Firman Husain
Program Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Tamalanrea Makassar 90245.

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN POTENSIALITAS GEMPA BUMI BAWAH LAUT DAN TSUNAMI DI PERAIRAN PULAU SULAWESI Baeda, Ahmad Yasir; Husain, Firman
978-979-127255-0
Publisher : PROSIDING HASIL PENELITIAN FAKULTAS TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Selang sepertiga abad terakhir, Sulawesi yang dikelilingi lempeng tektonik kecil dan besar, telah terkena 270 kali gempa bumi ber-magnitude di atas 5.0. Jumlah ini ditengarai semakin lama akan semakin bertambah setiap tahunnya, yang bermula pada kenaikan aktifitas Sunda Arc pada tahun 2004 silam. Tujuan penelitian ini adalah menentukan area paling potensialuntuk kejadian gemba bumi bawah laut dan tsunami di pantai perairan Pulau Sulawesi, dengan menganalisa data historis gempa bumi dan tsunami serta melakukan simulasi kejadian tsunami di berbagai area. Didapatkan bahwa untuk periode 2010-2020 akan terjadi minimal 49kali gempa bumi dengan magnitude di atas 5.0; yang mana hampir semuanya berpusat di lautan. Area yang memiliki potensial terbesar adalah North Arm (Lengan Utara) Pulau Sulawesi, khususnya pantai Utara, Selatan dan Timur dari North Arm.
Kajian Potensi Tsunami Akibat Gempa Bumi Bawah Laut di Perairan Pulau Sulawesi Baeda, Achmad Yasir; Husain, Firman
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.016 KB)

Abstract

Abstrak. Selang sepertiga abad terakhir, Sulawesi yang dikelilingi lempeng tektonik kecil dan besar, telah terkena 270 kali gempa bumi ber-magnitude di atas 5.0. Jumlah ini ditengarai semakin lama akan semakin bertambah setiap tahunnya, yang bermula pada kenaikan aktifitas Sunda Arc pada tahun 2004 silam Tujuan penelitian ini adalah menentukan area paling potensial untuk kejadian gemba bumi bawah laut dan tsunami di pantai perairan Pulau Sulawesi, dengan menganalisa data historis gempa bumi dan tsunami serta melakukan simulasi kejadian tsunami di berbagai area. Didapatkan bahwa untuk periode 2010-2020 akan terjadi minimal 49 kali gempa bumi dengan magnitude di atas 5.0; yang mana hampir semuanya berpusat di lautan dan berkemampuan untuk membangkitkan tsunami. Area yang memiliki potensial terbesar adalah North Arm (Lengan Utara) Pulau Sulawesi, khususnya pantai Utara, Selatan dan Timur dari North Arm. Abstract. From the middle of 1970’s until now, the Sulawesi Island which is surrounded by several small and big tectonic plates had been struck 270 times by earthquake above 5.0 in magnitude. This number of occurrence tends to get higher and higher each year, beginning after the raising activity of Sunda Arc past last six years, which recently struck Padang, West Sumatera in September 2009. The goal of this study is to find out the most potential areas for seismic and tsunamis activities in Sulawesi Island, by analyzing the historical data of earthquakes and tsunamis at the areas and also base on the simulation of several artificial tsunamis. It found out that the earthquakes with magnitude above 5.0 in the period of 2010-2020 will occur minimally 49 times; with almost all of  them will be sea-epicentered which believe could generate tsunami on some areas. The most potential areas will be the North Arm of Sulawesi, especially in the coasts of North, South and East.
Pengenalan Perangkat Keselamatan Sarana Pelabuhan Moda Waterway Sungai Tallo Makassar Rachman, Taufiqur; -, Juswan; Paroka, Daeng; Baeda, Achmad Yasir; Rachman, Sabaruddin; Paotonan, Chaerul; -, Hasdinar; MA, Muhammad Zubair; -, Ashury; Husain, Firman
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengoperasian sebuah pelabuhan moda waterway harus memenuhi syarat adanya perangkat keselamatan yang memenuhi standar pelayanan sandar dan tambat secara layak dan aman bagi penumpang dan barang. Sarana pelabuhan dermaga 3 Lakkang yang melayani moda waterway Sungai Tallo dengan rute Kera-kera - Pulau Lakkang yang merupakan kawasan wisata sejarah ini tidak dilengkapi dengan perangkat keselamatan dan kondisi trestle dermaga 3 yang dibangun sejak tahun 2013 ini sudah mulai mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan mutu pelayanan sandar dan tambat kurang aman ditinjau dari aspek keselamatan bongkar muat penumpang dan kendaraan roda dua. Sosialisasi kebutuhan perangkat keselamatan dan pemenuhan sarana pelabuhan yang layak dan aman secara mandiri perlu dilakukan dalam penerapan keselamatan sarana pelabuhan angkutan moda. Transfer pengetahuan melalui sosialisasi ini akan meningkatkan standar mutu layanan sandar dan tambat secara aman dan nyaman bagi penumpang dan barang angkutan moda waterway Sungai Tallo sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015 perubahan atas Peraturan Pemerintah 61 Tahun 2009 tentang kepelabuhanan. Sosialisasi dan perbaikan jembatan penghubung (trestle) dan geladak moda waterway kepada kelompok moda waterway ini dapat menambah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang lokal dan pengunjung wisata Lakkang baik turis domestik maupun mancanegara dalam pelayaran dan proses bongkar dan muat waterway di dermaga 3 Lakkang. Respon positif diberikan oleh penumpang dan pemilik moda waterway. Mereka berharap bahwa kegiatan serupa yang memberi nuansa pengetahuan baru bagi kelompok moda waterway sebagai operator khususnya dan kepada khalayak warga Kelurahan Lakkang umumnya.
Pelatihan Perbaikan Perahu Kecil Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) Untuk Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Mustafa, Wahyuddin; Asri, Syamsul; L., Farianto Fachruddin; Firmansyah, Moh Rizal; Alie, Muh Zubair Muis; Husain, Firman
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penggunaan perahu berbahan FRP (fiberglass reinforced plastic), untuk keperluan budidaya rumput laut dan penangkapan ikan sudah banyak di gunakan oleh pebudidaya rumput laut  dan nelayan di daerah pesisir. Perahu yang telah dioperasikan umumnya akan mengalami penurunan performa atau kegagalan fungsional terutama struktur lambung. Struktur lambung sangat rentan rusak baik saat  pemakaian normal maupun  akibat benturan dengan objek lain atau karena campuran bahan tidak sesuai dengan standar. Seperti halnya kasus yang terjadi pada komunitas nelayan dan pebudidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Bisappu Kabupaten Bantaeng, beberapa perahu mengalami keretakan dan bocor hampir seluruh lambung perahu. Guna menjaga kelancaran produksi budidaya rumput laut tentu ketesediaan perahu harus tinggi salah satu cara menjaga ketersediaan adalah dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan. Teknologi perbaikan perahu FRP sangat sederhana, tempat yang retak atau bocor terlebih dahulu di gerinda dan dibersihkan dan di lapisi ulang dengan bahan resin, mat, roving jika dibutuhkan warna maka ditambahkan bahan pigmen. Apabila memperhatikan standar bahan dan kerja mencakup pembersihan, komposisi campuran, pelapisan dan penyelesain akhir, niscaya hasil maksimal dapat diperoleh.            Pelatihan perbaikan perahu terbagi dalam tiga  tahapan, melibatkan secara aktif anggota pebudidaya rumput laut  yang berjumlah sekitar 12 (dua belas) orang. Tahap pertama dan kedua adalah penyampaian teori dan diskusi mencakup pengenalan bahan, peralatan, tata cara kerja dan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Tahap ketiga adalah pembimbingan praktek perbaikan mencakup pembersihan badan perahu, pencampuran bahan, teknik-teknik laminasi dan penyelesain akhir. Hasil yang diperoleh melalui diskusi dan praktek adalah (1) peserta memahami bahan yang standar digunakan untuk perbaikan FRP, yang sebelumnya banyak menggunakan bahan tambahan yaitu thinner padahal ini membuat bahan menjadi getas, mudah retak dan bocor. (2) peserta mampu mencampur bahan sesuai standar. (3) peserta mampu melaminasi perahu dengan susunan laminasi yang standar dan menerapkan teknik-teknik melapis dengan baik. Simpulan yang dapat diperoleh  setelah kegiatan terlaksana adalah peserta dapat memilih bahan yang tepat untuk perbaikan perahu oleh karena telah mengenali karakteristik bahan FRP secara baik dan dapat mengerjakan sendiri perbaikan perahunya sehingga dapat menghemat biaya produksi budidaya rumput laut serta tetap menjaga ketersediaan perahu sehingga proses produksi tetap lancar.