Articles

PENGARUH EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP AORTA TERPISAH MARMUT (Cavia porcellus) TANPA ENDOTEL Hidayat, Taufiq; Wahyuni, Endang Sri; Karyono, Setyawati S
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 3 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah mengkudu sering digunakan masyarakat sebagai obat antihipertensi, namun belum diketahui dimana tempat kerjanya. Penelitian ini bertujuan membuktikan efek buah mengkudu terhadap otot polos pembuluh darah. Digunakanmodel percobaan aorta terpisah marmut yang endotelnya telah dihilangkan.  Variabel yang diukur adalah besar perubahan kontraksi otot polos aorta tanpa endotel yang distimulasi fenilefrin [10-5M] terlebih dulu kemudian ditambahkan ekstrak buahmengkudu dosis 0,2%, 0,6%, dan 1,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mengkudu dosis 0,2% menyebabkan peningkatan kontraksi,sedangkan dosis 0,6% dan 1,0% menyebabkan relaksasi. Efek relaksasiini terbukti bermakna (p < 0,05) dan terdapat hubungan yang kuat dan bermakana antara dosis dan efek relaksasi (R = 0,894; p < 0,05). Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah mengkudu dapat menyebabkan relaksasi otot polos aorta terpisah marmut tanpa endotel pada dosis > 0,2%,sedang pada dosis 0,2% terjadi peningkatan kontraksi. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dosis efektif mengkudu sebagai terapi antihipertensi. Kata kunci:mengkudu, relaksasi, aorta, endotel
PERBANDINGAN MINAT KELAS IPA DAN KELAS IPS TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMA FEBRI RAHMAWAN, EKO; HIDAYAT, TAUFIQ
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PERBANDINGAN MINAT SISWA-SISWI SMA FAVORIT DI KOTA DAN SMA FAVORIT DI DESA TERHADAP EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI (Studi Pada Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro dan SMA Negeri 1 Sumberrejo) IRAWAN, ERIK; HIDAYAT, TAUFIQ
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING (JIGSAW) TERHADAP HASIL BELAJAR SERVICE BOLAVOLI (Studi Pada Siswa Kelas VII SMPN 2 Tembelang Jombang) SUBIANTORO, FENDI; HIDAYAT, TAUFIQ
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
REKONSTRUKSI KONSEP IJBAR Hidayat, Taufiq
DE JURE de JURE (Vol. 1, No. 2
Publisher : syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage is one of the pressing issues mentioned in detail in the Quran and hadis.  Sources  concerning  marriage  mirror  negotiation  between  patriarchal authority and equality among believers. Universal nature of the Quran is then interpreted and  implemented (tafsir wa-tatbiq) to fit the social and cultural makeup of pre-modern Arab peninsula. Hadis concerning forced marriage was put into the mouth of the  prophet to justify the patriarchal authority of pre- modern society, which finds its expression in the books of fiqh. It is a pity that, despite emancipation of women, tradition demeaning to women dies hard. This paper aims to analyze the concept of forced marriage discussed in the books of medieval fiqh which is considered outdated due to its violation of women’s right to choose their spouse.
REKONSTRUKSI KONSEP IJBAR Hidayat, Taufiq
De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah Vol 1, No 1: Juni 2009
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j-fsh.v1i1.321

Abstract

Marriage is one of the pressing issues mentioned in detail in the Quran and hadis. Sources concerning marriage mirror negotiation between patriarchal authority and equality among believers. Universal nature of the Quran is then interpreted and implemented (tafsir wa-tatbiq) to fit the social and cultural makeup of pre-modern Arab peninsula. Hadis concerning forced marriage was put into the mouth of the prophet to justify the patriarchal authority of pre-modern society, which finds its expression in the books of fiqh. It is a pity that, despite emancipation of women, tradition demeaning to women dies hard. This paper aims to analyze the concept of forced marriage discussed in the books of medieval fiqh which is considered outdated  due to its violation of women’s right to choose their spouse.Perkawinan adalah salah satu isu yang disebutkan secara rinci dalam Qur’an dan hadis. sumber-sumber hukum yang berbicara tentang pernikahan adalah suatu persolan yang menggambarkan negoisasi antara otoritas patriarkhal dan keadilan bagi orang-orang muslim. ajaran universal Qur’an diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan sosial budaya masyarakat Arab pada masa pra-modern.Hadis yang menjelaskan konsep ijbar yang disampaikan oleh Nabi hanya untuk menyesuaikan otoritas patriarchal pada masa pra-modern yang ditemukan pada kitab-kitab fiqh. Akan sangat disayangkan apabila tradisi tersebut merugikan perempuan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa konsep ijbar pada pernikahan yang dibahas dalam kitab-kitab fiqh abad pertengahan yang dianggap ketinggalan jaman karena tidak melihat hak perempuan dalam memilih pasangan.Keywords: Rekonstruksi, Ijbar, Wali, Pernikahan
ANALISA RUNNING-IN RODA GIGI TRANSMISI PRODUK USAHA KECIL MENENGAH Hidayat, Taufiq; Supriyana, Nana; Londa, Petrus; Jamari, Jamari; Setiawan, Joga Dharma
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kecenderungan industri roda gigi adalah fokus pada peningkatan efisiensi roda gigi transmisi. Efisiensi roda gigi transmisi menurun dikarenakan kontak load dan unload, seals, pelumas, dan bantalan. Salah satu cara untuk meminimalkan kerugian tersebut adalah dengan menurunkan viskositas pelumas. Cara ini akan menurunkan kecepatan kerugian. Tetapi kerugian karena beban akan meningkat. Untuk menghindari ini, rasio antara ketebalan lapisan pelumas dan kekasaran permukaan harus dijaga, dimana dapat dipenuhi dengan membuat permukaan roda gigi lebih halus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa proses running-in roda gigi produk lokal UKM. Sebagai pembanding dilakukan running-in roda gigi produk OEM. Pengujian yang dilakukan adalah uji kekerasan dan kekasaran permukaan awal dan selama proses running-in. Eksperimen dilakukan pada roda gigi AHM dan UKM. Proses running-in berjalan pada 600 rpm dan beban tetap 10 kg. Roda gigi yang memiliki nilai kekasaran permukaan yang tinggi akan menimbulkan koefisien gesek yang tinggi pula. Roda gigi AHM memiliki kekasaran permukaan antara 0,5-0,8 μm. Kekasaran roda gigi produk UKM antara 0,8-1,2 μm. Roda gigi produk AHM memiliki koefisien gesek 0,41, sedangkan roda gigi produk UKM memiliki koefisien gesek 0,43. Roda gigi produk AHM mempunyai waktu running-in sampai tercapai keadaan steady state selama 45 menit. Sedangkan roda gigi produk UKM mempunyai waktu running-in 40 menit. Dapat disimpulkan bahwa roda gigi produk UKM mempunyai kekasaran permukaan yang lebih tinggi dibanding produk AHM, sehingga koefisien geseknya lebih tinggi pula. Tetapi dari segi waktu runnning-in lebih cepat dikarenakan kekerasan permukaan lebih rendah dibanding produk AHM.
KAJI EKSPERIMENTAL RUNNING-IN PADA KONTAK ROLLING-SLIDING PASANGAN MATERIAL ALUMINIUM DENGAN BAJA S45C Supriyana, Nana; Londa, Petrus; Hidayat, Taufiq; Jamari, Jamari; Nugroho, Sri
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keausan yang terjadi pada komponen di sistem permesinan dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kerja komponen tersebut (kegagalan kerja komponen). Banyak penyebab yang menimbulkan terjadinya keausan diantaranya adalah kualitas material, kondisi pelumasan, perlakuan pengoperasian komponen terutama pada saat pertama kali komponen permesinan berkontak (running-in) dan lain sebagainnya. Berbagai cara untuk mendeteksi fenomena keausan yang terjadi pada komponen terutama yang berkontak dan bergerak, salah satunya adalah melalui eksperimen. Salah satu parameter untuk mendeteksi adanya gejala keausan adalah perubahan nilai koefisien gesek yang terjadi ketika komponen berkontak dan bergerak. Penelitian ini membahas pengaruh penerapan nilai sr yang berbeda terhadap perubahan nilai koefisien gesek pada fase running-in pada material aluminium dan baja S45C. Peralatan yang digunakan dalam eksperimen ini menggunakan alat uji two disc tribometer. kondisi standar eksperimen nilai slip-roll ratio (sr) 0%, 40%,80% dan 100%, beban tekan 4 kg serta kondisi pelumasan menggunakan minyak pelumas dengan SAE 15W-40. Dimensi benda uji masing-masing disc berdiameter 50 mm, benda uji dengan material aluminium permukaan singgungnya dibuat rata dan pada spesimen dengan material baja S45C dibuat radius dengan jari-jari 5 mm, sedangkan waktu eksperimen adalah selama 60 detik dan setiap 10 detik dilakukan pengukuran kekasaran permukaan pada spesimen yang rata. Hasil eksperimen memperlihatkan perubahan nilai koefisien gesek mempunyai tren menurun seiring waktu running-in yang terus berjalan, perubahan ini diakibatkan beberapa puncak asperiti mulai terpangkas dan jumlah asperiti yang terdeformasi mulai berkurang, kemudian nilai koefisien gesek mulai bergerak turun dan mencapai kondisi rata inilah kondisi steady state karena pada kondisi ini energi yang dikeluarkan untuk melawan gaya gesek yang terjadi relatif lebih sedikit dibanding diawal gerakan dan berkontak. Nilai kekasaran permukaan spesimen juga mengalami perubahan dan hampir semua penurunan nilai kekasaran terjadi pada setiap penerapan nilai sr yang berbeda dan perubahannya menurun sampai kondisi steady state tercapai.
RANCANG BANGUN ALAT UJI RUNNING-IN UNTUK SISTEM KONTAK TWO-DISC Londa, Petrus; Hidayat, Taufiq; Supriyana, Nana; Jamari, Jamari; Nugroho, Sri
ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keausan merupakan fenomena tribologi yang terjadi pada setiap peralatan akibat kontak mekanik antara dua komponen. Dalam kurun waktu yang lama keausan ini akan menimbulkan kerusakan pada peralatan. Untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi peralatan, maka fenomena keausan ini perlu dikaji lebih lanjut. Didalam ilmu tribology para peneliti membagi proses terjadinya keausan akibat kontak mekanik tersebut menjadi tiga fase, yaitu fase running-in, fase steady state (fase tunak) dan fase wear-uot. Untuk mengetahui secara cepat kondisi dari ketiga fase tersebut diperlukan alat uji running-in. Paper ini difokuskan pada rancang bangun alat uji running-in. Alat ini dipakai untuk menguji komponen yang terdiri dari dua buah piringan (two-disc) yang terbuat dari material yang dapat divariasikan jenisnya. Perancangan mekanismenya memungkinkan sisi kedua piringan pada arah radial saling kontak ketika kedua piringan tersebut berputar (rolling contact) dan dapat divariasikan beban maupun putaran. Untuk itu metode perancangan Pugh dapat memberikan solusi, karena dengan metode ini semua konsep produk akan dinilai dan konsep produk terbaik yang akan dikembangkan menjadi produk. Pengujian dilakukan secara eksperimen untuk mengetahui fenomena keausan yang terjadi mulai dari kondisi running-in sampai kondisi steady state. Hasil rancangan menunjukan bahwa alat uji dapat digunakan untuk menentukan variabel-variabel dalam proses running-in. Dengan variasi jumlah putaran (maksimal 2800 rpm), beban tekan (masimal 5 kg) dan beban torsi yang dapat dikontrol (5 kg) serta arah putaran specimen yang dapat diatur, maka gaya gesek pada permukaan specimen dapat diketahui, sedangkan variabel yang diukur adalah perubahan kekasaran permukaan.
PENGARUH MODEL SALURAN TUANG PADA CETAKAN PASIR TERHADAP HASIL COR LOGAM Slamet, Sugeng; Hidayat, Taufiq
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk cor banyak kita jumpai mulai dari perabotan rumah tangga, komponen otomotif, pompa air dan propeler kapal. Permintaan pasar akan produk logam cor yang prospektif dan luas ini, kurang diimbangi dengan peningkatan kualitas produk. Ironisnya produk logam cor dari pengrajin lokal sering kalah bersaing dengan produk impor baik dari sisi kualitas serta daya saing harga. Rendahnya kualitas produk cor dapat diindentifikasi dari banyaknya rongga-rongga udara/porositas, logam pengotor, serta cacat permukaan pada produk cor. Hal ini dapat disebabkan aliran logam cor mengalami turbulensi aliran cor saat penuangan cairan logam ke dalam cetakan, sehingga banyak udara yang terperangkap dalam cairan logam. Model cawan tuang dan saluran turun yang langsung/conical basin masih banyak digunakan oleh pengrajin cor. Metode penelitian yang dilakukan adalah menerapkan model saluran tuang/riser tipe offset basin dan offset stepped basin yang diharapkan aliran cor akan lebih laminer sehingga cacat produk dapat  diminimalisir. Selanjutnya dilakukan pengujian permukaan logam secara visual maupun mikrostruktur untuk menentukan prosentase porositas benda uji. Hasil penelitian yang menggunakan pemeriksaan mikrografi menunjukkan menggunakan cawan tuang offset basin maupun offset stepped basin dapat menghasilkan coran dengan cacat porositas lebih kecil dibandingkan tanpa menggunakan cawan tuang. Kata kunci: Cor, Cacat Coran, Turbulensi, Laminer, Cawan Tuang
Co-Authors -, Qomaruddin ABD WAFIL Abu Bakar Abu Masykur ADITYA ANDRI KUSUMA Arif Wibowo Asep Sahidin Astuti, Rika Pristian Fitri Aufana, Desendra Bambang Sujatmoko Budi Dermawan, Budi Bustamam, Nurbaity DANU KARIM DEDDY KURNIAWAN DESSY WAHYU KUSUMAWARDANI dewi novita EKO FEBRI RAHMAWAN Endang Sri Wahyuni Endang Sulistyaningsih ERIK IRAWAN Ermawati, Siti Fajar Nugraha FATHUL BARI Fauza Sidiq, Muh. Nizomuddin Febyatmoko, Gesit S FENDI SUBIANTORO Hama, Sartia Hardiyana, Bella Hartati Hartati Heri Purwanto Herman Hamdani Heti Mulyati HIDIR FIRDAUS IKA SUCI WULANDARI Indarto, Wawan Indiati Indiati, Indiati Irhasni, Agung Bahariyanto Jamari Jamari Joga Dharma Setiawan Joko Triyono Judhistira Aria Utama Karmaita, Yummama Karnoto Karnoto Kurniawan, Sandy Lita Darmayanti Lutfi, Safila Bachtiar Masruki Kabib, Masruki Mayasari Yamin, Mayasari Moedjiwijono Moedjiwijono, Moedjiwijono MOHAMMAD HALIM, MOHAMMAD Mokhamad Syaefudin Andrianto, Mokhamad Syaefudin Muchid " MUHAMMAD RIZZA FAHLEVI Muhimmah, Izzati Nana Supriyana Ngongo, Verdinandus Lelu Oktavianto, Hardian OKY ERIKO DWIJAYA, OKY Petrus Londa PRAMUDYA BAGUS A Prapto Yudono Pratama, Mudafiq Riyan Qomaruddin Qomaruddin, Qomaruddin R. Agus Wibowo Ranadhi, Djalu REZEKI WIBISONO Rif'an, Ahmad Rifki Zulkarnain RISA MONINDA IRFIANDITA ROBERT ALEXANDER WAHYUDI Rochmad Winarso Sabrina, Tipani Ulfah Santosa Basuki, Santosa Saputro, Anang Hadi Setiawan, Mukhammad Andri Setyawati S Karyono Sri Adila Nurainiwati, Sri Adila Sri Kusumadewi Sri Nugroho Sri Nuryani Wahyuningrum Sugeng Slamet SUJARI sukis, Mohammad Sutrisno sutrisno TAUFIQ HIDAYAT Tewu Walangare, Tewu UMAR FAUZI Umar, Zahrul Unggul Priyadi, Unggul Windy Miryana, Windy Wiriaatmadja, Wahyu Wiyanto Wiyanto Y Gatot Sutapa Y Yuningtiastuti, Yuningtiastuti ZAINAL ADITAMA