Nurani Nurul Hidayati
Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Articles
2
Documents
KAJIAN DAMPAK KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN JALAN KARTINI SEMARANG

Jurnal Teknik PWK Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 No 3 Tahun 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota besar yang memiliki kebijakan terkait penataan pedagang kaki lima termasuk pada lokasi yang cukup potensial seperti kawasan Jalan Kartini yang terkenal sebagai “pasar burung”. Permasalahan yang berinti pada dampak dari suatu kebijakan yang ada terhadap PKL maupun pemerintah di kawasan Jalan Kartini Kota Semarang tersebut dapat dikerucutkan menjadi pertanyaan penelitian yakni bagaimana dampak kebijakan penataan PKL di kawasan Jalan Kartini Semarang. Berdasar pada pertanyaan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan yang dilakukan menurut persepsi pemerintah dan PKL dengan menggunakan kriteria efektivitas, efisiensi, kesamarataan, kecukupan, responsivitas dan ketepatan. Pendekatan penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling untuk penentuan narasumber. Terdapat perbedaan hasil menurut pemerintah dan PKL yakni kriteria efisiensi yang menurut PKL telah sesuai sedangkan menurut pemerintah tidak sesuai, kriteria kecukupan yang telah sesuai menurut PKL sedangkan menurut pemerintah tidak sesuai dan kriteria responsivitas yang sesuai menurut pemerintah dan tidak sesuai menurut PKL. Untuk kriteria efektivitas dan ketepatan, keduanya tidak sesuai menurut pemerintah ataupun PKL. Berbeda dengan sebelumnya, kriteria ekuitas telah sesuai baik menurut pemerintah maupun PKL. Berdasar pada seluruh kriteria di atas maka dampak kebijakan penataan PKL yang ada masih memberikan dampak negatif menurut pemerintah maupun PKL karena belum memenuhi seluruh kriteria yang ada. Diperlukan perubahan kebijakan bagi kriteria yang belum terpenuhi menurut pemerintah maupun PKL dengan jangka waktu yang jelas serta melibatkan peran PKL agar kebijakan tersebut dapat mewujudkan kepentingan umum sehingga tujuan kebijakan dapat tercapai.

Kajian Formalisasi PKL di Kawasan Pasar Waru Semarang

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 10, No 4 (2014): : JPWK Volume 10 Number 4 Year 2014
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1991.351 KB)

Abstract

Waru di Jalan Kaligawe untuk menampung aktivitasnya. Pada tahun 2007, Pasar Waru dipersiapkanuntuk menampung pindahan pedagang dari Jalan Kartini, Progo dan Citarum dengan spesialisasiklithikan, makanan burung dan hewan. Namun, hingga saat ini kondisi Pasar Waru belum berkembangkarena berbagai kendala termasuk aksesibilitas dan banjir. Pertanyaan penelitian dari permasalahanyang ada yakni sejauh mana keberhasilan peranan formalisasi PKL di Kawasan Pasar Waru Semarang.Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode purposive sampling untukpenentuan narasumber. Hasil dari penelitian ini yakni lokasi formalisasi PKL di Kawasan Pasar Warukurang sesuai untuk mendukung aktivitas yang ada. Terjadi ketidakseimbangan supply - demandkarena skala pelayanan Pasar Waru yang masih bertaraf lingkungan, tidak sebanding dengan demandyang ditimbulkan. Di sisi lain, sebagian pedagang memilih untuk tetap berjualan dengan alasan izinusaha dari pemerintah sehingga memberikan manfaat formalisasi berupa terciptanya keamanan dankenyamanan pedagang. Jenis barang dan modal usaha akan mempengaruhi keberlangsungan aktivitaspedagang, sehingga pedagang jenis klithikan lebih mampu bertahan di Kawasan Pasar Waru ini.Diperlukan upaya pemerintah seperti pengkondisian ruang PKL sesuai karakteristik barang dagangandan penyediaan aksesibilitas dengan kemitraan sehingga mampu menunjang aktivitas pedagang.Kata kunci: formalisasi, PKL, aktivitas