Articles

Found 16 Documents
Search

ALGORITMA VARIABLE NEIGHBORHOOD DESCENT WITH FIXED THRESHOLD UNTUK KESEIMBANGAN LINTASAN PERAKITAN TWO SIDED DENGAN KRITERIA MINIMISASI JUMLAH STASIUN KERJA

REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.327 KB)

Abstract

ABSTRAK Lintasan two-sided adalah dua lintasan seri (bagian sisi kiri dan bagian sisi kanan) yang bekerja secara pararel. Pekerjaan harus dikerjakan pada bagian kiri atau pada bagian kanan dari sisi perakitan, namun ada juga pekerjaan yang dapat dikerjakan dari kedua sisinya. Algoritma Variable Neighborhood Descentwith Fixed Threshold (VND with Fixed Threshold) memungkinkan penerimaan ruang solusi lebih besar karena mempertimbangkan semua solusi yang muncul meskipun bukan solusi yang lebih baik. VND with Fixed Threshold memanfaatkan perubahan struktur yang terjadi dalam neighborhood untuk mengatasi masalah jika pencarian solusi terjebak dalam minimum lokal. VND with Fixed Threshold terdiri atas tahap pembangkitan solusi inisial  menggunakan algoritma region approach dan tahap perbaikan solusi inisial dalam pencarian local search (exchange dan insert). Kata kunci: keseimbangan lintasan perakitan, lintasan perakitan two-sided, metaheuristik, varible neighborhood descent with fixed threshold.   ABSTRACT Two-sided line is a two serial line (on the left side and the right side) working togetherin parallel. Work to be done on the left or on the right side of the assembly line, and there is also work that can be done from both sides. Variable neighborhood descent algorithm with fixed threshold (VND with Fixed Threshold) allows a larger solution space of acceptance because it considers all the solutions that emerge even though not the better solution. VND with Fixed Threshold utilize structural changes that occur in the neighborhood to address issues if the search was stuck in a local minimum solution. VND with Fixed Threshold stages consist of generating the initial solution using region approach algorithm and then improving the initial solution using local search (exchange and insert). Kata kunci: assembly line balancing, two-sided assembly line balancing, metaheuristic, varible neighborhood descent with fixed  threshold.

Proposed Design of Competency Based Career Path Development for Machining Job Group in PT Dirgantara Indonesia

The Indonesian Journal of Business Administration Vol 3, No 10 (2014)
Publisher : The Indonesian Journal of Business Administration

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. PT. Dirgantara Indonesia is a State Owned Enterprise (SOE) that was founded in 1976, has its headquarters in Bandung and provides products and services in its business lines. PT Dirgantara Indonesia has a vision to be a world-class aerospace company based on the mastery of high technology and cost competitiveness in the global market. In mid-2010, PT. Dirgantara Indonesia was trying to show the new expectations and potential growth to become a better company. PT Dirgantara Indonesia is planning new strategy related to human resources, it is trying to restructure and stabilize the regeneration of human resources. It needs to be done because lack of motivation and a lot of employees left the company led to stagnant labor productivity. This is being happened because the company has not developed structured career planning for its employees and implementation of human resources management practice also has not well integrated. The development of competency-based career paths is one of solution to resolve the issue. Career paths are designed based on competency model that defined from the values and objectives of the companys business and also based Job Family. The research methodology used in this study is a mixed method, using both qualitative, used for collecting data from in depth interviews and reading literatures, and quantitative that used as a measurement tools to define business solution by SPSS. Development of career paths in this research using hierarchical cluster analysis for the 45 job title on machining job group by Directorate of Production based on 6 core competencies, 10 functional competencies and  2 technical competencies and career path that will be developed in this research is single career path. Based on this research resulted job competency for 45 job title and grouped into three cluster on Job Family, and each job title consist of different job class. Based on three clusters will develop one cluster as whole after several stages of clustering analysis. Career path development can be implemented as part of a career management system for PT Dirgantara Indonesia’s future, so it expected to increase productivity of employee performance and succession of career planning also can be structuredKeywords: Competency, Career Path

Kemampuan Bahan Aktif Ekstrak Daun Mojo (Aegle marmelos L.) dalam Mengendalikan Nyamuk Aedes aegypti, dengan Metode Elektrik

HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1, No 1 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.856 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamukAedes aegypti. Penggunaan insektisida yang berasal dari tumbuhan mojo (Aegle marmelos L.)mengandung senyawa tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan steroid, yang berfungsi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun mojo (Aeglemarmelos L.) dalam mengendalikan nyamuk Aedes aegypti dengan metode elektrik denganmenggunakan 2 konsentrasi yaitu 60% dan 70%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kematian nyamuk rata-rata pada konsentrasi 60% ekstrak daun mojo (Aegle marmelos L.) sebesar 16%, dari 30ekor sampel nyamuk, pada 240 menit waktu pengamatan, dan konsentrasi 70% ekstrak daun mojo(Aegle marmelos L.) sebesar 18%, dari 30 ekor sampel nyamuk, pada 240 menit waktu pengamatan.memenuhi Lethal Consentration 50 (LC50) dimana nyamuk Aedes aegypti yang mati rata-rata mencapai 16 ekor (53%) dan 18 ekor (56%). Sedangkan pada kontrol tidak terdapat nyamuk yang mati.Kesimpulan yang di peroleh dalam penelitian ini yaitu Pada konsetrasi 60 % dan 70 % ekstrak daunmojo (Aegle marmelos L.) mampu pada 240 menit dengan 240 menit waktu pengamatan, dimana rata-rata kematian nyamuk Aedes aegypti sebanyak 16 ekor (53%) dan 17 ekor (56%) dan telah mencapaiLC50Kata Kunci : Daun Mojo, Aedes aegypti, Metode Elektrik

Perbedaan Perilaku Lekat Bayi Pada Orangtua Antara Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Tidak Diberi Asi Eksklusif (Studi Pada Bayi Umur 6 Bulan – 3 Tahun di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo)

Psikologia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2011): Psikologia (Jurnal Psikologi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.179 KB)

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi. Memberikan ASI berarti memberikan zat-zat gizi yang bernilai gizi tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, serta mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya. Teori belajar mengatakan bahwa kelekatan antara ibu dan anak dimulai saat ibu menyusui bayi sebagai proses pengurangan rasa lapar yang menjadi dorongan dasar. Susu yang diberikan ibu menjadi primary reinforcer dan ibu menjadi secondary reinforcer. (Gewirtz dalam Hetherington dan Parke, 1999 dalam Ervika 2000, http//Library usu.co.id). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku lekat bayi pada orang tua antara yang diberi ASI Eksklusif dengan yang tidak diberi ASI Eksklusif. Dari hasil Uji t probabilitasnya adalah < 0,05 yaitu 0,000 berarti hipotesis diterima. Berdasarkan tabel t-test, ttabel pada taraf kepercayaan 95% maka didapatkan nilai ttabel sebesar 1,645. Oleh karena thitung > ttabel yaitu sebesar 13,832 maka hipotesis diterima. Dengan demikian berdasarkan uji tersebut di atas terdapat perbedaan Perilaku lekat bayi pada orang tua antara yang diberi ASI eksklusif dengan yang tidak diberi ASI eksklusif. 

IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA CHLORPYRIFOS DALAM SAYURAN SAWI HIJAU (BRASSICA RAPA VAR. PARACHINENSIS L.) DI PASAR TERONG KOTA MAKASSAR TAHUN 2016

SULOLIPU Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.642 KB)

Abstract

ABSTRAK Residu pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari seperti sayuran. Salah satu tanaman yang sering disemprotkan pestisida adalah tanaman sayuran khususnya tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.). Hal ini terjadi karena bentuk dan struktur tanaman sawi yang memungkinkan ulat untuk bersarang di sela-sela daunnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional yakni menggunakan daftar pemeriksaan atau pengukuran terhadap residu pestisida Chlorpyrifos dalam sayuran sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.).Hasil pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode kromatografi gas menunjukkan bahwa kadar residu pestisida pada sampel sawi hijau yang dijual di pasar Terong Kota Makassar dengan bahan aktif chlorpyrifos sebelum proses pencucian adalah sebesar 0,276 mg/kg sedangkan kadar residu pestisida sesudah proses pencucian adalah 0 mg/kg.Berdasarkan standar persyaratan SNI 7313 Tahun 2008 tentang batas maksimum residu pestisida pada hasil pertanian untuk sayuran sawi hijau yaitu 1 mg/kg, maka kadar residupestisida yang terdapat pada sampel sawi hijau sebelum dan sesudah proses pencucian masih di bawah BMR (Batas Maksimum Residu) sehingga memenuhi syarat kesehatan.Penurunan kadar residu pestisida chlorpyrifos pada sayuran terjadi karena proses pencucian dengan air mengalir menyebabkan residu insektisida chlorpyrifos yang terdapat pada permukaan sayuran akan larut dalam air. Residu yang tertinggal pada permukaan tanaman pada saat disemprot dapat hilang karena pencucian atau pembilasan. Kata kunci : Sawi Hijau  (Brassica rapa var. parachinensis L.) dan Kadar Residu Pestisida.

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sapu Jagad (Isotoma longiflora (L) Presl.) pada Mencit Galur Mus muculus

JIK ( Jurnal Ilmu Kedokteran ) Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : JIK ( Jurnal Ilmu Kedokteran )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapu Jagad (Isotoma longiflora (L) Presl.) plant has been empirically used as traditional medicine. Some studies showthat this plant has pharmacological effects as antibiotic, anticancer, and analgetic. It is of importance to conduct studyin finding out the safetiness of this plant as herbal medicine. Therefore, we conducted study to find out lethal dose ofits leaves on mice (Mus muculus) using acute toxicity test. Several doses have been given to certain groups to find outits effect including death. The extract has been given one time per oral. Then, we recorded the clinical signs and deathof mice until 14 days. The data was analyzed using probit analysis to measure LD50. This study shows that ethanolextract of Sapu Jagad leaves has LD50 12.610 mg/kgBW and toxicity of central nervous system proven by seizureending with death. As conclusion, this extract has toxicity especially to central nervous system.

Gambaran Farmakoterapi Pasien Common Cold Di Puskesmas Pekanbaru

JIK ( Jurnal Ilmu Kedokteran ) Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : JIK ( Jurnal Ilmu Kedokteran )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is still a disease with the most number of cases in Indonesia and the province of Riau in out patientswho visited the primary health center (Puskesmas). However, in primary health care, like Puskesmas and privatepractice physicians are expected pharmacotherapy common cold is not rational. Medication errors is a common problem.The purpose of this study was to determine how the use of pharmacotherapy in patients with the common cold inPuskesmas Pekanbaru. This study was an observational descriptive , with a total sample 4602 people who meet thespecified criteria .The results showed that the percentage patients common cold using symptomatic analgesic-antipyreticdrugs 70.2%.However, the percentage of patients that using antibiotics in common cold is still quite a lot (36%), alsothe use corticosteroid (17,9%) that showed medication error. The patterns pharmacotherapy of common cold inPuskesmas Pekanbaru was relatively good, but need improvement .

Pola Penggunaan Insulin Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rumah Sakit X Pekanbaru Tahun 2014

JIK ( Jurnal Ilmu Kedokteran ) Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : JIK ( Jurnal Ilmu Kedokteran )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insulin is one of pharmacological treatment of type 2 diabetes mellitus (DM). The aim of this study was to know thepattern of insulin use in hospitalized patients with type 2 diabetes Hospital X Pekanbaru. The type of research wasdescriptive. Data retrieved from 63 the medical records of patients with type 2 diabetes at Hospital X Pekanbaruperiod January - December 2014. The most characteristics of subject was average of age 55.40 (± 10.91) years, theaverage of RBG level 313.37 (± 135.81) mg / dL, female (55.6%), financing with BPJS (49.2%), housewives (49.2%),the diagnosis of type 2 diabetes with complications (38.1 %). The most insulin usage according to duration of actionwas short-acting insulin (46.4%), the number of daily doses was <20 IU from all type of insulin. The most combinationof different insulin types (7.9%) was long-acting insulin with rapid-acting insulin and the most combination of insulinand OHD (6.3%) was a short-acting insulin with gluconeogenesis inhibitor and premixed insulin with gluconeogenesisinhibitor.

PENGARUH DETERGEN TERHADAP RESPON FISIOLOGI, LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA PADA SKALA LABORATORIUM

Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumber Daya Pulau-Pulau Kecil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.111 KB)

Abstract

Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolism. Oleh sebab itu, kelangsungan hidup ikan sangat ditentukan oelh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut dalam perairan, tentu saja akan mempengaruhi fisiologi respirasi ikan, dan hanya ikan yang memiliki system respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup .Adanya bahan pencemar khususnya detergen yang masuk ke badan air tempat habitat dari Ikan Nila dapat mempengaruhi metabolisme dari ikan Nila yang pada akhirnya dapat menyebabkan ikan mengalami stress dan pada akhirnya mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon fisiologi dalam hal ini tingkat konsumsi oksigen, laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila pada skala laboratorium karena dengan adanya bahan pencemar detergen di perairan tempat hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat konsumsi oksigen pada hari pertama dan kedua sampai ke empat disertai dengan tingkat sintasan menurun pada hari kedua dan ketiga pada perlakuan B, C, dan D. Tetapi sampai pada hari ke 5 ikan tidak lagi mengalami kematian. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kata kunci : Respon fisiologi, Plasmolisis, Konsumsi Oksigen  

Kawista biscuit increased body weight of under five children

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 5, NOMOR 2, 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.968 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Underweight in under five children was a nutritional problem that is often caused by inadequate food intake. Underweight could occur at 6-59 months or should had supplemental feeding and supplementary foods. Supplementary foods have contribute energy to the nutritional adequacy of under five childrenObjective: To know the effectiveness of kawista biscuits in increasing of bodyweight under five children in Gondokusuman II Primary Health Care.Methods: Subjects were underweight with the aged of 12-59 months, as much as 19 children. The study was conducted in the working area of Gondokusuman II Primary Health Center Yogyakarta City. This study was quasi experimental with purposive technique sampling. The effectiveness of biscuit kawista  a was analysed by paired t-test.Result: Based on the results of effectiveness test of biscuit kawista for 2 weeks showed significant changes in body weight children (p = 0.000) as much as 0.29 kg.Conclusion: kawista biscuit was significantly increase the weight of under five  children who suffer from malnutrition. KEYWORDS: kawista biscuit (limonia acidissima), underweight, gain weight