Ikhwanudin Ikhwanudin
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Consumer Preferences Of Soybean Processed Commodities In Semarang City

MEDIAGRO Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health is influenced by the quality of consumed food every day. Sothat people become healthy, strength, and have normal growth, consumedfood have to fulfill fundamental element which required by body (nutrition& calorie), consist of protein, fat, carbohydrate, vitamin, and mineral. Oneof its alternative is to consume food which contain legume like soy,because soy have complete content element of nutrition. Tofu and mouldedsoya bean is made food type of soy. This research aim to to know : ( 1) Dotofu and moulded soya bean become the most choosen food in Semarangcity; ( 2) To know factors influencing consumer in chosening tofu andmoulded soya bean and ( 3) To know the alternative for tofu and mouldedsoya bean. Basic method that is used is descriptive method analysis andenforcement method that is used is method of survey. Method intake of areasampel and responder is purposive sampling. used data in the form ofprimary data and sekunder collected through interview with kuesioner,record-keeping, documentation and observation in the form of photo.Responder characteristic of tofu and moulded soya bean is woman agebetween 41 until 45 year, with merried status. Most work of responder isemploying at other sector and level education of responder is ElementarySchool. Earnings from most responder is Rp 1.000.000,- up to Rp.1.500.000, with amount of responsibility counted 3 up to 4 people. Budgetfor food is Rp. 250.000,- up to Rp. 300.000,- each month. Tofu andmoulded soya bean become most taken food because its price and itsalternative is egg. Pursuant to appetite to tofu and of moulded soya beanconsumer like to medium size of white tahu and wrapped plastic tempe withmedium size, consumer the get information about tahu and tempe as foodwhich good to consumed from environment. Tofu and moulded soya bean isthe most consumed food with storey level often in a week, and consumerexpressed their satisfaction. The most favourite type of processing tofu isfried tofu and moulded soya bean processing favourite is fried moulded soyabean.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

xxxx-xxxx Vol 4, No 3 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS LAMPUNG
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to find out the effectiveness of Socrates Contextual Learning in terms of students mathematical conceptual understanding ability. This quasi-experimental research used one group pretest-posttest design. The population of this research was all students of grade VII of SMP Negeri 19 Bandarlampung in academic year of 2015/2016. By purposive sampling technique, it was chosen students of VII C class as the research sample. The research data were obtained by mathematical conceptual understanding ability test. Based on hypothesis testing, it can be concluded that Socrates Contextual Learning was not effective in terms of students mathematical conceptual understanding ability.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pembelajaran Socrates Kontekstual ditinjau dari kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 19 Bandarlampung tahun pelajaran 2015/2016. Dengan teknik purposive sampling terpilih siswa kelas VII C sebagai sampel penelitian. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan pemahaman konsep matematik. Berdasarkan pengujian hipotesis, disimpulkan bahwa pembelajaran Socrates Kontekstual tidak efektif ditinjau dari kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.Kata kunci: efektivitas, pemahaman konsep matematis, socrates kontekstual

PENENTUAN KADAR AIR BAGI LAPIS PONDASI DAUR ULANG JALAN BERASPAL DENGAN FOAM BINTUMEN TERHADAP KUAT TARIK TAK LANGSUNG DAN KUAT TEAKAN BEBAS

Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.325 KB)

Abstract

Jalan beraspal merupakan salah satu prasarana transportasi utama di Indonesia yang belum sepenuhnya mencapai kondisi yang aman dan nyaman dimana sering dijumpai kondisi permukaan jalan yang tidak rata, bergelombang dan berlubang yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi penggunanya. Kegiatan perbaikan dan pemeliharaan struktur perkerasan jalan, dalam hal ini jalan beraspal, menjadi sangat penting untuk kelangsungan kegiatan transportasi. Pesatnya perkembangan teknologi di bidang transportasi telah melahirkan satu terobosan baru tentang teknologi penanganan kerusakan jalan yaitu dengan cara daur ulang lapis perkerasan aspal yang sudah ada. Metode daur ulang ini memiliki keuntungan antara lain dapat menghemat biaya, merupakan green technology, memiliki kualitas yang sama dengan material baru, dan menjaga geometris perkerasan karena tebal perkerasan yang sama. Penentuan kadar air terbaik dalam campuran foam bitumen terhadap nilai kuat tarik tak langsung (ITS) serta kuat tekan bebas (UCS) untuk campuran lapis pondasi daur ulang. Dilakukan secara bertahap, dari pengujian untuk bahan penyusun campuran yaitu agregat baru, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), filler, aspal, dan foam bitumen. Kemudian uji terhadap campuran padat meliputi Uji Marshall, Uji Indirect Tensile Strength (ITS) dan Uji Unconfined Compressive Strength (UCS). Kadar air dan kadar foam bitumen sangat berpengaruh terhadap kuat tarik tak langsung (Indirect Tensile Strength/ITS) serta kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength/UCS) dari campuran dingin daur ulang dengan foam bitumen. Nilai ITS, TSR dan UCS yang dicapai menggunakan kadar foam 2% dan kadar air optimum terbaik yang diketahui dalam penelitian sebesar 100% terhadap Kadar Air Optimum (KAO) yaitu masing- masing 301,04 kPa, 76,36%, dan 723,49 kPa

Metode Perbaikan Kerusakan Retak pada Ruas Jalan Kedungmundu – Metesih

Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 2/Nov (2016): jitek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.311 KB)

Abstract

Ruas jalan Kedungmundu-Metesih merupakan jalan Kolektorbersamaan dengan perkembangan kawasan dilingkungan kedungmundu, Metesih, Sendangmulyo kecamatan Tembalang, maka semakin berkembangan jumlah penduduk yang berada di kawasan tersebut sehingga pemakai jalan semakin tahun semakin bertambah dengan semakin bertambahnya kendaraan yang melewati ruas jalan Kedungmundu-metesih baik kendaraan kecil maupun kendaraan besar sehingga diperlukan perbaikian rutin yang pendanaanya melalui anggaran APBD sehingga dari segi pemanfaat akan merasa nyaman dan aman. Berdasar penelitian yang dilakukan bahwa kerusakan ruas Jalan Kedungmundu Metesih dikelompokkan dalam lima kategori yaitu  Retak (Cracking),distorsi (distorsion), Cacat permukaan (disintegration),Pengausan (polished aggregate) danKegemukan (bleeding of flushing) dengan metode perbaikannya menggunakan standart Bina Marga.

IDENTIFIKASI JENIS KERUSAKAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Kedungmundu-Meteseh)

Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.102 KB)

Abstract

Jalan merupakan salah satu jenis prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Ruas jalan Kedungmundu-Meteseh merupakan jalan Kolektor yang mempunyai frekwensi lalu lintas tinggi sebagai penghubung Semarang Selatan dengan Semarang Timur. Kerusakan-kerusakan yang terjadi tentu akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pemakai jalan. Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara, material konstruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik dan tonase atau muatan kendaraankendaraan berat yang melebihi kapasitas serta volume kendaraan yang semakin meningkat. Jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan tersebut berupa bleeding sebesar 482 m² atau 39,18 % serta retak rambut dan retak kulit buaya sebesar 456 m 2 atau 37,07 % dari total kerusakan yang terjadi sepanjang ruas jalan tersebut. Bleeding dapat disebabkan pemakaian kadar aspal yang tinggi pada campuran aspal, pemakaian terlalu banyak aspal pada pekerjaan prime coat atau tack coat sehingga permukaan menjadi licin. Pada temperatur tinggi, aspal menjadi lunak dan akan terjadi jejak roda. Sedangkan kerusakan retak rambut dapat meresapkan air kedalam lapis permukaan. Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya. Retak kulit buaya dapat diresapi pula oleh air sehingga jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan terjadinya lubang–lubang kecil akibat terlepasnya butir-butir. Hal ini akan mengakibatkan sangat tidak nyamannya pengendara menggunakan jalan tersebut.

Penataan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat di Desa Kaliombo, Kec. Pecangaan, Kab.Jepara

Teknika Vol 9, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.687 KB)

Abstract

 Abstrak Konsep dalam Perencanaan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK)berupaya untuk menggabungkan kedua pendekatan perencanaan tersebut. PLP-BK merupakansuatu proses membangun, dan mengembangkan tatanan sosial, budaya, ekonomi dan lingkunganyang dilandasi oleh visi pembangunan yang dilakukan bersama masyarakat. Diharapkan dengankeberadaan program ini, masyarakat berperan serta aktif dalam usaha pengembangan permukimansetempat dengan mempertimbangkan potensi dan permasalahan yang ada di wilayah tersebut. Hasilproduk Perencaaan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas itu sendiri merupakan suatu prosesyang dilahirkan dari partisipasi masyarakat untuk merumuskan perencanaan yang komprehensif.Salah satu produk PLP-BK adalah Pemetaan Swadaya (PS) yang bertujuan untuk mengetahuipotensi dan permasalahan yang terdapat di dalam lingkup suatu permukiman. Berdasarkan dataPemetaan Swadaya tersebut kemudian disusunlah RTPLP (Rencana Tindak Penataan LingkunganPermukiman) , dimana RTPLP memuat perencanaan mikro (kawasan prioritas). RTPLPmenghasilkan perencanaan zonasi (block plan) untuk dijadikan acuan dalam penataan ataupunpembangunan yang menjadi prioritas dari seluruh kawasan desa. Diharapkan hasil perencanaanpartisipatif PLP-BK mampu direalisasikan oleh masyarakat sendiri dalam kurun waktu 5 tahunmendatang  Abstract Concepts in Environmental Planning Community-Based Settlement (PLP-BK) seeks tocombine both the planning approach..PLP-BK is a process of building and developing the socialorder, culture, economy and environment are guided by a vision of development that is done with thecommunity. Expected by the existence of this program, the community participates actively in localsettlementsdevelopment effort by considering the potential and existing problems in the region.Environmental planning and strategic product yield Community-Based Settlement itself is a processthat is born from community participation to formulate a comprehensive plan. One of the PLP-BKproduct is Mapping Organization (PS), which aims to determine the potential and the problemscontained in the scope of a settlement. Based on the data mapping is then drafted RTPLPOrganization (Environmental Planning Action PlanSettlement), which contains RTPLP micro planning(priority areas). RTPLP produce zoning plan (block plan)to be used as reference in the structuring orthe development of the priorities of the entire village area. Expected results of the participatoryplanning PLPBKableto be realized by the community itself in a period of 5 years

The Handling of Tidal Flood (Rob) with polder system

International Conference on Coastal and Delta Areas Vol 3 (2017): The 3rd International Conference on Coastal and Delta Areas
Publisher : International Conference on Coastal and Delta Areas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.548 KB)

Abstract

Rain often causes inundations in the area of Semarang. Currently,drainage system in the area of East Semarang is strongly influenced by the presence of tidal water. It causes the social and economic losses due to the inundation of rob that floods the northern coast of Central Java. Therefore, some studies are necessary to overcome the problem of flood and rob that exist. The mitigations of tidethat get on the land (called rob) are also needed. To remove the flood of East flood canal Normalization (BKT), Tenggang River and Sringin River, pumps with detention pond are required. Modeling designis done by using HEC-RAS application program for modeling river water flow, and RiverAnalysis System (RAS), which is created and developed by Hydrologic Engineering Center (HEC). The appropriate flood control and handling systems are polder systems, with the infrastructure components of sea dams utilized as protection against tide (rob) towards the mainland of Tenggang River watershed and Sringin River watershed. The rainwater expenditure falling in the watershed uses pumps and detention ponds. Keywords: Polder, Drainage City, Dam

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Fluida Statis dalam Perspektif Al-Qur’an Menggunakan Macromedia Flash

Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol 1, No 3 (2018): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.16 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to develop interactive static fluid learning media in the Al-Quran perspective using macromedia flash and find out the responses of students to the use of static fluid interactive learning media in the Al-Quran perspective using macromedia. This research is an R & D study that adopted the development of Borg & Gall. The subjects in this study were students of class X MA AL-HIKMAH Bandar Lampung. The results of this study are products in the form of static fluid interactive learning media in the Al-Quran perspective using macromedia flash with a percentage of material expert ratings of 84.02%, 82% media experts, 85.56% physics teachers with very feasible categories, and percentage 75.83% by media experts with a decent category. The response of class X students on static fluid interactive learning media in the Al-Quran perspective uses macromedia flash with a percentage of 85.08% in MA AL-HIKMAH Bandar Lampung.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan media pembelajaran interaktif fluida statis dalam perspektif Al-Qur’an menggunakan macromedia flash dan mengetahui respon peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif fluida statis dalam perspektif Al-Qur’an menggunakan macromedia. Penelitian ini merupakan penelitian R&D yang mengadopsi pengembangan dari Borg & Gall. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MA AL-HIKMAH Bandar Lampung. Hasil penelitian ini adalah produk berupa media pembelajaran interaktif fluida statis dalam perspektif  Al-Qur’an menggunakan macromedia flash dengan persentasi penilaian ahli materi sebesar 84,02%, ahli media 82%,  guru fisika 85,56% dengan kategori sangat layak, dan persentasi 75,83% oleh ahli media dengan kategori layak. Respon peserta didik kelas X pada media pembelajaran interaktif fluida static dalam perspektif Al-Qur’an menggunakan macromedia flash dengan persentase 85,08% di MA AL-HIKMAH Bandar Lampung.