Articles

Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus dalam Menjalani Terapi di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Husnah, Husnah; Zufry, Hendra; Maisura, Maisura
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.663 KB)

Abstract

Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus dalam Menjalani Terapi di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
IMPLEMENTASI STRATEGI MELALUI PENYUSUNAN PROGRAM, PARTISIPASI ANGGARAN DAN PROSEDUR TERHADAP KINERJA KOPERASI DI KOTA PALU Husnah, Husnah
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyusunan program, partisipasi anggaran dan prosedur terhadap kinerja koperasi di kota Palu. Penelitian dilakukan terhadap lembaga koperasi yang berada diwilayah kota Palu dan masih aktif sebanyak 61 koperasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan koperasi, artikel dan literature yang mendukung. Selanjutnya analisis data dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil pengujian menunjukan bahwa penyusunan program (X1) tidak berpengaruh terhadap kinerja, partisipasi anggaran (X2) berpengaruh terhadap kinerja dan prosedur  (X3) berpengaruh terhadap kinerja. Pengaruh variable yang dominan terhadap kinerja koperasi adalah variable  prosedur.
Pengaruh Asupan Protein Terhadap Perbaikan Status Gizi Balita yang Menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Salawati, Liza; Imran, Imran; Husnah, Husnah; Nurjannah, Nurjannah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.82 KB)

Abstract

Abstrak. Prevalensi masalah gizi di Provinsi Aceh masih tinggi seperti gizi buruk sebesar 7,1%, gizi kurang sebesar 16,6%, keadaan ini akan bertambah berat apabila balita menderita penyakit infeksi seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi status gizi balita dan pengaruh asupan protein terhadap status gizi balita yang menderita ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest posttest. Sampel penelitian adalah seluruh balita berusia 6 bulan sampai dengan 5 tahun yang menderita ISPA dan mengalami gizi kurang ataupun gizi buruk yang dibawa ke Posyandu Desa Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee dan Gampong Blang Kecamatan Darussalam Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak balita kurus yang menderita ISPA yaitu 68,8%, sangat kurus 6,2% dan normal 25%. Hasil t-test pada CI 95% dan α 0,05 diperoleh p-value 0,000 ≤ 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang nyata antara berat badan dan tinggi badan balita yang menderita ISPA di Posyandu Desa Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee dan Gampong Blang sebelum dan setelah diberikan asupan protein (susu). Kesimpulan penelitian adalah ada perbaikan status gizi balita yang menderita ISPA di Posyandu Desa Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee dan Gampong Blang setelah diberikan asupan protein (susu).Abstract. Prevalence of under nutrition problems of children under five in Province of Aceh is high such as severely malnourished 7.1% and moderately malnourished 16.6%. This situation will be getting worse if children under five suffered from Acute Respiratory Tract Infection (ARTI). The aim of the study was to find out the effect of protein intake on children under five who suffered from ARTI. It was an analytic experimental study using one group pre and post test design. The samples were children under five who are under nutrition and suffered from ARTI and brought to Posyandu (community-based health care) in four selected villages namely Village of Mieruek Lam Reudep, Krueng Kalee, and Gampong Blang.  These villages are located in sub-district of Darussalam, Aceh Besar. The results showed that children fewer than five who are suffered from ARTI were mostly moderately malnourished 68.8%, followed by normal nutrition 25% and severely malnourished 6.2%. The t-test showed that there was a significant different of the mean of the body weight and height in children with ARTI before and after protein intake with p=0.000 (CI 95% and α = 0.05). We conclude that protein intake may have a role in improving children nutritional status who suffered from ARTI.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN ANTENATAL CARE DENGAN KONSUMSI TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS ULEE KARENG KARENG BANDA ACEH Husnah, Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.634 KB)

Abstract

Abstrak. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab utama anemia pada kehamilan sehingga tablet besi direkomendasikan untuk seluruh wanita hamil di berbagai negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui hubunganpengetahuan,sikap dan antenatal care dengan konsumsi tablet besi pada ibu hamil di Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross sectional survey dimana tujuan peneliti untuk melihat hubungan, pengetahuan, sikap, dan antenatal care ibu hamil  terhadap konsumsi tablet besi. Populasi adalah ibu hamil yang berkunjung ke ruang Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh dan sampel dipilih  secara Accidental Sampling pada ibu hamil trimester III dari tanggal     1 November sampai dengan 20 Desember 2011 dengan jumlah 32 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dan bila tidak terpenuhi persyaratannya maka digunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,1% responden mengkonsumsi tablet besi sesuai anjuran. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,003 RP=2,6(95% CI=1,3-5,4), sikap (p=0,026 RP=2,0 (95% CI=1,0-4,03), antenatal care (p=0,000 RP=4,1(95% CI=1,4-11,6) dengan konsumsi tablet besi. Abstract. Iron deficiency anemia is one of the main causes of deficiency anemia during pregnancy. As a result, iron tablets have been recommended to be consumed by pregnant women all over the world.. It is assumed that the pregnant women consumed less food that contains sufficient iron. The aim of this research is particularly to figure out the knowledge, attitude and antenatal care that related to Iron tablet consumption during pregnancy in Public Health ClinicUlee Kareng, Banda Aceh. Analytics observasional by designing Cross Sectional Survey was used in order to investigate the relationship between knowledge, attitude, and antenatal care of pregnant women and their consumption of iron tablets. The population of this research was pregnant women who came to Mom and Kids room in Public Health Clinic Ulee Kareng, while Accidental Samplingwas used to choose pregnant women who were in III trimester, particularly from November 1 to December 20, 2011. In this case,the number of total respondents was 32. Furthermore, this research employed univariat and bivariat analysis with Chi-Square. However, if the requirement was not sufficient, Fisher’s Exact Test would be utilized then. The result of this research has shown that 53,1% of respondent consumed Iron tablets accurately. The result of bivariat analysis has shown a clear relationship between knowledge (p=0,003 RP=2,6(95% CI=1,3-5,4), attitude (p=0,026 RP=2,0(95% CI=1,0-4,03), antenatal care (p=0,000 RP=4,1(95% CI=1,4-11,6) and iron tablet consumption. 
GAMBARAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI MAHASISWA KULIAH KLINIK SENIOR (KKS) DI BAGIAN OBSGYN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Husnah, Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.847 KB)

Abstract

Abstrak. Masalah kekurangan dan kelebihan gizi merupakan masalah yang sangat penting karena dapat menjadi faktor resiko penyakit-penyakit tertentu dan penurunan produktivitas kerja. Status gizi merupakan refleksi dari apa yang kita konsumsi. Status gizi dikatakan baik bila pola makan kita seimbanga baik jumlahnya, frekuensi dan jenis makanan yang kit konsumsi hafrus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan pola makan yang benar kita akan mempunyai status gizi yang normal. Telah dilakukan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional survey mengenai “Gambaran  Pola Makan dan Status Gizi pada Mahasiswa Kuliah Klinik Senior (KKS) di bagian obstetri dan gynecologi (OBGYN) RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi  ditinjau dari pola makan mahasiswa Kuliah Klinik senior (KKS) di bagian OBGYN RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh periode Mei-Juni 2011. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal  23 Mei sampai dengan 24 Juni 2011. Sampel diambil dengan metode nonprobability sampling, teknik total sampling sejumlah 47 responden. Dari hasil penelitian terhadap 47 responden diperoleh gambaran mahasiswa  dengan status gizi kurang sebanyak 7 responden (14,89%), mahasiswa  dengan status gizi normal sebanyak 31 responden (65,96%), mahasiswa  dengan status gizi pre obese sebanyak 6 responden (12,77%) dan mahasiswa  dengan status gizi obese sebanyak 3 responden (6,38%). Responden dengan pola makan benar sebanyak 27 responden (57,45%) dan pola makan salah berjumlah 20 responden (42,55%). Abstract. Molmetritient and over nutritient problems are very important cose, because it can be a risk factor in same disease and it can decrease their working products. Nutritional status is a reflection from what we consume. Nutritional status would be good when we get balance food consumption which means that amount, frequency and kind of food we eat is what we need with be good food comsumption we have the nutritional status normality. A descriptive research have been conducted with cross-sectional survey method. The objective of this research is to determine the nutritional status based on food consume behavior at senior clinical student in obstetric and gynecology department of Zainoel Abidin district general hospital in May until June 2011 Period. This research was conducted  from May 23nd until June24th 2011. Samples were collected by total sampling method as much as 47 respondents. The result of the research showed that from 47 respondents, 7 respondents (14,89%) were under nutritional status,  31 respondents (65,96%) were normal nutritional status, 6 respondents (12,77%)  were pre obese  nutritional status,   and 3 responden (6,38%) were obese nutritional status. The respondents with good food consume behavior were 27 respondents (57,45%) and 20 respondents (42,55%) were clasify as incorrect consume behavior.
PENGARUH FILTRASI TERHADAP PENURUNAN KADAR Fe DALAM AIR RAWA Husnah, Husnah
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 1 (2014): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.941 KB)

Abstract

ABSTRAK    Sebagai salah satu sumber air yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, Air Rawa menjadi layak untuk diperhatikan baik kulaitas air maupun kelestariannya baik oleh pemerintah maupun oleh mayarakat sekitarnya. Secara umum kualitas air rawa tidak begitu layak untuk digunakan sebagai air bersih terutama air minum karena beberapa logam kandungannya cukup tinggi di dalam Air Rawa . Karena itu penulis  ingin meneliti pengaruh  filtrasi terhadap penurunan kadad Fe dalam Air Rawa.  Kata kunci  : Air Rawa, Filtrasi, kadar Fe
MANFAAT PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) Husnah, Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting karena ASI merupakan makanan utama bayi. Dengan ASI bayi akan sempurna tumbuh sebagai manusia yang sehat, bersifat lemah lembut dan mempunyai IQ yang tinggi. Hal ini disebabkan karena ASI menggandung Asam Dokosa Heksaenoid (ADH). Bayi yang diberi ASI secara bermakna akan mempunyai IQ yang lebih tinggi daripada bayi yang mendapat susu bubuk. Bayi yang diberi ASI akan mendapat kasih saying dari ibu karena dekapan ibu, maka ikatan antara ibu dan bayi menjadi erat. Kesatuan ikatan antara ibu dan bayi akan menyebabkan emosi menjadi baik. Emosi ibu yang baik akan meningkatkan  pengeluaran hormon oksitosin. Hormon oksitoksin akan merangsang kalenjar-kalenjar pada buah dada untuk berkontraksi mengeluarkan ASI. Selama menyusui ibu memproduksi sekitar 800 cc air susu yang mengandung 600 Kkal, ASI ini cukup sebagai zat gizi bayi.Abstract. Breastfeeding is very important because it is the main food of baby. With breastfeeding the baby will grow as a human being perfectly healthy, gentle nature and has a high IQ. This is because breast feed contain of Dokosa Heksaenoid Acid (DHA). Breast-feed infants will have significantly higher IQs than babies who received milk powder. Breast-feed infants will receive loving care from the mother because the mothers arms, the bond between mother and baby to be close. Unity of the bond between mother and baby will cause emotions to be good. The best emotional mother will increase the oxytocin hormone. Oxytocin will stimulate the gland-gland breasts to secrete milk contract. During breast-feeding mother produces around 800 cc of milk containing 600 Kkal, it is enough as a baby nutrients.
KELOMPOK WANITA TANI NELAYAN DALAM PENGOLAHAN PRODUK MAKANAN LOKAL CHAO DI PESISIR HUTAN MANGROVE DESA BONTO MATENE KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Husnah, Husnah; Hasanuddin, Hasanuddin
BERKEMAJUAN : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.782 KB)

Abstract

Salah satu ekosistem hutan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kerusakan adalah hutan mangrove di wilayah pesisir kabupaten Pangkep. Pemanfaatan hutan mangrove sebagai sumber kayu bakar dan alih fungsi lahan menjadi tegalan dan pemukiman serta tekanan ekonomi masyarakat pesisir turut mempercepat degradasi hutan mangrove. Hal ini menyebabkan turunnya produktifitas ikan yang selama ini banyak ditemukan pada ekosistem hutan mangrove. Penurunan produktifitas ini turut mempengaruhi kearifan lokal masyarakat pesisir berupa penurunan produksi makanan khas tradisional Pangakep yang disebut “chao” yang berbahan baku ikan mairo yan difermentasi secara konvesional. Padahal makanan ini merupakan kekayaan nusantara yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu pelestarian kekayaan nusantara ini perlu dilestarikan dengan meningakatkan peran kelompok wanita tani nelayan dalam produksi makanan chao. Meskipun demikian kelompok wanita tani nelayan ini perlu dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan serta perlunya pengenalan imu dan pengetahuan (ipteks) terutama teknologi bioproses pengolahan chao. Selain itu teknologi pengolahan chao perlu dipadukan dengan pemberian pengetahuan konservasi mangrove dan manajemen hutan mangrove perlu diberikan untuk mendukung program ini, sehingga ipteks ini diharapkan dapat mendukung konservasi wilayah pesisir, pelestarian makanan tradisonal sebagai kekayaan bangsa, peningkatan pendapatan masyarakat serta ketahanan pangan masyarakat pesisir.Kegiatan ini menghasilkan : 1) Telah timbul pemahaman dan kesadaran masyarakat mitra mengenai pentingnya melestarikan produk makanan chao sebagai produk lokal sebagai makanan khas masyarakat Pangkep. 2) Telah terjadi alih teknologi proses produksi utamanya proses pengemasan dan pemasaran kepada masyarakat mitra, sehingga masyarakat mitra mampu melakukan proses produksi secara mandiri. 3) Timbulnya kesadaran masyarakat mitra dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitar pesisir hutan mangrove. 4) Masyarakat mitra sangat antusias memproduksi produk chao untuk peningkatan ekonomi secara mandiri
Produktivitas Primer dan Komunitas Plankton Di Danau Buatan Kawasan Pemukiman Ogan Permata Indah Jakabaring Palembang Rohayati, Tati; Hilda, Hilda; Husnah, Husnah
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1848.058 KB)

Abstract

Study on primary productivity and plankton community of man-made lake situated at Organ Permata Indah, Jakabaring area, Palembang was conducted in October and November 2002. Study was carried out by stratified random sampling and laboratory analysis. Samples for primary productivity, plankton  and water quality were taken from several sampling sites set up by using stratification method. Statification was based on the depth of the lakes which were station A (370 to 450 cm), station B (330-350 cm) and station C (200 to 240 cm). The result showed that primary productivity in October and November 2002, reached 3,75 and 12,51 mg C/m3/hour, respectively. The average abundance of phytoplankton was 595,56 and 1383,34 ind/L respectively. Composition of phytoplankton consisted of 71 genera, deriving from five classes: Cyanophyceae, Chlorophyceae, Bacillariophyceae, Xanthophyceae and Chrysophyceae. Genus which had high abundance where Chroococcus and Synechococcus (Cyanophyceae), Bracteococcus, Chlorella, Gonatozygon and Pleurotaenium (Chlorophyceae). Extreme low pH, high transparency and daily oxygen cycle indicated that OPI can be categorized as an oligotrophic lake.Keywords : man-madelake, acidity, productivity, plankton
KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS PADA LOKASI BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA DI SUNGAI KOMERING Hoyauna, Hoyauna; Hilda, Hilda; Husnah, Husnah
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003
Publisher : Faculty Fisheries Departement Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2059.877 KB)

Abstract

Study on macrozoobenthos community lived under fish cage culture had been carried out at Komering river in October 2001 and January 2002. The objective of this study was to know macrozoobenthos community lived under fish cage culture area and compared it with non fish cage culture area. Two sampling point in each station. The result of this study revealed that macrozoobenthos found in station I and II was 18 and 21 species, respectively. The abundance of macrozoobenthos in October 2001 in station I was 3064 ind/m2 and in station II was 200 ind/m2, while the abundance on both stations in January 2002 was relatively similar which was 1370 ind/m2 in station I and 1415 ind/m2 in station II. Diversity index was lower in station I (1,61-1,73) than that in station II (1,80-1,96). Similarity index in both stations were lower in October 2001 (13,55%) than January 2002 (44,95%). The organic matter content of sediment in station I (C=0,39%, N=10,86%, P2O5 = 159,50 mg P2O5/100 g soil) was higher than in station II which relate to the presence of species of Tubificidae (Brancura sp, Nais sp, and Tubifex sp), Diptera (Subfamili Chironominae and Chironomus sp) and Mesogastropoda (Melanoides tuberculata). The study indicated that the presence of cage culture affected macrozoobenthos composition, abundance, diversity and homegenity indexes.Keywords : macrozoobenthos, community, fish cage, Komering river.