p-Index From 2014 - 2019
17.472
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Rekayasa Mesin Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education Katalogis TRANSMISI Sosiohumaniora Humanus MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan PILAR Jurnal Penelitian Pendidikan Insani STUDIA ISLAMIKA Legal Opinion Jurnal Infinity Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan JREC (Journal of Electrical and Electronics) EINSTEN Jurnal Teknik Mesin Unsyiah Lentera Pendidikan Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan PALASTREN Jurnal Ad´ministrare BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Jurnal Daya Matematis Conciencia Jurnal Tataloka El-Idare ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Jurnal Fourier Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Fisika FLUX SOSIORELIGIUS JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Dinamika Pendidikan JIP: Jurnal Ilmiah PGMI Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Majalah Kedokteran Sriwijaya KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Al-Adyan TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Jurnal Akuntansi dan Pajak Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Journal of Industrial Engineering Management Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual SUARA GURU JURNAL NOKEN : Ilmu-Ilmu Sosial RANCANG BANGUN Jurnal Kesehatan Medika Saintika Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) JURNAL SERAMBI ILMU Jurnal Biology Education Syifa' MEDIKA:Jurnal Kedokteran dan Kesehatan ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Historis | FKIP UMMat SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Hikmah AKMEN Jurnal Ilmiah Society Qalam : Jurnal Ilmu Kependidikan Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi SULOLIPU Borneo International Journal of Islamic Studies Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan Al-Qalam INTEK: Jurnal Penelitian Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan AL ULUM JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Barometer Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah YARSI Medical Journal ACCOUNTIA JOURNAL Accounting Trusted, Inspiring, Aunthentic Journal Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN JHeS (Journal of Health Studies) Portal: Jurnal Teknik Sipil Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Technologia: Jurnal Ilmiah Jurnal Ilmiah Syi'ar Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Warta Dharmawangsa Edukasia : Jurnal Pendidikan JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI ULIN: Jurnal Hutan Tropis Pelita Eksakta
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Al-Adyan

AGAMA DAN DEMOKRASI DALAM ISLAM (Pandangan Abul A’la Maududi) Ibrahim, Ibrahim
AL-ADYAN Vol 8, No 2 (2013): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adyan.v8i2.589

Abstract

Sebagian orang menyakini bahwa demokrasi (nilai-nilainya) mendapat pemenuhannya dalam agama (apa saja). juga sebaliknya bagi sebagian lagi, agama dan demokrasi adalah dua hal yang tidak akan klop. Kita harus memilih salah satunya sebagai sistem bernegara. Bagi mereka yang berkeyakinan opitimis dan menempatkan sistem demokrasi sebagai tujuan akhir bernegara, tak ada jalan selain terus mengupayakan dialog antara nilai-nilai inklusif dan ekslusif dari agama dengan proses demokratisasi ini. Demokrasi yang menjadi keniscayaan tidak bisa ditolak, kita harus tetap maju. Pun, bagi mereka yang ogah menerapan nilai dan sistem demokrasi, serta lebih condong ke konsensus (nilai) keagamaan sebagai dasar kehidupan publik (bernegara) akan cepat-cepat menolak upaya privatisasi agama yang dilakukan itu. Bagi mereka, tindakan privatisasi adalah salah, melanggar semangat keagamaan yang dianut: agama adalah nilai universal bagi praktis kehidupan, termasuk dalam berpolitik (bernegara). Bukan saja itu, kalangan yang berada pada posisi ini juga akan mencela upaya kalangan yang coba-coba mendialogkan antara demokrasi dan agama. Bagi sebagian penganut agama non-Kristen, misalnya, dengan tegas menolak demokrasi, sebab bagi mereka bentuk demokrasi hari ini adalah hasil interaksi dari nilai-nilai Kristen dan sekulerisme, sehingga beralasan untuk ditolak. Menerima demokrasi, tidak lain dengan mengakui klaim kebenaran ajaran kristen.
GERAKAN KEAGAMAAN ISLAM DI MESIR ( Studi tentang tokoh-tokoh Islam Mesir ) Ibrahim, Ibrahim
AL-ADYAN Vol 8, No 1 (2013): Al-Adyan
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adyan.v8i1.529

Abstract

Islam meletakkan akidah sebagai asas utama dalam perjuangan. Bahkan ia merupakan rahasia kekuatan Islam sepanjang zaman. Dengan kata lain, Islam tidak menjadikan isu sebagai landasan utama kerana persoalan akidah adalah bersifat menyeluruh dan evergreen. Perjuangan yang berasaskan isu akan tamat dengan selesainya isu berkenaan. Sebaliknya Islam sentiasa mengetengahkan isu-isu yang berpaksi pada akidah untuk menjelaskan tuntutan sebenar tauhid. Kalimah syahadah La ilaha illa Allah yang menjadi tema tauhid itu sendiri adalah suatu cetusan revolusi atau perubahan besar-besaran dalam jiwa dan kehidupan manusia kerana ia bererti pengakuan kepada kekuasaan menghukum dan memerintah tertinggi yang diserahkan hanya kepada Allah. Ia adalah cetusan revolusi terhadap kuasa duniawi yang telah merampas suatu sifat khusus Tuhan yang utama iaitu menentukan perjalanan dan peraturan hidup manusia. Islam adalah revolusi terhadap kenyataan hidup yang bersandarkan kepada rampasan hak Tuhan itu dan juga merupakan suatu pukulan maut ke atas sebarang peraturan dan kekuasaan yang tidak diredhai Allah. Sebaliknya Islam menuntut manusia tunduk dan patuh kepada Allah selaras dengan pengertian kalimah Islam sendiri. Syed Qutb menyifatkan Islam merupakan revolusi dalam kehidupan manusia. Dalam hubungan ini Syed Qutb menyatakan, "Seorang yang menganut Islam itu sebenarnya telah melucutkan dari dirinya segala sesuatu dari zaman lampaunya pada alam jahiliyah. Dia merasakan ketika dia mula menganut Islam bahawa dia memulakan zaman baru dalam hidupnya; terpisah sejauh-jauhnya daripada hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah. Sikapnya terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada."
AGAMA DAN DEMOKRASI DALAM ISLAM (Pandangan Abul A’la Maududi) Ibrahim, Ibrahim
AL-ADYAN Vol 8, No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adyan.v8i2.589

Abstract

Sebagian orang menyakini bahwa demokrasi (nilai-nilainya) mendapat pemenuhannya dalam agama (apa saja). juga sebaliknya bagi sebagian lagi, agama dan demokrasi adalah dua hal yang tidak akan klop. Kita harus memilih salah satunya sebagai sistem bernegara. Bagi mereka yang berkeyakinan opitimis dan menempatkan sistem demokrasi sebagai tujuan akhir bernegara, tak ada jalan selain terus mengupayakan dialog antara nilai-nilai inklusif dan ekslusif dari agama dengan proses demokratisasi ini. Demokrasi yang menjadi keniscayaan tidak bisa ditolak, kita harus tetap maju. Pun, bagi mereka yang ogah menerapan nilai dan sistem demokrasi, serta lebih condong ke konsensus (nilai) keagamaan sebagai dasar kehidupan publik (bernegara) akan cepat-cepat menolak upaya privatisasi agama yang dilakukan itu. Bagi mereka, tindakan privatisasi adalah salah, melanggar semangat keagamaan yang dianut: agama adalah nilai universal bagi praktis kehidupan, termasuk dalam berpolitik (bernegara). Bukan saja itu, kalangan yang berada pada posisi ini juga akan mencela upaya kalangan yang coba-coba mendialogkan antara demokrasi dan agama. Bagi sebagian penganut agama non-Kristen, misalnya, dengan tegas menolak demokrasi, sebab bagi mereka bentuk demokrasi hari ini adalah hasil interaksi dari nilai-nilai Kristen dan sekulerisme, sehingga beralasan untuk ditolak. Menerima demokrasi, tidak lain dengan mengakui klaim kebenaran ajaran kristen.
GERAKAN KEAGAMAAN ISLAM DI MESIR ( Studi tentang tokoh-tokoh Islam Mesir ) Ibrahim, Ibrahim
AL-ADYAN Vol 8, No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adyan.v8i1.529

Abstract

Islam meletakkan akidah sebagai asas utama dalam perjuangan. Bahkan ia merupakan rahasia kekuatan Islam sepanjang zaman. Dengan kata lain, Islam tidak menjadikan isu sebagai landasan utama kerana persoalan akidah adalah bersifat menyeluruh dan evergreen. Perjuangan yang berasaskan isu akan tamat dengan selesainya isu berkenaan. Sebaliknya Islam sentiasa mengetengahkan isu-isu yang berpaksi pada akidah untuk menjelaskan tuntutan sebenar tauhid. Kalimah syahadah La ilaha illa Allah yang menjadi tema tauhid itu sendiri adalah suatu cetusan revolusi atau perubahan besar-besaran dalam jiwa dan kehidupan manusia kerana ia bererti pengakuan kepada kekuasaan menghukum dan memerintah tertinggi yang diserahkan hanya kepada Allah. Ia adalah cetusan revolusi terhadap kuasa duniawi yang telah merampas suatu sifat khusus Tuhan yang utama iaitu menentukan perjalanan dan peraturan hidup manusia. Islam adalah revolusi terhadap kenyataan hidup yang bersandarkan kepada rampasan hak Tuhan itu dan juga merupakan suatu pukulan maut ke atas sebarang peraturan dan kekuasaan yang tidak diredhai Allah. Sebaliknya Islam menuntut manusia tunduk dan patuh kepada Allah selaras dengan pengertian kalimah Islam sendiri. Syed Qutb menyifatkan Islam merupakan revolusi dalam kehidupan manusia. Dalam hubungan ini Syed Qutb menyatakan, "Seorang yang menganut Islam itu sebenarnya telah melucutkan dari dirinya segala sesuatu dari zaman lampaunya pada alam jahiliyah. Dia merasakan ketika dia mula menganut Islam bahawa dia memulakan zaman baru dalam hidupnya; terpisah sejauh-jauhnya daripada hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah. Sikapnya terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada."
Co-Authors A.N, Muhammad Dienda Abdul Rahim Abdullah Abdullah Abdullah, Ibrahim Achmad Basuki Achmad Djunaidi Afriantoni Afriantoni Agam, Surya Akib, Muhaiminah Akmal, Nurul Akmal, Nurul Alfah, Rina Alisyahbana, Takdir Almukarramah, Almukarramah AM, Junadi Amalia, Ema Amiruddin Amiruddin Andi Alimuddin Unde, Andi Alimuddin Angkoro, Dadal Arfan Hasan Ari Wibowo, Wahyu Ari, Hidayah Dhini Arifin Ahmad, Arifin Arya Wijaya, Arya Asmawi, Moch. Astharini, Dwi Auliya Rahman Awang, Mohd Isha Azwardi Azwardi Azwir Azwir Baihaqi Baihaqi Bedriati Ibrahim bt Yusoff, Nurahimah Butarbutar, Tunggul Darmayanti, N .W. S. Dewati, Wahyu Djufri Djufri Don, Yahya Dwi Haryadi Eko Sakti Pramukantoro, Eko Sakti Enny Kusumastuti, Enny Fadhli, Rudi Filissa Thilfani Haryono, Filissa Thilfani Fitri Oviyanti Fitri Sukmawati, Fitri Fitri, Rahma Si Fitri, Yan Gani, Fauzi Abdul Grace, Melva Viva Gunawan Gunawan Hafid, Iss Savitri Hanifah, Erika sandra nor Harun, Darwin Hasni Hasni Helmy Alian Heriyanti Heriyanti, Heriyanti herlina, andika Herman Herman Husain, Balqis Ika Sulianti Ilham Maulana Imam Santoso INDRA HERMAWAN Intan, Syarifah Keumala Irwansyah, Abdullah Irwansyah, Abdullah Iskandar Iskandar Ismail Suardi Wekke Iswandi Idris Iwan Tanjung Sutarna, Iwan Tanjung Kamaluddin Kamaluddin Karnilawati Karnilawati Kassaming, Kassaming Khairulyadi, Khairulyadi Khosiah Khosiah, Khosiah Kosim Kosim Kristi Agust, Kristi Kusprapti, Almaidah Sri lasmi, Sulasmi Linda Sekar Utami, Linda Sekar Listiani Listiani M Hasbi Mail, Abdul Malik, Rahmania Mardjoko Idris, Mardjoko Marwan Marwan Marwan,, Marwan, Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad Masad, Masad Muhaimin Ramdja, Muhaimin Muhajirin Muhajirin Muhammad Baiquni Muhammad Farid Muhammad Reza Muhammad Ridha Muhammad Syahrul Kahar, Muhammad Syahrul Muttaqien, Zedi Nanang Wahyudin Nasrullah Nasrullah Nasution, Zainuddin Nova M, Try Viananda Novia, Vino Rika Nugroho, M. Noor Nurlina Nurlina Pabalik, Dg Patmawati Patmawati, Patmawati Permata, Meily Ika Pristianto, Hendrik Rahman, Mujibul Rahmatia, Suci Ramadzan, Isfan Razali Razali Regen, Rona Ridhwan, M Rusdi Nur Rusdi, Achmad RUSIRAWAN, DANI S, Abd Hakim Said Hasan Saini, Makmur Saleh, Anis Saleh, Firman Saleh, Masagus Irsan Samijayani, Octarina Nur Saputra, Muammar Saragih, Yuliarman Saripin, Saripin Sattar Sattar, Sattar Sawaludin, Sawaludin Septiyani, Vita Nur Setiadi Setiadi Sipayung, Maurit Sri Rejeki Su Ritohardoyo Subrianto, A. Sufardi Sufardi Sufriadi Sufriadi, Sufriadi Sugeng Sugeng Sukmawati Sukmawati Sulaiman, Iman susi yanti Syah, Sri Rahayu Syah Rahayu Syahrinudin, Syahrinudin Syahyadi, Rizal Taslim Taslim Tastin Tastin, Tastin Teguh Prakoso Tri Winarno Tugiman Tugiman Viva, Melva Wahjuni Hartati Wibowo, Wahyu Ari Winarto, Rahman Yanfitri, Yanfitri Yuniar Yuniar Yusri Yusuf