Articles

Found 22 Documents
Search

ALGORITMA VARIABLE NEIGHBORHOOD DESCENT WITH FIXED THRESHOLD UNTUK KESEIMBANGAN LINTASAN PERAKITAN TWO SIDED DENGAN KRITERIA MINIMISASI JUMLAH STASIUN KERJA Inayah, Inayah; Saleh, Alex; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lintasan two-sided adalah dua lintasan seri (bagian sisi kiri dan bagian sisi kanan) yang bekerja secara pararel. Pekerjaan harus dikerjakan pada bagian kiri atau pada bagian kanan dari sisi perakitan, namun ada juga pekerjaan yang dapat dikerjakan dari kedua sisinya. Algoritma Variable Neighborhood Descentwith Fixed Threshold (VND with Fixed Threshold) memungkinkan penerimaan ruang solusi lebih besar karena mempertimbangkan semua solusi yang muncul meskipun bukan solusi yang lebih baik. VND with Fixed Threshold memanfaatkan perubahan struktur yang terjadi dalam neighborhood untuk mengatasi masalah jika pencarian solusi terjebak dalam minimum lokal. VND with Fixed Threshold terdiri atas tahap pembangkitan solusi inisial  menggunakan algoritma region approach dan tahap perbaikan solusi inisial dalam pencarian local search (exchange dan insert). Kata kunci: keseimbangan lintasan perakitan, lintasan perakitan two-sided, metaheuristik, varible neighborhood descent with fixed threshold.   ABSTRACT Two-sided line is a two serial line (on the left side and the right side) working togetherin parallel. Work to be done on the left or on the right side of the assembly line, and there is also work that can be done from both sides. Variable neighborhood descent algorithm with fixed threshold (VND with Fixed Threshold) allows a larger solution space of acceptance because it considers all the solutions that emerge even though not the better solution. VND with Fixed Threshold utilize structural changes that occur in the neighborhood to address issues if the search was stuck in a local minimum solution. VND with Fixed Threshold stages consist of generating the initial solution using region approach algorithm and then improving the initial solution using local search (exchange and insert). Kata kunci: assembly line balancing, two-sided assembly line balancing, metaheuristic, varible neighborhood descent with fixed  threshold.
Proposed Design of Competency Based Career Path Development for Machining Job Group in PT Dirgantara Indonesia Inayah, Inayah; Gustomo, Aurik
The Indonesian Journal of Business Administration Vol 3, No 10 (2014)
Publisher : The Indonesian Journal of Business Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. PT. Dirgantara Indonesia is a State Owned Enterprise (SOE) that was founded in 1976, has its headquarters in Bandung and provides products and services in its business lines. PT Dirgantara Indonesia has a vision to be a world-class aerospace company based on the mastery of high technology and cost competitiveness in the global market. In mid-2010, PT. Dirgantara Indonesia was trying to show the new expectations and potential growth to become a better company. PT Dirgantara Indonesia is planning new strategy related to human resources, it is trying to restructure and stabilize the regeneration of human resources. It needs to be done because lack of motivation and a lot of employees left the company led to stagnant labor productivity. This is being happened because the company has not developed structured career planning for its employees and implementation of human resources management practice also has not well integrated. The development of competency-based career paths is one of solution to resolve the issue. Career paths are designed based on competency model that defined from the values and objectives of the companys business and also based Job Family. The research methodology used in this study is a mixed method, using both qualitative, used for collecting data from in depth interviews and reading literatures, and quantitative that used as a measurement tools to define business solution by SPSS. Development of career paths in this research using hierarchical cluster analysis for the 45 job title on machining job group by Directorate of Production based on 6 core competencies, 10 functional competencies and  2 technical competencies and career path that will be developed in this research is single career path. Based on this research resulted job competency for 45 job title and grouped into three cluster on Job Family, and each job title consist of different job class. Based on three clusters will develop one cluster as whole after several stages of clustering analysis. Career path development can be implemented as part of a career management system for PT Dirgantara Indonesia’s future, so it expected to increase productivity of employee performance and succession of career planning also can be structuredKeywords: Competency, Career Path
Kemampuan Bahan Aktif Ekstrak Daun Mojo (Aegle marmelos L.) dalam Mengendalikan Nyamuk Aedes aegypti, dengan Metode Elektrik Inayah, Inayah; Hidayat, Hidayat; Wahyuni, Wahyuni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1, No 1 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamukAedes aegypti. Penggunaan insektisida yang berasal dari tumbuhan mojo (Aegle marmelos L.)mengandung senyawa tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan steroid, yang berfungsi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun mojo (Aeglemarmelos L.) dalam mengendalikan nyamuk Aedes aegypti dengan metode elektrik denganmenggunakan 2 konsentrasi yaitu 60% dan 70%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kematian nyamuk rata-rata pada konsentrasi 60% ekstrak daun mojo (Aegle marmelos L.) sebesar 16%, dari 30ekor sampel nyamuk, pada 240 menit waktu pengamatan, dan konsentrasi 70% ekstrak daun mojo(Aegle marmelos L.) sebesar 18%, dari 30 ekor sampel nyamuk, pada 240 menit waktu pengamatan.memenuhi Lethal Consentration 50 (LC50) dimana nyamuk Aedes aegypti yang mati rata-rata mencapai 16 ekor (53%) dan 18 ekor (56%). Sedangkan pada kontrol tidak terdapat nyamuk yang mati.Kesimpulan yang di peroleh dalam penelitian ini yaitu Pada konsetrasi 60 % dan 70 % ekstrak daunmojo (Aegle marmelos L.) mampu pada 240 menit dengan 240 menit waktu pengamatan, dimana rata-rata kematian nyamuk Aedes aegypti sebanyak 16 ekor (53%) dan 17 ekor (56%) dan telah mencapaiLC50Kata Kunci : Daun Mojo, Aedes aegypti, Metode Elektrik
PERBANDINGAN UJI KEMAMPUAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) DENGAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) SEBAGAI ANTIMIKROBA PADA IKAN SEGAR inayah, inayah; Gereng, Andi Marlinda
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.369 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i2.860

Abstract

 Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mudah rusak, terutama ikan segar. Kerusakan ikan terjadi karena adanya pertumbuhan mikroba yang meningkat. Salah satu strategi untuk mengurangi atau menghambat pertumbuhan mikroba dapat dilakukan dengan mengaplikasikan antimikroba pada saat proses pengolahan pangan untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Antimikroba alami yang populer dikalangan masyarakat yaitu bawang putih dan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan bawang putih (Allium sativum) dengan jahe (Zingiber officinale) sebagai antimikroba pada ikan segar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah ikan kembung sebanyak 20 ekor dengan berat 100 gram – 105 gram. Analisa dengan tabel terhadap rata-rata penurunan angka lempeng total dengan replikasi 2 kali.Hasil penelitian ini adalah pemberian pelumuran dengan bawang putih selama 8 jam mengalami penurunan bakteri sebanyak 113.750 koloni/gram, selama 10 jam penurunan bakteri sebanyak 240.800 koloni/gram, dan untuk selama 12 jam penurunan bakteri sebanyak 576.000 koloni/gram. Untuk pelumuran dengan jahe diperoleh hasil saat 8 jam penurunan bakteri sebanyak 106.475 koloni/gram, saat 10 jam penurunan bakteri sebanyak 229.500 koloni/gram, dan saat 12 jam penurunan bakteri sebanyak 558.000 koloni/gram. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bawang putih (Allium sativum)  memiliki kemampuan sebagai antimikroba lebih besar dibanding dengan kemampuan jahe (Zingeber officinale) sebagai antimikroba. Diharapkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan bawang putih dan jahe sebagai pengawet alami pada ikan segar. Kata Kunci: Bawang putih, Jahe, Antimikroba alami
Perbedaan Perilaku Lekat Bayi Pada Orangtua Antara Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Tidak Diberi Asi Eksklusif (Studi Pada Bayi Umur 6 Bulan – 3 Tahun di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo) A’yun, Qurrotul; Inayah, Inayah
Psikologia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2011): Psikologia (Jurnal Psikologi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/psikologia.v1i1.739

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi. Memberikan ASI berarti memberikan zat-zat gizi yang bernilai gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, serta mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya. Teori belajar mengatakan bahwa kelekatan antara ibu dan anak dimulai saat ibu menyusui bayi sebagai proses pengurangan rasa lapar yang menjadi dorongan dasar. Susu yang diberikan ibu menjadi primary reinforcer dan ibu menjadi secondary reinforcer. (Gewirtz dalam Hetherington dan Parke, 1999 dalam Ervika 2000, http//Library usu.co.id). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku lekat bayi pada orang tua antara yang diberi ASI Eksklusif dengan yang tidak diberi ASI Eksklusif. Dari hasil Uji t probabilitasnya adalah < 0,05 yaitu 0,000 berarti hipotesis diterima. Berdasarkan tabel t-test, ttabel pada taraf kepercayaan 95% maka didapatkan nilai ttabel sebesar 1,645. Oleh karena thitung > ttabel yaitu sebesar 13,832 maka hipotesis diterima. Dengan demikian berdasarkan uji tersebut di atas terdapat perbedaan Perilaku lekat bayi pada orang tua antara yang diberi ASI eksklusif dengan yang tidak diberi ASI eksklusif. 
IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA CHLORPYRIFOS DALAM SAYURAN SAWI HIJAU (BRASSICA RAPA VAR. PARACHINENSIS L.) DI PASAR TERONG KOTA MAKASSAR TAHUN 2016 Inayah, Inayah; Nirmala, Nita
SULOLIPU Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.642 KB) | DOI: 10.32382/sulolipu.v17i1.680

Abstract

ABSTRAK Residu pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari seperti sayuran. Salah satu tanaman yang sering disemprotkan pestisida adalah tanaman sayuran khususnya tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Hal ini terjadi karena bentuk dan struktur tanaman sawi yang memungkinkan ulat untuk bersarang di sela-sela daunnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional yakni menggunakan daftar pemeriksaan atau pengukuran terhadap residu pestisida Chlorpyrifos dalam sayuran sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.).Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode kromatografi gas menunjukkan bahwa kadar residu pestisida pada sampel sawi hijau yang dijual di pasar Terong Kota Makassar dengan bahan aktif chlorpyrifos sebelum proses pencucian adalah sebesar 0,276 mg/kg sedangkan kadar residu pestisida sesudah proses pencucian adalah 0 mg/kg.Berdasarkan standar persyaratan SNI 7313 Tahun 2008 tentang batas maksimum residu pestisida pada hasil pertanian untuk sayuran sawi hijau yaitu 1 mg/kg, maka kadar residupestisida yang terdapat pada sampel sawi hijau sebelum dan sesudah proses pencucian masih di bawah BMR (Batas Maksimum Residu) sehingga memenuhi syarat kesehatan.Penurunan kadar residu pestisida chlorpyrifos pada sayuran terjadi karena proses pencucian dengan air mengalir menyebabkan residu insektisida chlorpyrifos yang terdapat pada permukaan sayuran akan larut dalam air. Residu yang tertinggal pada permukaan tanaman pada saat disemprot dapat hilang karena pencucian atau pembilasan. Kata kunci : Sawi Hijau  (Brassica rapa var. parachinensis L.) dan Kadar Residu Pestisida.
Gambaran Farmakoterapi Pasien Common Cold Di Puskesmas Pekanbaru Nugraha, Dimas Pramita; Inayah, Inayah
Jurnal Ilmu Kedokteran Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.436 KB) | DOI: 10.26891/JIK.v10i1.2016.63-66

Abstract

Common cold is still a disease with the most number of cases in Indonesia and the province of Riau in out patientswho visited the primary health center (Puskesmas). However, in primary health care, like Puskesmas and privatepractice physicians are expected pharmacotherapy common cold is not rational. Medication errors is a common problem.The purpose of this study was to determine how the use of pharmacotherapy in patients with the common cold inPuskesmas Pekanbaru. This study was an observational descriptive , with a total sample 4602 people who meet thespecified criteria .The results showed that the percentage patients common cold using symptomatic analgesic-antipyreticdrugs 70.2%.However, the percentage of patients that using antibiotics in common cold is still quite a lot (36%), alsothe use corticosteroid (17,9%) that showed medication error. The patterns pharmacotherapy of common cold inPuskesmas Pekanbaru was relatively good, but need improvement .
PENGARUH DETERGEN TERHADAP RESPON FISIOLOGI, LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA PADA SKALA LABORATORIUM Inayah, Inayah
Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.111 KB)

Abstract

Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolism. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oelh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki system respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup .Adanya bahan pencemar khususnya detergen yang masuk ke badan air tempat habitat dari Ikan Nila dapat mempengaruhi metabolisme dari ikan Nila yang pada akhirnya dapat menyebabkan ikan mengalami stress dan pada akhirnya mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon fisiologi dalam hal ini tingkat konsumsi oksigen, laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila pada skala laboratorium karena dengan adanya bahan pencemar detergen di perairan tempat hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat konsumsi oksigen pada hari pertama dan kedua sampai ke empat disertai dengan tingkat sintasan menurun pada hari kedua dan ketiga pada perlakuan B, C, dan D. Tetapi sampai pada hari ke 5 ikan tidak lagi mengalami kematian. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kata kunci : Respon fisiologi, Plasmolisis, Konsumsi Oksigen  
Kawista biscuit increased body weight of under five children Metty, Metty; Inayah, Inayah
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 5, NOMOR 2, 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.668 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2017.5(2).82-87

Abstract

ABSTRACTBackground: Underweight in under five children was a nutritional problem that is often caused by inadequate food intake. Underweight could occur at 6-59 months or should had supplemental feeding and supplementary foods. Supplementary foods have contribute energy to the nutritional adequacy of under five childrenObjective: To know the effectiveness of kawista biscuits in increasing of bodyweight under five children in Gondokusuman II Primary Health Care.Methods: Subjects were underweight with the aged of 12-59 months, as much as 19 children. The study was conducted in the working area of Gondokusuman II Primary Health Center Yogyakarta City. This study was quasi experimental with purposive technique sampling. The effectiveness of biscuit kawista  a was analysed by paired t-test.Result: Based on the results of effectiveness test of biscuit kawista for 2 weeks showed significant changes in body weight children (p = 0.000) as much as 0.29 kg.Conclusion: kawista biscuit was significantly increase the weight of under five  children who suffer from malnutrition. KEYWORDS: kawista biscuit (limonia acidissima), underweight, gain weight 
Pengaruh pemberian jus jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kadar malondialdehid pada atlet sepak bola Juliana, Juliana; Afriani, Yuni; Inayah, Inayah
Ilmu Gizi Indonesia Vol 2, No 1 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.433 KB)

Abstract

Latar Belakang: Performa atlet merupakan salah satu penentu dalam pencapaian prestasi yang dapat dilihat dari tingkat kebugaran jasmani. Latihan fisik secara teratur memberikan banyak manfaat, tetapi latihan fisik berat dapat memberikan pengaruh  negatif  pada  peningkatan  radikal bebas sehingga menyebabkan  terjadinya stres oksidatif yang berdampak pada performa atlet. Jamur tiram putih (Pluerotus ostreatus) adalah salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat gizi dan antioksidan yang dapat memperbaiki stres oksidatif dan mendukung performa atlet sepak bola. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kadar malondialdehid (MDA) pada atlet sepak bola. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan rancangan pre-posttest without control group. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2017–April 2018 di Lapangan Tamantirta, Klub Guntur FC, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Subjek penelitian adalah delapan atlet sepak bola dari Klub Guntur FC yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Subjek dipilih melalui purposive sampling. Pemberian 300 ml jus jamur tiram putih dilakukan selama 14 hari, atlet diukur kadar MDA sebelum dan sesudah intervensi. Pengukuran kadar MDA dilakukan dengan metode asam thiobarbiturat (TBA). Analisis data menggunakan software statistik dengan Paired T-test. Hasil: Hasil pengukuran kadar MDA pada atlet sepak bola sebelum pemberian jus jamur tiram putih dan setelah pemberian jus jamur tiram putih adalah 5,981±3,150 μmol/l dan 4,019±2,179 μmol/l. Tidak ada perbedaan signifikan pada kadar MDA atlet sepak bola antara sebelum dan sesudah pemberian jus jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) (p>0,05). Kesimpulan: Konsumsi jus jamur tiram putih tidak berpengaruh terhadap kadar MDA atlet sepak bola.