Cahyono Ikhsan
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENILAIAN KONDISI JEMBATAN KEDUANG PASCABANJIR Hamdani, Dedy; Kristiawan, SA; Ikhsan, Cahyono
Media Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2009): JANUARI 2009
Publisher : Media Teknik Sipil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.835 KB)

Abstract

Natural disaster causes bridge damage, for instance, flood occurred in Bengawan river in December 26th, 2007 which caused bridge damage of the national road network in Central Java. One of them is Keduang Bridge (path number: 24.109.006.0) located on Ngadirojo – Giriwoyo – Pacitan. The damage of bridge structure elements causes uncertainty whether they are still safe enough. This research is aimed to determine condition rating of Keduang Bridge, to analyze the safety of Keduang Bridge based on pier performance by considering all possible loads combination including horizontal forces due to flooding at a variety of periods and investigate the stability of pier againts scouring. The results show that the bridge has condition rating 4 indicating it requires substitution. Analysis of pier confirms that the pier is structurally safe againts bending momen and shear, having stability in vertical and horizontal direction but having no resistance against over turning. Based on scouring calculation, one of pier tends to be in critical condition event due flooding at 2 years period.
EVALUASI ANALISIS TEGANGAN GESER PADA DAERAH HULU DAN HILIR SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO Ikhsan, Cahyono; Koosdaryani, Koosdaryani; Pratama, Wildan Yoga
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.329 KB)

Abstract

Sungai bengawan solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang setiap tahunnya meluap akibat pendangkalan oleh sedimentasi. Salah satu cara untuk prediksi sedimentasi di Sungai bengawan Solo adalah dengan melakukan analisis pengaruh tegangan geser terhadap sedimen. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tegangan geser pada cross section atau potongan melintang bagian hulu dan hilir Sudetan Wonosari. Untuk mendapatkan dan menghitung tegangan geser dilakukan pengambilan data di lapangan serta dilakukan analisis saringan di laboratorium, kemudian dibantu dengan menggunakan program HEC-RAS 4.0 untuk mencari tinggi muka air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan geser kritis < tegangan geser dasar maka pada seluruh titik cross section di hulu butiran sedimen mengalami pergerakan. Sedangkan pada daerah hilir hanya pada cross section P. 468 saja butiran sedimen bergerak pada seluruh titiknya. untuk cross section P. 470 dan P. 479 butiran sedimen mengalami pergerakan pada titik C, D dan E. Semakin dalam kedalaman suatu titik di suatu cross section maka tegangan gesernya pun akan semakin tinggi dan menimbulkan degradasi paling besar.
ANALISIS UKURAN BUTIRAN SEDIMEN PADA DAERAH HULU DAN HILIR SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO Mregawati, Pury; Ikhsan, Cahyono; Koosdaryani, Koosdaryani
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.932 KB)

Abstract

Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin. Pada saat pe- ngikisan terjadi, air membawa batuan mengalir ke sungai, danau, dan akhirnya sampai di laut. Pada saat kekuatan pengangkutannya berkurang atau habis, batuan diendapkan di daerah aliran air, karena itu pengendapan ini bisa terjadi di sungai, danau, dan di laut. Analisis distribusi ukuran butiran sedimen senantiasa berkaitan dengan angkutan sedimen yang terjadi dan dibutuhkan dalam perencanaan bangunan air. Diantara beberapa sifat butiran sedimen, ukuran butiran sedimen merupakan salah satu sifat yang penting dan banyak digunakan dalam bidang teknik sedimen. Ukuran butiran sangat mempengaruhi mudah tidaknya serta banyak sedikitnya sedimen yang ditranspor. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui distribusi ukuran butiran sampel sedimen untuk mencari D50 yang selanjutnya bisa digunakan untuk menentukan besarnya angkutan sedimen yang terjadi pada daerah hulu dan hilir Sudetan Wonosari. Analisis saringan menunjukan rata-rata sampel sedimen dari daerah hulu sudetan mempunyai D50 sebesar 0,276 mm sedangkan daerah hilir 0,446 mm. Perhitungan angkutan sedimen menggunakan metode Ackers-White menunjukkan angkutan sedimen pada daerah hulu sudetan Wonosari sebesar 118,831 kg/tahun, dan pada daerah hilir sudetan Wonosari sebesar 91,476 kg/tahun.
DEVELOPMENT OF STATIC ARMOUR Ikhsan, Cahyono
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.623 KB)

Abstract

Armour layer is the type of gravel bed composed on the bed surface with pores between the composing grains as the place of sand to stay and lock the pores. This research was carried out in the Hydraulic Laboratory by using the main infrastructure of sediment flume from Plexiglas in 0.60 m width, 10.00 m length, and 0.45 m height dimension. The base gradients used was parallel to the water surface gradients, which were 1%, 1.4%, 1.8%, 2.2%, and 2.6%. The constant flow debit was at 25 l/s, 30 l/s, 40 l/s and 45 l/s capacity. The materials consisted of sand and gravel and were evenly mixed in 5 different grain size variations. At each running, there were 2 phases of occurrence: eroded surface and equilibrium. The instruments used during the running were digital current meter, point gauge, and sediment traps.The results of this research indicated armour layer formula stated in un-dimensional number with an average bedload limit of 0.8 mm to 2.9 mm, uniformity coefficient of 2.5 to 5, and critical shear stress of 0.61 N/m2 to 2.7 N/m2. and with minimum base shear stress of 6 N/m2.