Eni Hidayati
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP KEMAMPUAN MENGATASI PERILAKU KEKERASAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. AMINO GONDOHUTOMO KOTA SEMARANG Hidayati, Eni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kelompok suportif terhadap kemampuanmengatasi perilaku kekerasan pada klien skizoprenia. Desain penelitian quasi exsperimental,pre-post test without control group. Sampel penelitian adalah 42 klien perilaku kekerasanyang sesuai dengan criteria inklusi, klien yang mengalami tingkat kemarahan sedangberdasarkan hasil screening emosi marah dank lien yang sudah mendapatkan TAK stimulasipersepsi perilaku kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikankemampuan klien mengatasi perilaku kekerasan sebelum dan sesudah diberikan terapikelompok suportif. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya dilakukan terapi kelompoksuportif yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dengan spesialis keperawatan jiwa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN PSIKOMOTOR ANAK USIA 3.5 TAHUN DI DESA SARIREJO KEC. GUNTUR KAB. DEMAK Hidayati, Eni
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah individu yang unik dan bukanlah miniature orang dewasa, anak memerlukan perhatian khusus untuk optimalisasi tumbuh kembang. Salah satu tahap tumbuh kembang adatah usia prasekolah yang mempunyai karakteristik sendiri sebagai masa persiapan menuju periode sekolah. Peran seorang ibu penting dalam menentukan perkembangan anak, sehingga ibu harus memiliki pengetahuan tentang perkembangan anak. Penelitian untuk mengetahu hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan psikomotoranak usia 3-S tahun. Subjek penetitian ini adalah pasangan ibu dan anak usia 3-5 tahun, sebayak 37 responden.Rancangan penelitian ini adalah dengan menggunakan potong lintang (cross sektional). Cara pengumpulan data dengan mengisi kuesioner dan melakukan observasi tas skrining perkembangan Denver II. Kedua variable di hubungkan dengan menggunakan uji Chi-Sguare, Pengolahan data dilakukan dengan progam SPSS 11,00.Dari uji sosialisasi antar pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan psikomotor anak usia 3-5 tahun didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistic dengan a = 0,0 5.Disarankan ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun lebih meningkatkan pengetahuan. Bagi petugas kesehatan perlu memberikan pedidikan kesehatan pada keluarga tentang hal-hal yang meipengaruhi perkembangan anak, misalnya: ststus gizi, serta mengaiarkan cara stimulasi perkembangan anak. Bagi peneliti setanjutnya diharapkan meneliti factor lain yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.Kata kunci : pengetahuan tentang perkembangan anak, perkembangan psikomotor anak
PERBEDAAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG CARA MERAWAT PASIEN SEBELUM DAN SESUDAH KEGIATAN FAMILY GATHERING PADA HALUSINASI DENGAN KLIEN SKIZOFRENIA DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Lukitasari, Puri; Hidayati, Eni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu sindrom dengan variasi penyebab (banyak yang belum diketahui), dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya, sedangkan angka kekambuhan pada klien tanpa terapi keluarga sebesar 25 – 50% sedangkan angka kekambuhan pada klien yang diberikan terapi keluarga 5-10%. Keluarga sebagai ”perawat utama” dari klien memerlukan treatment untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam merawat klien, sehingga diperlukannya kegiatan Family Gathering. Tujuan penelitian perbedaan pengetahuan tentang cara merawat penderita sebelum dan sesudah kegiatan Family Gathering halusinasi pada klien skizofrenia. Jenis Penelitian Quasi eksprimental dengan rancangan randomized controlled groups pretest-posttestdesign denganintervensi Family Gathering. Variabel bebas adalah Family Gathering dan variabel terikat Pengetahuan tentang cara merawat halusinasi dengan klien skizofrenia. Populasi adalah seluruh keluarga klien halusinasi padaskizofrenia di Unit Rawat Inap. Jumlah sampel 42 (21 responden kelompok perlakuan dan 21 responden kelompok kontrol ) dengan metode purposive sampling dan uji yang digunakan pada penelitian ini ujiindependent t test dan uji paired t Test . Hasil uji dengan independent t test menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sesudah kegiatan Family Gathering ada perbedaan yang bermakna dengan nilai signifikasi 0,000 yang lebih kecil dari α (5%) dan uji paired t Test menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan Family Gathering dapat diketahui nilai p = 0,022 <0,05. Diharapkan perlu diadakan kegiatan Family Gathering secara rutin dan terprogram di Rumah Sakit Jiwa Dr. Amino Gondohutomo Semarang.Kata Kunci : Pengetahuan, Halusinasi , Skizofrenia, Family Gathering
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCENGAHAN PENULARAN TBC TERHADAP STIGMA MASYARAKAT PADA KLIEN TBC DI WILAYAH KOTA SEMARANG Hidayati, Eni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 2, No 1 (2014): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) Paru merupakan salah satu jenis penyakit generatif yang telah berjangkit dalam periode waktu lama di tengah-tengah masyarakat Indonesia, yang menyerang kelompok usia produktif maupun anak-anak dan merupakan penyakit menular pembunuh nomor satu. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat penderita Tuberkulosis paru yang sangat tinggi yang menempati urutan ketiga setelah negara Cina dan India. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang penularan TBC terhadap stigma masyarakat pada klien TBC. Jenis penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pre dan post design, menggunakan pendekatan pre experimental desaign.Metode penelitian adalah purposive sampling dengan jumlah sample 30 orang. Hasil penelitian menunjukan 81,25 % responden memiliki stigma rendah. Maka dapat disimpulkan bahwa stigma masyarakat di terhadap tuberkulosis di wilayah Kota Semarang adalah rendah. Domain kekhawatiran merupakan domain yang paling tinggi dan bisa memberikan andil terhadap munculnya stigma. Oleh karena itu, diperlukan dukungan instansi kesehatan, institusi pendidikan, dan petugas kesehatan untuk upaya pereduksian stigma dengan memberikan dukungan bagi pasienpenderita tuberkulosis.
EFEKTIFITAS PSIKOEDUKASI TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA PENDERITA HIV-AIDS DI WILAYAH KOTA SEMARANG -, Riwayati; Hidayati, Eni
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV / AIDS in developing countries, including in Indonesia is very difficult to control. HIV(Human Immunodeficiency Virus) causes AIDS by infecting and damaging part of thebodys defense (lymphocytes) which are a type of white blood cell in the immune systemworks to fight off infections. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a set ofsymptoms as a result of exposure to the body is difficult to fight any germs. HIV / AIDS canbe transmitted through direct contact with blood or body fluids of virus-infected person.Scientists generally believe that HIV-AIDS come from Sub-Saharan Africa. Now AIDS hasbecome a disease outbreak. HIV-AIDS estimated 38.6 million people around the world. InJanuary 2006, UNAIDS in collaboration with the WHO estimates that HIV-AIDS has killedmore than 25 million people since it was first recognized on June 5, 1981. Provision ofantiretroviral actually can reduce the mortality and severity of infection with HIV-AIDS,access to treatment is not available in all countries. Social punishment for people living withHIV / AIDS, are generally more severe when compared with patients with other deadlydiseases. Sometimes the social penalties were also imposed on health workers or volunteers,who are involved in caring for people living with HIV / AIDS (PLWHA). The purpose ofthis study was to determine the effect on the ability of family psychoeducation therapy carefor family members with HIV-AIDS in the city of Semarang. Quasi-experimental researchdesign, with pre-post test approach without control group. The study was conducted in MayJuly2014intheregionof Semarang and centralized in the Public Health Polyclinics, usingrandom sampling as many as 30 families with HIV-AIDS sufferers. Family psychoeducationis a method of family therapy developed by NAMI (National Alliance for the Mentally III) toprovide support to the family. Family psychoeducation is done is done through 5 stages ofthe session. Statistical test results dependent t-test showed a significant increase in the abilityof the family after a family psychoeducation intervention (p-value 0,00 ; ά=0,05). It isexpected that the implementation of family psychoeducation to families with HIV and AIDS can be performed in any health care which in turn can be achieved free of HIV-AIDSIndonesia.Keywords: HIV-AIDS, Ability Family, Family psychoeducation.
TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PENDERITAN HIV-AIDS TERHADAP PENULARAN PENYAKIT HIV-AIDS DI WILAYAH KOTA SEMARANG Hidayati, Eni; -, Riwayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV yang merupakan singkatan dari   Human Immunodefiency Virus adalah Virus PenyebabAIDS. Virus ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisabertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Kesehatan keluarga adalahtingkat keperawatan kesehatan masyarakat yang di pusatkan pada keluarga sebagai unit satukesatuan yang di rawat dengan sehat sebagai tujuan pelayanan dan perawatan. Keluarga adalahsekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untukmenciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental,emosional, serta social dari anggota keluarga. Keluarga adalah unit pelayanan kesehatan danmerupakan kumpulan dua orang atau lebih yang ada dan tidak ada hubungan darah atauhubungan secara hukum akan tetapi berperan sebagai keluarga atau siapapun yang di katakanklien sebagai keluarganya (Friedman, 1998). Tujuan penelitian ini untuk mengetahuipengetahuan keluarga penderitan HIV-AIDS terhadap penularan penyakit  HIV-AIDS diwilayah Kota Semarang. Desain penelitian Penelit ian ini dilakukan untuk menilai tingkatpengetahuan,  keluarga  penderita  HIV/AIDS  terhadap  penderita HIV-AIDS di wilayah KotaSemarang. Jenis penelitian ini adalah penelit ian deskriptif yang menggunakan desain crosssectionalstudy dimana dilakukan pengumpulan data berdasarkan kuesioner dan pengambilansampel secara Total Sampling. Kuesioner dibagikan ke responden. Sampel yang diambiladalah sebanyak 30 orang yang terdiri dari keluarga, family dan teman akrab yang mewakilisatu penderita HIV/AIDS di wilayah Kota Semarang. Hasil uji statistic dapat  dilihat  pada bagian tingkat  pengetahuan, sebagian besar dari responden yang menjawab kuesionermempunyai t ingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 20 orang (66.67%), pengetahuanyang sedang sebanyak 7 orang (23.33%) dan tingkat pengetahuan yang rendah sebanyak 3orang (10%).  Diharapkan  pengetahuan keluarga dapat diberikan pada keluarga penderita HIVAIDSdapat dilakukan di pelayanan kesehatan manapun sehingga pada akhirnya dapat tercapaiIndonesia bebas HIV-AIDS.  Kata Kunci : HIV-AIDS, Pengetahuan, Keluarga
EFEKTIFITAS TERAPI THOUGHT STOPPING TERHADAP ANSIETAS KLIEN DENGAN HIV / AIDS DI WILAYAH KOTA SEMARANG Hidayati, Eni; -, Riwayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As we realize that the HIV and AIDS epidemic threatens the welfare and peace of the world community, because until now has not found a cure so that vaccine development has always been a problem of health is very serious for the whole nation including Indonesia. Aware of the modes of transmission of HIV disease and AIDS are more stems from behavioral factors, particularly sexual behavior that are not reasonable or through a vehicle syringe, the prevention and control becomes very complicated social problems as well as complex, including identification of infected efforts are likely to show the phenomenon of mountain ice. Always needs to come together and comprehensive kesinergian in prevention and mitigation, because HIV and AIDS is a major threat to national development, for the business world, gender equality and a threat to the increase in the workforce. This epidemic can result in enormous negative impact on the economic growth of the labor force, businesses, and workers and their families. The nurse as a component of most of the health care team is an important helper clients to reduce anxiety. As a professional nursing interventions in reducing anxiety is individual therapy, family therapy, group therapy and therapy psikofarmaka. Thought stopping (cessation of mind) is one example of cognitive behavioral psychotherapy techniques that can be used to help the client to change thought processes (Tang & DeRubeis, 1999). In practice, this therapy uses various variations in helping someone who is trying and stop the unpleasant thought with full consideration. Thought Stopping therapy performed by deciding thoughts or obsessions that threaten. Clients are instructed to say "stop" when thoughts and feelings are "threatened" appeared and motioned to the client to replace the mind by choosing alternative positive thoughts. This mind discontinuation of therapy can be done when the mind is threatening or maladaptive.Keywords : Anxiety , HIV / AIDS , Therapy Thought Stopping
PELATIHAN SIAGA SEHAT JIWA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DI RW 06 DAN RW 07 DESA ROWOSARI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Hidayati, Eni; -, Khoiriyah; Mubin, Muhammad Fatkul
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health programs in the area of Semarang is still less than optimal health centers in empowerment, mental health problems have the iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Mental health problems have iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Development of mental health in the Village District Tembalang Rowosari Semarang City has not run optimally. Health cadres in RW 06 and RW 07, said that only limited Posyandu activities posyandu in infants. This causes no detection of mental health in terms of mental disorders, psychosocial and mental health risks, the main objective the establishment of mental health cadres is to improve the quality of life of every citizen to a healthy soul in RW 06 and RW 07 Rowosari Village District Tembalang Semarang. Plan includes training activities carried prongram standby RW healthy soul, detection training healthy family life, families with mental disorders, families with psychosocial risk, families with mental health, mental health counseling, therapeutic group activities, home visit. The approach taken is with intensive discussions, simulation / demonstration skills, role play and visit the house. Evaluation is done by comparing the pre and post test results on any ongoing training. Knowledge and skills of cadres increased in eight training organized team.Keywords : Cadre , RW , alert mental health
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN PSIKOMOTOR ANAK USIA 3.5 TAHUN DI DESA SARIREJO KEC. GUNTUR KAB. DEMAK Hidayati, Eni
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah individu yang unik dan bukanlah miniature orang dewasa, anak memerlukan perhatian khusus untuk optimalisasi tumbuh kembang. Salah satu tahap tumbuh kembang adatah usia prasekolah yang mempunyai karakteristik sendiri sebagai masa persiapan menuju periode sekolah. Peran seorang ibu penting dalam menentukan perkembangan anak, sehingga ibu harus memiliki pengetahuan tentang perkembangan anak. Penelitian untuk mengetahu hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan psikomotoranak usia 3-S tahun. Subjek penetitian ini adalah pasangan ibu dan anak usia 3-5 tahun, sebayak 37 responden.Rancangan penelitian ini adalah dengan menggunakan potong lintang (cross sektional). Cara pengumpulan data dengan mengisi kuesioner dan melakukan observasi tas skrining perkembangan Denver II. Kedua variable di hubungkan dengan menggunakan uji Chi-Sguare, Pengolahan data dilakukan dengan progam SPSS 11,00.Dari uji sosialisasi antar pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan psikomotor anak usia 3-5 tahun didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistic dengan a = 0,0 5.Disarankan ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun lebih meningkatkan pengetahuan. Bagi petugas kesehatan perlu memberikan pedidikan kesehatan pada keluarga tentang hal-hal yang meipengaruhi perkembangan anak, misalnya: ststus gizi, serta mengaiarkan cara stimulasi perkembangan anak. Bagi peneliti setanjutnya diharapkan meneliti factor lain yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.Kata kunci : pengetahuan tentang perkembangan anak, perkembangan psikomotor anak
Pelatihan Siaga Sehat Jiwa Terhadap Pengetahuan Kader di Rw 06 Dan Rw 07 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang Hidayati, Eni; Khoiriyah, Khoiriyah; Mubin, Muhammad Fatkul
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health programs in the area of Semarang is still less than optimal health centers in empowerment, mental health problems have the iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Mental health problems have iceberg. Seeing the development of the current era, it is possible the number of people with mental disorders will increase and more diverse kind. Development of mental health in the Village District Tembalang Rowosari Semarang City has not run optimally. Health cadres in RW 06 and RW 07, said that only limited Posyandu activities posyandu in infants. This causes no detection of mental health in terms of mental disorders, psychosocial and mental health risks, the main objective the establishment of mental health cadres is to improve the quality of life of every citizen to a healthy soul in RW 06 and RW 07 Rowosari Village District Tembalang Semarang. Plan includes training activities carried prongram standby RW healthy soul, detection training healthy family life, families with mental disorders, families with psychosocial risk, families with mental health, mental health counseling, therapeutic group activities, home visit. The approach taken is with intensive discussions, simulation / demonstration skills, role play and visit the house. Evaluation is done by comparing the pre and post test results on any ongoing training. Knowledge and skills of cadres increased in eight training organized team.