Iman Rusmana
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bogor Agricultural University. Jl. Raya Darmaga, Bogor 16680, West Java. Indonesia

Published : 47 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuakultur Indonesia

Profiles of traditional farms: soil texture, total inorganic N and bacteria-producing estate Hastuti, Yuni Puji; Rusmana, Iman; Widiyanto, T.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 9, No 2 (2010): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Jurnal Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pond traditional system is the pond in still activity with a symple management system.  This activity indicated by low technology and relatively low production level.  Aquaculture activities in traditional pond not loss from nitrification and denitrification prosess, however this process is more low production rather than semiintensive and intensive system. This study aims to observe abundance of bacteria nitrification along with changes soil texture, and N-organic in the soil of traditional pond. Chemical and biological analyses were done using spectroscopy and Most Probable Number methods to determine the amount of nitrite and ammonium production of bacteria.  Based of the result, each stratum traditional ponds have relatively similar abundance in nitrite producing bacteria of 7.08-7.47 Log CFU/g.  Increasing abundance in ammonium producing bacteria was found in all stratum, range from 5.63 Log cfu/g to 8.12 Log cfu/g. From the first day of preparation, traditional ponds have a lot of nitrite and ammonium producing bacteria.Keywords: traditional, pond, nitrification, abundance of bacteri. ABSTRAKTambak sistem tradisional merupakan tambak yang dalam kegiatannya masih menggunakan sistem manajemen sederhana.  Hal ini ditandai dengan penerapan teknologi sederhana, dan tingkat produksi relatif rendah.  Kegiatan budidaya di tambak tradisional tidak akan terlepas dari proses nitrifikasi dan denitrifikasi, namun demikian proses ini relatif lebih rendah aktivitasnya daripada tambak sistem semiintensif dan intensif.  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kelimpahan bakteri penghasil senyawa nitrit, amonium seiring dengan perubahan tekstur tanah, dan N-organik pada tanah tambak tradisional. Media pertumbuhan bakteri dikondisikan bebas oksigen (oxygen free nitrogen/OFN method) , sedangkan kelimpahan bakteri dianalisis dengan rumus most porbable number (MPN). Berdasarkan hasil, setiap strata tanah tambak tradisional memiliki jumlah bakteri penghasil nitrit yang relatif sama, yaitu antara 7,08-7,47 Log cfu/g. Peningkatan kelimpahan bakteri penghasil amonium terjadi pada semua strata, yaitu berkisar antara 5,63 Log cfu/g sampai dengan 8,12 Log cfu/g.  Dari hari pertama persiapan, tambak tradisional telah memiliki kelimpahan bakteri penghasil nitrit dan amonium yang berlimpah.Kata kunci:  tradisional, tambak, nitritifikasi, kelimpahan bakteri.
Profile in various organic soil depth shrimp pond, Tambak Inti Rakyat, Karawang Hastuti, Yuni Puji; Novita, Lena; Widiyanto, Tri; Rusmana, Iman
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 10, No 2 (2011): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Jurnal Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTOrganic material in the bottom of the pond is part of the land is a complex and dynamic system, which is sourced from the rest of the feed, plants, and or animals found in the soil that continuously change shape, because it is influenced by biology, physics, and chemistry. This study was aimed to see the profile of organic material consisting of C, N, and C/N ratio and phosphate in different depths of pond with different culture systems. Observation were conducted at Tambak Inti Rakyat, Karawang in traditional, semi-intensive and intensive culture systems. Observation at mangrove area was also observed as control. Sediment samples at the inlet and outlet at three different depths (0‒5 cm, 5‒10 cm, and 10‒15 cm) was taken every 30 days to measure the content of C, N, C/N ratio, and total phosphate. During the 120 day maintenance period could be known that in all pond systems were used (traditional, semi-intensive, and intensive) the concentration of C-organic and organic-N on average was located in the bottom layer which is a layer of 10‒15 cm. The lack of human intervention from ground pond system, the more diverse the type and amount of organic material contained therein.Keywords: organic materials, subgrade, depth, aquaculture systems, long maintenanceABSTRAKBahan organik di dasar tambak merupakan bagian dari tanah yang merupakan suatu sistem kompleks dan dinamis, yang bersumber dari sisa pakan, tanaman, dan atau binatang yang terdapat di dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil bahan organik yang terdiri dari C, N, dan C/N rasio serta fosfat pada kedalaman tambak yang berbeda dengan sistem budidaya yang berbeda pula. Pengamatan dilakukan di Tambak Inti Rakyat Karawang pada sistem budidaya tradisional, semi intensif, dan intensif. Pengamatan di daerah mangrove diamati pula sebagai kontrol. Sampel sedimen di inlet dan outlet pada tiga kedalaman yang berbeda (0‒5 cm, 5‒10 cm, dan 10‒15 cm) diambil setiap 30 hari sekali untuk diukur kandungan C, N, C/N rasio, dan total fosfatnya. Selama 120 hari masa pemeliharaan dapat diketahui bahwa pada semua sistem tambak yang digunakan (tradisional, semi intensif, dan intensif) nilai konsentrasi C-organik dan N-organik rata-rata terletak pada lapisan paling bawah yaitu lapisan 10‒15 cm. Minimnya campur tangan manusia dari tanah sistem tambak maka semakin beragam jenis dan jumlah dari bahan organik yang terkandung di dalamnya.Kata kunci: bahan organik, tanah dasar, kedalaman, sistem budidaya, lama pemeliharaan
Profiles of traditional farms: soil texture, total inorganic N and bacteria-producing estate Hastuti, Yuni Puji; Rusmana, Iman; Widiyanto, T.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 9, No 2 (2010): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.9.119-126

Abstract

Pond traditional system is the pond in still activity with a symple management system.  This activity indicated by low technology and relatively low production level.  Aquaculture activities in traditional pond not loss from nitrification and denitrification prosess, however this process is more low production rather than semiintensive and intensive system. This study aims to observe abundance of bacteria nitrification along with changes soil texture, and N-organic in the soil of traditional pond. Chemical and biological analyses were done using spectroscopy and Most Probable Number methods to determine the amount of nitrite and ammonium production of bacteria.  Based of the result, each stratum traditional ponds have relatively similar abundance in nitrite producing bacteria of 7.08-7.47 Log CFU/g.  Increasing abundance in ammonium producing bacteria was found in all stratum, range from 5.63 Log cfu/g to 8.12 Log cfu/g. From the first day of preparation, traditional ponds have a lot of nitrite and ammonium producing bacteria.Keywords: traditional, pond, nitrification, abundance of bacteri. ABSTRAKTambak sistem tradisional merupakan tambak yang dalam kegiatannya masih menggunakan sistem manajemen sederhana.  Hal ini ditandai dengan penerapan teknologi sederhana, dan tingkat produksi relatif rendah.  Kegiatan budidaya di tambak tradisional tidak akan terlepas dari proses nitrifikasi dan denitrifikasi, namun demikian proses ini relatif lebih rendah aktivitasnya daripada tambak sistem semiintensif dan intensif.  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kelimpahan bakteri penghasil senyawa nitrit, amonium seiring dengan perubahan tekstur tanah, dan N-organik pada tanah tambak tradisional. Media pertumbuhan bakteri dikondisikan bebas oksigen (oxygen free nitrogen/OFN method) , sedangkan kelimpahan bakteri dianalisis dengan rumus most porbable number (MPN). Berdasarkan hasil, setiap strata tanah tambak tradisional memiliki jumlah bakteri penghasil nitrit yang relatif sama, yaitu antara 7,08-7,47 Log cfu/g. Peningkatan kelimpahan bakteri penghasil amonium terjadi pada semua strata, yaitu berkisar antara 5,63 Log cfu/g sampai dengan 8,12 Log cfu/g.  Dari hari pertama persiapan, tambak tradisional telah memiliki kelimpahan bakteri penghasil nitrit dan amonium yang berlimpah.Kata kunci:  tradisional, tambak, nitritifikasi, kelimpahan bakteri.
The application of phytoremediation Lemna perpusilla to increase the production performance of Nile tilapia Oreochromis niloticus in a recirculation system Utami, Rina Hesti; Nirmala, Kukuh; Rusmana, Iman; Djokosetiyanto, Daniel; Hastuti, Yuni Puji
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 17, No 1 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.17.1.34-42

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to evaluate the production performance and physiological of Nile tilapia using Lemna perpusilla as a phytoremediator in a recirculation system.  A completely randomized design with two treatments and three replications was applied. The treatments were Nile tilapia cultured with L. perpusilla (TL) and without L. perpusilla (L). The experimental fish in this study was the juvenile of Nile tilapia with a body length of 9.98 ± 0.08 cm and an average weight of 36.27 ± 1.07 g. The stocking density was 46 fish/pond and the container size was 275×100×60 cm3 and was separated in two areas using a fiber separator screen of 55.9% area for fish culture and 44.1% for L. perpusilla.  The Nile tilapias were reared for 60 days, fed with commercial diet and fresh L. Perpusilla with amount 2% and 1% of biomass, respectively. They were fed three times a day with fresh L. perpusilla  at noon and commercial diet in the morning and afternoon. The results showed that the Nile tilapia reared with L. perpusilla phytoremediation had normal physiological condition and production performance. The predominances of this system were lower feed conversion ratio value, more optimal values of feeding efficiency, and higher coefficient of weight uniformity. Keywords: Lemna perpusilla, physiological condition, phytoremediation, production performance.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja produksi dan fisiologi ikan nila dengan penggunaan Lemna perpusilla sebagai fitoremediator pada sistem resirkulasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak lengkap dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Ikan nila dipelihara pada kolam tanpa L. perpusilla (TL) dan ikan nila dipelihara pada kolam dengan L. perpusilla (L). Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan nila dengan panjang baku 9,98 ± 0,08 cm dan bobot rata-rata 36,27 ± 1,07 g. Padat tebar ikan tiap kolam pemeliharaan 46 ekor/kolamdengan ukuran kolam 275×100×60 cm3. Setiap kolam diberi sekat dengan luasan 44,1% L. perpusilla dari luasan kolam. Ikan nila dipelihara selama 60 hari pemeliharaan dengan pakan berupa pakan komersial dan L. perpusilla dengan jumlah pakan masing-masing 2% dan 1% dari biomassa. Pada pagi dan sore hari diberi pakan komersial, dan siang hari ikan diberi pakan L. perpusilla. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan nila yang dipelihara dengan fitoremediasi L. perpusilla menghasilkan kinerja produksi dan kondisi fisiologis yang normal. Keunggulan sistem ini adalah menghasilkan nilai konversi pakan yang lebih rendah, nilai efisiensi pemberian pakan, dan koefisien keseragaman bobot yang lebih tinggi. Kata kunci : fitoremediasi, Lemna perpusilla, kondisi fisiologis, kinerja produksi. 
Optimization of stocking density in intensification of mud crab Scylla serrata cultivation in the resirculation system Hastuti, Yuni Puji; Nirmala, Kukuh; Rusmana, Iman; Affandi, Ridwan; Kuntari, Wahyu Budi
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.16.2.253-260

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine optimum stocking density of mud crab Scylla serrata through the applied of different stocking density in every treatment in recirculation system. Experimental design used was complete randomized design (CRD) with three density treatments which were 5 (P1), 10 (P2), and 15 ind/container (P3). All treatments replicated three times. The crab with the average of body weight 150 g/ind cultured in a plastic box (40×30×30 cm). Crab was cultured within 60 days and were fed two times a day by at satiation method. The result showed that P2 treatment gave the best result of mangrove crabs production performance among all treatments with 73.33±5.77% survival rate, 0.68±0.01 g/ind/day absolute growth rate and food conversion ratio 10.11±0.01. Treatment P1 gave the good response of stress, it indicated by the lowest glucose of all tretamnets at the level of 31.91 mg/dL in the end of treatment periods. The water quality during study period was fluctuative as affected by different stocking density in the treatments. Keywords: mud crab, stocking density, production performance  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan padat tebar optimal kepiting bakau Scylla serrata melalui penerapan kepadatan tebar yang berbeda pada setiap perlakuan dalam sistem resirkulasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan yaitu 5 (P1), 10 (P2), dan 15 ekor/wadah pemeliharaan (P3) dengan tiga ulangan. Kepiting bakau yang digunakan memiliki berat rata-rata 150 g/ekor. Wadah pemeliharaan yang digunakan selama pemeliharaan adalah kontainer plastik yang berukuran 40×30×30 cm. Pemeliharaan kepiting bakau dilaksanakan selama 60 hari dan diberikan pakan berupa ikan rucah dua kali sehari secara at satiation. Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan hasil kinerja produksi terbaik dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai kelangsungan hidup 73,33±5,77%, laju pertumbuhan mutlak 0,68±0,01 g/ekor/hari, dan rasio konversi pakan 10,11±0,01. Perlakuan P1 menunjukkan respons stres yang baik dengan memiliki nilai kadar glukosa paling rendah dari perlakuan lain yaitu 31,91 mg/dL pada akhir masa pemeliharaan. Kualitas air selama penelitian memiliki nilai yang fluktuatif di setiap perlakuan sebagai efek adanya perbedaan jumlah padat tebar setiap wadahnya Kata kunci: kepiting bakau, padat tebar, kinerja produksi
Profile in various organic soil depth shrimp pond, Tambak Inti Rakyat, Karawang Hastuti, Yuni Puji; Novita, Lena; Widiyanto, Tri; Rusmana, Iman
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 10, No 2 (2011): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.10.183-191

Abstract

ABSTRACTOrganic material in the bottom of the pond is part of the land is a complex and dynamic system, which is sourced from the rest of the feed, plants, and or animals found in the soil that continuously change shape, because it is influenced by biology, physics, and chemistry. This study was aimed to see the profile of organic material consisting of C, N, and C/N ratio and phosphate in different depths of pond with different culture systems. Observation were conducted at Tambak Inti Rakyat, Karawang in traditional, semi-intensive and intensive culture systems. Observation at mangrove area was also observed as control. Sediment samples at the inlet and outlet at three different depths (0?5 cm, 5?10 cm, and 10?15 cm) was taken every 30 days to measure the content of C, N, C/N ratio, and total phosphate. During the 120 day maintenance period could be known that in all pond systems were used (traditional, semi-intensive, and intensive) the concentration of C-organic and organic-N on average was located in the bottom layer which is a layer of 10?15 cm. The lack of human intervention from ground pond system, the more diverse the type and amount of organic material contained therein.Keywords: organic materials, subgrade, depth, aquaculture systems, long maintenanceABSTRAKBahan organik di dasar tambak merupakan bagian dari tanah yang merupakan suatu sistem kompleks dan dinamis, yang bersumber dari sisa pakan, tanaman, dan atau binatang yang terdapat di dalam tanah yang terus menerus mengalami perubahan bentuk, karena dipengaruhi oleh faktor biologi, fisika, dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil bahan organik yang terdiri dari C, N, dan C/N rasio serta fosfat pada kedalaman tambak yang berbeda dengan sistem budidaya yang berbeda pula. Pengamatan dilakukan di Tambak Inti Rakyat Karawang pada sistem budidaya tradisional, semi intensif, dan intensif. Pengamatan di daerah mangrove diamati pula sebagai kontrol. Sampel sedimen di inlet dan outlet pada tiga kedalaman yang berbeda (0?5 cm, 5?10 cm, dan 10?15 cm) diambil setiap 30 hari sekali untuk diukur kandungan C, N, C/N rasio, dan total fosfatnya. Selama 120 hari masa pemeliharaan dapat diketahui bahwa pada semua sistem tambak yang digunakan (tradisional, semi intensif, dan intensif) nilai konsentrasi C-organik dan N-organik rata-rata terletak pada lapisan paling bawah yaitu lapisan 10?15 cm. Minimnya campur tangan manusia dari tanah sistem tambak maka semakin beragam jenis dan jumlah dari bahan organik yang terkandung di dalamnya.Kata kunci: bahan organik, tanah dasar, kedalaman, sistem budidaya, lama pemeliharaan
Co-Authors , Lizawati , Sobir -, Rahman . Mahyarudin, . Achmad Dinoto Aliati Iswantari ALINA AKHADIYA ALINA AKHDIYA Amanda, Nisa Widya ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Ani Suryani ANIK KUSMIATUN ANIK KUSMIATUN ANJA MERYANDINI Antonius - Suwanto ANTONIUS SUWANTO ANTONIUS SUWANTO Ari Fina Bintarti, Ari Fina ARIS TRI WAHYUDI Baskoro S Wibowo, Baskoro S Cahyadi Irwan, Cahyadi Cahyadi, Alfan CECEP KUSMANA CECILIA ANNA SEUMAHU Daniel Djokosetiyanto DEDY DURYADI SOLIHIN Desniar - - Desniar -, Desniar Desniar . DIAH ISKANDRIATI DIAH ISKANDRIATI DONDIN SAJUTHI DONDIN SAJUTHI DWI NINGSIH SUSILOWATI Eddy Supriyono Fachriyan Hasmi Pasaribu Ferbiyanto, Andri Fredinan Yulianda HAPPY WIDIASTUTI Hefni Effendi I MADE ARTIKA I Made Samudra It Jamilah KATHARINA JESSICA KATHARINA JESSICA Khairul Syahputra, Khairul Komang Gede Wiryawan Kukuh Nirmala Kuntari, Wahyu Budi Lena Novita MIFTAHUDIN ., MIFTAHUDIN Munti Yuhana MUTTAQIN, MAFRIKHUL Niken T.M Pratiwi, Niken T.M NISA RACHMANIA MUBARIK Novita, Hessy Novita, Hessy PANJI, TRI - PRIHASTO SETYANTO Puspaningsih, Dewi Rahman Rahman RATNA SETYANINGSIH RATNANINGTYAS, SUSI Ridwan Affandi RIKA RAFFIUDIN Rina Hesti Utami ROEDHY POERWANTO Siti Nur Jannah SRI BUDIARTI SRI BUDIARTI SUSAN SOKA SUSAN SOKA T. Widiyanto Thenawidjaya, Maggy TRI EKO WAHYONO, TRI EKO Tri Handayani Kurniati Tri Muji Ermayanti Tri Puji Priyatno Tri Widiyanto UTUT WIDYASTUTI Wibowo, Risky Hadi Widiyati, Ani Yadi Suryadi Yohana A Dahliani, Yohana A YULIN LESTARI Yuni Puji Hastuti Yuni Puji Hastuti Yusli Wardiatno Yusup, Ciptadi Achmad