Hikayati Hikayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL/ KOMPLEMENTER PADA KELUARGA DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Kusumaningrum, Arie; Hikayati, Hikayati; Lengga, Vivop Marti
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM)/Non Communicable Desease (NCDs) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar. Terdapat beberapa kecenderungan dari masyarakat dalam melakukan pengobatan dan perawatan pada pasien NCDS salah satunya adalah melakukan pengobatan tradisional dengan cara herbal dan/atau komplementer. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pengobatan tradisional dan komplementer pada keluarga dengan NCDs di Indonesia menggunakan data RISKESDAS tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi yaitu data RISKESDAS2013. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang beranggotakan pasien NCDS yang ada di Indonesia. Sampel penelitian yaitu rumah tangga yang mempunyai anggota pasien NCDS.. Kriteria inklusi yaitu: Rumah tangga mempunyai 1 atau lebih anggota keluarga penderita NCDS. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan () sebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah responden yang menderita diabetes mellitus sebanyak 12717 (1.8%). Jumlah responden yang menderita hipertensi sebanyak 70359 (9.7%) Jumlah responden yang menderita penyakit jantung sebanyak 4067 (0,6%). Jumlah responden yang menderita stroke sebanyak 5887 (0,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik sosiodemografi (umur
PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGIS TERAPI KOMPLEMENTER SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGATASI DAN MENCEGAH KOMPLIKASI PADA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER DI KELURAHAN INDRALAYA MULYA KABUPATEN OGAN ILIR Hikayati, Hikayati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi disebut “The Silent Killer” karena tidak menampakkan gejala yang khas. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis di Indonesia. Prevalensi penyakit hipertensi di Sumatera Selatan adalah 30,11% per 10.000 jiwa. Di Kabupaten Ogan Ilir, hipertensi menempati 3 besar. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi seperti  gangguan pada otak, sistem kardiovaskuler, ginjal dan mata. Hipertensi dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal jantung dan penyebab utama gagal ginjal kronik. Dari beberapa penelitian ilmiah yang telah dilakukan oleh mahasiswa PSIK FK Unsri tahun 2011 dan 2012, menyatakan bahwa terapi komplementer nonfarmakologis secara statistik bermakna dapat mengontrol dan mempertahankan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pengertian, penyebab, komplikasi penyakit hipertensi dan beberapa teknik terapi komplementer nonfarmakologis. Kegiatan yang telah dilakukan berupa penyuluhan dan simulasi teknik relaksasi massase dan teknik bekam. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah 30 orang penderita hipertensi di Kelurahan Inderalaya Mulya Kabupaten Ogan Ilir. Respon masyarakat sangat antusias dan senang sekali mengikuti kegiatan ini, karena penyuluhan yang disertai simulasi mudah dipahami dan sangat mudah dilakukan sendiri di rumah.
Studi Deskriptif: Perawatan Cuff Endotracheal Tube Pada Pasien Terintubasi di Ruang Rawat Intensif Hikayati, Hikayati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Resiko komplikasi akibat tindakan intubasi ETT pada pasien kritis sebesar 54% dan 28% terjadi di ruang rawat intensif.  Kompetensi perawat di ruang rawat intensif sebagai tenaga kesehatan yang bersentuhan dengan pasien selama 24 jam sangat diperlukan untuk memberikan perawatan secara komprehensif. Intervensi keperawatan pada  pasien yang terintubasi ETT di ruang rawat intensif meliputi humidifikasi, cuff management, suctioning dan komunikasi keperawatan dengan  memperhatikan prinsip  patient safety,  primum non nocere,  first do no harm. Cuff management meliputi teknik pengembangan cuff dan pemantauan tekanan intracuff merupakan komponen kritis pada perawatan pasien yang terintubasi ETT di ruang rawat intensif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perawatan ETT terutama pada pemantauan tekanan intracuff. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif pada 26 pasien terintubasi di ruang ICU Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Hasil: Hasil observasi 4 (empat) jam setelah pengembangan cuff ETT menggunakan spuit didapatkan data bahwa 45,4% mengalami peningkatan tekanan cuff. Rata-rata tekanan cuff 58,6 cmH2O. Sebanyak  54,6% mengalami penurunan tekanan cuff dengan tekanan rata-rata 10 cmH2O. Simpulan: Pengembangan cuff ETT menggunakan spuit akan cenderung mengalami penurunan tekanan intracuff secara persentase. Pemantauan tekanan intracuff sangat diperlukan untuk mencapai tekanan yang optimal agar tidak terjadi komplikasi yang disebabkan oleh underinflation atau overinflation. Kata Kunci: Studi deskriptif, perawatan Cuff ETT,  tekanan intracuff
Pengaruh Teknik Modelling Terhadap Intensitas Merokok Pada Remaja Awal Laki-Laki Perokok di SMP Negeri 02 Indralaya Utara Wulansari, Lindi; Idriansari, Antarini; Hikayati, Hikayati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Merokok adalah perilaku yang mengganggu kesehatan karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dimasa mendatang. Teknik modelling adalah salah satu terapi perilaku yang dapat dilakukan untuk menurunkan intensitas merokok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh teknik modelling terhadap intensitas merokok pada remaja awal laki-laki perokok di SMP Negeri 02 Inderalaya Utara.   Metode: Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan one-group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 20 responden. Pengukuran intensitas merokok dilakukan sebelum dan setelah dilakukan teknik modelling menggunakan kuesioner dari teori Smet (1994).   Hasil: Hasil penelitian dianalisis dengan Marginal Homogeneity diperoleh p value 0,001 (α = 0,05) yang menunjukkan ada pengaruh yang bermakna dari pemberian teknik modelling terhadap intensitas merokok pada remaja awal laki-laki perokok.   Simpulan: Teknik modelling berperan dalam mengubah pemikiran yang irasional menjadi rasional, mengubah tingkah laku maladaptif menjadi adaptif dan menurunkan intensitas merokok pada remaja awal laki-laki perokok. Kata kunci: teknik modelling, intensitas merokok, perokok, modelling
PENGALAMAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN KASUS KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL DI PUSKESMAS INDRALAYA Ekasafitri, Devi; Hikayati, Hikayati; Kusumaningrum, Arie
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi diperlukan suatu sistem rujukan yang efektif terutama pada kasus kegawatdaruratan. Pengalaman dan pemahaman tenaga kesehatan dapat mempengaruhi kualitas pelayanan rujukan, agar pelaksanaan rujukan terlaksana cepat, tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang pengalaman pelaksanaan sistem rujukan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal di Puskesmas Indralaya. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi deskriptif, proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Informan dipilih secara purposive sampling, dengan informan utama bidan yang pernah melaksanakan rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Analisa data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian teridentifikasi lima tema yaitu pengetahuan tentang sistem rujukan, pengalaman bidan dalam pelaksanaan sistem rujukan, berbagai kendala dalam pelaksanaan sistem rujukan, sumber dukungan dalam pelaksanaan sistem rujukan, keinginan untuk meningkatkan semua aspek. Simpulan dari penelitian ini adalah pengalaman bidan dalam melaksanakan rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di Puskesmas Indralaya secara umum sudah berjalan sesuai dengan standar meskipun belum sempurna dilaksanakan dan kendala bidan dalam merujuk pasien bervariasi. Disarankan bagi tenaga kesehatan di tingkat pelayanan kesehatan dasar untuk merujuk ibu yang mengalami komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas lebih awal sebagai upaya pencegahan kejadian kematian ibu dan bayi.Kata Kunci: Pengalaman; sistem rujukan; kegawatdaruratan; maternal; neonatal; bidan; puskesmas
PERBEDAAN SaO2 PADA PENGEMBANGAN CUFF ENDOTRACHEAL TUBEMENGGUNAKAN SPUIT DAN CUFF INFLATOR Hikayati, Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tindakan untuk mempertahankan jalan nafas adalah intubasi menggunakan endotracheal tube (ETT). Pengembangan cuff ETT dapat menyebabkan terjadinya underinflation dan overinflationsehingga akan mempengaruhi SaO2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan sao2 pada pengembangan cuff ETTmenggunakan spuit dan cuff inflator. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan crossover design pada 21 pasien. Pada kelompok kontrol cuff ETT dikembangkan menggunakan spuit dengan menginflasikan 5-10 cc udara ke dalam cuff. Pada kelompok perlakuan pengembangan cuff ETT menggunakan cuff inflator pada tekanan 25 – 30 cmH2O, kemudian dilakukan uji silang. Hasil pengamatan nilai SaO2diambil pada saat perlakuan pertama dan 5 jam setelah tindakan.Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji t-paired test dan uji Wilcoxon.Hasil penelitian didapatkan bahwa secara statistik terdapat perbedan bermakna nilai SaO2 pada pengembangan cuff ETT menggunakan spuit dan cuff inflator (p >0,05). Berdasarkan hasil penelitian, sebaiknya pengembangan cuff ETT menggunakan cuff inflator untuk dapat mengembangkan cuff pada tekanan ideal dan meminimalkan komplikasi akibat underinflation dan overinflationyang dapat berpengaruh pada SaO2.
PROTOTYPE SEDERHANA ALAT MONITORING ALIRAN DARAH NAIK KE SELANG INFUS A SIMPLE PROTOTYPE BLOOD FLOW MONITORING TOOL GOES UP TO THE INFUSION HOSE Ulfa, Hartina; Purwanto, Sigit; Hikayati, Hikayati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Naiknya aliran darah ke selang infus masih menjadi masalah utama dalam pemantauan cairan infus. Darah tersebut akan membentuk bekuan darah (blood clotting) jika terlambat diketahui dan dapat berdampak serius bagi pasien dikemudian hari, sehingga sangat dibutuhkan suatu teknologi alat yang dapat membantu kerja perawat dalam memantau naiknya darah ke selang infus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototype sederhana alat monitoring aliran darah naik ke selang infus. Metode: Penelitian dilakukan dalam dua tahap pelaksanaan, yaitu tahap pembuatan alat dan pengujian alat. Alat ini dilengkapi dengan rangkaian sensor LDR sebagai pendeteksi naiknya darah ke selang infus. Hasil: Hasil baca sensor alat ini berupa tanda peringatan dengan adanya bunyi alarm dan lampu LED merah menyala. Alat ini terbukti efektif dalam membaca kondisi cairan infus dengan rata-rata waktu mendeteksi yaitu 0,77 detik saat darah naik ke selang infus. Kata kunci : Alat monitoring; darah; selang infus
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SYSTEMIC INFLAMMATORY RESPONSE SYNDROME DI RUANG ICU RSUD LAHAT Hedi, Burman; Fitri, Eka Yulia; Hikayati, Hikayati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan: Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) merupakan respon inflamasi sistemik yang diakibatkan adanya insults atau stimulus yang berbahaya bagi tubuh. Deteksi sedini mungkin adanya tanda SIRS merupakan upaya penting yang bertujuan menurunkan tingginya angka mortalitas pasien kritis di ruang ICU. SIRS  yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan  sepsis, sepsis berat, syok septik dan Multiple Organ Dysfuntion Syndrome (MODS),  Multiple Oran Failure (MOF) hingga menyebabkan kematian.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi menggunakan metode observasional dan pendekatan cross sectional  untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian SIRS meliputi usia, jenis kelamin, kasus infeksi, kasus non infeksi serta kasus bedah dan kasus non bedah. Populasi penelitian adalah pasien yang dirawat di ICU, pengambilan sampling menggunakan metode consecutive sampling berjumlah 47 responden. Hasil: Hasil penelitian didapat kejadian SIRS sebanyak 66%, usia dewasa akhir ? 61 tahun sebanyak 57,4%, jenis kelamin laki-laki 63%, kasus infeksi 51,1% dan kasus bedah 61,7%. Hasil anasisis  menggunakan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (p value = 0,05)  menunjukkan adanya hubungan bermakna antara usia dengan kejadian SIRS (p value = 0,009), jenis kelamin dengan kejadian SIRS (p value = 0,007), kasus infeksi dengan kejadian SIRS (p value = 0,010) dan kasus bedah dengan kejadian SIRS (p value = 0,014).Simpulan: Faktor usia, jenis kelamin, kasus infeksi serta kasus bedah perlu dipertimbangkan untuk identifikasi SIRS sebagai deteksi dini sepsis.Kata kunci: Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS), usia, jenis kelamin, kasus infeksi dan non infeksi, kasus bedah dan non bedah
PENGARUH FIVE FINGERS TECHNIQUE TERHADAP KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. MOHAMMAD HOESIN Juniarti, Hesty; Rizona, Firnaliza; Hikayati, Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKemoterapi merupakan pengobatan alternatif untuk mengobati kanker. Pengobatan ini memiliki efeksamping yang membuat pasien diliputi rasa cemas, takut menghadapi kematian, dan rasa sakit saatmenjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh five fingers technique terhadapkecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Jenis penelitian ini adalah quasyeksperimental dengan pendekatan nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 2kelompok yaitu 13 responden kelompok intervensi dan 13 kelompok kontrol yang diambil dengan teknikpurposive sampling. Hasil analisis Uji t berpasangan menunjukkan ada perbedaan kecemasan sebelumdan sesudah dilakukan five fingers technique pada kelompok intervensi dengan p value 0,000 sedangkanpada kelompok kontrol dengan p value 0,004. Hasil Uji t tidak berpasangan didapatkan ada perbedaansignifikan kecemasan antara kelompok intervensi dan kontrol sesudah dilakukan five fingers techniquedengan p value 0,000 (<0,005) artinya five fingers technique dapat menurunkan tingkat kecemasan pasienkanker payudara yang menjalani kemoterapi. Five fingers technique dapat dijadikan sebagaipenatalaksanaan untuk mengatasi kecemasan pasien kanker payudara.Kata Kunci: Five Fingers Technique, Kanker Payudara, Kecemasan, Kemoterapi.AbstractChemotherapy is an alternative treatment for treating cancer. This treatment has sided effects that makepatients overwhelmed with anxiety, fear of facing death, and pain when undergoing chemotherapy.Thisstudy aimed to find out the effect of a five fingers technique on the anxiety of breast cancer patientsundergoing chemotherapy. It was quasy experimental with nonequivalent control group design approach.The research sample consisted of 2 groups, namely 13 respondents in the intervention group and 13control groups taken by using purposive sampling technique. The results of the paired t-test analysisshowed that there were differences in anxiety before and after the five fingers technique treatment in theintervention group with p value 0,000 while in the control group the p value was 0.004. The results of theunpaired t-test showed that there was a significant difference in anxiety between the intervention andcontrol groups after a five fingers technique treatment with a p value of 0,000 (<0,005) to mean that afive fingers technique could reduce the anxiety level of breast cancer patients undergoing chemotherapy.Five fingers technique can be used to treat anxiety for breast cancer patients.Keywords:Five Fingers Technique, Breast Cancer, Anxiety, Chemotherapy.
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI Lestari, Lilia Tiara; Muharyani, Putri Widita; Hikayati, Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakImunisasi sangat penting diberikan pada anak sejak lahir untuk menurunkan angka kematian dankesakitan pada bayi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Namun, angka cakupanpemberian imunisasi dasar pada bayi di Kelurahan 14 Ulu Palembang masih dibawah target UniversalChild Immunzation (UCI) yang hanya sebesar 80,6%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktordeterminan yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi diKelurahan 14 Ulu Palembang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasidengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan besar sampel sebanyak 66 ibu yang memiliki anak usia 12-23 bulan. Data dikumpulkan denganmenggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibumeliputi pendidikan (p = 0,013), pengetahuan(p = 0,017), sikap (p = value 0,007), motivasi (p = 0,038),dan dukungan keluarga (p = 0,000). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan variabel yang palingberpengaruh terhadap kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar adalah dukungan keluarga (ExpB= 21.250). Disarankan perlu adanya pendidikan kesehatan khususnya pada keluarga, karena keluargamemiliki peran utama sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan anggota keluarga, salahsatunya dengan memberikan imunisasi dasar secara lengkap pada anak.Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Pelayanan Kesehatan, Kepatuhan Ibu dalamPemberian Imunisasi DasarAbstractImmunization is very important to be given to infants since they were born to reduce and preventmortality and morbidity due to illness. However, the coverage of basic immunization 14 Ulu villagePalembang is still under the target of Universal Child Immunization (UCI) reaching only 80.6%. Thisstudy was conducted to determine the determinants factors associated with maternal compliance in givingbasic immunization to infants in 14 Ulu village Palembang. The design used in this study is analyticcorrelation with cross sectional approach. The samples, 66 mothers who have children aged 12-23months, were obtained using purposive sampling technique. The data were gathered usingquestionnaires. The results showed that factors related to maternal compliance included education (p -0.013), knowledge (p ? 0.017), attitudes (p value = 0.007), motivation (p = 0.038), and family support (p= 0,000). The result of logistic regression analysis shows that the most influential variable on maternalcompliance in giving basic immunization is family support (EXpB = 21,250). It is suggested to havehealth education especially for families because a family has a major role as a decision maker inmaintaining the health of family members, one of them is giving complete basic immunization to infants.Keywords: Education, Knowledge, Family Support, HealthService, Maternal Compliance in Giving BasicImmunization.