Topik Hidayat
Jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

Single Strand Conformation Polymorphism Method for Initial Detection DNA Sequences Homogeneity Hidayat, Topik; Pancoro, Adi
HAYATI Journal of Biosciences Vol 17, No 1 (2010): March 2010
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.17.1.50

Abstract

In molecular phylogenetic study, homogeneity of DNA sequences is a prerequisite before putting it into practice. Internal transcribed spacer (ITS) region of nuclear ribosomal DNA (nrDNA) has been common in phylogenetic study, but a homogenous sequence is often difficult to obtain. Here we use single-stranded conformation polymorphism (SSCP) method to detect homogeneity for nine pooled amplified products of ITS region. Our results suggested that SSCP method has been applicable in detection homogeneity of ITS region prior to using it in sequencing processes.
Penerapan analogi pada perkuliahan genetika untuk menumbuhkan keterampilan penalaran ilmiah (scientific reasoning) Maryuningsih, Yuyun; Hidayat, Topik; Riandi, Riandi; Rustaman, Nuryani Y
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.437 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.9429

Abstract

Keterampilan penalaran ilmiah yang merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dilatihkan pada mahasiswa calon guru untuk materi-materi genetika yang bersifat abstrak seperti topik materi genetik dan pindah silang. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan dalam perancangan program perkuliahan genetika, untuk mengetahui penggunaan strategi dan metode yang tepat dalam beberapa materi genetika. Implementasi pembelajaran genetika dengan analogi diujikan secara terbatas pada tiga puluh tujuh mahasiswa Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah genetika. Analogi dilakukan pada topik materi genetik dan pindah silang. Penerapan analogi pada model DNA dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan model DNA dan analogi pada pindah silang dengan menggunakan lilin malam/plasticine. Profil keterampilan penalaran ilmiah siswa diukur secara skoring pada model DNA untuk topik materi genetik dan pindah silang. Data dianalisis secara kualitatif untuk melihat profil siswa dalam penalaran ilmiah. Hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan analogi dalam pembelajaran genetika dapat diterapkan pada topik materi genetik dan pindah silang. Analogies application of genetic course to arise scientific reasoning skills. Scientific reasoning skills were high-level thinking skills that need to be trained in prospective teacher students for abstract genetic material such as the topic of genetic material and crossovers. This research was a preliminary study in the design of the genetic lecture program, to find out the use of appropriate strategies and methods in some genetic material. The implementation of genetic learning by analogy was limitedly tested on thirty-seven Biology Education students who took genetics courses. The analogy was done on the topic of genetic material and crossovers. The application of analogies to DNA models using materials that can be used in making DNA models and analogies to crossovers using night candles/plasticine. Profiles of students' scientific reasoning skills are measured scoring on DNA models for the topic of genetic material and crossovers. Data were analyzed qualitatively to see students' profiles in scientific reasoning. The results of this study that the use of analogies in genetic learning could be applied to the topic of genetic material and crossovers.
Molecular Diversification and Phylogeny of Mangifera (Anacardiaceae) in Indonesia and Thailand Hidayat, Topik; Pancoro, Adi; Kusumawaty, Diah; Eiadthong, Wichan
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://insightsociety.org/ojaseit/index.php/ijaseit/article/view/21

Abstract

Phylogenetic relationships among 19  Mangifera L. species of Indonesia and Thailand were analyzed by comparing sequences of maturase-K gene of chloroplast genome. Phylogenetic analysis using parsimony method revealed that the gene could clasify Mangifera into three major groups. Although this classification system is different with the previous system, it can provide a new information about Mangifera taxonomy. Results further exhibited that DNA sequences of the matK of two Mangifera species (M. laurina dan M. macrocarpa) are different between Indonesia and Thailand specimens.
Hubungan Kekerabatan Kultivar Talas (Colocasia esculenta) Berdasarkan Karakter Morfologi Organ Vegetatif (The Phenetic Relationship among Taro Cultivar (Colocasia esculenta) Based on Vegetative Morphological Characters) Hafsah, Hafsah; Hidayat, Topik; Kusdianti, Kusdianti
JURNAL BIOS LOGOS Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.4.1.2014.4838

Abstract

Abstrak   Telah dilakukan penelitian mengenai hubungan kekerabatan pada delapan kultivar talas (Colocasia esculenta) berdasarkan karakter morfologi organ vegetatif. Kultivar-kultivar tersebut yakni talas kaliurang, burkok, bentul, bogor, sutra, kudo, lampung dan semir. Total karakter yang diamati berjumlah 35 karakter. Karakter-karakter tersebut kemudian dibuat skoring. Hasil skoring dianalisis dengan metode UPGMA (Unwight Pair Group Method with Arithmetic Average) menggunakan program komputer PAUP versi 4.0b10 sehingga terbentuk fenogram. Hasil penelitian menunjukkan variasi morfologi organ vegetatif yang cukup tinggi. Dari seluruh karakter, hanya lima karakter yang tidak menunjukkan adanya perbedaan. Karakter tersebut yaitu bentuk daun dan ujung daun, rasio panjang terhadap lebar daun, pola tepi pelepah dan posisi dominan bentuk helai daun tua. Dari fenogram diketahui bahwa seluruh kultivar yang diamati membentuk dua kelompok utama. Kelompok pertama terdiri dari kaliurang, burkok, bentul, bogor, lampung dan sutra, yang membentuk tiga subkelompok. Kelompok kedua terdiri dari kudo dan semir. Hasil analisis fenetik menunjukkan kultivar bogor dan lampung merupakan dua kultivar yang sangat dekat hubungan kekerabatannya dengan nilai kesamaan sebesar 80%. Kata kunci : Colocasia esculenta, fenetik, kultivar, organ vegetatif Abstract This research was conducted to find out relationship on eight cultivars of taro (Colocasia esculanta) based on vegetative morphological characters. They were kaliurang, burkok, bentul, bogor, sutra, kudo, lampung and semir. Total characters observed were 35 characters and the scoring  was also performed. In order to form a phenogram, the scoring then were analyzed using computer software PAUP version 4.0b10, the UPGMA method (Unwight Pair Group Method with Arithmetic Average). Results showed that morphological variation of vegetative characters are quite high. Of all the characters, only five characters that indicated any significant differences. These characters were leaves shape, leaves tip shape, length-width leaves ratio, midrib leaves, and dominant position of the old leaves. From the phenogram, it was known that all cultivars observed were form into two main groups. The first group consists of kaliurang, burkok, bentul, bogor, lampung and sutra, which formed three subgroups. The second group consists of kudo and semir. The results of the phenetic analysis showed the cultivar bogor and lampung are two cultivars that are very close relationship ties with the similarity value of 80%. Keywords : Colocasia esculenta , phenetic, cultivars, vegetative
IDENTIFIKASI DAN FILOGENETIKA BAKTERI Aeromonas spp. ISOLAT AIR KOLAM BEBERAPA KOTA BERDASARKAN PADA SIKUEN GEN 16S rRNA Manik, Visi Tinta; Hidayat, Topik; Kusumawaty, Diah
Formica Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Online
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air dapat menjadi perantara bagi bakteri patogen untuk menginfeksi penyakit, salah satunya adalah bakteri Aeromonas. Bakteri ini merupakan patogen baik pada manusia atau hewan khususnya ikan. Hubungan kekerabatan antara bakteri Aeromonas perlu diketahui untuk mengetahui keanekaragaman dan penyebaran strain di perairan, sehingga dapat digunakan untuk uji kualitas air secara tepat dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, dan hubungan filogenetika dari bakteri Aeromonas spp. Dari 44 isolat yang diperoleh dilakukan uji morfologi (pewarnaan Gram), uji biokimia yang meliputi uji RS+Novobiocin, motilitas, oksidasi, OF, indol, VP, sitrat, fermentasi laktosa, deteksi hemolisis, dan deteksi gen lipase. Kemudian 8 isolat terpilih dan dua isolat kontrol disikuensing berdasarkan pada gen 16S rRNA. Pohon filogenetika didapatkan dengan menggunakan Clustal X dan MEGA 5. Hasil yang diperoleh dari pohon filogenetika, bakteri Aeromonas spp. dapat digolongkan menjadi 3 grup yaitu grup pertama terdiri dari lima isolat yang berkelompok sendiri, grup kedua terdiri dari dua isolat yang berdekatan dengan Aeromonas veronii dan kelompok terakhir terdiri dari satu isolat serta dua isolat kontrol berdekatan dengan grup Aeromonas hydrophila. Dari delapan isolat yang ditemukan, Aeromonas spp. merupakan bakteri Gram negative berbentuk basil pendek, bersifat motil, positif uji oksidase, dan OF. Kata kunci : Aeromonas spp., filogenetika, gen 16S rRNA
KERAGAMAN BAKTERI ENDOFIT PADA KULTIVAR NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) SIMADU DAN BIASA DI KABUPATEN SUBANG Rachmitasuci, Indri; Hidayat, Topik; Purwianingsih, Widi
Formica Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Online
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pematangan pada buah ditandai dengan adanya perubahan karakteristik buah meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa. Perubahan karakteristik buah tersebut salah satunya dipengaruhi oleh bakteri endofit yang dapat hidup berasosiasi dalam jaringan tanaman yang mampu menghasilkan enzim dan hormon tertentu sehingga dapat mengubah sifat kimia yang akan mempengaruhi sifat fisik suatu  buah. Penelitian mengenai bakteri endofit pada buah telah banyak dilakukan, namun bakteri endofit pada buah nanas belum diidentifikasi. Buah nanas kultivar Simadu dan Biasa merupakan buah nanas yang banyak dikonsumsi masyarakat dan diolah sebagai bahan baku industri makanan yang berasal dari Kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis bakteri endofit pada kultivar nanas Simadu dan Biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dan Identifikasi bakteri dengan menggunakan karakterisasi morfologi, pewarnaan Gram dan uji biokimiawi. Isolasi bakteri dari kedua kultivar dilakukan dengan teknik pengenceran, yaitu pada seri pengenceran ke- 10-2, 10-3, dan 10-4. Bakteri-bakteri yang ditemukan pada kultivar Simadu diduga mempunyai kemiripan dengan jenis Bacillus sp, Pseudomonas sp, Enterobacter sp, Pediococcus sp, Acinetobacter sp, Lactobacillus sp, Gluconobacter sp dan Acetobacter sp. Sedangkan pada kultivar Biasa ditemukan bakteri yang diduga mempunyai kemiripan dengan jenis Bacillus sp, Pseudomonas sp, Enterobacter sp, Pediococcus sp, Acetobacter sp dan Micrococcus sp. Perbedaan keragaman bakteri pada kedua kultivar tersebut diikuti dengan perbedaan hasil uji organoleptik bahwa warna, rasa, aroma dan tekstur pada nanas Simadu lebih baik dibandingkan dengan nanas Biasa. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbedaan bakteri endofit yang terdapat pada setiap kultivar diduga mempengaruhi karakteristik buah nanas (warna, rasa, aroma dan tekstur). Kata kunci : Nanas, Bakteri Endofit, Karakteristik buah
EKSTRAKSI DNA BAKTERI ENDOFIT SECARA LANGSUNG DARI AKAR Vetiveria zizanioides L. Anugrah, Fauzi Akbar; Fitriani, Any; Hidayat, Topik
Formica Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Online
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi potensi dari mikroorganisme endofit dapat dilakukan dengan analisa genetik dan analisis keragaman gen. Tingkat kemurnian yang baik dari isolasi DNA secara langsung diperlukan untuk mempelajari mikroorganisme dari sampel alam. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan isolasi DNA bakteri endofit pada akar tanaman Vetiveria zizanioides, L. tanpa tahap pengkulturan. Dalam isolasi DNA secara langsung dilakukan beberapa tahapan diantaranya sterilisasi permukaan, ekstraksi dan pengukuran kualitas dan kuantitas hasil isolasi DNA. Ekstraksi DNA secara langsung pada bakteri endofit dari akar Vetiveria zizaniodes, L.telah berhasil dilakukan dengan tingkat kemurnian mencapai 1,798 dengan konsentrasi hingga 780 µg / ml. Kata Kunci :Ekstraksi DNA, Endofit, Vetiveria zizanioides
TREE THINKING ABILITY AND PRE SERVICE BIOLOGY TEACHERS ACCEPTANCE OF EVOLUTION Mahbubah, Hana Gardena; Hidayat, Topik; Supriatno, Bambang
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Pengajaran MIPA - Oktober 2017
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v22i2.9148

Abstract

Tree thinking is a platform of thinking for interpreting phylogenetic tree. This study analyzed correlation between pre-service biology teachers’ tree thinking ability and their acceptance of evolution. Subjects were 41 pre-service biology teachers from two universities in West Java. Research instruments were TTCI (Tree Thinking Concept Inventory) and MATE (Measure of Acceptance of the Theory Evolution). Data was analyzed statistically. Result indicated that pre-service biology teachers’ tree thinking ability and their acceptance of evolution were categorized as moderate. Difference between gender as well as correlation between tree thinking ability and acceptance of evolution are discussed.
PROFIL KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA SMA MENGGUNAKAN METODE FENETIK DALAM PEMBELAJARAN KLASIFIKASI ARTHROPODA Oktaviani, Feni; Hidayat, Topik
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i1.288

Abstract

We conducted a research about communication skill of secondary biology student in Arthropode classification using phenetic method. Data were obtained from written report and oral presentation. There were five indicators used to analyze communication skill in oral presentation, which included their ability to express opinion themselves and hearing the opinion from other, their ability to master the concept to be presented, their ability to communicate of results systematically and clearly, their ability to question, and their ability to answer. Five indicators used in written report were their ability to choose informative character to build fenogram, their ability to undergo step by step, resulted phenogram, their ability to interpret the results, and their ability to make a report. Results showed that communication skill in oral were good enough (63.75%), but low (56.25%) in written. Based on interview, however, students felt comfortable when teacher used the phenetic method to understand classification of Arthropode. This method has markedly stimulated the students to study actively in the classroom.Keywords: arthropode, communication skill, classification, phenetic method,
PENGARUH PENUGASAN FENETIK TERHADAP PENGUASAAN KONSEP KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BIJI Hidayat, Topik; Sutarno, Nono; Awaliyah, Rini Nuroni
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep siswa MA kelas X setelah digunakannya penugasan fenetik melalui lembar kerja siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah weak experiment dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Data peningkatan penguasaan konsep siswa diperoleh melalui selisih atau gain skor posstest dan pretest, yang kemudian dihitung gain ternormalisasinya. Respon siswa dan guru tentang penggunaan penugasan fenetik melalui LKS dijaring melalui angket siswa dan wawancara guru. Sampel penelitian adalah kelas X-A di Madrasah Aliyah Darul Arqam Garut tahun pelajaran 2009/2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penugasan fenetik melalui LKS terhadap penguasaan konsep pada keanekaragaman hayati yang diketahui dengan adanya peningkatan penguasaan konsep dengan nilai gain ternormalisasi 0,306 yang berkategori sedang.Kata kunci: metode penugasan, fenetik, lembar kerja siswa, penguasaan konsep, tumbuhan biji