabel X1 dan 0,139 merupakan koefisien variabel X2. Kata kunci : Persepsi, Minat, Prestasi Belajar Matematika.

PENGEMBANGAN MODEL REFLECTIVE MICROTEACHING UNTUK PEMBENTUKAN CALON GURU PROFESIONAL

AKSIOMA Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refleksi adalah motor penggerak belajar dan landasan pacu bagi pengembangan pribadi dan profesi. Refleksi menjadi sedemikian penting karena dengan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan metode maupun area pedagogis lainnya, refleksi akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru demi perbaikan pengajaran. Pre-service training hendaknya mulai menerapkan unsur reflektif dalam program microteaching-nya. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional agar mahasiswa calon guru memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru melalui tiga langkah yaitu studi pendahuluan, perencanaan dan pengembangan, serta validasi model pembelajaran. Uji coba model dan instrument penelitian dilakukan melalui tinjauan teman sejawat (Focus Group Discussion). Validasi dilakukan oleh expert judgment. Hasil dituangkan dalam bentuk panduan model reflective microteaching. Dari hasil uji coba model dapat disimpulkan bahwa, penelitian ini telah menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional yang memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru. Dari hasil analisis juga diperoleh kelebihan dan kelemahan model reflective microteaching. Kelebihan model ini adalah menawarkan desain yang ideal, sedangkan kelemahannya membutuhkan waktu yang relatif lama. Walaupun model reflective microteaching memiliki kelemahan, namun mempertimbangkan kelebihan yang dimiliki yaitu meletakkan refleksi sebagai inti utamanya dan refleksi merupakan ruh pengembangan profesi, maka model ini sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini pula dapat disarankan  bahwa model Reflective Microteaching sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mahasiswa, dan kemampuan melakukan refleksi, serta membangun metateaching awareness calon guru. Kata kunci: microteaching, reflektif, calon guru, profesional

PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELJARAN BAGI GURU MA SE-KOTA SEMARANG

E-DIMAS Vol 5, No 02 September (2014): e-dimas
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melatih penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah  se-Kota Semarang dan memberikan pendampingan bagi guru Madrasah Aliyah se-Kota Semarang untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 karena salah satu tugas pokok guru adalah merencanakan proses pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini diharapkan para guru Madrasah Aliyah se-Kota Semarang mampu menyusun Rencara Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun Rencana Perbaikan Pelalaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 dan membuat Lembar Kerja Siswa, serta penilaian autentik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan pemberian materi umum, tanyajawab, demonstrasi, pendampingan serta peer teaching. Materi pelatihan lebih banyak disajikan dalam bentuk praktik daripada teori. Hasil dari pengabdian ini adalah kemampuan guru Madrasah Aliyah se-kota Semarang dalam menyusun Rencara Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun Rencana Perbaikan Pelalaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 dan membuat Lembar Kerja Siswa, serta penilaian autentik.   Kata Kunci: pengabdian masyarakat, kurikulum 2013, guru madrasah Aliyah

PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELJARAN BAGI GURU MA SE-KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.344 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melatih penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah?é?á se-Kota Semarang dan memberikan pendampingan bagi guru Madrasah Aliyah se-Kota Semarang untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 karena salah satu tugas pokok guru adalah merencanakan proses pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini diharapkan para guru Madrasah Aliyah se-Kota Semarang mampu menyusun Rencara Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun Rencana Perbaikan Pelalaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 dan membuat Lembar Kerja Siswa, serta penilaian autentik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan pemberian materi umum, tanyajawab, demonstrasi, pendampingan serta peer teaching. Materi pelatihan lebih banyak disajikan dalam bentuk praktik daripada teori. Hasil dari pengabdian ini adalah kemampuan guru Madrasah Aliyah se-kota Semarang dalam menyusun Rencara Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun Rencana Perbaikan Pelalaksanaan Pembelajaran kurikulum 2013 dan membuat Lembar Kerja Siswa, serta penilaian autentik. ?é?á Kata Kunci: pengabdian masyarakat, kurikulum 2013, guru madrasah Aliyah

PENGEMBANGAN MODEL REFLECTIVE MICROTEACHING UNTUK PEMBENTUKAN CALON GURU PROFESIONAL

AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 1/Maret (2010): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.301 KB)

Abstract

Refleksi adalah motor penggerak belajar dan landasan pacu bagi pengembangan pribadi dan profesi. Refleksi menjadi sedemikian penting karena dengan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan metode maupun area pedagogis lainnya, refleksi akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru demi perbaikan pengajaran. Pre-service training hendaknya mulai menerapkan unsur reflektif dalam program microteaching-nya. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional agar mahasiswa calon guru memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru melalui tiga langkah yaitu studi pendahuluan, perencanaan dan pengembangan, serta validasi model pembelajaran. Uji coba model dan instrument penelitian dilakukan melalui tinjauan teman sejawat (Focus Group Discussion). Validasi dilakukan oleh expert judgment. Hasil dituangkan dalam bentuk panduan model reflective microteaching. Dari hasil uji coba model dapat disimpulkan bahwa, penelitian ini telah menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional yang memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru. Dari hasil analisis juga diperoleh kelebihan dan kelemahan model reflective microteaching. Kelebihan model ini adalah menawarkan desain yang ideal, sedangkan kelemahannya membutuhkan waktu yang relatif lama. Walaupun model reflective microteaching memiliki kelemahan, namun mempertimbangkan kelebihan yang dimiliki yaitu meletakkan refleksi sebagai inti utamanya dan refleksi merupakan ruh pengembangan profesi, maka model ini sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini pula dapat disarankan?é?á bahwa model Reflective Microteaching sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mahasiswa, dan kemampuan melakukan refleksi, serta membangun metateaching awareness calon guru. Kata kunci: microteaching, reflektif, calon guru, profesional

PENGARUH PERSEPSI SISWA KEPADA GURU MATEMATIKA DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II SMP NEGERI I PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011

AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.038 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ?óÔé¼?ôPengaruh Persepsi Siswa Kepada Guru Matematika dan Minat Belajar Matematika Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika Materi Himpunan pada Siswa Kelas VII Semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan?é?á Tahun Pelajaran 2010/2011?óÔé¼?Ø. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôApakah positif ada hubungan antara persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika materi himpunan pada siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan?é?á Tahun Pelajaran 2010/2011?óÔé¼?Ø. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011. Sedangkan sampel yang dipilih secara random (kelas VIIG). Variabel dalam penelitian ini ada 3 yaitu persepsi siswa kepada guru matematika (X1), minat belajar matematika siswa (X2), dan prestasi belajar matematika (Y). Metode pengumpulan data menggunakan metode angket, tes dan dokumentasi. Analisis data terdiri atas uji normalitas, uji hipotesis, uji keberartian kelinieran regresi, uji keberartian koefisisen korelasi, uji regresi ganda, uji regresi linier ganda, uji keberartian koefisien korelasi ganda serta koefisien determinasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika materi himpunan pada siswa kelas VII semester II SMP Negeri I Purwodadi Kab. Grobogan?é?á Tahun Pelajaran 2010/2011. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai hitung r = 0,911 (r?é??= 0,83). Pengaruh persepsi siswa kepada guru matematika dan minat belajar matematika siswa mempunyai pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar matematika sebesar 91.1% sedangkan sisanya 8.9% dipengaruhi oleh variabe lain. Dari perhitungan persamaan garis regresi Nilai = 50.9 + 0.325 Persepsi + 0.139 Minat. Hal ini dapat dijelaskan bahwa 50.9 merupakan konstanta tetap dari persamaan regresi ganda, 0,325 merupakan koefisien variabel X1 dan 0,139 merupakan koefisien variabel X2. Kata kunci : Persepsi, Minat, Prestasi Belajar Matematika.