Articles

Found 10 Documents
Search

Pendidikan Masyarakat Terpencil di Dusun Tompu Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru Imran, Muhammad
GeoTadulako Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GeoTadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.936 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: Membahas mengenai (1) Bagaimana masyarakat terpencil di Dusun Tompu memandang pentingnya pendidikan dan (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi rendahnya pendidikan masyarakat terpencil di Dusun Tompu Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana masyarakat terpencil di Dusun Tompu memandang pentingnya pendidikan dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya pendidikan masyarakat terpencil di Dusun Tompu Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan purposive sampling yang diperoleh 32 kk. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pandangan masyarakat terpencil di Dusun Tompu akan pentingnya pendidikan masih sangat rendah, hal ini terlihat dari masih banyaknya yang tidak menempuh pendidikan dan putus sekolah. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pendidikan masyarakat terpencil di Dusun Tompu Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru yaitu (a) Kurangnya kesadaran dan pemahaman akan pentingnya pendidikan, (b) Faktor ekonomi, (c) Faktor lingkungan, (d) Faktor jarak antara rumah dan sekolah. Kata Kunci : Pendidikan, Masyarakat Terpencil, Dusun Tompu.
SYURO’ SYSTEM ‘ IN THE ORGANIZATION OF THE ISLAMIC Imran, Muhammad
Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) Vol 3, No 7 (2015): LOGIKA DAN TEROBOSAN HUKUM
Publisher : Jurnal IUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.439 KB)

Abstract

Syuro” have meaning discussion to solve a problem. I. In the reign of Islam (Even Islamiyah) Syuro’ is an ideal system in administering Islamic Government in accordance with the law essentially i.e. the Qur’an and Al-Hadith.  During the reign of Khulafa Rashideen Ur Syuro‘ is the ideal cornerstone in determining a leader (Caliph), so also in the process of Division of power as well as other governmental processes.  In the Syuro”  System also known power-sharing terms, before the concept of Trias Political Islamic Government had been born knowing and applying the concept of power-sharing. The Islamic Government in the Executive term known as Tanfidziyah, this institution was occupied by the Caliph, and the legislature is known by the term Tasyri’iyah the Agency is occupied by the Syuro”  Council ‘ while the Qaadi or judges are in the position of the judiciary which is known by the term Qada’iyah. In the implementation of the Syuro”  System ‘ the reign of Islam also have one institution in a canal with Ahl Halli Wal Aqdhi i.e. the Group of scholars ‘ who has the right lifting the Caliph and could also depose him based on the provisions of the Shari’ah.Keywords: Syuro’ Ideal of the Islamic Foundation in the reign
PROFIL PENDAKI GUNUNG PADA KOMUNITAS PGI KORWIL RIAU DI KOTA PEKANBARU Imran, Muhammad; Bahri, Syamsul
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5: Edisi I Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the development of urban communities to do because that is marked by the advance of science and technology as well as the development of industrialization, this becomes a motor of economic development, it raises issues environmental concern such as pollution, environmental degradation and destruction of natural resources that cannot be renewed. Environmental issues is one who becomes the driving factor in the birth and development of the social groups in the form of such a community, PGI (Mountaineers Indonesia) with the purpose to provide education, science and activity the wild and besides that there are also environmental preservation activities in the mountains and forests. And interest on the curiosity of anyone and from what social class, as a social group, how can the community build the identity of the Group and develop the symbols of life and different styles or with a group or community other social as well as what activities or programs in the areas of social, economic, and cultural community do PGI Korwil Riau in strengthening a sense of social solidarity among members of the community as well as society. The development of qualitative research methodology within the next twenty years its quite rapidly, so that a variety of methods and approaches as well as experimental data analysis strategy is already done in many studies, including data analysis methods also participated developing. As explained in the previous section that in the tradition of qualitative research are some of the methods of data collection also is a method of data analysis so that method against the explanation at the same time discuss the methods, functions both as a methods of data collection and data analysis. from this research it is known that members of the community come from among the students and workers, developing and establishing the identity of the group through social media, events, and activities of the environment. It also has a Community program in the field of environment, social and economic. Keywords: community, environment, social class, Social Identity, social solidarity.
Pengaruh Kepemimpinan Guru Terhadap Aktivitas Belajar Fisika Siswa Man Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar Imran, Muhammad
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 1, No 1 (2013): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.522 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan pengaruh  kepemimpinan guru fisika terhadap aktivitas belajar fisika siswa MAN Botoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu kepemimpinan guru fisika sebagai variabel bebas dan aktivitas belajar fisika sebagai variabel terikat.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MAN Bontoharu yang belajar fisika yaitu berjumlah 121 . Adapun sampelnya adalah 30% dari populasi yakni 36 siswa, dimana kelas Xa terdapat 8 sampel, kelas Xb terdapat 9 sampel, kelas Xc terdapat 10 sampel dan di kelaS XI IPA terdapat 9 sampel. Peneliti menggunakan sistem sampel proporsional stratified purposive sampling. Peneliti menggunakan instrument penelitian angket dengan menggunakan skala likert. Untuk mendukung data hasil angket dilakukan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial untuk uji hipotesis.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis deskriptif diperoleh skor rata-rata untuk   kepemimpinan otoriter guru mempunyai skor rata-rata 27,1 dengan standar deviasi 4,22 dengan skor tertinggi 34 dan terendah 18. Skor rata-rata yang diperoleh berada di kategori sedang. Untuk   kepemimpinan demokratis guru mempunyai skor rata-rata 42,22 dan standar deviasi 4,61 dengan skor tertinggi 50 dan terendah 29. Skor rata-rata yang diperoleh berada pada kategori tinggi. Sedangkan untuk   kepemimpinan Lazzies-faire guru mempunyai skor rata-rata 19,08 dan satndar deviasi 2,76 dengan skor tertinggi 29 dan terendah 13 dan skor rata-rata berada pada kategori sedang. Dari hasil ketiga kepemimpinan guru yang diperoleh, disimpulkan bahwa   kepemimpinan guru fisika di MAN Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar adalah   kepemimpinan demokratis. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara tidak terstruktur dengan sampel yaitu siswa MAN Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar bahwa guru fisika bersikap demokratis dalam mengajar.Berdasarkan hasil angket dan analisis data aktivitas belajar fisika siswa diperoleh skor rata-rata 93,53 dengan standar deviasi 9,58. Skor tertinggi nilainya 117 dan terendah 77. Skor ini berada pada kategori cukup. Adapun hasil analisis inferensial menunjukkan nilai Fhitung adalah 64 sedangkan Ftabel pada taraf signifikansi 5% adalah 3,28. Dengan demikian, nilai Fhitung jauh lebih besar dari pada nilai Ftabel dan hipotesis nihil ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh   kepemimpinan guru fisika terhadap aktivitas belajar fisika siswa MAN Bontoharu Kab. Kepulauan Selayar
Pengaruh Minuman Tradisional Kameko Terhadap kadar SGOT, SGPT, dan Jaringan Hati Mencit (Mus musculus) Hafizah, Indria; Sudayasa, I Putu; Uddu, Waode Sitti Asfiah; Imran, Muhammad; Yakin, Aynul
Pharmauho Vol 3, No 1 (2017): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.494 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh minuman tradisional kameko terhadap kadar alanine transaminase (ALT), aspartate transaminase (AST), dan kerusakan jaringan hati mencit (Mus musculus). Mencit yang digunakan sebanyak 18 ekor masing – masing perlakuan terdiri atas 9 ekor yang dibagi atas 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok etanol 2% dan kameko. Kelompok etanol 2% dan kameko diberi perlakuan selama 14 hari. Marka biokimia yang dilacak adalah kadar ALT dan AST  dalam serum serta perubahan histologi jaringan hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar AST kelompok etanol 2% (1632 U/l) lebih tinggi di bandingkan kelompok kameko (1154 U/l), sementara kadar ALT lebih tinggi pada kelompok kameko (1263 U/l )  dibanding etanol 2% (1015 U/l). Pemberian etanol 2 % dan kameko mengakibatkan perubahan struktur mikroskopis (nekrosis) jaringan hati mencit dengan rasio AST/ALT > 0,8. Kerusakan jaringan hati akibat toksisitas dari etanol.Kata kunci: kameko, alanine transaminease, aspartate aminase,nekrosis
SISTEM SYURO’ DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN ISLAM Imran, Muhammad
Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan Vol 3, No 1 (2015): LOGIKA DAN TEROBOSAN HUKUM
Publisher : Magister Ilmu Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.439 KB)

Abstract

Syuro’ memiliki makna musyawarah untuk menyelesaikan persoalan. Dalam pemerintahan Islam (Daulah Islamiyah) Syuro’ merupakan suatu sistem yang ideal dalam menjalankan roda pemerintahan Islam yang sesuai dengan hukum dasarnya yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist. Pada masa pemerintahan Khulafa Ur Rasyidin Syuro’ merupakan landasan ideal dalam menentukan seorang pemimpin (Khalifah), demikian juga dalam proses pembagian kekuasaan serta proses-proses pemerintahan lainnya. Dalam sistem syuro’ juga dikenal istilah pembagian kekuasaan, Sebelum konsep Trias Politica lahir pemerintahan Islam telah mengenal dan menerapkan konsep pembagian kekuasaan. Dalam pemerintahan Islam istilah Eksekutif dikenal dengan Tanfidziyah, lembaga ini diduduki oleh Khalifah, dan Legislatif dikenal dengan istilah Tasyri’iyah lembaga ini diduduki oleh Majlis Syuro’ sedangkan Qadhi atau hakim berada pada posisi Yudikatif yang dikenal dengan istilah Qada’iyah. Dalam penerapan sistem Syuro’ pemeritahan Islam juga memiliki satu lembaga yang di kanal dengan Ahlul Halli Wal Aqdhi yaitu kelompok ulama’ yang memilki hak mengangkat Khalifah dan bisa juga memberhentikannya  berdasarkan ketentuan Syari’at.
Slope Remediation Techniques and Overview of Landslide Risk Management Kazmi, Danish; Qasim, Sadaf; Harahap, I.S.H; Baharom, Syed; Mehmood, Mudassir; Siddiqui, Fahad Irfan; Imran, Muhammad
Civil Engineering Journal Vol 3, No 3 (2017): March
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.721 KB)

Abstract

Slope failures are common in many parts of the world which occur due to manifold reasons and they result in huge losses to the respective locals. This study evaluates the initiatives that can enhance the safety of slope by considering the remedial measures to deal with the factors causing slope instability and discusses the application of risk management strategies to address the problems that can cause the slope to fail. The methods for the remediation of slope include modification in slope geometry, drainage, use of retaining structures and internal slope reinforcement. This study also discusses the risk management process which is a hierarchical procedure that includes assessment and control of risk through different techniques in order to manage the uncertainties associated with the slope. It has been observed that the implementation of risk management strategy aids in the proper identification of risk and its severity which dictates the selection of appropriate remedial measure for the rectification of slope. For reducing the number of landslides, this study suggests the use of risk based strategies to curtail the chances of slope failure.
A Study on the Contributing Factors of Major Landslides in Malaysia Kazmi, Danish; Qasim, Sadaf; Harahap, I.S.H; Baharom, Syed; Imran, Muhammad; Moin, Sadia
Civil Engineering Journal Vol 2, No 12 (2016): December
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.014 KB)

Abstract

Landslide is one of the most prominent geo-hazard that accounts for colossal losses every year. The contributing factors of landslides in Malaysia are reasonably different from rest of the world. According to a study, the most dominant factor that catalysis the slope failure in many countries of the world is geological conditions. However, in case of Malaysia; most of the landslides occur as a consequence of flawed design, improper construction and non-maintenance of slopes which correlates with the human errors. The statistics of Malaysia shows that highest number of landslides took place in 1996 with 71 cases which is followed by 68 cases in 1995. According to the findings of Highland Towers (1993) landslide, the main causes of failure were inaccuracies in design, poor supervision during the construction and inadequate drainage system. Similarly, in case of Taman Hillview and Bukit Antarabangsa landslide, it has been revealed that improper design practices and poor drainage system supplemented with prolonged rain were the significant causes of the cataclysm. Therefore, based on the investigations on retrospective landslides, this study proposes to incorporate Human Reliability Assessment technique as a part of working strategy for slopes along with strong adherence to the design guidelines in order to minimize the likelihood of landslides.
SAHABAT NABI SAW DALAM PERSPEKTIF SUNNI DAN SYI’AH (Pengaruhnya Pada Kesahihan hadis) Imran, Muhammad
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1865.164 KB)

Abstract

Sahabat Nabi merupakan mata rantai periwayatan hadis dan dari merekalah hadis-hadis Nabi diriwayatakan baik secara mutawatir, ahad, lafdzi maupun maknawi. Keadahalan sahabat menjadi sangat penting karena mereka merupakan pusat periwayatan hadis. Jika salah seorang diantara sahabat itu dipermasalahkan keadalahannya, maka hadis-hadis yang diriwayatkan juga akan dipermasalahkan bahkan bisa tertolak secara keseluruhan. Dua golongan umat Islam yaitu Sunni dan Syi’ah memiliki pandangan yang berbeda tentang keadalahan sahabat Nabi sesuai dengan data-data dan argumentasi yang mereka miliki. Dengan pandangan yang berbeda tentang keadalahan sahabat, maka akan mempengaruhi kualitas hadis yang mereka riwayatkan. Argumentasi ulama sunni tentang keadalahan sebagian besar bahkan seluruh sahabat mendapat bantahan dari beberapa pengkaji hadis yang lain. Begitupun dengan argumentasi ulama syi’ah yang mempermasalahkan keadalahan beberapa sahabat juga mendapatkan bantahan dan kritikan dari pengkaji hadis yang lain. Objektifitas dalam penilaian keadalahan sahabat tentu sangat diperlukan mengingat tingkat keimanan dan ketakwaan mereka juga berbeda-beda berdasarkan pada riwayat-riwayat yang ada.Kata Kunci: Sahabat, Syiah, Sunni, Hadits Prophet’s Companions were keys to the chains of hadith. Therefore, they were the main sources of the prophet’s hadith which were told in a form of mutawatir (from such a large number of narrators), ahad (of one narrator), lafdzi (literally) and Maknawi (essentially). The companions’ trustworthy is very important since they were center of the chains. If anyone of the Companions’ trustworthy is questioned, the hadith is questioned too, or even rejected entirely. The two branches of Islam, Sunni and Syiah, have different points of views towards the trustworthyof the prophet’s Companions on the basis of data and arguments they have. The differences will affect the quality of hadits that they told. Arguments of Sunni ulamas’ on the trustwothy of most and even all Companions raised objections from several other researchers of hadith. Similarly, arguments of the Syiah Ulamas who questioned the Companions’ trustworthy also raised objections from others. Objectivity towards the Companions trustworthy is, indeed, required because their levels of faith and piety are also varied.Keywords: Syi`ah, Sunni, Hadits 
Further results on edge irregularity strength of graphs Imran, Muhammad; Aslam, Adnan; Zafar, Sohail; Nazeer, Waqas
Indonesian Journal of Combinatorics Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Combinatorial Society (InaCombS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.847 KB)

Abstract

A vertex $k$-labelling $\phi:V(G)\longrightarrow \{1,2,\ldots,k\}$ is called irregular $k$-labeling of the graph $G$ if for every two different edges $e$ and $f$, there is $w_{\phi}(e)\neq w_{\phi}(f)$; where the weight of an edge is given by $e=xy\in E(G)$ is $w_{\phi (xy)=\phi(x)+\phi(y)$. The minimum $k$ for which the graph $G$ has an edge irregular $k$-labelling is called \emph{edge irregularity strength} of $G$, denoted by $es(G)$. In the paper, we determine the exact value of the edge irregularity strength of caterpillars, $n$-star graphs, $(n,t)$-kite graphs, cycle chains and friendship graphs.