Irwan Iftadi
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 37 Documents
Articles

Found 37 Documents
Search

Penilaian Resiko Musculoskeletal Disorders Pekerja Harian Lepas PDAM Tirta Lawu Karanganyar

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 13, No 1 (2014): PERFORMA Vol. 13, No 1 Maret 2014
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.61 KB)

Abstract

PDAM Tirta Lawu Karanganyar is a local company that handles the distribution of water inKaranganyar, Central Java. The company serves the whole society of the various groups. In the process of delivery service, it was found the existence of Manual Material Handling (MMH) in the installation of water distribution networks. There are some activities which relatively easy to do, but in time and high repetition. In the beginning of interview was found that 4 from 6 workers have back pain in the hips and waist after work, then the part of body will be mapped by Nordic Body Map as a tool to strengthen the notion of mapping. This study uses REBA as the most appropriate valuation method in proving the existence of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the workplace. The result is there are 5 work elements as a subject of ergonomics evaluation. REBA method was proved to show some activities on high risk for the operator health of non-permanent employees (PHL)

Perancangan Alat Bantu Pemasangan Stiker Gitar untuk Mengurangi Keluhan dan Memperbaiki Postur Kerja di Tarjo Guitar Sukoharjo

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 10, No 2 (2011): PERFORMA Vol. 10 No 2, September 2011
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.94 KB)

Abstract

Ketidaktersediaan sarana di home industry Tarjo guitar sebagai pembuat gitar perlu mendapat perhatian dan perlu diperbaiki dalam meningkatkan produktivitas dan performansi kerja karyawan. Proses produksi dimulai dengan memproduksi gitar setengah jadi yang diamplas di stasiun pengamplasan, kemudian masuk proses pemasangan kawat tipis pada leher gitar pada stasiun shande dan diakhiri dengan stasiun finishing. Stasiun finishing terdiri atas proses pengecatan dasar, pemasangan stiker dan pengecatan melamin serta pemasangan glayer dan senar. Pada bagian pemasangan stiker, karyawan mengerjakan pada posisi duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan tanpa menggunakan meja kursi atau sarana kerja yang lain dalam menyelesaikannya. Kondisi yang demikian dialami pekerja setiap hari yang berakibat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pekerja.Pada penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan operator pemasang stiker gitar. Daftar kebutuhan operator yang diperoleh melalui wawancara dan analisis dengan postur kerja dengan metode RULA kemudian dikembangkan menjadi desain alat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan anthropometri operator. Hasil penelitian ini adalah alat bantu pemasangan stiker gitar berupa meja dengan kotak press stiker yang dilengkapi dengan pencekam permanen dan pencekam portable untuk mencekam gitar dan ketinggian meja yang disesuaikan dengan anthropometri operator. Hasil rancangan mampu mengurangi keluhan dan menurunkan level resiko postur kerja ditunjukkan dengan penurunan skor akhir RULA dari 7 ke 3 yang berarti level resiko menjadi kecil dan tindakan diperlukan untuk beberapa waktu ke depan.

PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA PADA PEKERJAAN MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) UNTUK MEMPERBAIKI SIKAP KERJA DAN BEBAN KERJA BURUH ANGKUT (Studi Kasus di Pasar Gede Surakarta)

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap kerja tidak alamiah pada aktivitas manual material handling dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara fasilitas kerja dengan penggunanya, sehingga berdampak pada kecelakaan kerja terutama postur kerja dan beban kerja. Faktor inilah yang terjadi pada aktivitas pekerja buruh angkut di Pasar Gede Surakarta. Pada kondisi aktual, terutama aktivitas manual material handling oleh pekerja buruh angkut di Pasar Gede rata – rata 55 kg tanpa menggunakan alat bantu pengangkatan. Model penelitian dilakukan menjadi beberapa tahap. Tahap pertama penyebaran kuisioner nordic body map, digunakan untuk mengenali penyebab keluhan musculoskeletal. Tahap kedua perhitungan postur kerja metode Rapid Entire Body Assesment (REBA). Tahap ketiga perhitungan fisiologi kerja menggunakan metode energy expenditure dan enery cost tujuannya untuk mengetahui tingkat beban kerja dan menghitung energi yang dikeluarkan oleh pekerja. Tahap keempat pada perancangan alat bantu kerja menggunakan metode anthropometri guna menentukan dimensi handtruck yang dirancang dan memperoleh hasil rancangan secara ergonomi. Perancangan alat bantu kerja manual material handling (MMH) telah di uji coba terhadap 24 sampel pekerja buruh angkut. Hasil uji coba menurut perhitungan metode REBA, terjadi penurunan level resiko cidera musculosceletal. meliputi aktivitas loading menjadi level resiko 2 (sedang) dan untuk aktivitas unloading, turun menjadi level resiko 2 (sedang). Perhitungan fisiologi kerja dengan metode energy expenditure terjadi penurunan tingkat beban kerjameliputi enam belas responden tergolong kategori light work, delapan responden tergolong moderate work. Sedangkan perhitungan metode energy cost didapatkan dua puluh satu responden tergolong kategori moderate work, tiga responden lainnya heavy work. Perancangan handtruck sebagai alat bantu kerja di desain secara ergonomis dengan penambahan fasilitas berupa handle dan penggunaan roda yang berjumlah tiga roda guna mengakomodasi kebutuhan pekerja buruh angkut. Kata kunci: manual material handling (MMH), metode REBA, energy expenditure, ergonomi.

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN DAN KARAKTERISTIK TEKNIS DALAM PERANCANGAN KEMASAN PRODUK TEH SEDUH

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan kemasan untuk produk teh seduh hitam. Objek penelitian merupakan produk hasil olahan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rancangan kemasan yang didasarkan pada kebutuhan dan keinginan konsumen, terhadap kemasan teh seduh. Untuk itu, digunakan metode Quality Function Deployment (QFD), yang merupakan metode perancangan produk berbasis keinginan konsumen. Dalam penelitian ini, QFD yang digunakan hanya sampai matriks pertama (matriks perencanaan), atau sering disebut House of Quality (HOQ). Dari hasil penyusunan HOQ, diperoleh tingkat kepentingan untuk masing-masing karakteristik teknis yang telah dibuat, dimana selanjutnya, karakteristik-karakteristik teknis dengan nilai kepentingan yang tinggi dapat dijadikan atribut prioritas dalam melakukan perancangan kemasan untuk produk teh seduh hitam. Kata kunci: House of Quality (HOQ), Kemasan, Quality Function Deployment (QFD), Teh

ANALISIS POSTUR KERJA PADA PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE ROSA (RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT)

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 13, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.86 KB)

Abstract

Penggunaan teknologi informasi, dimana komputer sebagai medianya kini semakin meningkat. Frekuensi yang tinggi akan penggunaan komputer yang tidak memperhatikan sisi ergonomi dalam bekerja mengakibatkan adanya resiko yang dirasakan oleh pengguna. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan komputer sebagai salah satu alat utama dalam bekerja. Pada penggunaannya karyawan pada Departemen Publishing merasakan keluhan pada punggung, pinggang, nyeri bahu, leher dan tangan. Keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing dapat diminimalkan dengan cara mengetahui dan mengidentifikasi postur kerja pada pekerja dalam menggunakan komputer. Identifikasi tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi pekerja dan mengetahui penyebab keluhan yang dirasakan oleh pekerja untuk dilakukan perbaikan. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan metode ROSA untuk mengurangi adanya keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada Departemen publishing. ROSA merupakan salah satu metode pada office ergonomics, dimana penilaiannnya dirancang untuk mengukur resiko yang terkait dengan penggunaan komputer serta untuk menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja. Dengan menggunakan metode ROSA, dapat diketahui apakah postur kerja karyawan pada Departemen Publishing pada saat bekerja aman atau berbahaya. Hasil analisis postur kerja menggunakan metode ROSA pada Departemen Publishing menunjukkan bahwa seluruh pekerja yang menjadi sampel memiliki level resiko yang tinggi dan perlu dilakukan perbaikan segera.  Perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko yang dirasakan oleh pekerja yaitu dengan perbaikan fasilitas yang digunakan oleh pekerja yang sesuai dengan standar ergonomi, melakukan sosialisasi kepada pekerja tentang pentingnya ergonomi pada dunia kerja, dan sebaiknya pekerja melakukan istirahat atau peregangan otot minimal setiap tiga jam sekali.

Perancangan Peta Evakuasi Menggunakan Algoritma Floyd- Warshall untuk Penentuan Lintasan Terpendek: Studi Kasus

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 10, No 2 (2011): PERFORMA Vol. 10 No 2, September 2011
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.179 KB)

Abstract

Peta evakuasi sangat penting bagi suatu rumah sakit. Hal ini dikarenakan untuk mengurangi resiko saat terjadi bencana (gempa bumi) dan sebagai syarat akreditasi untuk memperoleh akreditasi suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun peta evakuasi dan penandaannya. Dengan perancangan peta evakuasi, diharapkan dapat terpenuhi salah satu syarat akreditasi rumah sakit dan memudahkan penghuni bangunan rumah sakit dalam mencari jalan tercepat saat keadaan darurat atau keadaan bahaya. Terdapat dua tahap dalam perancangan peta evakuasi. Tahap yang pertama ialah perancangan alur evakuasi dengan menggunakan Algoritma Floyd-Warshall untuk menentukan lintasan terpendek. Tahap kedua ialah penandaan peta evakuasi. Tahap pertama terdiri dari enam tahap, yaitu pembuatan block plan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kebumen, penentuan letak titik berkumpul (assembly point), penentuan node, pemilahan titik berkumpul (assembly point) untuk masing-masing ruang, penentuan jarak masing-masing ruang ke titik berkumpul (assembly point), dan penentuan alternatif evakuasi. Tahap kedua merupakan perancangan penandaan peta evakuasi. Dalam hal ini, warna dan bahan penandaan peta evakuasi sesuai dengan Rumah Sakit Islam Surakarta. Penandaan peta evakuasi dibuat dari bahan acrlylic dan dipasang sepanjang jalur evakuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 ruang yang dapat langsung ditentukan lintasan evakuasinya dan 35 ruang ditentukan lintasan terpendeknya dengan menggunakan Algoritma Floyd-Warshall. Dari ketiga puluh lima ruang itu, 16 ruang menuju titik berkumpul sebelah utara, 5 ruang menuju titik berkumpul sebelah barat, dan 14 ruang menuju titik berkumpul sebelah selatan. Sehingga titik berkumpul sebelah utara menampung 39 ruang, titik berkumpul sebelah barat menampung 19 ruang, dan titik berkumpul sebelah selatan 17 ruang serta peta evakuasi telah disusun dan akan dipasang di tempat-tempat strategis sepanjang jalur evakuasi.

Penentuan Atribut Usabilitas Persepsi Sistem Informasi Akademik Teknik Industri-UNS

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 9, No 2 (2010): PERFORMA Vol. 9, No 2 September 2010
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.01 KB)

Abstract

Sejak tahun 2005 Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta telah memiliki suatu layanan on line melalui portal Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) untuk setiap fakultas di UNS. Sistem ini merupakan fasilitas bagi civitas akademik UNS untuk mengakses berbagai data akademik melalui internet dari manapun dan kapanpun. Cukup dengan mengunjungi website: http://siakad.uns.ac.id pengguna dapat mengakses biodata dan berbagai data akademik seperti KHS (Kartu Hasil Studi), KRS (Kartu Rencana Studi), jadwal kuliah, dan berbagai informasi akademik lainnya. Secara kontinyu, pihak pengelola SIAKAD TI UNS telah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna, namun ternyata masih sering muncul keluhan terkait dengan penggunaannya. Keluhan-keluhan dari pengguna ini belum terstruktur sehingga pihak administrator sulit untuk memformulasikan solusi yang tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan atribut usabilitas persepsi pengguna SIAKAD TI UNS. Penelitian ini terdiri dari lima tahap. Tahap pertama yaitu penelusuran daftar atribut awal usabilitas SIAKAD yang diperoleh melalui studi pustaka. Tahap kedua yaitu identifikasi atribut tambahan dari reponden. Tahap ketiga adalah penentuan atribut penting dengan menggunakan analisis asosiasi dengan uji Q Cochran guna mendapatkan atribut dengan bobot kepentingan sama. Tahap keempat adalah analisis faktor yang bertujuan untuk mendapatkan faktor baru dengan metode ekstraksi Principal Component Analysis (PCA) dan rotasi Varimax. Penelitian ini menghasilkan 27 atribut usabilitas persepsi SIAKAD TI UNS yang dapat dijelaskan oleh 8 faktor yaitu faktor Kemudahan dan Keterandalan (Simplicity and Reliability), Ketersediaan fitur (Feature Availability), Kualitas informasi (Information Quality), Efisiensi (Efficiency), Kecepatan Tanggap dan Kemudahan dipelajari (Responsivness and Learnability), Kecepatan dan Ketersediaan record (Acceleration and Record Availability), Kesiapan Akses dan Penanganan Masalah (Accessibility and Problem solve), Konsistensi dan Kemanan (Consistency and Security).

Perancangan Door trim Mobil Sesuai Keinginan Pengguna City Car

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 15, No 1 (2016): PERFORMA Vol. 15 No. 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.442 KB)

Abstract

Nowadays, product design and development has been driven by market opportunity or known as market pull platform. Aimed to satisfy customer needs, this platform engaged customer at the first stage of the product design and development methods to be represented on the designing stage. The aim of this research is evolve driver door trim design of SmarT EV 2 with customer and ergonomic consideration. The proposed methods, based on combination solution of customers need, has arised four alternative design concepts to be assessed and selected. The choosen design as result is alternative design number four consist of power window and locks feature to enhace safety driving, retractable and electric mirror using knob, side pocket indue cup holder inside, gives dynamical sense by streamline-spherical countour design,and warped arm rest design with its panels layout that used and reached easily.

Perancangan Sistem Pengendali Suhu dan Kelembaban untuk Budidaya Jamur Kuping

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 12, No 1 (2013): PERFORMA Vol. 12, No 1 Maret 2013
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.447 KB)

Abstract

Mushroom cultivation is a new source of food. The cultivation requires the control of temperatureand humidity to produce good quality of mushroom. Nowdays, there are many tools of automatic or manual temperature and humidity control system. However, they have many limitation in practical situation, such as difficulties in use and assembly. This research aims to design and make a better prototype of temperature and humidity control system, which can improve the productivity of mushroom harvest.The research method has two phases, that are conceptual design and tool and system design. The conceptual design phase includes need identification, system design, and component selection. The second phase are tools application and main system, includes microcontroller, sensor, heater, refrigerator, electronic circuit, hardware, the programming tool, and assembly of tools.The research produces a prototype of temperature and humidity control by using ATmega16 microcontroller, which increases the response time of temperature and humidity control, automatically controlling the system, easy to use and maintanance, and improve the previous system which is still manual control. The prototype is able to help the farmers to control the temperature and humidity in mushroom cultivation. The result from the application of the prototype indicates that it can increase the productivity of the mushroom harvest.

Perancangan Alat Pengemas Vakum Untuk Produk Olahan Jamur Tiram Dalam Rangka Meningkatkan Nilai Jual Dan Masa Pakai

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 12, No 1 (2013): PERFORMA Vol. 12, No 1 Maret 2013
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.449 KB)

Abstract

Vacuum packaging appliance serves to package food products by removing all the air that is in the packaging. The purpose of the vacuum packaging is to make the product to be more durable and long lasting. It can also increase the value of merchantability because the product that is processed oyster mushroom is packaged more cleanly. Nowadays, the mushroom seller usually use an automatic type. Based on the seller experience, the device is difficult to operate. Since the parameters of vacuum pump and temperature sealer must be set before using it, moreover the price of equipment is too expensive. Therefore the required design of the vacuum packaging appliance in accordance with the requirement of the seller. Quality Function Deployment (QFD) is employed to design the vacuum packaging equipment. Then an assessment an assessment of the user's voice level of interest, expectation and satisfaction are conducted subsequently. Furthermore, HOQ is developed by determining technical characteristics, weight and what and how relationship. The main priority in the design seen from the order of the highest weight of the technical characteristics. The results from QFD produce 6 attributes (voice of customer) from the complaints of respondents and 10 technical characteristics. Highest weight of the technical characteristics is "total dimensions scaled and customized tool that is packaged with the product" with a weight of 43.20 or 21.16%. Hence, that technical characteristic must be taken into consideration in designing the vacuum packaging equipment