Articles

Found 23 Documents
Search

Studi Korelasi Karakteristik Dengan Perilaku Keluarga Dalam Upaya Penanggulangan Malaria Di Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan Periode September-Desember Tahun 2007

JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Volume 3, No. 1, Januari 2008
Publisher : Magister Promosi Kesehatan Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.424 KB)

Abstract

Background : Malaria is disease infection parasite caused by Plasmodium attacking eritrosite (red corpuscle) and marked with finding asexual form in blood that able to character of acute and cronic. The highest value malaria incidence happened in regency Tanah Laut Province of South Kalimantan there are in work region Puskesmas Kintap, in district Kintap.Therefore the aim of this study was to analized characteristic correlation study such as old, education, occupation, amount members of family and salary with behavior of family in the effort to handled malaria in district Kintap.Method : This study was designed as survey analytic with cross sectional design with simple random sampling technique, conducted in September-December 2007. Sample in this research is households with head of family, sample size was 99 households with head of family stayed in district Kintap. Analysis data the statistical test that is Chi-Square with interval confidence 95% with SPSS 12 for Windows program.Result : Statistical result for old characteristic (p=0,174), education (p=0,581), amount members of family ( p=0,639 (two tail) and p=0,336 (one tail), occupation (p=0,893) and salary (p=0,024). It is concluded that salary characteristic have a related to the behavior in the effort to handled malaria.Keywords : characteristic, malaria incidence, behavioral factor.

ANALISA PENGGUNAAN KAWAT ELEKTRODA E 7016 UNTUK PENGELASAN OKSIASETILEN PADA BAJA ST45

JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 2 Juli 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.076 KB)

Abstract

Abstrak: Pada tulisan ini dilakukan uji coba terhadap penggunaan kawat elektroda las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yaitu elektroda E 7016 sebagai alternatif kawat las R G45 pada pengelasan oksiasetilen (Oxy Acetylene Welding, OAW) pada pelat baja ST45.  Langkah pertama adalah pembuatan spesimen uji tarik untuk raw material sesuai ASTM E8 dan untuk sambungan las tumpul sesuai JIS Z3121. Lalu dilakukan uji tarik dan struktur mikro. Nilai kekuatan tarik untuk pengelasan  menggunakan kawat R G45 adalah 36,656 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 29,612 kgf/mm2, sedangkan kekuatan tarik pada spesimen menggunakan kawat E 7016 adalah 31,798 kgf/mm2  dan kekuatan luluh 27,578  kgf/mm2. Jadi, dari pengujian diatas, walaupun kekuatan tarik kawat E 7016 lebih tinggi, tetapi kekuatan tarik sambungan las OAW menggunakan kawat R G45 lebih baik dikarenakan kekuatan tarik dan kekuatan luluhnya lebih tinggi dibanding sambungan las OAW menggunakan kawat E 7016. Dari foto struktur mikro, fasa pada hasil pengelasan dengan kawat R G45 lebih mendekati fasa pada raw material, dibandingkan menggunakan kawat E 7016, sehingga dapat disimpulkan bahwa kekuatan tarik pada hasil pengelasan OAW dengan bahan tambah kawat R G45 lebih baik daripada kawat E 7016 dan kawat E 7016 sebaiknya tidak digunakan dalam las OAW.Kata kunci: kawat las, las oksiasetilen, kekuatan sambungan

Pengalaman Pasien Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri ( Self Care )

JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.661 KB)

Abstract

Penyakit Gagal jantug  kongestif  (CHF) merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar didunia. Pengalaman pasien dengan CHF menunjukkan sikap yang beragam dalam melaksanakan  perawatan mandiri (self care). Berbagai dampak muncul akibat penyakit yang diderita, mempengaruhi peran dalam kehidupan sehari- hari baik di lingkungan  masyarakat,  maupun keluarga.  Pentingnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh individu yang terdiagniosis merupakan faktor pendukung dalam proses pengobatan, Lingkungan sosial seperti keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting guna meningkatkan motivasi bagi klien selain informasi dari para pemberi layanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta mengungkapkan arti dari pengalaman Pasien Dengan Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri (Self Care). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang partisipan yang pernah dirawat  minimal 2 kali dan melakukan kunjungan ulang dipoli klinik jantung Dirumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjamasin, pengambilan data dilakukan dikediaman partisipan masing-masing.Terdapat 4 Tema yang teridentifikasi dalam penelitian ini yaitu : (1). Melaksanakan Perawatan mandiri (2). Dukungan yang diperoleh (3). Harapan Pasien (4). Usaha Mendapatkan Bantuan pengobatan

AUDIT ENERGI GEDUNG FT UIBA

TEKNIKA Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Audit energi yang dilakukan pada gedung Fakultas Teknik Universitas IBA (FT UIBA) ini dilakukan sebagai upaya awal dalam  peran serta perguruan tinggi pada konservasi energi. Audit energi ini dilakukan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan pada SNI 6196:2011, yaitu prosedur audit energi pada bangunan gedung. Tujuan yang hendak dicapai didalam penelitian ini adalah menghitung intensitas konsumsi energi listrik yang dipergunakan pada semua ruangan gedung FT UIBA agar dapat diketahui sejauh mana efisiensi penggunaan energi listrik pada gedung ini baik secara keseluruhan maupun pada masing-masing sektor penggunaan, kemudian menganalisa dan melakukan konservasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik tanpa mengurangi produktifitas dan kenyamanan. Dari data tagihan listrik selama satu tahun diketahui bahwa penggunaan energi berfluktuasi setiap bulannya tergantung aktifitas yang dilakukan. Penggunaan energi terendah terjadi pada bulan februari 2013 dan bulan agustus 2013 dimana masuk masa libur kuliah semester ganjil tahun ajaran 2012/2013 dan semester genap tahun ajaran 2012/2013. Dari hasil perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) listrik seluruh ruangan diketahui bahwa IKE pada hampir seluruh ruangan gedung termasuk kategori sangat efisien kecuali satu ruangan termasuk cukup efisien dan dua ruangan termasuk efisien. Distribusi konsumsi listrik terbesar adalah untuk sektor penggunaan tata udara yaitu AC dan kipas angin. Peralatan listrik lain yaitu TV, dispenser dan komputer menduduki peringkat distribusi kedua. Konsumsi listrik untuk lampu penerangan ruangan adalah yang paling rendah konsumsinya. Tingkat pencahayaan ruangan masih dibawah persyaratan yang telah ditentukan SNI 6197:2011 dan lampu belum menggunakan armature, karena itu disarankan menambah jumlah lampu ruangan untuk meningkatkan kenyamanan, menggunakan armature lampu dan mengganti jenis lampu menjadi jenis TL 36 Watt yang memiliki efikasi lebih tinggi untuk meningkatkan efisiensi pencahayaan. Pergantian jenis kipas angin dari jenis ceiling fan 90 Watt menjadi orbit fan 45 Watt pada ruang kuliah juga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi energi listrik dan meningkatkan kenyamanan pengguna ruangan. Pergantian ini akan menghemat konsumsi energi listrik rata-rata sebesar 35,1 kWh atau Rp.32.818,50 per bulan. Kata Kunci: audit energi, intensitas konsumsi energi, konservasi energi

Pengaruh Arus Pengelasan SMAW pada Kekuatan Sambungan Pipa ASTM A335 Grade P11

TEKNIKA Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.939 KB)

Abstract

Pada artikel ini, dilakukan penelitian terhadap pengaruh kuat arus pengelasan pada sambungan pipa ASTM A335 grade P11 dengan metode pengelasan SMAW (Shielded  Metal Arc Welding) menggunakan elektroda E8018-B2. Material disambung dengan bentuk kampuh V dengan sudut 60 derajat. Spesimen pengujian tarik dibuat berdasarkan standar API 1104. Pengelasan dilakukan dengan tegangan 28 V, polaritas terbalik dan arus divariasikan yaitu 70 A, 110 A dan 150 A. Dari hasil pengujian yang dilakukan untuk arus 70 A didapat rerata kekuatan tarik sebesar 416,6 N/mm2, rerata kekuatan luluh 211,9 N/mm2 dan rerata regangan sebesar 28,6 %, untuk arus 110 A didapat rerata kekuatan tarik sebesar 457,7 N/mm2, rerata kekuatan luluh 228,8 N/mm2 dan rerata regangan sebesar 28,9 %, untuk arus 150 A didapat rerata kekuatan tarik sebesar 440,1 N/mm2, rerata kekuatan luluh 219,4 N/mm2 dan rerata regangan sebesar 28,6 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa arus pada las SMAW berpengaruh signifikan pada kekuatan hasil pengelasan sambungan pipa A335 grade P11, kekuatan tarik, kekuatan luluh dan regangan tertinggi didapat pada arus 110 A.  

ANALISA DISAIN MESIN PENCACAH PLASTIK DENGAN PISAU PEMOTONGAN LURUS DAN BERPENGGERAK TANGAN

TEKNIKA Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.19 KB)

Abstract

Penelitian terhadap disain mesin pencacah plastik yang banyak dilakukan saat ini adalah untuk mesin dengan desain menggunakan motor penggerak listrik. Begitu juga mesin-mesin pencacah plastik yang saat ini banyak dijual di pasaran adalah mesin yang yang berkapasitas cukup besar dan menggunakan penggerak mesin bensin atau diesel dan menggunakan motor listrik berdaya listrik diatas 750 watt. Mesin-mesin ini tidak cocok dipakai untuk usaha skala mikro misalnya untuk dipakai para pemulung dan juga usaha skala rumah tangga. Berangkat dari latar belakang permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah menganalisa suatu disain mesin pencacah sampah plastik yang berkapasitas kecil dan hanya digerakkan oleh tangan, sehingga dapat dipergunakan dalam usaha skala rumah tangga dan mikro. Sebagai batasan penelitian, mesin yang dianalisa ini menggunakan pisau pemotong lurus dan sampah plastik yang dicacah berupa cup kemasan air minum. Dilakukan perhitungan dan analisa elemen mesin seperti poros dan bantalan untuk melihat kekuatan dan keamanan komponen mesin. Analisa persentase cup plastik tercacah dan kapasitas mesin per jam dilakukan untuk melihat apakah mesin cukup efektif untuk dipergunakan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa disain mesin sudah cukup baik karena mudah digunakan, umpan plastik dapat dicacah dengan baik dengan kapasitas pencacahan mesin sebesar 0,46 kg per jam Kata Kunci: pencacah plastik, pisau pemotongan lurus, berpenggerak tangan

ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PESERTA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN PAMINGGIR

Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.193 KB)

Abstract

Kesehatan merupakan faktor yang berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu upaya pemerintah yang bertujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Data kunjungan Puskesmas Paminggir tahun 2014 sejumlah 655, dengan jumlah kepesertaan pengguna kartu jaminan kesehatan  2046 peserta. Jumlah kunjungan tersebut masih didominasi oleh pasien umum sebesar 817 kunjungan. Studi pendahuluan telah dilakukan dan didapatkan hasil bahwa, sebagian besar peserta menyatakan tidak pernah menggunakan kartu jaminan kesehatan dalam berobat, bahkan ada yang menyatakan mereka tidak mengetahui fungsi dari kartu tersebut. Berdasarkan permasalah tersebut, maka penting untuk dilakukan penelitian mengenai analisis perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan peserta PKH. Tujuan Penelitian menganalisis perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan peserta PKH di Kecamatan Paminggir. Metode Penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan content analysis. Subjek penelitian adalah Peserta PKH, variabel penelitian yaitu faktor predisposisi, pendorong dan pemungkin perilaku dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan, alat yang digunakan indepth interwiew. Analisis data menggunakan teknik analisa data kualitatif. asil analisis dari indepth interwiew ada banyak faktor yang mempengaruhi perilaku peserta PKH dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan, faktor predisposisi meliputi informasi, keyakinan, pengalaman, kebiasaan, nilai budaya, kenyamanan, dan faktor pendorong meliputi dukungan sosial, sarana prasarana, biaya, akses,  proses pengambilan keputusan, serta faktor pemungkin seperti sikap dari petugas, peraturan/kebijakan, administrasi penyedia layanan. Kesimpulan penelitian ini perilakumasyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan oleh peserta PKH ada yang hanya memanfaatkan pelayanan kesehatan medis, ada yang hanya pelayanan kesehatan alternatif, dan ada yang memanfaatkan keduanya.

KAJIAN BUDAYA DAN MAKNA SIMBOLIS PERILAKU IBU HAMIL DAN IBU NIFAS

Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.853 KB)

Abstract

Suku Banjar ialah penduduk asli yang mendiami sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan yaitu salah satunya tersebar di  Martapura. Pada saat kehamilan dan masa nifas suku Banjar banyak perilaku dan pantangan yang masih dijalankan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji lebih dalam budaya khususnya mengenai budaya dan makna simbolis perilaku ibu hamil dan masa nifas. Penelitian dilakukan di Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar karena didaerah tersebut masih kental akan budaya suku Banjar. Mengkaji budaya dan makna simbolis perilaku ibu hamil dan ibu nifas suku Banjar di Kecamatan Martapura Timur. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) yang dilakukan di Kecamatan Martapura Timur. Subjek penelitian yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah ibu yang sedang hamil (3 bulan, 6 bulan, 9 bulan) dan ibu masa nifas yang menjalankan tradisi suku Banjar yang diambil secara purposive sampling yaitu pemilihan responden dilakukan secara sengaja sesuai dengan persyaratan responden yang diperlukan, 2 orang dukun kampung suku Banjar, dan 1 orang bidan. Sehingga total responden dalam penelitian ini adalah 7 orang. Perilaku ibu hamil dan ibu nifas suku Banjar di Kecamatan Martapura timur yaitu dikelompokkan menjadi 3 kategori memperoleh perawatan yaitu dari dukun kampung, adat istiadat dan dari tenaga kesehatan. Sedangkan pantangan ibu hamil dan nifas dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu pantangan perilaku, makanan dan minuman.

KAJIAN PERILAKU KESEHATAN DUKUN TERHADAP IBU DAN BAYI SETELAH MELAHIRKAN SUKU ASLI DAYAK MERATUS KALIMANTAN SELATAN

Jurnal Berkala Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.408 KB)

Abstract

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara di Kalimantan Selatan yang tinggal di daerah terpencil sangat kekurangan tenaga kesehatan yang terlatih, tidak adanya pilihan lain dalam melakukan persalinan selain yang dibantu oleh Dukun Beranak yang dipercaya mempunyai kemampuan khusus dalam membantu persalinan. Dari fenomena dan permasalahan yang ada maka dari itu perlunya dilakukan penelitian tentang kajian perilaku kesehatan berbasis budaya yang masih erat kaitannya dengan adat istiadat dan kepercayaan masyarakat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perilaku setelah melahirkan terhadap ibu dan bayi oleh Dukun Beranak pada Suku Dayak Meratus dalam Perspektif Antropologi Kesehatan. Metode yang digunakan Observatif dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Terpilih enam informan kunci yaitu dua orang dukun beranak, dua orang dukun kampung/tokoh adat, ibu nifas, dan ibu hamil. Hasil Penelitian menunjukkan tindakan yang dilakukan dukun beranak pada saat setelah Persalinan suku Dayak Meratus yaitu melakukan pembersihan pada Ibu, mengoleskan getah pucuk daun pisang menurun muda pada luka ibu memberikan obat-obatan/pelungsur, melakukan pengurutan pemulihan atau pengembalian rahim Ibu, melakukan babat perut ibu, papadah dukun beranak bagi ibu nifas dan tindakan yang dilakukan kepada bayi yaitu membersihkan bayi, memotong tali pusar memandikan bayi setelah tali pusar lepas, melakukan babat dan bedung pada bayi, melakukan penguburan plasenta bayi oleh ayah atau wali laki-laki. Ritual yang dilakukan Dukun Kampung/Tokoh Adat pada saat setelah persalinan, yaitu wadak, tolak bala, beuri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlakuan dukun beranak setelah proses melahirkan masing-masing memiliki tahapan penjabaran tersendiri baik untuk ibu dan juga bayi.

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR

Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.507 KB)

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) terus mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Inovasi dan strategi yang dilakukan dalam pengendalian PTM di tingkat dasar salah satunya melalui kegiatan pos pembinaan terpadu (posbindu). Posbindu PTM dapat berjalan dengan partisipasi aktif kader dan masyarakat. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja kader Posbindu PTM. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 95 kader Posbindu PTM dari 19 Posbindu PTM yang ada di Kota Banjarmasin. Sampel berjumlah 78 orang, penghitungan sampel menggunakan rumus Slovin, teknik sampling simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Ada hubungan sikap dengan kinerja (p=0,000 OR=25,600), ada hubungan motivasi dengan kinerja (p=0,000 OR=67,000), tidak ada hubugan SDM dengan kinerja (p=0,258), ada hubungan penghargaan dengan kinerja (p=0,013 OR=10,400), ada hubungan desain pekerjaan dengan kinerja (p=0,000 OR=36,750) dan tidak ada hubungan peran pemangku kepentingan dengan kinerja (p= 0,288). Secara simultan sikap, motivasi, SDM, penghargaan dan desain pekerjaan 90% mempengaruhi kinerja kader Posbindu PTM. Ada hubungan positif sikap, motivasi, penghargaan dan desain pekerjaan dengan kinerja kader Posbindu PTM dan tidak ada hubungan SDM dan peran pemangku kepentingan dengan kinerja kader Posbindu PTM. Saran varabel motivasi dan desain pekerjaan adalah paling dominan berhubungan dengan kinerja kader sehingga dapat diambil sebagai pedoman atau pertimbangan dalam merencanakan kegiatan untuk meningkatkan kinerja kader Posbindu PTM.