Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sinergi

Perhitungan Ulang Beban Pendinginan Pada Ruang Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Blok III Kementerian Kehutanan Jakarta Harahap, Sabaruddin; Hamid, Abdul; Hidayat, Imam
SINERGI Vol 18, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Auditorium Gedung Manggala Wanabakti diresmikan sejak 24 Agustus 1983 yang merupakan salah satu ruang yang multifungsi diantaranya sebagai ruang rapat/kongres, seminar, wisuda, pameran dan pegelaran, serta resepsi pernikahan. Perhitungan beban pendinginan pada gedung ini menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference). Perhitungan beban pendinginan berdasarkan data sekunder yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan kapasitas beban pendinginan terpasang. Dari hasil perhitungan beban pendingin di atas dapat disimpulkan bahwa kapasitas mesin AHU (Air Handling Unit) yang terpasang belum mencukupi dalam memenuhi kebutuhan sistem penyegaran udara pada ruang Auditorium  Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan RI.
PERANCANGAN BEJANA TEKAN (PRESSURE VESSEL) UNTUK SEPARASI 3 FASA Aziz, Abdul; Hamid, Abdul; Hidayat, Imam
Sinergi Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan bejana tekan ini menggunakan metode yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi, dimana begitu banyak aplikasi yang digunakan dalam dunia kerja salahsatunya dengan software PV Elite. Dalam perancangan ini penulis menggunakan material untuk dinding bejana (shell) dan kepala bejana (head) SA-516 Grade 70. dengan desain tekanan = 3,1 MPa dan mempunyai dimensi panjang bejana tekan (Seamless/Seamless)= 5900 mm, dengan diameter (D) = 2140 mm dengan Corrosion Allowance = 6 mm. Dan dari perhitungan aplikasi PV Elite ketebalan shell yang didapat untuk bejana tekan tersebut adalah 30,45 mm sedangkan perhitungan manual adalah 29,84 mm. Untuk ketebalan kepala (head) bejana tekan berdasarkan perhitungan PV Elite didapat 30,18 mm sedangkan perhitungan secara manual ketebalan kepala (head) adalah 17,92 mm. Tekanan yang maksimal berdasarkan PV Elite adalah untuk Head = 5,1356 MPa dan Shell = 5,0418 MPa, sedangkan hasil dari perhitungan manual untuk Head = 1,0144 MPa dan untuk Shell = 3,9102 MPa.
Perhitungan Ulang Beban Pendinginan Pada Ruang Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Blok III Kementerian Kehutanan Jakarta Harahap, Sabaruddin; Hamid, Abdul; Hidayat, Imam
Sinergi Vol 18, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Auditorium Gedung Manggala Wanabakti diresmikan sejak 24 Agustus 1983 yang merupakan salah satu ruang yang multifungsi diantaranya sebagai ruang rapat/kongres, seminar, wisuda, pameran dan pegelaran, serta resepsi pernikahan. Perhitungan beban pendinginan pada gedung ini menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference). Perhitungan beban pendinginan berdasarkan data sekunder yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan kapasitas beban pendinginan terpasang. Dari hasil perhitungan beban pendingin di atas dapat disimpulkan bahwa kapasitas mesin AHU (Air Handling Unit) yang terpasang belum mencukupi dalam memenuhi kebutuhan sistem penyegaran udara pada ruang Auditorium  Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Kehutanan RI.
PERANCANGAN BEJANA TEKAN (PRESSURE VESSEL) UNTUK SEPARASI 3 FASA Aziz, Abdul; Hamid, Abdul; Hidayat, Imam
SINERGI Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan bejana tekan ini menggunakan metode yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi, dimana begitu banyak aplikasi yang digunakan dalam dunia kerja salahsatunya dengan software PV Elite. Dalam perancangan ini penulis menggunakan material untuk dinding bejana (shell) dan kepala bejana (head) SA-516 Grade 70. dengan desain tekanan = 3,1 MPa dan mempunyai dimensi panjang bejana tekan (Seamless/Seamless)= 5900 mm, dengan diameter (D) = 2140 mm dengan Corrosion Allowance = 6 mm. Dan dari perhitungan aplikasi PV Elite ketebalan shell yang didapat untuk bejana tekan tersebut adalah 30,45 mm sedangkan perhitungan manual adalah 29,84 mm. Untuk ketebalan kepala (head) bejana tekan berdasarkan perhitungan PV Elite didapat 30,18 mm sedangkan perhitungan secara manual ketebalan kepala (head) adalah 17,92 mm. Tekanan yang maksimal berdasarkan PV Elite adalah untuk Head = 5,1356 MPa dan Shell = 5,0418 MPa, sedangkan hasil dari perhitungan manual untuk Head = 1,0144 MPa dan untuk Shell = 3,9102 MPa.
ANALISA FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN MESIN GRINDER PADA PROSES PRODUKSI PLASTIC FILM DI PT. MUTIARA HEXAGON Hidayat, Imam; Pratiwi, Swandya Eka
SINERGI Vol 17, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bila suatu mesin memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, maka perlu dilakukan analisis mengenai  penyebab  –  penyebab  kegagalan  tersebut  hingga  ke  akar  permasalahannya sehingga dapat menentukan tindakan yang sesuai untuk meningkatkan kinerja suatu mesin. PT. Mutiara Hexagon merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan plastik  kemasan.  Dalam  line  pembuatan lembaran film  diperlukan mesin  CPP  (Cast  Poly Propylene Machine) dan mesin grinder dalam prosesnya. Pada penelitian yang dilakukan di PT. Mutiara Hexagon, terdapat beberapa kegagalan yang terjadi pada mesin grinder pada proses produksi plastic film, sehingga menyebabkan seluruh line pada divisi film mengalami downtime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisa mengenai faktor penyebab kegagalan mesin grinder, penulis melakukan observasi secara langsung dan melihat proses produksi plastic film.Penulis menggunakan metode Failure Effect and Mode Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Penerapan analisis Failure Effect and  Mode Analysis (FMEA) dapat menentukan sejauh mana tingkat kegagalan terjadi. Dari hasil analisis FMEA kemudian dapat dilanjutkan dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) guna mengetahui lebih lanjut penyebab-penyebab dasar suatu kegagalan.Dari hasil perhitungan nilai Risk Priority Number (RPN) pada tiap-tiap kegagalan yang terjadi  diantaranya yang  paling  tinggi  adalah kegagalan mesin  grinder rusak  dengan nilai kegagalannya mencapai 120. Kemudian dianalisa penyebab kegagalan tersebut dengan menggunakan metode FTA di dapatkan minimal cut sets yaitu: as grinder patah, katup hisap blower terbuka terlalu besar, kegagalan pada motor blower, baut pada dudukan pisau patah, pisau tumpul dan human error. Berdasarkan nilai probabilitas masing-masing cut set didapatkan nilai probabilitas kegagalan grinder periode 1 Juni 2012 -1 Juni 2013 mencapai 60%.