Sahala Hutabarat
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 23 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences

Causitive Agent Vibriosis dari Ikan Kerapu Bebek (Cromileptis altivelis) Bermulut Merah : 1. Patogenitas pada Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Sarjito, Sarjito; Radjasa, Ocky Karna; Hutabarat, Sahala; Prayitno, Slamet B
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.319 KB)

Abstract

The research aims were to find out the causative agent vibriosis of Cromileptis altivelis ?having clinical symptom red mouth and its pathogenecity to Epinephelus fuscoguttatus.?? Seven isolats Vibrio were isolated from wound and kidney of ?C.? Altivelis. ?The result of Koch postulate indicated that five vibrios as a causative agent of vibriosis, consisted of three vibrios (isolat JT 07,?? JT 10, JT 20) and ?two vibrios (isolat JT 4,? JT 29) caused? mortality of 100% and 40% on E. fuscogutatus respectively.? Three isolat vibrios ( JT 7,?? JT 10, JT 20 ) with higher pathogenicity were continued to futher investigation. ?Mean time to death of? V. fuscus (JT 07), V. alginolyticus and V. anguillarum, to E. fuscogutatus? on concentration of 108 CFU/mL ?were 83,33%? (11,25 hours); 79,16%(15,63 hours); dan 50% (20,5 hours) respectively; whereas ?on concentration of 109 CFU/mL were 95,83% (10,8 hours); 87,5%(15,28 hours); dan 62,5% (19,6 hours) respectively. Lethal Concentration Median (LC50) of V. Fuscus, V. alginolyticus, ?V. anguillarum were? 3,2X107 CFU/mL; 4,8 X 108 CFU/mL; dan 2,24X108 CFU/mL. All isolates on concentration of 106 dan 107 CFU/mL did not cause 50% ?tested fish mortality Key words : Causative agent, Vibriosis, E. Fuscogutatus, ?V. parahaemolyticus, Pathogenicity?Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji causative agent ?vibriosis pada ikan Kerapu Bebek (Cromileptis altivelis) dengan gejala klinis mulut merah serta patogenisitasnya terhadap ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus).? Tujuh ?isolat Vibrio berhasil diisolasi dari bagian luka dan ginjal Kerapu Bebek Mulut Merah.? Hasil uji postulat koch memperlihatkan lima isolat dimana isolat ?JT 07,?? JT 10, JT 20 dapat mengakibatkan kematian 100%, sedangkan isolat? JT 04 dan JT 29 menyebabkan kematian 40%. Pada tiga isolat (Vibrio JT 07, JT 10 dan JT 20) yang memperlihatkan patogenitas yang lebih tinggi dilakukan uji lanjutan. ?Hasil karakterisasi melalui uji morfologi dan biokimia diperoleh bahwa isolat JT 07 memiliki kemiripan 96,15 % dengan Vibrio fuscus; ?JT 10 memiliki kemiripan 100% dengan Vibrio anguillarum dan JT 20 memiliki kemiripan 100% dengan Vibrio alginolyticus. Patogenisitas ketiga isolat vibrio tersebut secara berurutan adalah V. fuscus, V. alginolyticus, ?V. anguillarum, dimana diperoleh bahwa? persentase kematian dan rerata waktu kematian (Mean Time to Death, MTD) pada penyuntikan intraperitoneal V. fuscus (JT 07), V. alginolyticus (JT 20) dan V. anguillarum (JT 10) dengan konsentrasi 108 CFU/mL adalah berturut-turut 83,33%? (11,25 jam); 79,16% (15,63 jam); dan 50% (20,5 jam); sedangkan untuk konsentrasi 109 CFU/mL secara berurutan adalah 95,83% (10,8 jam); 87,5% (15,28 jam); dan 62,5% (19,6 jam). Lethal Concentration Median (LC50) V. fuscus,? V. ?alginolyticus, ?V. ?anguillarum secara berurutan adalah ?sebesar? 3,2X107 CFU/mL; 4,8 X 108 CFU/mL; dan 2,24X108 CFU/mL.? Sedang pada konsentrasi 106 dan 107 CFU/mL semua isolat tidak menimbulkan kematian pada ikan uji.? Hasil ini menunjukkan bahwa tiga causative agent tersebut bersifat patogen pada ikan kerapu. Kata kunci:? Causative agent, Vibriosis, E. fuscogutatus V. parahaemolyticus, Patogenisitas