Asjhar Imron
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Perkiraan Fatigue Life pada Bracket Kapal Tanker Berdasarkan Common Structural Rules septiana, Dita; Imron, Asjhar; Soeweify, Soeweify
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.561 KB)

Abstract

Umur kelelahan (fatigue life) dari struktur kapal dianalisis dengan menggunakan standar pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tanker. Kapal tanker single hull direncanakan akan dikonversi menjadi FPSO sehingga perlu diketahui sisa fatigue life konstruksinya. Dalam penelitian ini, fokus analisis dilakukan pada konstruksi bracket karena bracket sebagai salah satu penopang yang esensial pada kapal ini. Oleh karena itu, perlu diketahui letak bracket dengan tegangan paling besar dan besar fatigue lifenya. Kapal tersebut dimodelkan menggunakan softwareMSC Pastran sebagai pre-processor dan MSC Nastran sebagai processor. Bagian kapal yang dimodelkan adalah 3 ruang muat pada midship. Ruang muat pada bagian tengah dari ketiga ruang muat tersebut adalah ruang muat yang paling besar. Fatigue life yang dianalisa merupakan pengaruh dari beban lingkungan (beban gelombang air laut) dan beban internal (beban tangki). Kondisi pembebanan yang dilakukan ada 6 macam load cases sesuai dengan ketentuan CSR. Tegangan pada bracket yang didapat dari pemodelan diambil tegangan yang paling besar untuk dianalisa fatigue lifenya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa bracket dengan tegangan paling besar terjadi pada web frame 7 pada ruang muat tengah dan pada kondisi pembebanan A2 didapat umur kapal yang paling rendah yaitu sebesar 26 tahun.
Analisa Pengaruh Variasi Jarak Gading Terhadap Lenturan dan Tegangan Pada Pelat Sisi Dengan Metode Elemen Hingga Putranto, Teguh; Imron, Asjhar
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.584 KB)

Abstract

Pelat berpenegar pada ponton yang terletak diantara 2 sekat kedap air dengan beberapa kondisi batas dianalisa menggunakan metode elemen hingga dan metode beda hingga. Gaya hidrostatik yang bekerja diambil dari gaya per satuan luas yang bekerja pada pelat sisi kapal sesuai dengan peraturan BKI. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa perbedaan lenturan relatif kecil antara kedua metode pada jumlah elemen yang besar. Analisa dilakukan dengan variasi jarak penegar. Lenturan paling besar terjadi pada jarak gading 0.8 m dan jarak sekat 3 kali jarak gading besar, sedangkan lenturan paling kecil terjadi pada jarak gading 0.65 m dan jarak sekat 2 kali jarak gading besar. Analisa dilakukan pada variasi kondisi batas. Tumpuan sederhana lebih konservatif dari pada tumpuan jepit. Tegangan yang dihasilkan oleh Metode Elemen Hingga dengan kondisi batas jepit-sederhana selalu lebih kecil dari tegangan izin dari Biro Klasifikasi Indonesia pada setiap variasi jarak gading.
KAJIAN PENENTUAN GETARAN SISTEM PROPULSI KAPAL PATROLI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Putranto, Teguh; Imron, Asjhar; Yulianto, Totok
Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v13i2.6659

Abstract

Kapal patroli adalah salah satu kapal perang berkecepatan tinggi yang digunakan untuk melakukan operasi militer dalam rangka menjaga kedaulatan wilayah maritim suatu negara. Kapal patroli tidak hanya mampu beroperasi sesuai dengan targetnya tetapi juga perlu diperhatikan juga faktor kenyamanan dan keselamatan awak kapalnya. Sebelum kapal dibangun, penentuan desain dan konstruksi kapal patroli menjadi tahap yang sangat penting karena kapal cepat sering terjadi persoalan terhadap getaran kapal yang diakibatkan sistem propulsi. Penelitian ini akan mengkaji tentang metode numerik untuk menganalisa getaran sistem propulsi kapal. Finite Element Method (FEM) merupakan salah satu metode numerik untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial dengan cara membagi model menjadi elemen-elemen. Pemodelan numerik dilakukan pada sistem propulsi dan sebagian dari badan kapal. Untuk memulai simulasi, kondisi batas ditentukan berdasarkan posisi sekat ceruk buritan, sekat pada strut, transom, center girder, dan side girder. Setelah simulasi selesai, frekuensi alami pada mode shape 1 - 5 didapatkan sebesar 26,26; 35,68; 44,23; 90,62; 97,66 Hz secara berurutan. Frekuensi eksitasi propeller pada kecepatan dinas didapatkan sebesar 54,93 Hz dimana fungsi dari rotasi propeller dan jumlah daunnya. Frekuensi 26,26 dan 35,68 Hz (mode shape 1 dan 2) mengalami getaran ke arah lateral sedangkan frekuensi 44,23 Hz (mode shape 3) mengalami getaran ke arah vertikal. Sistem propulsi akan beresiko mengalami resonansi pada mode shape 3 ketika beroperasi pada kecepatan 25 knot.
KERUSAKAN STRUKTUR AKIBAT GETARAN LOKAL PADA KAPAL YANG JARANG DIPERHATIKAN: ANALISIS DAN SOLUSI (STUDI KASUS) Imron, Asjhar
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 1 (2014): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v9i1.6198

Abstract

Pengabaian pengecekan potensi resonansi struktur lokal bisa berakibat serius pada kegagalan struktur. Studi ini menunjukkan kejadian tersebut, yang seharusnya bisa dihindari apabila pengecekan dilakukan pada tahap perancangan. Dalam studi ini identifikasi sederhana dilakukan untuk menentukan eksitasi paling dominan. Penentuan struktur lokal yg potensial beresonansi dilakukan dengan pengamatan visual dan dengan analisis menggunakan metode elemen hingga. Setelah resonansi dipastikan, perancangan ulang (redesign) dilakukan dengan memperhatikan kemudahan pelaksanaan di lapangan. Hasil redesign menunjukkan bahwa dengan menaikkan kekakuan konstruksi lokal maka terjadinya resonansi bisa digeser di luar daerah operasi kecepatan kapal untuk semua modes.