Articles

KETANGGUHAN BAJA TAHAN KARAT AISI 321 DAN AISI 405 SEBELUM DAN SESUDAH PEMANASAN PADA SUHU 540OC UNTUK WAKTU 24 JAM Syahbuddin, Syahbuddin; Hidayat, Hidayat; Briyatmoko, Budi
Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketangguhan baja tahan karat AISI 321 dan AISI 405 baik sebelum maupun sesudahdipanaskan pada suhu 540 °C untuk waktu 24 jam dipelajari dalam penelitian ini.Beberapa pengujian yang dilakukan pada kedua baja tahan karat adalah uji metalografi,uji kekerasan mikro, uji impak dan uji fraktografi. Hasil uji metalografi menunjukkanstruktur mikro baja AISI 321 disusun oleh fasa besi- (austenit), sedangkan baja AISI405 disusun oleh fasa besi- (ferit). Kekerasan rata-rata baja AISI 321 sekitar 196,9 HVdan baja AISI 405 mempunyai kekerasan rata-rata sekitar 190,3 HV. Berdasarkan hasiluji impak, baja AISI 321 cenderung lebih tangguh dibandingkan baja AISI 405 terutamapada suhu rendah. Sedangkan baja AISI 405 mempunyai ketangguhan yang lebih baikpada suhu tinggi bila dibandingkan baja AISI 321. Bentuk patahan baja AISI 321 berupashallow dimple dan bentuk patahan baja AISI 405 berupa equiaxed dimple.AbstractToughness of AISI 321 and AISI 405 stainless steels either before or after heated at 540oCfor time of 24 hours was exam ined in this study. Some testings which conducted to bothstainless steels were metallography, micro hardness test, impact test and farctography.Metallography shown that the microstructure of the AISI 321 was composed by -Fe(austenite) phase, while the AISI 405 was composed by -Fe (ferrite). Hardness avaragewas about 196,9 HV for the AISI 321 and 190,3 HV for the AISI 405. Based on the impacttest, the AISI 321 tend to be more toughness than the AISI 405 at low temperature. Whileat high temperature, the AISI 405 had better thoughness than the AISI 321. Fracture ofthe AISI 321 was found as shallow dimple and the AISI 405 had equaxed dimple in itsfacture.
Penggunaan Ampas Tahu pada Level Berbeda terhadap Performa Entok (Muscovy Duck) Umur 3 - 10 Minggu Akbarillah, T.; Kaharuddin, D.; Hidayat, Hidayat; Primalasari, A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.1.112-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan level ampas tahu terhadap performa entok (Muscovy duck) umur 3–10 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 16 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 1 ekor entok sehingga entok yang dipergunakan sebanyak 64 ekor. Perlakuan ransum adalah: P0 (ampas tahu 0%), P1 (ampas tahu 30%), P2 (ampas tahu 35%) dan P3 (ampas tahu 40%) dengan kandungan energi dan protein yang setara yaitu sekitar 3000 kkal/kg dan protein kasar sekitar 16%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan ampas tahu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan konversi pakan entok yang diberi ampas tahu dengan level yang berbeda 30%, 35% dan 40%. Konsumsi pakan selama penelitian, menunjukkan bahwa P0= 6180±157,99 g, P1= 5868±191,34 g, P2= 5639±268,59 g dan P3=5252,13±200,69 g. Rataan pertambahan berat badan yaitu P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 1555,06±173, 66 g, 1176,06±106,21 g, 1062,68±127,48 g dan 776,81±83,35 g. Rataan konversi pakan yaitu P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 4,02±0,47, 5,02±0,43, 5,37±0,62 dan 6,83±0,78. Penggunaan ampas tahu dalam pakan entok dengan level 30%, 35% dan 40% menurunkan konsumsi pakan, berat badan, pertambahan berat badan, dan menaikkan konversi pakan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas tahu mulai level 30% menurunkan performa entok.Kata kunci : ampas tahu, entok, performa
Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit sebagai Pengganti Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Produksi Susu Kambing Nubian Kartiko, H.; Akbarillah, T.; Hidayat, Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.229-237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian konsentrat dengan level bungkil inti sawit (BIS) berbeda sebagai konsentrat pengganti ampas tahu terhadap produksi susu pada kambing Nubian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan perlakuan P1 (ampas tahu + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P2 (ampas tahu + bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P3 (bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan ). Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga ternak yang digunakan sebanyak 9 ekor kambing Nubian laktasi. Variabel yang diamati yaitu konsumsi bahan kering (BK), Konsumsi bahan organik (BO), konsumsi protein kasar (PK), produksi susu dan berat jenis susu. Konsumsi bahan kering, bahan organic dan protein kasar konsentrat dan total berpengaruh nyata (P<0,05) tetapi hijauan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap produksi dan BJ susu. Produksi susu kambing Nubian P1: 1,23 liter/ekor/hari, P2: 1,30 liter/ekor/hari dan P3: 1,11 liter/ekor/hari, Berat jenis susu1 P1 1,0292, P2 1,0282 dan P3 1,0279. Pemberian pakan konsentrat berbahan bungkil inti sawit dapat menggantikan penggunaan ampas tahuKata kunci : Bungkil Inti Sawit, Konsumsi BK,BO & PK,  Produksi Susu, Kambing Nubian
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERORIENTASI PENGEMBANGAN KARAKTER BANGSA Hidayat, Hidayat
el-hikmah el-hikmah (Vol IX, No 2
Publisher : Fak. Tarbiyah UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character of moral excellence or akhlaq is built upon various virtues which in turn has significant meaning when founded on values applicable in the national culture. Indonesian national character for the citizen is based on the measures assessed as a virtue constituted on the prevailing values ​​in society and the Indonesia as nation. Hence, the Education of National Character and Culture is directed on efforts in developing wisdom founding values so to mold the personality of citizens. The learning process of National Character and Culture Education deployed through an active learning process. Principally, value development is to be actively utilized by participant (as a self-subject of receiving, employing as self own and deploying the learnt values as basis of each action) therefore their position as active subjects in learning is the main principle of active learning. Thus both parts are necessary to each other.
Feature Extraction for Retina Image Based on Difference Approaches Erwin, Erwin; Saparudin, Saparudin; Putri, Arum Cantika; Hidayat, Hidayat; Hariyani, Fifi
Computer Engineering and Applications Journal Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18495/comengapp.v7i3.275

Abstract

Automatic disease diagnosis using biometric images is a difficult job due to image distortion, such as the presence of artifacts, less or excessive light, narrow vessel visibility and differences in inter-camera variability that affect the performance of an approaches. Almost all extraction methods in the blood vessels in the retina produce the main part of the vessel with no patalogical environment. However, an important problem for this method is that extraction errors occur if they are too focused on the thin vessels, the wide vessels will be more detectable and also artificial vessels that may appear a lot. In addition, when focusing on a wide vessel, the extraction of thin vessels tends to disappear and is low. Based on our research, different treatments are needed to extract thin vessels and wide vessels both visually and in contrast. This study aims to adopt feature extraction strategies with different techniques. The method proposed in segmentation and extraction with three different approaches, namely the pattern of shape, color, and texture. Testing segmentation and feature extraction using STARE datasets with five classes of diseases namely Choroidal Neovascularization, Branch Retinal Vein Occlusion, Histoplasmosis, Myelinated Nerve Fibers, and Coats. Image enhancement on Myelinated Nerve disease Fiber is the best result from the image of other diseases with the highest value of PSNR of 35.4933 dB and the lowest MSE of 0.0003 means that the technique is able to repair objects well. The main significance of this work is to increase the quality of segmentation results by applying the Otsu method. Testing of segmentation results shows improvements with the proposed method compared to other methods. Furthermore, the application of different feature extraction methods will get information on disease classification features based on patterns of suitable shapes, colors, and textures.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KLON LIDAH BUAYA Ningsih, Suci Srirahayu; Hidayat, Hidayat; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk pelengkap cair yang terbaik untuk pertumbuhan klon lidah buaya yang dilaksanakan di Kota Pontianak selama 4 bulan, dimulai tanggal 16 Juli 2012 sampai 16 November 2012. Penelitian menggunakan metode ekperimen lapangan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan, lima kelompok, dan 5 sampel tanaman pada setia perlakuan, jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 125 tanaman. Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : d0 (tanpa pupuk), d1 (2 cc/l), d2 ( 3 cc/l), d3 (4 cc/l), d4 (5 cc/l). Variabel yang diamati meliputi : pertambahan tingi tanaman (cm) pertambahan jumlah pelepah (helai), jumlah anakan, lebar pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), panjang pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat pelepah hasil (g), dan jumlah pelepah hasil (helai). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pupuk pelengkap cair konsentrasi 4 cc/l memberikan hasil terbaik pertumbuhan klon lidah buaya.Kata Kunci : klon, lidah buaya, pupuk pelengkap cair.
Mengapa Kegagalan Menyakitkan? Harmaini, Harmaini; Hidayat, Hidayat
JURNAL PSIKOLOGI Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meraih prestasi yang diinginkan dengan usaha yang telah dilakukan adalah suatu keharusan,. Namun apabila tidak dapat meraih yang diingikan tersebut tentu akan mendatangkan efek menyakitkan bagi setiap orang. Dari data yang didapat diketahui bahwa, timbulnya efek menyakitkan tersebut dikarenakan efikasi diri sebesar 19,5%, harapan sebesar 32,2%, usaha sebesar 10,5% dan atribusi sebesar 25,5%. Melihat data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegagalan dapat menyakitkan dan sebab timbulnya keadaan tersebut tidak hanya berdasar pada berapa besar keinginan tersebut tapi juga berhubungan dengan faktor dalam dalam diri dan luar diri. Kategori dalam diri adalah efikasi diri (personal, kontrol diri, motivasi, efikasi diri dan ketidakmampuan diri yang bisa dikategorikan factor internal. Faktor luar diri adalah harapan (seperti cita-cita), usaha, atribusi (seperti ketidakadilan, orang tua, kegagalan pertama.
The Usage of BIOM3G-Biofertilizer to Improve and Support Sustainability of Land System of Independent Oil Palm Smallholders Adiprasetyo, Teguh; Purnomo, Bambang; Handajaningsih, Merakati; Hidayat, Hidayat
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology Vol 4, No 5 (2014)
Publisher : International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.964 KB) | DOI: 10.18517/ijaseit.4.5.431

Abstract

Soil fertility is one of the key success factors for managing independent smallholder oil palm plantation sustainably.  To improve soil fertility, the smallholder oil palm farmers depend highly on the chemical fertilizer which emits greenhouse gases N2O and are fragile to chemical fertilizer shortage. This dependency to chemical fertilizer and increased price of chemical fertilizer may cause some independent smallholder plantations are neglected and fruitless due to late nor absence of fertilizers.  In the country with plentiful of oil palm plantations, biomass of oil palm empty fruit bunch should be considered as a sustainable source of organic fertilizers.  This research examined the effect of dosage of composted oil palm empty fruit bunch enriched with multi functions multi microbial biofertilizer implanted within the soil below canopy edges of oil palm plants towards the growth and yield of oil palm plants. The treatments consisted of 3.5, 7.0, and 10.5 ton biofertilizer/ha and standard chemical fertilizer treatment as control. Each treatment was applied on ten plants. The results of this study showed that the biofertilizer application at 10.5 ton/ha improved the quality of soil better than other treatment of biofertilizer and standard chemical fertilizer.  The production yield of fresh fruit brunches of 10.5 ton biofertilizer/ha treatment was 31.5 ton/hectare/year. If the oil palm production is compared to farmer’s practice that produces 24 ton/hectare/year, these research results may promote better organic wastes management of oil palm plantation to better nourish the plants and improve sustainability of oil palm land system.
Kualitas Nutrisi Pakan Konsentrat Fermentasi Berbasis Bahan Limbah Ampas Tahu dan Ampas Kelapa Dengan Komposisi yang Berbeda Serta Tingkat Akseptabilitas Pada Ternak Kambing Marhamah, S. U.; Akbarillah, T.; Hidayat, Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.145-153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah industri ampas kelapa dan ampas tahu melalui kualitas fisik, kandungan nutrisi dan tingkat penerimaan pada ternak kambing. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2017 di CZAL dan bulan April-September di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji kualitas kimiawi pakan dan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) untuk uji biologi (akseptabilitas) pakan. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan P0 (ampas tahu + jagung + dedak + gula + garam + mineral + starbio), perlakuan P1 dengan pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 20% ampas kelapa,  P2 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 30% ampas kelapa dan P3 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan penggunaan 40% ampas kelapa.Ternak yang digunakan sebanyak 4 ekor kambing Nubian jantan. Variabel yang diamati yaitu kualitas fisik, kualitas kimiawi, konsumsi bahan segar,  bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan konsumsi protein kasar (PK) pakan konsentrat fermentasi. Kualitas fisik pakan konsentrat setelah terjadi proses fermentasi mengalami perubahan aroma yang lebih asam, tekstur yang berubah menjadi lebih lembut, pH yang menurun dan temperatur pakan yang cenderung meningkat. Dari hasil penelitian kandungan bahan organik pakan konsentrat fermentasi berkisar antara 86,93%-88,76% sedangkan kandungan protein berkisar antara 15,16%-18,00%. Rataan konsumsi bahan kering pada kambing perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 553,33 gram, 355,05 gram, 259,04 gram dan 225,64 gram. Pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah ampas tahu dan ampas kelapa dengan persentase penggunaan ampas kelapa yang meningkat dapat menurunkan kualitas fisik, cenderung menurunkan kualitas kimiawi (kandungan nutrisi protein kasar) dan menurunkan konsumsi sehingga menurunkan akseptabilitas pakan.Kata kunci : Ampas kelapa, Ampas tahu, Konsumsi BK, BO & PK, kualitas fisik, kualitas kimiawi.
The negative impact of illegal gold mining on the environmental sector in Batang Asai, Jambi Susanti, Try; Utami, Wiji; Hidayat, Hidayat
Sustinere: Journal of Environment and Sustainability Vol 2 No 3 (2018): pp 108 - 167 (December 2018)
Publisher : Centre for Science and Technology, IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.796 KB) | DOI: 10.22515/sustinere.jes.v2i3.43

Abstract

The negative impact of Illegal Gold Mining / IGM on the environmental sector in Batang Asai District, Sarolangun Regency, Jambi was investigated through a descriptive qualitative method. The purpose of this study was to determine the negative impact of IGM activities to several ecosystems, the effect of IGM on community activities, and some efforts to reduce IGM. The instruments of data collection included observation, interviews, and documentation. Data were analysed through data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The results showed that IGM activity had a negative impact on the environment namely noise pollution, dust, degradation on the quality of Batang Asai River, forest conversion, river siltation, the emergence of large holes, overburden, soil abrasion, the disappearance of Meranti plants (Shorea sp. ) and Damar (Agathis Damara). Besides that, other impacts were the declining population of Semah Fish (Tor sp.) which had become the special characteristic of fish in the area. Some efforts were made by the government to overcome and foster IGM activities, e.g. by providing counselling and sanctions in a judicial and non-judicial manner that was carried out continuously.
Co-Authors Agus Trisanto Ahyani Radhiani Fitri Al Amin, Boni Alvyandani, Alvyandani Andi Alim, Andi Ariza, Retno Asih Kurnia Sari, Asih Kurnia Asnawati Asnawati Aulia Aulia Bambang Purnomo Budi Briyatmoko Budi Budi Busmin Gurning Damanik, Erond L. Desia Kaharuddin Devi Devi, Devi Dody Leyno Amperawan, Dody Leyno Endah Komalasari, Endah Erviana, Anita Erwin Erwin Faizal, Ian Ibnu FAJAR SETIAWAN Fitriana, P. R. Fitriyani, Neno Guntoro Guntoro, Guntoro Harisah, Sitti Hariyani, Fifi Harmaini Harmaini Hartono, Suwono Budi I. Badarina Inayah Inayah Ishaq, Usep Mohamad Ivan Muhammad Agung Kaharuddin, D. Kartiko, H. Kurniati, Mala Kususiyah Kususiyah Lasa, Andi Leksana, Yuseriza Anugerah Marhamah, S. U. Masyhuri Masyhuri Mauludi, Ridlo Ferari Maya Shovitri Mei Indrawati, Mei Merakati Handajaningsih Mudin, Liling Saputra Jaya Muhammad Ikhtiar Mulyana, Muhammad Yana Mustakim Mustakim Nasriah Nasriah Novita Sari Nur Arifin, Nur Nurjanah, Linda Nurmaningsari, Tri Oematan, Maskie Z Pamungkas, Tri Patimah, Sitti pinilih, Astri Primalasari, A. Putri, Arum Cantika Radillah Radillah, Radillah Rafie, Rakhmi Rahmad Husein rahmatullah, fajar Ramlah Ramlah Rasyidi, Nur Fadhilah Rismawardani, Megasari Rocky Ekstander Rohman, M. Cholilur Rusmani, Rusmani Safitri, Rizki Nurul Saparudin Saparudin Siti Hadijah Suandi, Feri Moch. Suci Srirahayu Ningsih Sugianto, Sally Kurnia Suhendro Suhendro Sukamdi Sukamdi Sukmawarti, Sukmawarti Sumarto Sumarto Susilo, Priyo Suwantono, Alim Swito Prastiwi, Swito Syahbuddin Syahbuddin Syarlina, Syarlina Sylvia, Eka T. Akbarillah Teguh Adiprasetyo Telaumbanua, Melissa Tris Akbarillah Triwahyuni, Tusy Try Susanti Tuti Khoiriyah Ulfa Khaira, Ulfa Unggul Handoko, Unggul wahyuni wahyuni Wiji Utami, Wiji Wisard Kalengkongan, Wisard Yanto, Yudhy Dwi Yuliana Yuliana Yunidar Nur Yusriani, Yusriani Yusuf Yusuf Zarman, Wendi Zega, A. D.