Articles

Found 21 Documents
Search

PERMAINAN TRADISIONAL DAN KEARIFAN LOKAL KAMPUNG DUKUH GARUT SELATAN JAWA BARAT Hidayat, Dasrun
Academica Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Academica

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.279 KB)

Abstract

Konteks masalah penelitian ini yaitu mengenai makna pelestarian permainan tradisional ,dengan fokus kajian perihal nilai-nilai kearifan lokal permainan konclong meliputi konsepdasar dan pola permainan, klasifikasi permainan, aturam dasar permainan. Adapun nilai-nilaiyang terkandung dalam permainan berupa manfaat permainan tradisional. Untuk menelitifokus permasalah tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, metode etnografisebagai alat penelitian dengan paradigma konstruktifis. Diharapkan melalui alat tersebut,peneliti dapat memberikan makna kembali terhadap keberadaan permainan tradisional,berdasarkan pengamatan situasi penelitian. Hasil yang diperoleh bahwa warga KampungAdat Dukuh masih menanamkan konsep dasar permainan konclong dari generasi ke generasi.Orangtua maupun anak-anak memahami nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung padapermainan tradisional konclong meliputi nilai motorik, kognitif dan nilai moral yang perludilestarikan.Kata kunci : Konsep dasar, nilai-nilai permainan, kearifan lokal.
Representasi Kampung Seni Dago Sebagai Objek Wisata Kota Bandung Hidayat, Dasrun; Setiawati, Sri Dewi; Ngare, Ferdinandus; Oktaviani, Femi; Suhartini, Titin
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.546 KB)

Abstract

AbstrakPencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan   image  positif     kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studideskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasilpenelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat,  fungsi  dan  peran  seniman  dalam  pengembangan  pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seniDago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang,  kedua  Seniman  memberikan  peranan  yang  sangat  penting  dalam  perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objek wisata kota BandungKata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman AbstractImagery Kampung Seni Dago, as the formation of positive image to the public and attract the tourists both domestic and foreign tourists to re-visit the city of Bandung. This study used a qualitative approach with studideskriptif. Focus on imaging Kampung Seni Dago as a tourist attraction of Bandung. The results show that there are still many people who do not know the existence of Dago art kampong. Starting from the concept of Dago art kampong which includes the meaning, benefits, function and role of artists in the development of imaging as a tourist attraction of Dago art village, the socialization of Dago kampong art, promotion, program. The role of the development of Dago village art project includes program, socialization, and promotion. Based on the results of the first conclusion of Kampung Seni Dago as one of the creative tourism object by offering various art and culture which is currently being abandoned by the young generation now, the two artists have played a very important role in the development of the dago art village, the three governments participated in building the program facilities and infrastructure to support imaging dago art village as a tourist attraction of BandungKeywords: Tourist Attraction, Government Role, Artist Role
POLA KOMUNIKASI PADA PROSESI MANGULOSI DALAM PERNIKAHAN BUDAYA ADAT BATAK TOBA Sirait, Destien Mistavakia; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.283 KB)

Abstract

Abstract : Ulos as an important thing in Batak marriage, so the focus of this research is the mangulosi process (ulos pinning) in Batak Toba marital culture, in the process of mangulosi, there’s a values and belief that contained in it. The genre of this research is a qualitative with ethnography study which made the writer should do the research deeper with observation and an in depth interview. The paradigm that used in this research is constructivism paradigm that is inspected with face negotiation theory. The result of this research is that the mangulosi process in batak toba marital culture is happened by the communication behavior of batak peoples, the pattern of the communication is bound to the communication situation, communication event, communication setting, communication message and language variety whom being used in that cultural process. The values that contained in mangulosi process resulting the differences of the batak people behavior toward their peoples who married following the culture and not through the face negotiation theory, and the belief that contained behind the values that happened in every mangulosi process, whether the one in ulos sheet or in all of the communication process that occurred on batak toba marriage culture.Keyword : Marriage, Mangulosi, Batak Culture, Communication Pattern. Abstrak : Ulos sebagai hal penting dalam suku Batak, sehingga fokus penelitian ini adalah prosesi mangulosi (penyematan ulos) dalam pernikahan adat Batak Toba, dari proses mangulosi tersebut, muncul nilai-nilai serta keyakinan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi etnografi yang mengharuskan peneliti meneliti lebih dalam dengan cara observasi dan wawancara mendalam, paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme yang dikaji dengan teori face negotiation atau teori negosiasi wajah. Hasil penelitian ini adalah terjadinya prosesi mangulosi dalam pernikahan adat batak yang dihasilkan dari pola perilaku komunikasi oleh masyarakat batak, pola komunikasi tersebut terkait dengan situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, setting komunikasi, pesan komunikasi dan varietas bahasa yang digunakan dalam prosesi adat tersebut. Nilai yang terkandung pada setiap prosesi mangulosi menghasilkan perbedaan perilaku masyarakat batak terhadap orang yang telah menikah secara adat dan orang yang tidak menikah secara adat lewat teori negosiasi wajah (face negotiation theory), serta keyakinan yang terkandung dibalik nilai-nilai yang terjadi pada setiap prosesi mangulosi, baik nilai terhadap kain ulos maupun terhadap seluruh rangkaian peristiwa komunikasi yang terjadi pada pernikahan adat batak Toba. Kata kunci: Pernikahan, Mangulosi, Budaya Adat Batak, Pola Komunikasi
DIALEKTIKA KOMUNIKASI TENTANG HIV PADA ODHA DAN ADHA DI RUMAH CEMARA BANDUNG Ramadanu, Febry; Hidayat, Dasrun; Retnasari, Maya
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aims to know how the dialectic communication PLWHA to build internal relations to CLWHA with the final results to make quality of live better CLWHA. Type of this research is qualitative, with the constructivist paradigm and case study. Data collected by the methods of observation, interview and documentation. The result showed that the disclosure HIV status PLWHA and CLWHA be a good beginning of the conversation should doing by parents for start the next approach phase. Give extra attention and enough affection a helping CLWHA to get a good quality of live. PLWHA and CLWHA using communication privacy management to manage its private information.Keywords: Communication, Internal relationship, Conffident ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana dialektika komunikasi ODHA dalam membangun hubungan internal kepada ADHA dengan tujuan akhir membuat kualitas hidup ADHA yang lebih baik. Jenis dari penelitian ini adalah kualitatif, dengan paradigma konstruktivis dan studi kasus. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukan bahwa pengungkapan status HIV ODHA dan ADHA menjadi awal pembicaraan baik yang harus di lakukan oleh orang tua untuk memulai tahapan pendekatan selanjutnya. Memberikan perhatian yang ekstra dan kasih sayang yang cukup akan membantu ADHA mendapatkan kualitas hidup yang baik. ODHA dan ADHA menggunakan manajemen privasi komunikasi untuk mengelola informasi privat yang dimilikinya. Kata Kunci : komunikasi, hubungan internal, percaya diri
REPRESENTASI KAMPUNG SENI DAGO SEBAGAI OBJEK WISATA KOTA BANDUNG Hidayat, Dasrun; Fitrianti, Alvi; Suhadi, Mahardiansyah; Tyaswara, Baruna
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.992 KB)

Abstract

Abstract -“Dago Art Village Imaging”. For establishment of positive image to public and attract tourists, both domestic and international, to revisit Bandung City. This research use qualitative approach and descriptive study to obtain results of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. The results of the research suggest that many people do even not yet know the existence of Dago Art Village. At the outset, the concept of Dago Art Village comprise meaning, benefit, function, and role of artist in development of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists by means of socialization, promotion, and program. Government have important  role  in  development  of  Dago  Art  Village  including  program,  socialization,  and promotion. We concluded that, first, Dago Art Village for creative object of interest to tourists offer diverse cultural arts that about to be abandoned by young generation today; second, Artist have particularly important role in development of Dago Art Village; third, Government engage in construction of infrastructure and means programs to support Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. Keyword: Attractions, Role of Government, The Role of Artists.   Abstrak  -  Pencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan image positif kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat, fungsi dan peran  seniman dalam pengembangan pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seni Dago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang, kedua  Seniman  memberikan peranan yang sangat penting dalam perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objekwisata kota Bandung  Kata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman
Kearifan Lokal Ulun Lampung Kajian PR Budaya Melalui Pendekatan Etnografi PR Hidayat, Dasrun; Kuswarno, Engkus; Zubair, Feliza; Hafiar, Hanny
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini fokus pada ritual mupakat adat prosesi pemberian gelar atau Juluk Adok. Aspek-aspek yang dikaji meliputi simbol pada sistem dan status pernikahan sebagai gerbang pemberian gelar. Simbol sistem dan status pernikahan yakni simbol atribut adat yang digunakan pada prosesi pemberian gelar. Simbol tersebut terdiri dari simbol Mupakat Kamar, Mupakat Pandia Paku Sakha dan Mupakat Balak sebagai pedoman prosesi pemberian gelar. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjar Negeri Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus Lampung. Penelitian ini menggunakan studi Etnografi PR yang berfokus pada perilaku komunikasi Jakhu Suku sebagai PR Budaya. Penelitian bersifat kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan melibatkan delapan informan perangkat adat. Hasil penelitian menemukan bahwa mupakat adat menjadi simbolisasi ritual pemberian gelar. Simbolisasi meliputi Mupakat Kamar, Mupakat Pandia Paku Sakha dan Mupakat Balak. Mupakat adat terjadi secara khas dan berulang sehingga membangun Pola Kerja Jakhu Suku pada prosesi mupakat adat pemberian gelar. Kata kunci: PR Budaya, Kearifan Lokal, Pola Mupakat Adat. ABSTRACTThis article focuses on the traditional mupakat rituals of giving title procession named juluk adok. These aspects are examined include the symbol on the system and the status of marriage as a gate of giving title. Symbols on the system is the custom attributes symbols used in giving title procession. The symbol consists of Mupakat Kamar symbols, Mupakat Pandia Paku Sakha, and Mupakat Balak as guidelines for giving title procession. The research was conducted in the village of Banjar Negeri in District Gunung Alip Tanggamus Lampung. This study used Ethnographic PR studies that focus on Jakhu Suku’s communication behavior as a Culture PR. The research is qualitative with the constructivist paradigm. The technique of collecting data through observation and interviews with eight informants of custom devices. The study found that traditional mupakat become a symbolization of giving title ritual. Symbolization includes Mupakat Kamar, Mupakat Pandia Paku Sakha, and Mupakat Balak. Traditional mupakat be typically and repeatedly so as to build a work pattern of Jakhu Suku in traditional mupakat of giving title procession. Keywords: Culture-PR, Local Wisdom, Traditional Mupakat Pattern.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM MEMBANGUN KEPRIBADIAN SANTRI Haqani, Mudzammil Fikri; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.355 KB)

Abstract

Abstract : The focus of this research is the fulfillment of emotional needs of students in the boarding school Baitul Izzah that the majority of his students are still out of educational primary school and still in dire need of attention and affection from their parents and teachers. With the fulfillment of emotional needs, students will reflect a healthy personality. This study used a qualitative approach, case study and critical theory paradigm. The result of this study is a model of emotional fulfillment students, which is Taking Role Model, a model of role-taking in order to grow the concept of self-confident students, Protection of Student Model, a boarding school rules in order to protect students feel comfortable living in the boarding school, Model Environment , an environment and parental involvement in the formation of personality, Model awareness, is the result of the awareness of parents of students personality, and Model of emotional needs which is fulfilling the emotional needs through parent and teacher relationships.Keywords: Personality, Taking Role Models, Protection of Student Model, Model of Emotional Needs. Abstrak : Fokus penelitian ini adalah metode pemenuhan kebutuhan emosional santri di pondok pesantren Baitul Izzah yang mayoritas santrinya masih mengeyam pendidikan SD dan masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan pengajar mereka. Dengan terpenuhinya kebutuhan emosional, akan tercermin kepribadian santri yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus dengan paradigma teori kritis. Hasil penelitian ini adalah model pemenuhan kebutuhan emosional santri, yaitu Model Role Taking, merupakan model pengambilan peran agar tumbuh konsep diri santri yang percaya diri, Model Protection of Student, merupakan peraturan pondok pesantren dalam melindungi santri agar merasa nyaman tinggal di pondok pesantren, Model Environment, merupakan keterlibatan lingkungan dan orang tua dalam terbentuknya kepribadian, Model Awareness, merupakan hasil dari kesadaran orang tua terhadap kepribadian santri, dan Model of Emotional Needs yang merupakan pemenuhan kebutuhan emosional melalui hubungan orang tua dan pengajar.Kata kunci: Kepribadian, Model Role Taking, Model Protection of Student, Model of Emotional Needs
MAKNA HUBUNGAN ANTARPRIBADI MELALUI MEDIA ONLINE TINDER Nadya, Karlina; Hidayat, Dasrun; Retnasary, Maya
J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe focus of this research is based on the meaning of the Inter-personal relationships Tinder users in Bandung. Establishing a relationship via technology should be based on the preparation of appropriate communication messages. Open attitude and the attitude of trust becomes an important thing that Inter-personal communication is still running despite using Tinder media. This study used a qualitative approach on the grounds that this approach is the approach that interprets the phenomena that occur naturally. The method used is phenomenological method as a key concept in this research is to examine the meaning of a user Tinder. Results from this study that the communication can run well with good management communication messages such as the preparation of topics and use of emoticons. Openness and trust in Tinder users can also support communication even if only by using the media. Keywords: Tinder, Inter-personal communication, social media ABSTRAKFokus penelitian ini didasarkan pada makna hubungan Antar pribadi pengguna Tinder di Bandung. Menjalin sebuah hubungan via teknologi harus didasari dengan penyusunan pesan komunikasi yang tepat. Sikap terbuka dan sikap percaya menjadi suatu hal yang penting agar komunikasi Antar pribadi tetap berjalan walaupun dengan menggunakan media Tinder. Penelitian ini menggunakan pendekeatan kualitatif dengan alasan bahwa pendekatan ini adalah pendekatan yang menafsirkan fenomena yang terjadi secara alamiah. Metode yang digunakan adalah metode fenomenologi karena konsep utama dalam penelitian ini adalah mengkaji tentang makna seorang pengguna Tinder. Hasil dari penelitian ini bahwa komunikasi dapat berjalan dengan baik dengan pengelolaan pesan komunikasi yang baik seperti penyusunan Tema dan penggunaan emoji. Sikap terbuka dan percaya pada pengguna Tinder juga dapat menunjang komunikasi walaupun hanya dengan menggunakan media. Kata kunci : Tinder, Komunikasi Antar pribadi, media sosial
E-GOVERNMENT: STUDY FENOMENOLOGI RW-NET SEBAGAI PELAYANAN PUBLIK YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL DENGAN OPTIMALISASI FUNGSI E-GOVERNMENT DI PEMERINTAH KOTA BANDUNG Ferdiansyah, Viky; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.298 KB)

Abstract

Abstrak - Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui makna  Program RW-Net  dalam peningkatan layanan publik yang dapat diterima secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Pada pelaksanaanya, RW-Net sebagai sarana dalam menerapkan fungsi dari E-Government di pemerintah kota Bandung sangat diperlukan untuk membantu pelaksanaan pemerintahan. Penelitian ini fokus pada  pembahasan tentang makna Program RW-Net dan Pola Layanan Publik dalam Program RW-Net sebagai wujud fungsi E-Government. Hasil penelitian yang diperoleh adalah RW-Net  memberikan  kemudahan  berkomunikasi dan berinteraksi antara warga dengan  pemerintah, atau warga dengan warga lainnya. Pemerintah Kota Bandung bisa menyampaikan  informasi tanpa perantara yang biasanya memakan waktu. Jika program ini sudah berjalan secara maksimal, maka keterbukan dan akuntabilitas antara pemerintah dengan warga akan sangat terasa, sehingga  memudahkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa  pengembangan e-government menghasilkan kedekatan dan interaksi atau keterlibatan masyarakat semakin besar, luas dan cepat. Pola interaksi berubah dari  one  stop  service menjadi  non-stop service. Namun, Pola pelayanan dalam RW-Net tergantung dari bagaimana budaya kerja organisasi dan kesiapan teknologi serta sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pemerintahan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.Kata Kunci: RW-Net, Pola Layanan Publik, Transparan, Akuntabel. Abstract - The purpose of the study was to determine the meaning of RW-Net Program in improving services that can be received in a transparent and accountable to the public. In the implementation, RW- Net as a means to implement the function of E-Government in city government is needed to assist the implementation of the government. This research focuses on the discussion of the meaning of RW-Net Programs and Patterns of Public Service in RW-Net program as a form of E-Government. The results obtained are RW Net provides ease of communication and interaction between citizens and government, or people   with other people. Bandung City Government can convey information without intermediaries who usually takes. If the program is already running optimally, then openness and  accountability between government and citizens will be felt, making it easier for public confidence in the government. The final conclusion is that the development of e-government interactions or generate closeness and greater community involvement, wide and fast. Interaction patterns changed from one stop service to non-stop service. However, the pattern of the RW-Net services depends on how the work culture of the organization and readiness of technology and human resources that could affect the implementation of government transparent and accountable. Keywords: RW-Net, Patterns Of Public Service, Transparent, Accountable
ANALISIS DESKRIPTIF PROGRAM MQTV SEBAGAI MEDIA DAKWAH Mubarok, Yaser; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.714 KB)

Abstract

Abstract - This study aims to determine the existence of Propagation Media Television, the assessment focused on Programs at MQTV (Manajmen Qolbu TV) Bandung. A qualitative approach with descriptive analysis program constructivist paradigm. Informants consisted of managers MQTV, spectators and television experts as key informants . The results of this study revealed that MQTV Propagation Media Television which is consistent with the meaning as a medium of propaganda , seen in a series of programs presented. Programs, namely religiousprograms as propaganda through television broadcasts, television is still prioritizing function, educate, entertain and inform . Although these programs are still considered to require creative, professional team to avoid monotony that adds to the appeal as Media Dakwah Television . Keywords : Propagation Program Television , Media Dakwah   Abstrak -  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Media Dakwah Televisi, dengan fokus kajian pada Program-Program di MQTV (Manajmen Qolbu TV) Bandung. Pendekatan kualitatif analisis deskriptif program dengan paradigma konstruktivis. Informan penelitian terdiri dari pengelola MQTV, penonton dan pakar pertelevisian sebagai informan kunci. Hasil Penelitian ini mengungkapkan bahwa MQTV adalah Media Dakwah Televisi yang tetap konsisten dengan makna sebagai media dakwah, terlihat pada rangkaian program yang disajikan. Program-program yang disajikan, yakni program-program keagamaan sebagai dakwah melalui siaran televisi, tetap mengedepankan fungsi televisi yaitu, mendidik, menghibur dan memberikan informasi. Meskipun program-program tersebut dinilai masih membutuhkan tim kereatif yang professional agar tidak monoton sehingga menambah daya tarik sebagai Media Dakwah Televisi. Kata kunci : Program Dakwah Televisi, Media Dakwah.